Perkuliahan Perdana

Pada postingan ini, saya sedikit cerita bagaimana Rasanya menjadi S3.
Mungkin banyak yang gak tau, bagaimana perkuliahannyaâ€Ķ

Oke, Perkuliahan Pertama Kemaren hari Sabtu, 15 Februari 2025, Materinya adalah Metode Penelitian Kebijakan, yang diampu oleh Prof. Dr. Agus Joko Pitoyo, S.Si., M.A., Perkuliahannya fun, fun banget, tapi serius.

Dimulai dari Perkenalan semua mahasiswa, secara random, yang mencairkan suasana, dan memulai materi seperti perkuliahan pada umumnya.

Banyak sekali Prof. Jokpit, melempar pertanyaan seputar kata-kata yang asing-tapi sering, bagi telinga kita (saya sihâ€Ķ), seperti apa itu logico empiric, apa itu paradigm, apa itu ontologi, basis epistimologi, dan metodologi. yang mengacu pada suatu tujuan pembelajaran Doktoral yaitu menemukan teori baru.

Lalu hari kedua, hari minggu 16 Februari 2025, kuliah Metode Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan yang diampu oleh Prof. Dr. Muhadjir Muhammad Darwin, M.P.A.

Sama, Fun Juga. Prof, Muhadjir menceritakan banyak hal, berbeda dengan metode Prof. Jokpit yang banyak bertanya untuk mengasah critical thinking, Prof, Muhadjir, Menceritakan banyak hal, mengenai bagaimana DKIK terbentuk, apa itu kepemimpinan, apa itu inovasi, bagaimana prosesnya, hingga apa itu kebijakan. Sejarah dari prodi juga diceritakan dengan detil, bagaimana Prodi DKIK, menjadi satu-satunya di Indonesia (Setelah saya Googling, di UB ada jugaâ€Ķ hahaha), Pelopor di Indonesia.

Bedanya dengan Kuliah S1 dan S2.
di S3 kami semua dapat snack, makan siang, dan buah sore..

Serta refill, kopi, air putih, teh, jahe, grattiiiiissssâ€Ķ.!!!!

Rasanya Es Es Es

Gak kebayang gimana saya bisa menjadi mahasiswa dengan pendidikan tertinggi, S3.

Kuliah S3 kali ini berbeda, bedanya ada di metode perkuliahan.
Saya masuk di kelas kerjasama, kerjasama antara Kementerian tempat Saya bekerja (dan mendapatkan beasiswa) dengan UGM melalui DKIK.

Karena kelas Kerjasama, ya kelas kami “penuh”, penuh dengan 21 Mahasiswa. Kuliahnya pun 50:50, 50% offline, Jogja dan Jakarta, dan 50% Online.

Kuliah offline Jogja, baru dilaksanakan kemaren tanggal 15 & 16 Februari, di gedung Gedung Masri Singarimbun Jln. Tevesia, Bulaksumur, Yogyakarta, atau Selatan Masjid Kampus UGM. Khusus di Jogja, kuliahnya di awal dan akhir semeseter di hari Sabtu dan Minggu.

Kuliah Offline Jakarta, dilaksanakan di Jum’at dan Sabtu, tentunya di jam setelah pulang kantor atau di Jam 16:00 – 22:00 di hari Jum’at dan jam 08:00 – 15:00 di hari Sabtu.

Sedangkang perkuliahan Online setiap Jum’at Sore dan Sabtu.

Rasanya S3, ya campur aduk,
Yang jelas, kuliahnya tidak se-intens dan seserius S1 atau S2, walaupun saya takjub bisa membuat review artikel dalam seminggu..

Ya ginilah Day One dimulai!
Semangat..!!!

Hello 2025!

Ini Post pertama di 2025,

Akhirnya saya kembali menjadi mahasiwa UGM, terhitung sejak November 2024.

2017 saya juga berkesempatan untuk menempuh pendidikan di Magister Teknik Elektro, Alhamdulillah, saya bisa selesai hanya dalam 20 bulan (tapi karena administrasi, ya tetap selesai 24 bulan 😅).

Lalu, di pertengahan 2024, saya melihat ada peluang untuk melanjutkan kuliah ke jenjang Doktoral di Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebiajakandi UGM.

Melihat ada kesempatan, ya saya langsung gasssâ€Ķ
Alhamdulillah, semua beres hingga saya tercatat sebagai mahasiswa.

Perkuliahan sendiri akan berlangsung mulai tanggal 10 February 2025, dan ini akan menjadi catatan saya, dan semoga rajin menuli disini sebagai kisah menjalani Ph.D life’sâ€Ķ

Salam

Firda

Ban Motor

Dari ribuan alasan telat ke kantor, Ban Bocor mungkin menempati 5 teratas, setelah anak sakit, istri sakit, positif covid, dan hal positif lainnya. Bedanya, ban bocor disebabkan alat yang dipergunakan untuk ke kantor.

Tambal Ban Dalam

Akhirnya pake ban dalam

dalam 5 bulan terakhir, sejak Agustus hingga Desember, saya kurang lebih mengalami 5x kebocoran ban, 2x saat akan berangkat kerja dan 3x saat dari rumah. Hanya satukali ban mobil, dan itu meledak di jalan, untung gak ngebut.

Penggantian ban motor itu sedikit dilematis bagi saya, kenapa? Pertama, ban motor mudah berganti, dari tubeless ke ban dalam. Kedua, kerusakannya bisa diantisipasi dengan menggunakan ban dalam. Ketiga, bagi saya, yang sering WFH dan DL, ban motor gak terlalu urgent. Ketiga, harga ban motor yang relatif murah (bagi saya), sering saya sepelekan.

Beda dengan ban mobil, harus ganti karena waktunya ganti. Entah kenapa begitu, karena kenyamanan juga sih, kenyamanan penggunaan ban yang lebih baik itu lebih aja di mobil. Selain itu, pergantian ban mobil itu gak bisa ditunda, risikonya tinggi kalau menunda, mirip saya tadi, meledak di jalan, untung larinya gak sampe 100 km/jam.

Sebagai alat transportasi yang paling banyak digunakan di Indonesia, kerusakan yang terjadi pada sepeda motor itu sangat wajar, dan bisa memaklumi, untuk itu alasan telat masuk, apel, atau sebagainya dengan mengkambing hitamkan motor sudah sangat sempurna.

Pergantian ban atau proses menambalnya pun terbilang singkat, sekitar 30-60 menit, lumayan banyak waktu yang kita pake untuk scroll medsos atau lainnya, sambil sedikit memberikan tanggapan atas pekerjaan tukang tambal ban.

Loksado

eemm… sebelumnya emang belum kepikiran buat nulis semua perjalanan ku yang lumayan penuh dengan keajaiban.. :D. Loksado, sebenarnya bukan perjalan pertama.. tapi entah kenapa hanya ini yang terlintas klo ditanya apa pariwisata yang paling menarik di Kalimantan Selatan.

Loksado, atau tepatnya bernama Desa Loksado, berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, disini terkenal juga dengan nama Ketupat Kandangan yang melegenda, serta dodol paling asli di Indonesia, Dodol Asli Kandangan. :D. Kenapa ku bilang dodol yang paling asli di Indonesia ? karena gak ada didaerah mana pun melabeli dodol mereka dengan nama “dodol asli”, di Garut cuma Dodol Garut, bukan “Dodol Asli Garut”.

Perjalanan ku sebenernya hanya iseng, iseng hanya untuk ngetes kemampuan mobil baru temen.. :D, jadilah Loksado pilihan pertama. Lokasi Loksado sekitar 175 km atau sekitar 4 jam dari dari Kota Banjarmasin. Sangat mudah akses ke Kandangan, Ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan, pintu akses ke Desa Loksado. Tinggal mengikuti jalan A. Yani, dan menikmati perjalanan melalui setiap Kabupaten dan Kota di seluruh Kalimantan Selatan.

Kendaraan umum juga sangat mudah, pergi ke terminal kota Banjarmasin di Km. 6 (Pal 6) dan naik angkutan menuju Kandangan. ongkos hanya Rp. 30,000. tetapi perjalanan bisa lebih lama, karena seringnya angkutan mobil berjenis COLT L-300 itu berhenti untuk mencari dan menurunkan penumpang.

Karena perjalanan kami berlima adalah perjalanan “sabtu santai”, jadi banyak berhenti di sepanjang jalan perjalanan. Mulai membeli roti, isi bensin, isi angin, sampai menjemput teman di Banjarbaru, setelah itu kita melaju dan menuju tujuan utama kami, Kandangan.

Hampir sebanyak 5 kali aku ke Samarinda melalui jalan darat, dan selalu melewati Kandangan. Dan sekali perjalanan menuju Kandagan demi tugas negara. :). Berbeda dengan perjalanan sebelumnya, kali ini aku sangat menikmati perjalanan, selain waktunya pada siang hari, seluruh kabupaten di Kalsel dilalui, dan uniknya, setiap berada di Kabupaten selalu di sambut oleh Gerbang besar, dan Tugu Besar dan seakan-akan setiap kabupaten bersaing untuk menunjukan ‘kehebatan’ mereka.

Perjalanan Sabtu Santai itu dimulai jam 9 pagi, dan sampai kandangan pas sholat ashar. Kita berhenti lama di Banjarbaru, demi makan siang gratis. :), agak lama, tapi memang niatnya ngetes kemampuan mobil baru temen. selain itu juga banyak tanya, karena aku sering pake Bus, gak pernah bawa mobil sendiri ke Kandangan.