Financial Check Up

Di kehidupan modern, banyak orang rutin melakukan medical check up untuk memastikan kondisi tubuh tetap sehat. Namun ironisnya, tidak banyak yang melakukan hal yang sama terhadap kondisi keuangannya sendiri. Padahal, kesehatan finansial memiliki pengaruh besar terhadap kualitas hidup, ketenangan pikiran, hubungan keluarga, hingga masa depan jangka panjang.

Salah satu kesalahan terbesar adalah berpikir bahwa financial planning hanya diperlukan ketika penghasilan sudah besar. Faktanya, kebiasaan mengelola uang yang baik justru dibangun sejak kondisi finansial masih sederhana. Karena pada akhirnya:

bukan seberapa besar penghasilan yang menentukan kesehatan finansial, tetapi seberapa baik seseorang mengelolanya.

Islam Mengajarkan Perencanaan, Bukan Hidup Tanpa Arah

Dalam Islam, seluruh rezeki yang dimiliki pada hakikatnya adalah titipan dari Allah SWT. Manusia hanya diberi amanah untuk mengelolanya dengan baik.

Itulah sebabnya Islam sangat menekankan:

  • keseimbangan,
  • tanggung jawab,
  • dan pengelolaan keuangan yang sehat.

Sebagian orang masih menganggap bahwa membicarakan financial planning seolah bertentangan dengan tawakal. Padahal Islam justru mengajarkan pentingnya ikhtiar dan perencanaan yang matang.

Nabi Yusuf AS memberikan contoh bagaimana perencanaan ekonomi dilakukan untuk menghadapi masa sulit. Dalam kisah tersebut, persiapan dilakukan jauh sebelum masa paceklik datang.

mempersiapkan masa depan adalah bagian dari kebijaksanaan, bukan tanda kurang iman.

Financial Check Up Adalah Bentuk Self Awareness.

Banyak masalah keuangan sebenarnya terjadi secara perlahan dan sering tidak disadari sejak awal. Tanpa evaluasi rutin, seseorang sering kali merasa kondisi keuangannya baik-baik saja hanya karena masih menerima gaji setiap bulan. Namun di balik itu bisa saja: pengeluaran terus meningkat karena gaya hidup, hutang mulai tidak terkendali, minimnya dana likuid, dan lain sebagainya. Ketika kondisi darurat datang seperti PHK, sakit berkepanjangan, atau krisis ekonomi, barulah tersadar bahwasanya pondasi finansialnya rapuh.

Maka melalui financial check up rutin, risiko tersebut bisa dideteksi lebih dini sehingga langkah perbaikan dapat dilakukan sebelum terlambat.

Financial check up adalah bentuk muhasabah finansial. Sebuah proses untuk melihat kembali bagaimana kita mengelola amanah harta yang telah Allah titipkan.

Apa Saja yang Perlu Dicek?

1. Net Worth

Hitung total aset dikurangi total hutang.

Kekayaan Bersih = Total Aset – Total Hutang

Net worth membantu melihat apakah kekayaan benar-benar bertumbuh dari tahun ke tahun.

2. Assets Debt Ratio

Periksa apakah hutang masih dalam batas sehat. Semakin rendah maka semakin sehat kondisi keuangan.

Rasio Hutang = Total Hutang/Total Aset

Idealnya, berada di bawah <=50%, rasio hutang terhadap aset maupun penghasilan tetap terkendali.

3. Liquid Debt Ratio

Pastikan memiliki aset likuid yang cukup untuk menghadapi kondisi darurat.

Rasio Likuiditas Hutang = Total Aset Lancar/Total Hutang

Idealnya berada di atas <1,0. Aset likuid cukup untuk melunasi seluruh hutang sekaligus jika diperlukan dalam kondisi darurat.

4. Cashflow

Pastikan pemasukan lebih besar daripada pengeluaran.

Positif = Pemasukan > Pengeluaran

Negatif = Pemasukan < Pengeluaran

Impas = Pemasukan = Pengeluaran

Cashflow positif adalah dasar kesehatan finansial.

5. Debt Service Ratio

Rasio ini sangat sering dipakai oleh bank untuk melihat apakah Anda masih layak mengambil utang baru.

Rasio Beban Hutang = Total Pembayaran Hutang Bulanan/Pemasukan Kotor Bulanan

Idealnya tidak lebih dari 35%. Jika berada di atas 40 – 50%, maka berisiko mengalami gali lubang tutup lubang.

Form excel untuk membantu melakukan financial check up bisa didownload di sini.

*****

Financial check up tahunan adalah langkah sederhana namun sangat penting untuk menjaga kesehatan finansial jangka panjang.

Sama seperti tubuh yang perlu diperiksa secara berkala, kondisi keuangan juga membutuhkan perhatian dan evaluasi rutin.

Dengan memahami posisi keuangan saat ini, kita dapat mengambil keputusan yang lebih bijak, mengurangi risiko finansial, dan membangun masa depan yang lebih aman serta terencana.

keuangan yang sehat bukan hanya tentang angka, tetapi tentang keberkahan, tanggung jawab, dan manfaat yang dihasilkan bagi kehidupan dunia maupun akhirat.

Pesona Sebuah Mega

Sebuah catatan kisah yang semoga semakin memperkuat iman.

“Ma, aku mau duduk di samping jendela”, request anak-anak sejak tau akan melakukan perjalanan berjam-jam dengan moda transportasi udara, apalagi emak sudah menginfokan bahwasanya tidak ada media entertainment audio-visual yang menemani mereka. Sehingga sangat mafhum kalau gugusan mega berarak akan menjadi daya tarik kuat yang utama, walaupun sudah dipersenjatai dengan berbagai macam mainan seperti rubik, mini catur, halma, dll.

Qadarullah, susunan kursi yang sudah diatur oleh team leader berubah karena ternyata kami kedapatan seat pintu darurat. “Passengers under 15 years old are not permitted to select emergency exit row seats”. Akhirnya anak-anak duduk bersama bapaknya di row tengah dan terpisah dengan emak.

Sedih mereka? Pasti.

Continue reading →

Master Mind & False Celebration

Liburan telah usai, sudah cukup waktu untuk recharge energi, yuk kembali ke kampus.

Mari kita awali dengan melakukan assesment, yaitu self assesment dan peer assesment.

Self assesment

Hal yang susah sebenarnya adalah melakukan assesment terhadap diri sendiri, karena kita sedang berhadapan dengan ego kita sendiri, yang mana biasanya punya rasa “selalu benar”. But hey, kejujuran dalam menilai diri itu demi kebaikan kita juga. Mari kita coba yuk!.

Bismillah, selama 6 bulan perjalanan menjadi bagian dari keluarga ProMama yang sudah saya recap pada postingan sebelumnya di sini, saya, Bilkis Mukhlisoti :

Continue reading →

Scale Up Impact

Akhir yang tak berakhir

Alhamdulillah Wasyukurillah berada di penghujung perkuliahan Institut Ibu Profesional, mulai dari kelas matrikulasi, Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif dan akhirnya Bunda Shalihah.

Campur aduk rasa yang terkumpul. Ada haru, sedih, sekaligus bahagia menemui ujung. Semoga bukan ujung dari berhentinya aksi namun sebuah akhir yang tak berakhir, melaju untuk meluaskan impact kebermanfataan di ekosistem Ibu Pembaharu.

*****

Bismillah mau recap perjalanan 6 bulan ke belakang yang penuh dengan up and down.

Pertama, Identifikasi masalah untuk menemukan akar masalah sehingga mampu mengubahnya menjadi sebuah tantangan hidup. Bukan tentang besar-kecilnya masalah tapi bagaimana cara kita menghadapi masalah.

Kedua, Membangun tim solid, Alhamdulillah dipertemukan dengan 4 ibu-ibu sefrekuensi yang mempunyai masalah sama yaitu struggling in manajemen waktu. Rezeki terindah berada di tengah-tengah mereka dimana perjalanan kelas Bunda Salihah ini adalah tentang perjalanan kami. Tim ProMama yaling bahu-membahu menguatkan dan juga mengingatkan.

Continue reading →

Feedback System – 7

Bismillah,

My Buddy is My Mate ^^.

Minggu ini alhamdulillah dipertemukan dengan kawan lama di IIP, namanya mak Siva, dipanggil mak karena beliau IIP Depok (dulunya) dan berpindah ke IIP Tangerang Selatan.

Saya sangat salut dengan kegigihan mak Siva. Kenal beliau lebih intens saat sama-sama mengambil kelas Minat Financial dimana kami satu tim dalam mengerjakan program sharing. Saat itu mak Siva baru memulai untuk membangun Manakana, dan sekarang Alhamdulillah MasyaAllah, Manakana bertumbuh dan berkembang dengan sangat baik. Congratulations ^^.

*****

Mari kita review jurnal mak Siva.

Jurnal mak Siva walaupun dengan narasi yang minim namun sudah menggambarkan proses dalam pengerjaan keseluruhan template yaitu Social Impact, Theory of Change, The Logic Model, Risk Management serta Stop Start & Continue.

Continue reading →

Apresi-AKSI

It is always the little decisions that have the biggest impact

~Mark Cuban~

Alhamdulillah kelas kembali aktif setelah beberapa pekan hibernasi. Apakah masih semangat? Insya Allah tetap semangat untuk kembali upgrade diri dan memperluas kebermanfaatan.

Bismillah

Setelah melakukan program AKSI dan insya Allah masih terus berjalan, kita diminta sejenak untuk deep thingking about Social Impact, Theory of Change, The Logic Model, Risk Management serta Stop Start & Continue.

Berat ya bahasannya, hmmm.

Mari kita urai satu-persatu.

*****

Social Impact merupakan pengaruh positif yang diakibatkan dari pelaksanaan sebuah AKSI terhadap manusia maupun lingkungan sosial, baik pengaruh langsung maupun tidak langsung.

Social Impact identik dengan kebermanfaatan yang menghasilkan kesejahteraan yang lebih baik.

Seperti yang sudah terpaparkan di jurnal terdahulu di sini, bahwasanya sudah berjalan beberapa program AKSI yang dilakukan oleh ProMama. Adapun Social impact yang terpetakan terkait AKSI tersebut adalah sebagai berikut:

*****

Continue reading →

Feedback System-6

Bismillah.

Keseruan 3 hari agenda kongres ibu pembaharu yang bertepatan dengan moment sumpah pemuda, usai sudah. Alhamdulillah ProMama ikut berpartisipasi aktif dalam campaign Aksi untuk Solusi – Pendidikan Bermutu seperti pada link berikut :

Campaign menggali masalah.

Campaign aksi untuk solusi.

Campaign insight.

Alhamdulillah

*****

Back to journal, pekan ini saya berjodoh dengan mbak Lystia Rosmita, beliau berasal dari IIP Yogyakarta. Yang biasanya saya selalu disapa terlebih dahulu oleh buddy, maka kali ini sayalah yang berkesempatan menyapa terlebih dahulu. Qadarullah keluarga mbak Lystia sedang berduka atas meninggalnya om. Semoga Allah memberikan kekuatan dan keikhlasan berlimpah. Aamiin.

Project yang di inisiasi adalah Bijak Bergawai.

Hmmm, lagi-lagi selalu ada benang merah antara saya dengan buddy. Project tersebut sangat relate dengan passion saya yaitu berkutat dengan parenting & dunia anak yang didalamnya ada campaign literacy, manajemen gadget, dll.

What a wonderfull destiny.

Setelah membaca jurnal dari mbak Lystia dan mengintip instagram @rumah.bijak.digital, Alhamdulillah sudah banyak aksi nyata yang dilakukan yaitu kampanye mengenai ibu bijak bergawai: berupa twibbon, konten ilmu di feed & reels, dan juga live instagram; Ada juga aksi challenge dalam bijak bergawai.

Nah, berikut review saya mengenai jurnal mbak Lystia:

Continue reading →

Saatnya berAksi

Eksekusilah yang mengubah sesuatu

`Zulfikli Zaini`

Dalam buku Execution Matters! yang ditulis oleh bapak Zulfikli Zaini mengulas bahwa banyak pemimpin yang sangat mumpuni dalam merencanakan dan menyusun strategi. Mereka begitu piawai melakukan analisis lingkungan, mengembangkan taktik dan strategi, menyusun target-target yang menantang, dan kemudian merumuskannya ke dalam rencana kerja mendetail untuk mencapainya.

Namun sehebat apapun perencanaan dan strategi tak akan menghasilkan apa-apa kalau kita tidak mengeksekusinya. Strategi tak ubahnya sebuah harapan yang ditulis di secarik kertas tanpa pernah direalisasikan, jika kita tak memiliki kemampuan mengeksekusinya.

Yess, we have to take action our plan.

*****

Perjalanan sampai ke titik aksi berawal dari mencintai masalah. Hal tersebut menguatkan empati kita untuk berfikir/berinovasi menemukan solusi yang akan membuat masalah menjadi berkah.

Seringkali kita tidak menyadari kemampuan diri sendiri untuk dapat melakukan lebih.

Seringkali kita terkungkung dalam sebuah block yang membatasi ruang gerak diri.

Dengan proses yang runut dalam mengurai masalah, maka sebuah solusi apik pun akan tercetus dan binar cahaya sudah menunggu kita untuk sampai ke sana.

But hey, untuk sampai ke binar itu kita juga tetap harus dilengkapi perbekalan. Hal itu untuk memitigasi kelelahan, kebosanan, dan kelalaian ditengah jalan.

*****

Bagaimana dengan ProMama Community?

Alhamdulillah kami bertumbuh dan terus bergerak.

Walaupun masing-masing personal disibukkan dengan aktivitas pribadi (terutama saya yang sedang dalam kondisi in rush) tapi kami masih diberi rezeki sebuah sinergi, semua saling memback-up bahkan tanpa diminta.

Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban.

Continue reading →

FEEDBACK SYSTEM-5

Bismillah,

MasyaAllah saya berjodoh kembali dengan mbak Aries yang sebelumnya bertemu di feedback system-1. Sempat tertegun dan memastikan ulang apakah sudah benar kalau pekan ini kami ber-buddy lagi. Ternyata memang benar.

Kabar bahagia dari beliau yang sekarang sedang hamil ditengah-tengah perjalanan problem statement pejuang obesitas. Salut sangat dengan tekad beliau untuk terus berproses.

*****

Berikut feedback saya untuk mbak Aries :

Alhamdulillah kami sudah sampai di titik ini adalah sebuah anugerah yang patut kami syukuri karena bisa jadi ada mahasiswa yang tumbang di tengah-tengah. Allah Maha Baik.

Yuk bisa yuk ^^.

Identifikasi Aksi

A goal without a plan is just ……….. a wish

~ Antoin e de Saint Exupery~

Bayangkan saja, ketika kita akan melakukan perjalanan ke sebuah tempat baru (misal Negara Swiss ^^) tanpa sebuah peta, informasi dan perbekalan, kira-kira apa yang akan kita alami?

Bisa saja kita menghabiskan waktu lama hanya untuk mencari dimana stasiun.

Bisa saja kita kehabisan perbekalan karena ternyata harga makanan di sana kelewat mahal.

Bisa juga kita akan tersesat dan tidak bisa pulang kembali ke Indonesia, kecuali kena deportasi (hayyaaah, ini halu nya makin liar :p).

Itu adalah sedikit gambaran yang merepresentasikan suatu tujuan tanpa perencanaan.

So, let’s make a plan.

*****

Dalam sebuah tahapan proses perencanaan, ada yang namanya SWOT, yaitu mengidentifikasi segala Streght (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Kesempatan), dan Threats (Ancaman) untuk mengukur kemampuan dalam mencapai tujuan.

Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intern dan ekstern yang dapat membantu mencapai tujuannya, atau yang mungkin menimbulkan masalah, sehingga kita bisa mencari mitigasi untuk antisipasi keadaan yang mungkin terjadi di waktu mendatang.

^^

Tak mau tersesat di hutan belantara, kami dari ProMama Community juga langsung mengamalkan ilmu yang didapat. Pada kesempatan zoom check-in yang rutin diadakan dua minggu sekali, kami melakukan identifikasi SWOT yang tergambar dalam peta berikut :

SWOT ProMama
Continue reading →