Tuhan, acapkali, menjawab doa kita dengan cara yang tidak terduga-duga…
Dua tahun lalu, ketika aku merasa begitu lelah dengan pernikahanku, aku berencana untuk pulang ke rumah orang tuaku. Aku meminta ijin pada suami untuk membawa anakku pulang ke rumah orang tuaku selama satu atau dua tahun. Tujuanku jelas, aku ingin waktu untuk memikirkan ulang tentang pernikahan ini. Apakah aku harus benar-benar mempertahankannya ataukah harus mengakhirinya. Kurasa suamiku tau tentang itu, sehingga jelas dia tidak pernah mengijinkanku.
Kemudian, sesuatu yang ajaib tiba-tiba terjadi. Dengan kemungkinan yang sangat kecil bahkan hampir 0%, tiba-tiba aku positif. Ya.. aku positif hamil! Padahal suami juga yakin itu tidak mungkin, mengingat kami selalu berhati-hati menjaga hal itu tidak terjadi. Tuhan pasti sungguh humoris! Sungguh lucu ketika aku sedang berusaha memikirkan ulang tentang pernikahanku, tiba-tiba dia menghadirkan sesuatu di antara kami.
Pada awalnya, aku menangis mengetahui ada sebuah kehidupan lain di dalam tubuhku. Aku bertanya-tanya kenapa Tuhan menghadirkan dia tepat disaat aku ingin berpisah dengan ayahnya. Lalu sebuah jawaban tiba-tiba melintas dalam benakku. Mungkin, ini jawaban Tuhan atas keraguanku selama ini? Barangkali, ini cara Tuhan untuk mengikatku kepadanya lagi. Agar aku tidak berpikir untuk pergi atau menjauh lagi. Aku pun berangsur-angsur mulai menerima hal itu, dan meyakini Tuhan memang memilihkan suamiku untukku. Mungkin, itu juga cara Tuhan mengabulkan permintaanku untuk sementara pulang ke rumah orang tuaku. Karena setelah tahu aku hamil, suamiku mengijinkanku untuk pulang ke rumah orang tuaku selama proses melahirkan hingga anak kami sedikit besar nanti.
Sekarang, sudah hampir dua tahun aku tinggal di rumah orang tuaku, berbeda kota dengan suamiku. Dengan keyakinanku, aku merasa bahagia hidupku telah sempurna. Aku dikarunia dua anak yang lengkap, satu cewek dan satu cowok. Aku pun melihat suamiku berubah menjadi lebih baik, dan semakin meyakinkanku bahwa dialah yang terbaik yang dipilihkan Tuhan untukku.
Rencananya sebulan lagi aku akan kembali, membawa anak-anak pulang ke rumah suami. Tetapi, sesuatu yang tidak terduga kembali terjadi. Tiba-tiba Tuhan menunjukkan kesalahan yang dibuat suamiku di belakangku. Kesalahan yang dulu pernah dia lakukan, dan sangat sulit untuk aku maafkan. Aku kembali bertanya-tanya kepada Tuhan, kenapa hal ini terjadi tepat disaat aku akan kembali? Mungkinkah Tuhan ingin aku kembali pada tujuan awalku dulu, memikirkan ulang tentang pernikahanku?
Tuhan, pastilah ingin mengujiku kembali. Tuhan, acapkali, memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kita dengan cara yang tidak mudah kita duga maksudnya…
bantul, desember ’18 – januari ’19




COMMENTS