Seharusnya aku tidak menulis ini sekarang..seharusnya tulisan ini dibuat pada malam itu..
Malam yang sangat berat untukku..Malam dimana terakhir kalinya aku bermesraan dengan “nya”. “Dia” adalah “wanita” yang hampir dipuja oleh semua kalangan. Setidaknya untuk orang-orang yang hidup di kota besar (jawa barat dan DKI khususnya). Yang hidup dengan harta yang tidak sedikit,juga kepenatan yang tidak kalah besarnya. Orang-orang yang mencari kesenangan sesaat untuk melepas sesaknya hidup.
Wangi tubuh yang menyegarkan. Rupa yang tak tersaingi keelokannya. Senyum yang hangat. Belum lagi perhiasan yang menambah kecantikannya.
Hhhhh…menulis hal ini memaksaku untuk harus mengingatnya lagi. Tersiksa mungkin yang aku rasa saat ini.
Tetapi apa mau dikata, aku tak dapat mengunjunginya lagi, untuk “menikmati” tubuhnya kembali. Masih bisa, begitu hibur orang-orang disekelilingku. Akan tetapi yang aku maksud disini adalah untuk waktu yang lama..
Seperti dulu dimana “dia” selalu menyambut pagiku dengan kehangatan senyumnya..memelukku setiap malam dengan kesejukannya. Senyuman yg selalu membuatku bersemangat untuk menyelesaikan setiap tantangan hari itu. Pelukan yang menenangkanku akan ketakutan akan esok.
Aku masih mengingat senyum yang selalu mengembang di bibirku, dulu saat aku kembali mengunjunginya (beberapa kali aku harus meninggalkannya,dalam waktu yang sebentar tentunya tidak seperti saat ini). Senyuman lega karena dapat melihat wajahnya dan “bermesraan” lagi dalam waktu yang lama.
Hanya kata : “maaf” yang dapat kuucapkan saat ini kepadamu. Waktu tidak akan memutar rodanya kembali. Mungkin suatu saat kita dapat “bermesraan” seperti dulu..Semoga..
Ingatan tentangmu tidak akan hilang dari kepalaku..Selamat tinggal..Bandung..
R.I.P