AYO GOLPUT !!!

GOLPUT bukan berarti tak punya pendirian..dlu aku suka PKS pas masih benar2 mengusung Ka’bah, skrng dia berubah haluan ke Pancasilais, puncaknya pas iklan PKS yg nampilin Soeharto, di kubu PKS sendiri waktu itu terpecah menjadi 2, kubu yg pro Soeharto pro jg dg iklan itu tp kubu yg kontra soeharto jg kontra dg iklan itu, Hidayat Nur Wahid termasuk yang kontra, Tifatul Sembiring termasuk yg pro dan bela2in soeharto setiap ada wawancara di stasiun TV, karena tifatul sembiring pemimpinnya, ak jadi ga suka sm partainya, meskipun OK partainya sering melakukan kegiatan2 kemanusiaan. Tapi adakah partai yang berkomitmen dengan korban lumpur Lapindo?? kalau ada aku pilih partai itu. Aku prihatin sm korban lumpur Lapindo. Demokrat OK byk prestasi yg dia raih program Pro rakyat terutama yg aku suka. Tapi ada 4 hal yg mengganjal di pikiranku, 1. UU prnografi ga jalan. 2. UU ITE ga jalan. 3. Iklan BBM turun 3x. BBm turun 3x itu bukan prestasi demokrat, tapi prestasi pemerintah, dan siapaun pemerintahnya tentu saja kewenangan dia untuk menurunkan BBM 3x kek 5x kek, lebay namaya. Misal harga BBM semula 6000/liter, sebenernya harga bisa diturunkan satu kali langsung menjadi 3000/liter misalnya, e ini pake dicicil, penurunan pertama menjadi 5000/liter, kedua 4000/liter, ketiga 3000/liter, kan lebay namanya, emangnya rakyat bodoh apa, BBM turun atas nama rakyat atau atas nama partai sih??kalo atas nama rakyat ya berdirilah sebagai presiden Indonesia, klo atas nama partai bolehlah diklaim sebagai prestasi partai tapi turunlah dari jabatan presiden. 4. Penegakan hukum yang tidak adil, pemerintah SBY mempunyai dosa besar ketika beberapa pimpinan FPI dijebloskan ke penjara, masalahnya adalah ketika FPI dituduh menyerang AKKBB yang terang-terang mendukung Ahmadiyah, Lalu apa salahnya pemerintah? Apakah menghukum perusuh itu tidak adil?? Bukan itu Induk permasalahannya, permasalahan utamanya adalah pada Ahmadiyah, pada keyakinannya bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi terakhir umat Islam setelah Nabi Muhammad, seperti kita ketahui pemerintah tidak tegas terhadap keberadaan Ahmadiyah yang jelas2 menimbulkan masalah, FPI tidak akan berbuat demikian jika pemerintah SBY tegas dengan Ahmadiyah, tapi justru kenapa pemerintah malah tegas terhadap FPI, jelas2 FPI sangat loyal terhadap Nabi Muhammad yang karena SBY juga orang Islam pastinya Nabinya juga Muhammad, tapi kenapa justru pemerintahan SBY membela kaum yang loyal terhadap Nabi Mirza Ghulam Ahmad?? Sebuah pertanyaan BESAR dan pengkhianatan besar terhadap agamanya. Ataukah SBY meng’iyakan idealisme Ahamdiyah?? Kalo memang begitu saya angkat tangan. 5. Tidak adanya penyelesaian terhadap bencana Lumpur lapindo, saya tidak meminta bencana itu selesai kepada pemerintah, Saya meminta bencana itu selesai kepada Allah, tapi yang saya harapkan dari pemerintah SBY adalah bagaimana memulihkan psikologis dan ekonomi korban Lumpur lapindo, kita ketahui bersama pemerintah dalam kasus ini menyerahkan penyelesaian masalah pada pihak Lapindo yang notabene dipegang oleh Bakrie Group, beberapa bulan yang lalu masih jelas dalam ingatan saya, saya melihat berita TV pada sebuah pertemuan antara korban lapindo yang menuntut ganti rugi yang belum dibayarkan dengan pihak Bakrie Group yang diwakilkan oleh adiknya Aburizal Bakrie. Dalam pertemuan itu pihak Bakrie memberikan statement permintaan maaf tidak bisa melunasi hutang ganti rugi kepada korban lapindo karena perusahaannya sedang kesulitan keuangan dengan dalih terkena imbas krisis ekonomi global, OK kembali lagi ke pemerntah, dan OK pemerintah juga sedang mengalami kesulitan keuangan sehingga tidak punya daya upaya untuk menolong rakyatnya yang pesakitan akibat Lumpur, tapi setidaknya secara psikologis pemerintah bisa melakukan upaya-upaya, salah satunya dengan memberikan sanksi atau hukuman yang tegas bagi pengelola Lapindo termasuk Bakrie Group, Secara psiklogis pasti korban Lumpur Lapindo akan sedikit gembira mendengar pemerintah agak sdikit berpihak kepada mereka, syukur alhamdulillah kalau berpihak tapi saya lihat berita terakhir ratusan pendemo yang mengatasnamakan korban lapindo di depan istana Negara diusir secara paksa oleh polisi tentu saja atas kewenangan pemerintah, saya melihat mereka menangis, berteriak-teriak, berbicara sendiri seperti orang gila, itukah yang diinginkan pemerintah, memang kita juga punya kewajiban untuk ikut andil memberikan support mereka tidak hanya pemerintah saja, tapi dalam sebuah Negara Pemerintah adalah yang paling berkewajiban untuk mensejahterakan rakyatnya, kan pemerintah dipilih oleh rakyat, wakil rakyat, kalau pemerintah tidak bisa menunaikan kewajibannya, lebih baik tidak ada pemerintah, rakyat bahu-membahu saja saling tolong-menolong sesama rakyat kalau pemerintah yang dipasrahi tugas itu mlengos alias tidak amanah. Untuk itu saya menghimbau kepada teman-teman sekalian untuk GOLPUT, kesimpulan dari sebuah keputusan untuk GOLPUT adalah siapaun pemerintahnya tidak akan mambawa perubahan besar bagi bangsa Indonesia, yang akan membawa perubahan besar bangsa ini adalah kita sendiri, mulailah dari diri kita sendiri untuk memberikan yang terbaik bagi Negara tercinta Indonesia, jangan terlalu mengharap dari pemerintah untuk kemajuan Indonesia tapi berharaplah kepada diri kita sendiri untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa ini, kita bergerak bersama mengoptimalkan segala sumber daya dan kemampuan kita untuk berpartisipasi dalam mengharumkan bangsa ini, dimulai dari mencintai produk-produk Indonesia, mencintai website-website Indonesia, punya rasa nasionalisme yang tinggi, tidak bangga dengan bangsa lain(selama ini kita bangga terhadap amerika), kita warga Indonesia bukan warga Amerika, mulailah untuk mendayagunakan kemampuan kita, seorang pelajar jadilah pelajar yang berprestasi, serorang mahasiswa jadilah mahasiswa yang intelek, seorang pedagang jadilah pedagang yang jujur dan produktif, sebagai karyawan jadilah karyawan yang mampu menjalankan visi dan misi perusahaan dengan baik, sebagai olahragawan jadilah olahragawan yang paling ditakuti lawan-lawan, seorang pemimpin rumah tangga jadilah teladan yang baik bagi keluarganya, InsyaAllah jika dari diri kita sendiri sudah terbangun jiwa-jiwa yang maju otomatis dengan sendirinya Indonesia akan semakin maju dan disegani oleh bangsa-bangsa di dunia.

Tulisan ini dibuat pada saat pemilu legislatif hari kamis 9 April 2009, tepat sebelum saya pergi ke TPS untuk memberikan sedikit coretan di kertas suara. Setidaknya ajakan untuk golput masih berlaku sampai nanti pemilu presiden.

Create your own website, free on WordPress.com.Create your own website.
Start free