Ketika Allah lebih rindu padanya

aku pernah tinggal di solo tahun 2006-2007. tepatnya di makam haji. di sana aku belajar bahasa arab sekitar setengah tahun lebih.

satu kisah yang gak akan aku lupa. yaitu kisah seorang anak ustadzah ku yang sekaligus guru ngaji ku.

anak ini bernama Muhammad Izzatul Iman.. usia 8 tahun.

Subhanallah.. anak ini membuat aku mengerti hidup. membuat aku malu. betapa tidak. di usia yang masih kecil itu ia sudah diberi cobaan oleh Allah dengan memberinya hadiah penyakit kelainan darah. (kurang paham apa nama penyakitnya).

Lainnya

Just, a little escape,,

Anything I’m not by ^Lenka^

I will never be, I will never be tall, no
And I will never be, never ever be sure of it all
Oh, why is the world so cruel to me
When all, all I ever want to be is anything I’m not

Gimme a break, a little escape
I am so tired of being me
I wanna be free, I wanna be new and different
Anything I’m not
I’m not

I will never be, I will never be you, no
I will always be, I will always be me, that I know
But oh, even though I’m happy being me
I want to get away from all this harsh reality, oh

Gimme a break, a little escape
I am so tired of being me
I wanna be free, I wanna be new and different
Anything I’m not

Yeah, gimme a break, a little escape
I am so tired of being me
I wanna be free, I wanna be new and different
Anything I’m not
Anything I’m not
Oh, anything I’m not

Gimme a break, a little escape
I am so tired of being me
I wanna be free, I wanna be new and different
Anything I’m not

Yeah, gimme a break, a little escape
I am so tired of being me
I wanna be free, I wanna be new and different
Anything I’m not
Anything I’m not
Anything I’m not
Anything I’m not
Anything I’m not

beuuuuuuuuh,,, jd diri sendiri salah,, jd yg gw mau salah,, i don’t care.. gak mo peduli mereka bilang apa,, capeee…

biarin gw bebas ,, dan jd gw yg baru,,

yeaacchhh,,,

Gimme a break, a little escape
I am so tired of being me
I wanna be free, I wanna be new and different
Anything I’m not
I’m not

Resign oh Resign

gak tau apa yang da dibenak ku sekarang. Hati gelisah, pikiran kemana – mana.

yang mampu ku ucap saat ni adalah Bismillah,, semoga Allah memberi aku kekuatan untuk jalan ini.

Hari ini tanggal 5 mei 2010, aku menikmati hari – hari bersama icha dan mala, mungkin hari – hari terakhir kami. istirahat siang jadi ajang kumpul-kumpul kami. Menyanyikan lagu -lagu jaman kami masih SD SMP SMA. tawa canda melihat kelucuan tingkah kami bertiga. Entah kapan lagi kami bisa berkumpul.

Icha, dia sudah diterima di sebuah perusahaan di daerah gading. Dan sudah mulai masuk kerja hari senin besok. Aku dan Mala masih belum jelas. Tapi kami memutuskan untuk resign dari tempat ini, -sebuah perusahaan yang mempertemukan kami dan mendekatkan kami-, secara bersamaan menyerahkan surat resign.

” Kemesraan ini janganlah cepat berlalu,, kemasraan ini, ingin ku kenang selalu..” salah satu lagu yang kami nyanyikan saat istirahat tadi.

Bismillah,, cuma itu yang bisa ku ucap untuk menguatkan aku. semoga ini jalan terbaik bagi kami. bagi kelangsungan hidup yang lebih baik. bagi pengalaman yang lebih baik. bagi ilmu yang jauh lebih baik. amiin

thank’s Chamal. pengalaman bersama kalian tak akan ku lupa.

Kucing Hachiko

huhuy,,

ni kucing emang heboh,, tiap aku pulang kantor atau baru dateng ke kosan. si kucing selalu menghampiri dengan senangnya “miauw miauw” (berharap dapet makanan) 😀

pas kapan yah,, lupa2 ingat.. yang jelas waktu itu bis nonton film “Hachiko” yang mengharukan. aku pulang di sambut si kucing kosan. lalu ku panggil saja dia hachiko,, hohohoho,,

ni kucing selalu mendahului ku,, dia berlari ke depan kamar ku,,, sebelum aku mencapai pintu itu. 🙂 sambil melingkar-lingkar di kaki. berharap ada sedikit makanan.

nah tepatnya semalam, tanggal 26-04-2010 jam sembilan malam. aku bersama teman kos ku keluar untuk membeli minum di indomaret. si hachiko mengikuti kami keluar pagar. kemudian hachi mengikuti kami berjalan menuju indomaret yang lumayan jauh dari kosan. aku membunyikan kunci2 ku yang terdengar seperti suara kincringan. aku dan teman ku tertawa, ” hey,, hachi bingung,, di daerah mana ini yah??” tp hachi tetap mengikuti kami berjalan. sambil sesekali terlihat bingung dan seperti berfikir ” ini dimana yah? “,,

“hey, si hachi nanti kita tinggal masuk ke indomaret gimana yah?? nanti ilang lagi??” aku bertanya pada teman ku.

sesampainya di jalan raya. Hachi sepertinya ketakutan. namun kami pun terus memanggilnya agar ia tidak ketinggalan. seraya aku membunyikan kincringan kunci- kunci ku.

sampai lah kami di tempat tujuan. kami sedikit tidak tega meninggalkannya di luar. takut-takut dy kabur entah kemana.

aku menyegerakan belanja ku. dan meninggalkan teman ku di dalam. dan ku panggil-panggil hachi,, seraya membunyikan kincringan kunci-kunci ku. “hachi dimana??”

tiba-tiba dari sisi kiri ku,, Hachi datang dengan senangnya. aku tersenyum,, “untung kamu gak ilang hachi..”

kemudian aku menemaninya di luar dan menunggu teman ku berbelanja.

setelah itu, kami pun pulang. hachi tetap mengikuti kami. meski tukang ojek, orang-orang nongkrong mengodai kami, ” awas kucingnya ketinggalan neng”, “sayang pus pus”,, aih aih,, hahahhaa..

sampailah kami di depan kosan,, huhuy,, hachiko ku,,, langsung berlari ke depan kamar kami. ckckckck,,.,. dasar hachiko.. (masih tetap berharap kami memberinya sedikit makanan)

yaa,, berharap ia seperti Hachiko sungguhan. 😀

Putih Bukan Hanya Kesucian Tapi Juga Keteguhan

Seekor angsa bertanya kepada langit, mana yang lebih putih, buluku atau awan-awan mu,,
tetapi tak perlu lagi jawaban karena hari jadi mendung awan berubah kelabu dan langit menjadi gelap, tidak sepotong awan putih pun bertenger di atas, semuanya menghitam dan kemudian tercurah kebumi dalam tirai hujan yang berkepanjangan, angsa itu tertawa karena merasa dirinya lebih putih , lantas menyeret anak-anaknya berlarian ke tanah lapang dan bermain dalam gelora hujan, sampai hari terang kembali dan langit terasa baru selesai di cuci, begitu jernih merentang dalam dengan awan-awan putih yang tipis runcing serta bening seperti terpahat didalam langit ke tujuh, membuat angsa itu tertegun kembali dan berpikir,

yang lebih dahsyat bukan yang lebih putih tetapi yang sempat memutih setelah sempat menjadi hitam, iapun mengangguk sambil menunduk dan memberi hormat kepada awan-awan itu, Putih Bukan Hanya Kesucian Tapi Juga Keteguhan

(diambil dari buku “SURAT CINTA UNTUK SANG AKTIVIS” by Musafir Hayat)

Previous Older Entries

Buat situs web Anda sendiri, gratis di WordPress.com.Buat situs web Anda sendiri.
Mulai gratis