KPK Bantah Incar Kader Golkar Terkait PON KPK Bantah Incar Kader Golkar Terkait PON

KPK Bantah Incar Kader Golkar Terkait PON

Lihat Foto

KPK Bantah Incar Kader Golkar Terkait PON

Pekanbaru (ANTARA) – Komisi Pemberantasan Korupsi membantah telah mengincar penetapan tersangka para kader Partai Golkar baik di daerah maupun di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI terkait kasus dugaan suap proyek Pekan Olahraga Nasional.

“Tidak ada incar-mengincar pada kasus ini. Siapa saja yang terbukti terlibat maka akan ditetapkan sebagai tersangka,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi melalui stas kehumasannya kepada ANTARA Pekanbaru per telepon, Sabtu.

KPK sebelumnya telah melakukan pemeriksaan terhadap dua anggota DPR-RI dari Fraksi Golkar yakni Setya Novanto dan Kahar Muzakir terkait kasus dugaan suap proyek PON Riau.

Kedua anggota DPR ini diperiksa di Gedung KPK Jakarta pada Jumat (29/6) lalu dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan agenda pemeriksaan sebagai saksi.

Setya Novanto merupakan anggota DPR-RI dari daerah pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Timur II dan menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar.

Sementara Kahar Muzakir merupakan anggota DPR-RI dari Dapil Sumatra Selatan I, sekarang menjabat sebagai anggota Fraksi Golkar.

Selain memeriksa dua anggota DPR-RI, penyidik KPK di hari yang sama juga menjadualkan pemeriksaan untuk sejumlah saksi lainnya, secara terpisah yakni di Pekanbaru, Riau.

Dua saksi yang dimaksud adalah dari PT Adhi Karya, masing-masing Riki dan Heri Setiawan serta seorang lainnya dari PT Waskita Karya atas nama Tri Hartanto.

Kemudian juga ada dari PT Pembangunan Perumahan atas nama Rusdo Mulyo dan SF Hariyanto selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Provinsi Riau.

Untuk lima saksi lainnya ini, diperiksa di Ruang Catur Prasetya pada kompleks Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, Jalan Pattimura Pekanbaru.

Pada kasus yang sama, sebelumnya penyidik KPK juga telah menetapkan sebanyak enam orang tersangka, dimana tiga diantaranya adalah anggota DPRD Riau. Seperti Muhammad Dunir (PKB), Muhammad Faisal Aswan (Golkar) dan Taufan Andoso Yakin selaku Wakil Ketua DPRD Riau dari Fraksi PAN.

Selanjutnya yakni Lukman Abbas selaku mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Riau H.M Rusli Zainal.

Kemudian dua lainnya yang telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dan telah menjalani sidang perdana pada Rabu (27/6) lalu, yakni Eka Dharma Putra selaku Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Olahraga pada Dispora Riau serta Rahmat Syahputra dari PT Pembangunan Perumahan selaku pengerja berbagai proyek PON Riau.(rr)

Alasan Golkar Tetapkan Capres Lebih Awal

BERITASATU.COM – Dengan ditetapkan capres saat ini, ada sekitar 18 bulan yang dimiliki Partai Golkar sebelum pilpres.

Banyak orang mengkritik penetapan capres Partai Golkar yang dinilai terlalu dini. Namun Partai Golkar memiliki alasan mengenai hal itu.

“Penetapan capres yang ditentukan setelah Pilpres saya anggap sangat terlambat. Karena tidak ada waktu untuk mengatur strategi sebaik apapun itu,” kata Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie saat memberikan pidato pengarahan dan membuka Rapimnas III Partai Golkar, di Hotel Aston, Bogor, Jumat (29/6).

Ia menjelaskan yang dimaksud terlambat karena jarak antara pemilu legislatif dan pemilu presiden terlalu dekat. Sehingga tidak ada waktu bagi untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas. Selain itu Ical, sapaan Aburizal, juga mengatakan masalah soliditas internal juga menjadi ganjalan.

“Memudarnya semangat dan soliditas partai karena banyak skenario politik yang ada,” ujar mantan Menko Kesra ini.

Menurutnya, kondisi itu kemudian menyebabkan proses politik yang terjadi tidak produktif, karena terbelenggu skenario politik dan sebagainya. Sehingga kegiatan yang harusnya produktif menjadi kontraprodukstif. Ical menginginkan hal ini tidak terulang kembali nanti.

“Kita tidak ingin konsentrasi kita terganggu, kita tidak ingin soliditas kita terganggu, dan kita tidak ingin telat memutuskan capres,” tegasnya.

Menurutnya, dengan ditetapkan capres saat ini, ada sekitar 18 bulan yang dimiliki Partai Golkar sebelum pilpres.

“Tidak panjang dan tidak pendek untuk persiapan memenangkan pilpres 2014,” tandasnya.

jumat

hari ini saya posting pada hari jum”at alangkah lebih baiknya kalau seandainya kita tahu hikmah yang terkandung dalam sholat jum’at itu sendiri. pandangan para ulama bahwa sholat jum’at merupakan sholat yang harus dikerjakan yang sangat istimewa  karena jumlah bilangannya cuma dua rakaat tetapi ditambah dengan Khutbah kita tahu bahwa khutbah dalamsholat jum’at itu hukumnya wajib karena barang siapa nggak mendengarkan khutbahnya maka dia tidak lengkap dalam peribadahannya. dan ada paradigma atau selentingan selentingan bahwasannya orang yang meninggal pada waktu jum’at adalah orang yang istimewa karena jum’at merupakan hari berkumpulnya umat muslim ditengah hari untuk melakukan peribadahan  dalam sebuah riwayat yang terdapat di Al-Qur’an dan As-sunah sholat jum’at mempunyai  beberapa hikmah dan keutamaan

salah satu riwayat hadistnya yaitu:

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah pernah bersabda. “Hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jumat. Pada hari itu Adam Alaihis Salam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jumat.” [Riwayat Muslim]
Rasulullah juga pernah bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)

Keistimewaan lain hari Jumat adalah saat-saat dikabulkannya doa, yaitu saat-saat terakhir setelah shalat ashar (seperti yang dijelaskan dalam banyak hadits) atau di antara duduknya imam di atas mimbar saat berkhutbah Jumat sampai shalat selesai ditunaikan

demikianlah beberapa hikmah yang kita dapat setelah menunaikan amalan hari jum’at

Videokeman

videokeman mp3
Honey – Kara Song Lyrics
[gigya width=”300″ height=”44″ src=”http://videokeman.com/music/videokemanplay.swf” quality=”high” flashvars=”playerID=1&bg=0xffffff&leftbg=0xCA4536&lefticon=0xffffff&rightbg=0xCA4536&rightbghover=0x999999&righticon=0xffffff&righticonhover=0xffffff&text=0xCA4536&slider=0x303030&track=0xFFFFFF&border=0x666666&loader=0xC52C24&autostart=yes&loop=yes&soundFile=http://videokeman.com/dload/nm3/011212/Kara_-_Honey.vkm” wmode=”transparent” ]

sholat jamaah yuk

Shalat Berjama’ah merujuk pada aktivitas shalat yang dilakukan secara bersama-sama. Shalat ini dilakukan oleh minimal dua orang dengan salah seorang menjadi imam (pemimpin) dan yang lainnya menjadi makmum.

Landasan Hukum

Berikut adalah landasan hukum yang terdapat dalam Al Qur’an maupun Hadits mengenai shalat berjama’ah:

  • Dalam Al Qur’an Allah SWT berfirman: “Dan apabila kamu berada bersama mereka lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) bersamamu dan menyandang senjata,…” (QS. 4:102).
  • Rasulullah SAW bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh aku bermaksud hendak menyuruh orang-orang mengumpulkan kayu bakar, kemudian menyuruh seseorang menyerukan adzan, lalu menyuruh seseorang pula untuk menjadi imam bagi orang banyak. Maka saya akan mendatangi orang-orang yang tidak ikut berjama’ah, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA).
  • Dari Ibnu Abbas RA berkata: “Saya menginap di rumah bibiku Maimunah (isteri Rasulullah SAW). Nabi SAW bangun untuk shalat malam maka aku bangun untuk shalat bersama beliau. Aku berdiri di sisi kirinya dan dipeganglah kepalaku dan digeser posisiku ke sebelah kanan beliau.” (HR. Jama’ah, hadits shahih).

Keutamaan

Adapun keutamaan shalat berjama’ah dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Berjama’ah lebih utama dari pada shalat sendirian. Rasulullah SAW bersabda: “Shalat berjama’ah itu lebih utama dari pada shalat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar RA)
  • Dari setiap langkahnya diangkat kedudukannya satu derajat dan dihapuskan baginya satu dosa serta senantiasa dido’akan oleh para malaikat. Rasulullah SAW bersabda: “Shalat seseorang dengan berjama’ah itu melebihi shalatnya di rumah atau di pasar sebanyak dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila seseorang berwudhu’ dan menyempurnakan wudhu’nya kemudian pergi ke masjid dengan tujuan semata-mata untuk shalat, maka setiap kali ia melangkahkan kaki diangkatlah kedudukannya satu derajat dan dihapuslah satu dosa. Dan apabila dia mengerjakan shalat, maka para Malaikat selalu memohonkan untuknya rahmat selama ia masih berada ditempat shalat selagi belum berhadats, mereka memohon: “Ya Allah limpahkanlah keselamatan atasnya, ya Allah limpahkanlah rahmat untuknya.’ Dan dia telah dianggap sedang mengerjakan shalat semenjak menantikan tiba waktu shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Huraira RA, dari terjemahan lafadz Bukhari).
  • Terbebas dari pengaruh/penguasaan setan. Rasulullah SAW bersabda: “Tiada tiga orangpun di dalam sebuah desa atau lembah yang tidak diadakan di sana shalat berjama’ah, melainkan nyatalah bahwa mereka telah dipengaruhi oleh setan. Karena itu hendaklah kamu sekalian membiasakan shalat berjama’ah sebab serigala itu hanya menerkam kambing yang terpencil dari kawanannya.” (HR. Abu Daud dengan isnad hasan dari Abu Darda’ RA).
  • Memancarkan cahaya yang sempurna di hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda: “Berikanlah khabar gembira orang-orang yang rajin berjalan ke masjid dengan cahaya yang sempurna di hari kiamat.” (HR. Abu Daud, Turmudzi dan Hakim).
  • Mendapatkan balasan yang berlipat ganda. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang shalat Isya dengan berjama’ah maka seakan-akan ia mengerjakan shalat setengah malam, dan barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh berjama’ah maka seolah-olah ia mengerjakan shalat semalam penuh. (HR. Muslim dan Turmudzi dari Utsman RA).
  • Sarana penyatuan hati dan fisik, saling mengenal dan saling mendukung satu sama lain. Rasulullah SAW terbiasa menghadap ke ma’mum begitu selesai shalat dan menanyakan mereka-mereka yang tidak hadir dalam shalat berjama’ah, para sahabat juga terbiasa untuk sekedar berbicara setelah selesai shalat sebelum pulang kerumah. Dari Jabir bin Sumrah RA berkata: “Rasulullah SAW baru berdiri meninggalkan tempat shalatnya diwaktu shubuh ketika matahari telah terbit. Apabila matahari sudah terbit, barulah beliau berdiri untuk pulang. Sementara itu di dalam masjid orang-orang membincangkan peristiwa-peristiwa yang mereka kerjakan di masa jahiliyah. Kadang-kadang mereka tertawa bersama dan Nabi SAW pun ikut tersenyum.” (HR. Muslim).
  • Membiasakan kehidupan yang teratur dan disiplin. Pembiasaan ini dilatih dengan mematuhi tata tertib hubungan antara imam dan ma’mum, misalnya tidak boleh menyamai apalagi mendahului gerakan imam menjaga kesempurnaan shaf-shaf shalat. Rasulullah SAW bersabda: “Imam itu diadakan agar diikuti, maka jangan sekali-kali kamu menyalahinya! Jika ia takbir maka takbirlah kalian, jika ia ruku’ maka ruku’lah kalian, jika ia mengucapkan ‘sami’alLaahu liman hamidah’ katakanlah ‘Allahumma rabbana lakal Hamdu’, Jika ia sujud maka sujud pulalah kalian. Bahkan apabila ia shalat sambil duduk, shalatlah kalian sambil duduk pula!” (HR. Bukhori dan Muslim, shahih).
Dari Barra’ bin Azib berkata: “Kami shalat bersama Nabi SAW. Maka diwaktu beliau membaca ‘sami’alLaahu liman hamidah’ tidak seorang pun dari kami yang berani membungkukkan punggungnya sebelum Nabi SAW meletakkan dahinya ke lantai. (Jama’ah)
  • Merupakan pantulan kebaikan dan ketaqwaan. Allah SWT berfiman: “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, serta tetap mendirikan shalat.” (QS. 9:18).

Kriteria Imam

Kriteria pemilihan Imam shalat tergambar dalam hadits Nabi Muhammad SAW. yang diriwayatkan oleh Abu Mas’ud Al-Badri:

“Yang boleh mengimami kaum itu adalah orang yang paling pandai di antara mereka dalam memahami kitab Allah (Al Qur’an) dan yang paling banyak bacaannya di antara mereka. Jika pemahaman mereka terhadap Al-Qur’an sama, maka yang paling dahulu di antara mereka hijrahnya ( yang paling dahulu taatnya kepada agama). Jika hijrah (ketaatan) mereka sama, maka yang paling tua umurnya di antara mereka”.

Kehadiran Jama’ah Wanita di dalam Masjid

Wanita diperbolehkan hadir berjama’ah di masjid dengan syarat harus menjauhi segala sesuatu yang menyebabkan timbulnya syahwat ataupun fitnah. Baik karena perhiasan atau harum-haruman yang dipakainya.

  • Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kamu larang wanita-wanita itu pergi ke masjid-masjid Allah, tetapi hendaklah mereka itu keluar tanpa memakai harum-haruman.” (HR. Ahmad dan Abu Daud dari Abu Huraira RA).
  • “Siapa-siapa diantara wanita yang memakai harum-haruman, janganlah ia turut shalat Isya bersama kami.” (HR. Muslim, Abu Daud dan Nasa’i dari Abu Huraira RA, isnad hasan).
  • Bagi kaum wanita yang lebih utama adalah shalat di rumah, berdasarkan hadits dari Ummu Humaid As-Saayidiyyah RA bahwa Ia datang kepada Rasulullah SAW dan mengatakan: “Ya Rasulullah, saya senang sekali shalat di belakang Anda.” Beliaupun menanggapi: “Saya tahu akan hal itu, tetapi shalatmu di rumahmu adalah lebih baik dari shalatmu di masjid kaummu, dan shalatmu di masjid kaummu lebih baik dari shalatmu di masjid Umum.” (HR. Ahmad dan Thabrani).
  • Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian melarang para wanita untuk pergi ke masjid, tetapi (shalat) di rumah adalah lebih baik untuk mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Daud dari Ibnu Umar RA).

Bagi kaum wanita ada dua pilihan, berdasarkan hadits di bawah ini:
“Jangan kamu melarang para wanita (shalat) di masjid, namun rumah mereka sebenarnya lebih baik untuk mereka” (HR. Abu Daud dan Al-Hakim). Hal ini berarti wanita boleh shalat di masjid ataupun di rumah.

Pilihan pertama: Jika wanita memilih shalat berjamaah di masjid pakailah pakaian sopan yang menutup aurat, dan tidak memakai wangi-wangian. “Perempuan mana saja yang memakai wangi-wangian, kemudian dia pergi ke masjid, maka shalatnya tidak diterima sehingga dia mandi” (HR. Ibnu Majah).

Pilihan kedua: Yang dimaksud dengan wanita lebih baik shalat di rumah, hal itu hanya berlaku jika dilakukan tepat waktu. Dari Ibnu Masud RA, dia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, amalan apakah yang paling Allah cintai?, beliau bersabda: Shalat tepat pada waktunya“. (HR Bukhari Muslim).

Hati-hati …!!! Coba kita lihat, berapa banyak wanita yang memilih untuk shalat di rumah tapi tidak shalat tepat waktu! Jika wanita kesulitan shalat tepat waktu di rumah, maka ia lebih baik shalat berjamaah di masjid demi menjaga shalat tepat waktu. Tegasnya, wanita yang memilih shalat berjamaah di masjid jauh lebih baik ketimbang wanita yang memilih shalat di rumah, tapi tidak tepat waktu.

Selain itu, wanita juga harus memberi dorongan kepada suami, ayah, saudara laki-laki dan anak laki-lakinya agar shalat berjamaah di masjid.

Imbalan bagi siapa saja yang memberi dorongan untuk shalat berjamaah di masjid:
“Barangsiapa merintis jalan kebaikan dalam Islam, berarti dia memperoleh pahala (sendiri) dan pahala orang-orang yang mengikuti jalan kebaikan tersebut dengan tiada mengurangi pahala mereka sedikitpun” (HR Muslim).
Konkretnya, jika kaum wanita selalu mengingatkan dan memberi motivasi kepada suami, anak laki-laki, saudara laki-laki, ayah dll untuk shalat berjamaah di masjid, maka ia akan memperoleh sebanyak pahala dari mereka yang berjamaah karena dorongannya itu, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.

Inilah peranan penting kaum wanita dalam membangun shalat berjamaah bagi keluarganya. “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS At Tahrim:6).

Referensi

Dan kita juga tau, bahwa ancaman bagi orang yg meninggalkan sholat sangat berat, seperti disabdakan ROSULULLAH SAAW. “BARANG SIAPA MENINGGALKAN SHOLAT DENGAN SENGAJA, MAKA DIA TERLEPAS DARI JAMINAN MUHAMMAD.” Kemudian ROSULULLAH juga bersabda, “setiap umatku akan masuk kedalam sorga, kecuali mereka yg tidak mau.” mendengar pernyataan Rosulullah, para sahabat bertanya, “siapa yg tidak mau itu ya Rosulullah? “Siapa yg taat kepadaku, ia akan masuk sorga, dan siapa yg tidak taat kepadaku, merekalah yg tidak mau.”

Baca lebih lanjut →

hemmm

bismillah.jpg
Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh.

Wahai saudara seimanku… 
Sepertinya Kita sudah lupa akan untuk apa kita diciptakan,,, 
kita sudah tidak menghiraukan lagi kewajiban kita sebagai makhluk-Nya,,, 
kita sudah lupa akan apa yang akan kita dapatkan jikalau kita melanggar perintah-Nya,,,

Allah berfirman di dalam Alquran : 
” Dan tidak Aku(Allah) ciptakan manusia dan jin, kecuali untuk beribadah kepada-Ku. ”

TKS pringsewu

TKS Pringsewu Semakin “Gemuk”
Diposting oleh: Jay   
Jumat, 27 Januari 2012
Pemkab Akan Tertibkan, Termasuk Pol PP
PRINGSEWU — Keberadaan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di Kabupaten Pringsewu semakin ‘gemuk’. Bahkan jumlahnya diatas angka lima ratus orang, sementara yang mengantungi SK bupati sebanyak 506 orang. 
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Budi Heriyanto menjelaskan, jumlah honorer di Kabupaten Pringsewu sebanyak 506 orang termasuk 202 anggota sat Pol PP yang sudah mendapatkan SK Bupati. Menurutnya, pemkab hanya akan mengakui mereka yang memegang SK bupati yakni untuk tenaga cleaning servis, penjaga malam dan sopir. ”Mereka itulah yang berhak mendapatkan SK bupati,” akunya. Selebihnya, TKS yang diangkat sejumlah satker akan dievaluasi karena akan membebani satker yang bersangkutan.
Pihaknya menurut Budi, juga masih menggodok aturan disiplin para TKS melalui peraturan bupati. “Termasuk salah satunya akan memberlakukan pakaian kerja bagi para tenaga honorer dan TKS. Ini sebagai tindak lanjut SK Gubernur Lampung berkaitan dengan pembedaan seragam honorer dan PNS,” bebernya.
Konsep Perbup, dikatakan oleh Kepala BKD Pringsewu, segera diajukan. Termasuk aturan disiplin para tenaga honor. Karena yang ada saat ini baru PP 53 dan itu berlaku untuk PNS. “Untuk tenaga honor kita buatkan perbup, yang mengacu dari PP 53, agar ada aturan disiplin bagi mereka,” jelasnya. 
Misalnya, tak masuk kerja berapa kali mereka akan di pecat dan sangsi disiplin lainya. ”Mudah-mudahan secepatnya Perbup akan selesai,” jelasnya.
Termasuk dijajaran satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu yang kini berjumlah hampir 300 personil, juga akan segera ditertibkan. Termasuk soal kedisiplinan, akan menjadi bahan evaluasi.
Kasat Pol PP Kabupaten Pringsewu Anasrulah kepada Koran ini mengaku, tengah melakukan pendataan dan penertiban terhadap anggota Pol PP yang ada. ”Berdasar SK Bupati jumlahnya hanya 202 personil. Diluar itu saya tidak tahu, karena patokannya hanya anggota yang pegang SK Bupati saja. Selebihnya terserah nanti, karena akan dilakukan evaluasi kembali,” tegasnya.
Menurutnya, penertiban terhadap anggota Pol PP agar kedepan tidak lagi terjadi pembengkakan anggota. “Sebagai kasat Pol PP akan memberdayakan anggota, termasuk melakukan penertiban atribut atribut yang berlebihan dipakai anggota Pol PP,” tegasnya. 
Menurutnya dia, tidak mau ada lagi anggota Pol PP yang hanya kongko-kongko nongkrong sana, nongkrong sini. “Pukul 06.00 mereka sudah membantu lalu lintas, dengan ditempatkan di sejumlah sekolah yang ramai. Baik itu pagi siang dan sore hari. Serta akan dilakukan latihan keterampilan lainnya, termasuk pembinaan mental,” ungkapnya.
Terkait nasib Pol PP yang tidak memiliki SK Bupati akan ditertibkan dan yang diprioritaskan yang memiliki SK dari Bupati Pringsewu. Anasrulah juga mengatakan, bila kelak akan ada perekrutan anggota Pol PP, maka akan menggandeng pihak ketiga yakni TNI. ”Jika memang ada penerimaan, prosesnya akan diserahkan kepada pihak ketiga yakni TNI. Meraka juga harus melakukan seleksi kembali,” tandasnya. (kim)