Tuhan Maha Penuh Misteri

•03/01/2019 • Leave a Comment

Tuhan, acapkali, menjawab doa kita dengan cara yang tidak terduga-duga…

Dua tahun lalu, ketika aku merasa begitu lelah dengan pernikahanku, aku berencana untuk pulang ke rumah orang tuaku. Aku meminta ijin pada suami untuk membawa anakku pulang ke rumah orang tuaku selama satu atau dua tahun. Tujuanku jelas, aku ingin waktu untuk memikirkan ulang tentang pernikahan ini. Apakah aku harus benar-benar mempertahankannya ataukah harus mengakhirinya. Kurasa suamiku tau tentang itu, sehingga jelas dia tidak pernah mengijinkanku.

Kemudian, sesuatu yang ajaib tiba-tiba terjadi. Dengan kemungkinan yang sangat kecil bahkan hampir 0%, tiba-tiba aku positif. Ya.. aku positif hamil! Padahal suami juga yakin itu tidak mungkin, mengingat kami selalu berhati-hati menjaga hal itu tidak terjadi. Tuhan pasti sungguh humoris! Sungguh lucu ketika aku sedang berusaha memikirkan ulang tentang pernikahanku, tiba-tiba dia menghadirkan sesuatu di antara kami.

Pada awalnya, aku menangis mengetahui ada sebuah kehidupan lain di dalam tubuhku. Aku bertanya-tanya kenapa Tuhan menghadirkan dia tepat disaat aku ingin berpisah dengan ayahnya. Lalu sebuah jawaban tiba-tiba melintas dalam benakku. Mungkin, ini jawaban Tuhan atas keraguanku selama ini? Barangkali, ini cara Tuhan untuk mengikatku kepadanya lagi. Agar aku tidak berpikir untuk pergi atau menjauh lagi. Aku pun berangsur-angsur mulai menerima hal itu, dan meyakini Tuhan memang memilihkan suamiku untukku. Mungkin, itu juga cara Tuhan mengabulkan permintaanku untuk sementara pulang ke rumah orang tuaku. Karena setelah tahu aku hamil, suamiku mengijinkanku untuk pulang ke rumah orang tuaku selama proses melahirkan hingga anak kami sedikit besar nanti.

Sekarang, sudah hampir dua tahun aku tinggal di rumah orang tuaku, berbeda kota dengan suamiku. Dengan keyakinanku, aku merasa bahagia hidupku telah sempurna. Aku dikarunia dua anak yang lengkap, satu cewek dan satu cowok. Aku pun melihat suamiku berubah menjadi lebih baik, dan semakin meyakinkanku bahwa dialah yang terbaik yang dipilihkan Tuhan untukku.

Rencananya sebulan lagi aku akan kembali, membawa anak-anak pulang ke rumah suami. Tetapi, sesuatu yang tidak terduga kembali terjadi. Tiba-tiba Tuhan menunjukkan kesalahan yang dibuat suamiku di belakangku. Kesalahan yang dulu pernah dia lakukan, dan sangat sulit untuk aku maafkan. Aku kembali bertanya-tanya kepada Tuhan, kenapa hal ini terjadi tepat disaat aku akan kembali? Mungkinkah Tuhan ingin aku kembali pada tujuan awalku dulu, memikirkan ulang tentang pernikahanku?

Tuhan, pastilah ingin mengujiku kembali. Tuhan, acapkali, memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kita dengan cara yang tidak mudah kita duga maksudnya…

bantul, desember ’18 – januari ’19

K

•08/08/2014 • 1 Comment

Kamu adalah orang yang paling mengerikan yang pernah aku temui di dunia ini. Kamu bisa tersenyum sambil mengatakan kebohongan-kebohongan dengan sangat manis. Kamu marah ketika aku bilang tidak percaya, bahkan kamu bersumpah semua itu benar adanya. Lalu ketika tiba-tiba kenyataan berkata sebaliknya, dengan tersenyum dan tanpa dosa pun kamu bilang iya. Iya, semua itu dusta.

Ketika kuberi kamu kesempatan untuk berkata jujur, kenapa tidak kamu lakukan? Kenapa menungguku menemukan sendiri kebohongan-kebohonganmu? Adakah suatu kebanggaan tersendiri bagimu bisa mendustaiku? Bisa membodohiku?

Bukankah akan lebih mudah bagi kita berdua, bila sejak awalnya kamu berani jujur mengakui perasaanmu. Kenapa tidak jujur saja, kamu memang tidak pernah mencintaiku…

Happy Birthday, Anakku

•01/05/2014 • Leave a Comment

685118510-1398934022

“being a good mom is not as easy as it seems” Continue reading ‘Happy Birthday, Anakku’

Ilalang

•30/04/2014 • Leave a Comment

Image

Sudah satu minggu ini, Dina hanya mengurung diri di kamar. Bukan karena sedang marah atau ngambek, tapi karena kaki kiri Dina memang sedang patah dan di gibs sampai lutut akibat sebuah kecelakaan motor yang dialaminya seminggu yang lalu.

Pada awalnya, Dina menganggap hal itu bukan sebagai sesuatu yang buruk. Ia justru merasa bisa beristirahat dari semua kegiatan rutin di kampus dan tugas-tugas kuliah yang tak pernah habis. Dia pun jadi merasa punya banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang dulu tidak sempat ia lakukan. Seperti main gitar kesayangannya, atau menulis puisi dan cerpen hobinya. Kalau sedang tidak ada mood untuk main gitar, atau sedang tidak ada inspirasi yang bisa ia tuangkan ke dalam puisi atau cerpen, ia bisa melamun. Merenung. Introspeksi diri, siapa tahu ia punya banyak hal yang harus diperbaiki di masa lalu. Makanya, waktu beberapa hari yang lalu Putri menelponnya dan menanyakan kabarnya, ia sama sekali tidak menyesali keadaannya.

“Kamu pasti kesepian!” kata Putri sambil tertawa halus. Entah bersimpati, atau malah mau menyindir.

Continue reading ‘Ilalang’

Blog, How Are You Today?

•12/04/2014 • Leave a Comment

Hi, blog! How are you today?

Tiga tahun berlalu bagai sekedip mata. Tiga tahun sejak terakhir kali aku menyapamu. Maaf tak bisa kubagi waktu untuk anakku denganmu. Sekarang, dia telah tumbuh dewasa. Begitu pun dirimu, kulihat waktu pun telah mendewasakanmu…

Berjuta terima kasih pada semua pengunjung yang sudi mampir ke blog ini dan membuatnya tetap hidup. Juga berjuta maaf untuk semua komen yang tak sempat kubalas. I appreciate u all. Really big thanks ^^

**belajar ngeblog lagi 🙂