Perkembangan Kota Manado

manado

Nama “Manado” mulai digunakan pada tahun 1623 menggantikan nama “Pogidon” atau “Wenang”. Kata Manado sendiri berasal dari bahasa daerah Minahasa yaitu Mana rou atau Mana dou yang dalam Bahasa Indonesia berarti “di jauh”. Pada tahun itu juga, tanah Minahasa-Manado mulai dikenal dan populer di antara orang-orang Eropa dengan hasil buminya. Hal tersebut tercatat dalam dokumen-dokumen sejarah.

Tahun 1658, VOC membuat sebuah benteng di Manado. Sejarah juga mencatat bahwa salah satu Pahlawan Nasional Indonesia, Pangeran Diponegoro pernah diasingkan ke Manado oleh pemerintah Belanda pada tahun 1830. Biologiwan Inggris Alfred Wallace juga pernah berkunjung ke Manado pada 1859 dan memuji keindahan kota ini.

Keberadaan kota Manado dimulai dari adanya besluit Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 1 juli 1919. Denganbesluit itu, Gewest Manado ditetapkan sebagai Staatsgemeente yang kemudian dilengkapi dengan alat-alatnya antara lain Dewan gemeente atau Gemeente Raad yang dikepalai oleh seorang Walikota (Burgemeester). Pada tahun 1951,Gemeente Manado menjadi Daerah Bagian Kota Manado dari Minahasa sesuai Surat Keputusan Gubernur Sulawesitanggal 3 Mei 1951 Nomor 223. Tanggal 17 aPRIL 1951, terbentuklah Dewan Perwakilan Periode 1951-1953 berdasarkan Keputusan Gubernur Sulawesi Nomor 14. Pada 1953 Daerah Bagian Kota Manado berubah statusnya menjadi Daerah Kota Manado sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 42/1953 juncto Peraturan Pemerintah Nomor 15/1954. Tahun 1957, Manado menjadi Kotapraja sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957. Tahun 1959, Kotapraja Manado ditetapkan sebagai Daerah Tingkat II sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959. Tahun 1965, Kotapraja Manado berubah status menjadi Kotamadya Manado, yang dipimpin oleh Walikotamadya Manado KDH Tingkat II Manado sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 yang disempurnakan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974.

Hari jadi Kota Manado yang ditetapkan pada tanggal 14 Juli 1623, merupakan momentum yang mengemas tiga peristiwa bersejarah sekaligus yaitu tanggal 14 yang diambil dari peristiwa heroik yaitu peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946, dimana putra daerah ini bangkit dan menentang penjajahan Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, kemudian bulan Juli yang diambil dari unsur yuridis yaitu bulan Juli 1919, yaitu munculnyaBesluit Gubernur Jenderal tentang penetapan Gewest Manado sebagai Staatgemeente dikeluarkan, dan tahun 1623 yang diambil dari unsur historis yaitu tahun dimana Kota Manado dikenal dan digunakan dalam surat-surat resmi. Berdasarkan ketiga peristiwa penting tersebut, maka tanggal 14 Juli 1989, Kota Manado merayakan HUT-nya yang ke-367. Dan sejak saat itu hingga sekarang tanggal tersebut terus dirayakan oleh masyarakat dan pemerintah Kota Manado sebagai hari jadi Kota Manado.

Kota ini juga pernah mengalami kerusakan berat karena peperangan yaitu ketika pada masa Perang Dunia II, dan ketika dibom kembali oleh TNI Angkatan Udara pada 1958 dalam upaya mengalahkan Permesta, sebuah gerakan pemberontakan yang menghendaki pemisahan dari Republik Indonesia. 

Posted in Perkembangan Pariwisata di Manado | Leave a comment

makanan dan minuman khas kota Manado

1. Tinutuan

tin

Tinutuan atau Bubur Manado (tapi sebenarnya bukan bubur sih) adalah makanan khas Indonesia dari Manado,Sulawesi Utara. Ada juga yang mengatakan tinutuan adalah makanan khas Minahasa, Sulawesi Utara.  Tinutuan merupakan campuran berbagai macam sayuran, tidak mengandung daging, sehingga makanan ini bisa menjadi makanan pergaulan antarkelompok masyarakat di Manado. Tinutuan biasanya disajikan untuk sarapan pagi beserta berbagai pelengkap hidangannya.
Bahan pembuatan tinutuan sederhana. Tinutuan merupakan campuran berbagai macam sayuran yaitu labu kuning yang juga disebut sambiki, beras, singkong, bayam, kangkung, daun gedi, jagung, dan kemangi.
Bagi yang ingin mencobanya silahkan ke Restoran Manado ya, makanan ini biasanya menjadi menu sarapan pagi. hehe Silahkan mencoba ya, awas ketagihan. Delicious food~
2. Ikan Cakalang Fufu
ikan
Cakalang fufu adalah hidangan ikan cakalang olahan yang dibumbui, diasap dan dijepit dengan kerangka bambu. Makanan ini adalah hidangan khas Minahasa, Sulawesi Utara, Indonesia.Proses pembuatan

Setelah ikan cakalang (ikan tongkol) dibersihkan dengan dibuang sisik dan jeroannya, daging ikan cakalang dibelah dua dan dijepit oleh kerangka penjepit bambu yang telah disiapkan sebelumnya. Daging ikan ini iolah dengan dibaluri garam dan bubuk soda. Kemudian ikan cakalang menjalani proses pengasapan dengan panas api dan asap. Panas harus merata hingga daging ikan cakalang matang dan kering. Proses ini menghabiskan waktu empat jam untuk pengasapan dan dua jam untuk pendinginan. Proses ini berlangsung hingga daging ikan cakalang berubah warna menjadi kemerahan dengan tekstur sedikit empuk, kering dan tidak berair.

Jika diproses secara tepat cakalang fufu dapat tahan disimpan dalam suhu ruang selama satu bulan, dengan demikian dapat didistribusikan ke seluruh Indonesia sebagai pangan hidangan laut olahan. Di Sulawesi Utara cakalang fufu adalah hdangan favorit dan kerap dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Manado. Meskipun hidangan ini terkenal di seantero Indonesia Timur, lokasi produksi utamanya adalah kota pelabuhan nelayan Bitung, Sulawesi Utara.

Cakalang fufu dapat dikonsumsi tersendiri: 

-Dengan cara dipanaskan dan digoreng sebentar dalam minyak panas dan langsung dimakan dengan nasi dan dabu-dabu (sambal Minahasa)
-Menjadi bahan untuk memasak hidangan lainnya.
Suwiran daging cakalang fufu dapat ditambahkan dalam berbagai hidangan seperti selada kentang, mie cakalang, atau dimasak rica-rica dengan cabai. Ya sesuai selera anda deh hehe
3. Paniki
paniki
Paniki adalah makanan yang berasal dari Sulawesi Utara yang dibuat dari daging kelelawar (paniki).Sebelum diolah menjadi masakan, biasanya kelelawar terlebih dahulu dibakar untuk menghilangkan bulu-bulu halusnya, kemudian dimasak dengan bumbu santan. Makanan ini juga sangat berkasiat loh untuk kesehatan, banyak mengandung vitamin juga loh hehe jadi silahkan mencicipinya.. Delicious Food~

4. Ayam Rica-Rica
Ayam rica rica Manado
Ayam rica-rica adalah salah satu makanan khas Manado, Sulawesi Utara. Kata rica berasal dari bahasa Manado yang berarti “pedas” atau “cabai”. Resep untuk membuat ayam rica-rica sangat beragam, begitu pula cara memasaknya, persamaannya hanya terletak pada rasanya yang pedas. Ayam rica-rica biasa disajikan dengan nasi dan bahan pelengkap seperti bawang goreng dan mentimun.

5. Saguer
saguer
Terdapat juga minuman khas dari daerah Manado dan sekitarnya yaitu “saguer” yaitu sejenis arak atau tuak yang berasal dari pohon enau. Saguer ini memiliki kandungan alkohol. Jenis minuman ini diproduksi rakyat Minahasa di hutan-hutan atau perkebunan di sela-sela hutan pohon enau. Pohon enau-atau saguer dalam bahasa sehari-hari di Manado-disebut pohon saguer karena pohon ini menghasilkan saguer, atau cairan putih yang rasanya manis keasam-asaman serta mengandung alkohol sekitar lima persen. Warung-warung makan di Minahasa pada umumnya juga menjual saguer. Bahkan, sebagian orang desa sebelum makan lebih dulu meminum saguer dengan alasan agar bisa makan banyak atau Saguer biasanya di suguhkan pada acara kumpul-kumpul keluarga di Manado. baik acara resmi mau pun tidak.orang-orang dimanado membeli Saguer atau Nira yang dipermentasikan biasanya dibeli per jerigen. maklum, yang minum orang-orang yang doyan minum Saguer, jadi wajib membeli satu atau lebih. Konon untuk satu jirigen harga yang harus dibayar Rp. 30 ribu rupiah. Kalau sisa saguer yang tidak terjual kemudian disuling secara tradisional menjadi minuman Cap Tikus. Kadar alkoholnya, sesuai penilaian dari beberapa laboratorium, naik menjadi sekitar 40 persen. Wah saya belum mencicipinya, tapi kata ayah saya minuman ini sangat enak loh..

6. Cap Tikus
Captikus1
Cap Tikus (minuman beralkohol tinggi dari proses fermentasi).
Cap tikus merupakan minuman tradisional Minahasa yang mengandung alkohol.Cap tikus yang dibuat darinira ini sering ditemukan diselundupkan keluar daerah serta menimbulkan kasus keamanan dan ketertiban masyarakat akibat konsumsi minuman keras tersebut.  Sejumlah petani di Kecamatan Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, menawarkan kepada pemerintah untuk mengelola cap tikus menjadi pengganti bahan bakar minyak, serta mendemonstrasikan bagaimana minuman keras ini dijadikan bahan bakar kendaraan bermotor. Produk Cap tikus ini juga sudah sampai ke luar negri loh, wah keren ya Sulawesi Utara ini. Tapi hati-hati jangan sampai mabuk ya.

7. Gohu
gohu
Gohu dibuat dari irisan buah pepaya yang direndam dalam larutan asam cuka, gula, garam, jahe dan cabe. Jadi Gohu ini seperti asinan pepaya, enak sekali nih. Delicious Desserts in Manado~
Jika anda ingin menikmati makanan / minuman khas dari kota manado ini , anda bisa langsung mengunjungi kota manado .. ^_^
Gohu
Gohu dibuat dari irisan buah pepaya yang direndam dalam larutan asam cuka, gula, garam, jahe dan cabe. Jadi Gohu ini seperti asinan pepaya, enak sekali nih. Delicious Desserts in Manado~
Posted in Daya Tarik dan Khas di kota Manado | Leave a comment

Kebudayaan di Kota Manado

Kota Manado adalah kota terbesar di Provinsi Sulawesi Utara yang juga merupakan ibu kota dari Provinsi Sulawesi Utara. Masyarakat Manado dikenal ramah dan terbuka bagi siapa saja yang ditemuinya. Si Tou Timou Tumou Tou yang berarti  “Manusia Hidup Untuk Menghidupkan Manusia Lain” merupakan semboyan Kota Manado yang menjadi falsafah hidup masyarakatnya. Dalam ungkapan bahasa Manado, seringkali semboyan itu dikatakan “Baku Beking Pande”.

Masyarakat Manado terdiri dari bermacam-macam suku, etnis, bahasa, dan agama sehingga disebut masyarakat multietnik atau multikultur. Artinya setiap kelompok etnik selalu terdapat mosaik budaya yang masih hidup dan berkembang di lingkungannya.

Masyarakat Kota Manado yang agamis dan memiliki aturan serta berbagai ciri warisan budaya khas dan nilai-nilai tradisional yang masih tetap dipertahankan dan merupakan potensi yang sangat besar bagi pembangunan dan pengembangan pariwisata daerah Kota Manado.

Kampung-kampung tradisional serta tempat hidup dan tinggalnya masyarakat tradisional Kota Manado, juga merupakan daya tarik wisata yang tidak kalah menariknya jika dibandingkan dengan kabupaten dan kota lainnya di Indonesia.

Perkampungan tradisional dengan budaya tradisonal di Kota Manado memperkaya keragaman daya tarik wisata Kota Manado, dimana kondisi ini dapat dilihat pada beberapa bentuk dan jenis seni budaya daerah yang masih terpelihara di kelompok-kelompok etnik tertentu, antara lain :

1. Upacara Adat

  • Mekiwuka, berkembang dilingkungan komunitas orang Minahasa dan Borgo dengan atraksi budaya yang disebut Figura.
  • Maramba atau nae rumah baru, yakni : upacara peresmian rumah/gedung baru yang berkembang dari komunitas orang Minahasa.
  • Makamberu atau pengucapan syukur di kalangan orang Minahasa yang dahulunya  sebagai upacara syukur atas panen padi baru dan dilingkungan orang Manado telah berkembang menjadi pesta pengucapan syukur sebagai bagian dari upacara keagamaan umat Kristiani.
  • Tulude atau upacara syukur memasuki tahun baru yang disimbolkan dengan pemotongan kue Tamo dan dirangkaikan dengan atraksi budaya tari gunde, alabadiri, masamper dan ampawayer dimana budaya ini berkembang dilingkungan orang Sangihe Talaud di Manado.
  • Atraksi Budaya Toa Pe Kong atau Cap Go Meh sebagai bagian dari upacara agama Kong Futsu yang berkembang dikalangan orang Cina Manado.

2. Cerita Rakyat Manado

  • Batu Sumanti di Tikala Ares.
  • Parigi Puteri di Dendengan Dalam.
  • Parigi Tujuh di Singkil.
  • Kaboter di Lawangirung, Mahakeret, dan Bumi Beringin.
  • Batu Kuangang dan Batu Buaya di Malalayang Satu Barat.
  • Batu Rana di Malalayang Dua, dan Lima Batu di Malalayang Satu.

3. Permainan Rakyat

Permainan rakyat Manado, yaitu :

  • Cengek-cengek.
  • Lari leper/kelereng.
  • Lari karung.
  • Tarik tanah (hadangan).
  • Wora falinggir.

4. Ungkapan  Tradisional

  • Pakatuan Pakalawiren, Masawa-Sawangan, Maleo-Leosan, dan Matombo-Tombolan dari komunitas orang Minahasa.
  • Somahe Kaei Kehage dan Sansiote Sampate-Pate dari komunitas orang Sangihe Talaud.
  • Motobian, Mototonoban, Mototompiaan dari komunitas orang Bolaang Mongondow.

5. Kesenian

  • Seni Musik, terdiri dari seni suara (lagu) dan seni alat musik (musik instrumentalia). Seni suara (lagu), yaitu : O Ina Ni Keke,  O Minahasa,  Esa Mokan,  Ampuruk,  dan Opo Wana Natase (etnis Minahasa);   O Hapiku,   Di Utara Minahasa,   Dala Pia Bongko,   dan O Mau Ruata (etnis Satal); Kosilig-Silig, Lipu Im Mogoguyang, dan Logantod (etnis Bolmong). Alat musik (musik instrumentalia), yaitu : Musik kolintang dan musik bambu seng-klarinet (etnis Minahasa); serta musik bambu melulu, musik bia, dan musik oli (etnis Satal).
  • Seni Tari, yaitu : Etnis Minahasa, antara lain tari maengket, mahamba Batik, cakalele, kabasaran, dan tari kreasi baru seperti tari jajar (pergaulan), tari tumetenden (cerita rakyat tentang tujuh bidadari), tari lenso (percintaan), dan memetik cengkeh. Etnis Satal, antara lain  tari salo, gunde, bengkok, upase, alabadiri, dan tari kreasi baru seperti tari kakalumpang, madunde, empat wayer, dan toumatiti, dan Etnis Bolmong,  antara lain tari kabela, kalibombang, dan tayok.
  • Seni Rupa, terdiri dari seni lukis, seni pahat, seni ukir, dan seni anyam – anyaman  dimana  sangat terkait  erat  dengan kerajinan tangan rakyat.  Seni rupa, yaitu : Etnis Minahasa, antara lain seni   keramik   dari   tanah   liat,  seni   menganyam   dari rotan, bambu, dan daun pandan, seni pahat patung serta ukir-ukiran juga alat-alat rumah tangga dari batu dan porselin. Etnis Satal,  antara  lain  seni  ukir   kayu  hitam,  seni  tenun  serat  manila,  seni sulaman kerawang, dan seni pahat, dan Etnis Bolomong, antara lain seni anyaman tikar, bakul,  dan kabela (tempat sirih), pembuatan pingku atau piring dari pelepah rumbia.

6. Kearifan Lokal

Kearifan  lokal yang telah membudaya dikalangan masyarakat Kota Manado, yakni : sebelum bekerja diawali dengan doa; setiap perolehan senantiasa disyukuri sebagai berkat Tuhan; isi alam semesta selalu dijaga, dipelihara dan dilestarikan; peristiwa alam senantiasa menjadi petunjuk hidup.

7. Agama Dan Kepercayaan

Setiap peristiwa kelahiran senantiasa dilakukan saranian atau baptisan bagi umat Kristiani dan potong rambut bagi umat Muslim; Upacara perkawinan dengan prosesi sebagai berikut : pertunangan,  melamar,  mengantar    mas  kawin,  tukar cicin,  perkawinan,  dan balas gereja untuk umat Kristiani dan pinangan, penentuan wakil calon pengantin wanita, perkawinan (memberikan mas kawin) didepan penghulu dan pengucapan taklik (ucapan ikrar oleh pengantin pria) untuk umat Muslim; Kematian dilakukan ibadah tiga malam, mingguan, empat puluh hari dan setahun meninggal. Kepercayaan lama  kepada   dewa-dewa   yang menghuni alam sekitar, seperti  : opo Wailan Wangko  atau opo  Empung  Wangko yang artinya Tuhan Allah, opo nenek moyang atau Dotu sebagai leluhur, opo kerabat, opo penghuni gunung, opo penghuni mata air, opo penghuni hutan, opo penghuni bawah tanah, opo penghuni pantai/laut, dan opo hujan.  Disamping itu ada pula kepercayaan pada mahluk halus atau kekuatan gaib dan sakti, seperti mukur (arwah orang meninggal), pontianak (arwah wanita yang meninggal hamil atau melahirkan), pok-pok (sebangsa drakula penghisap darah), panunggu (seperti genderuwo yang menempati pohon besar, goa, batu besar serta rumah tua dan kosong) dan jin (piaraan atau suruhan dukun). Adapula kepercayaan seperti pertanda yakni bunyi binatang, bersin, kelopak mata bergerak, bibir tergigit, batuk tiga kali, berjalan harus dimulai dengan kaki kanan, dll; larangan yakni jika kucing/ular memotong jalan maka harus berhenti sejak bagi yang sedang melakukan perjalanan, wanita hamil harus memakai tutup kepala jika berjalan dimalam hari dan tidak boleh duduk didepan pintu, potong kuku tidak boleh dimalam hari, tiang raja tidak boleh sejajar dengan pertengahan pintu, dll.

8. Rumah

  • Ada yang disebut dengan daseng yakni terbuat dari bahan bambu/kayu dan kecil sebagai tempat mengaso.
  • Sabuah sebagai tempat penginapan di kebun atau tempat lain.
  • Rumah panggung yakni tempat tinggal yang terbuat dari bahan papan.

9.Pakaian

Potongan atau model pakaian dipakai para leluhur dan diwariskan secara turun-temurun. Pada zaman sekarang ini pakaian adat hanya dipakai pada upacara-upacara resmi atau upacara adat. Namun Kota Manado saat ini telah memiliki pakaian khas sendiri dimana bentuk dan potongannya seperti pakaian khas Filipina. (Oleh : Rafans Manado),-

Posted in Daya Tarik dan Khas di kota Manado | Leave a comment

Perkembangan Pariwisata Kota Manado

Sebagai kota terbesar di wilayah ini, Manado merupakan tempat Pariwisata yang penting bagi pengunjung. Ekowisata merupakan atraksi terbesar Manado. Selam Scuba dan Snorkeling di pulau Bunaken juga merupakan atraksi populer. Tempat lain yang menarik adalah Danau Tondano , Gunung Lokon , Gunung Klabat dan Gunung Mahawu. Dalam kurun waktu dua dekade terakhir, kegiatan pariwisata dengan pesat tumbuh menjadi salah satu andalan perekonomian kota. Primadona pariwisata kota Manado bahkan Provinsi Sulawesi Utara adalah Taman Nasional Bunaken yang oleh sementara orang disebut sebagai salah satu taman laut terindah di dunia.

1. Taman Laut Bunaken

bunaken

Taman Laut Bunaken adalah salah satu dari sejumlah kawasan konservasi alam atau Taman Nasional. Taman Laut Bunaken terkenal oleh formasi terumbu karangnya yang luas dan indah sehingga sering dijadikan lokasi penyelaman oleh turis-turis mancanegara. Pulau Bunaken adalah salah satu dari 5 pulau yang tersebar beberapa kilometer dari pesisir pantai Kota Manado. Letaknya yang hanya sekitar 8 Km dari daratan kota Manado dan dapat ditempuh dalam sekitar setengah sampai 2 jam, menyebabkan Taman Nasional ini mudah dikunjungi.

Objek wisata lain yang menonjol di kota Manado adalah :

2. Kelenteng Ban Hin Kiong

kbhk

Kelenteng Ban Hin Kiong di kawasan Pusat Kota yang dibangun pada awal abad ke-19 dan diperbaiki pada tahun 1970. Klenteng ini terletak di Jalan Panjaitan. Klenteng ini terdiri dari bangunan yang dihiasi dengan ukiran-ukiran Naga dan tongkat kayu berapi. Saat yang paling baik untuk mengunjungi klenteng ini yaitu pada saat Tahun Baru Imlek, saat dipertunjukkannya tarian tradisional Tionghoa. Juga pada saat kedatangan parade tradisional Tionghoa, Tai Pei Kong yang berasal dari abad ke-14. Peristiwa tersebut merupakan festival “Taoist” tahunan terbesar yang diadakan di Asia Tenggara, sehingga menarik pelancong dari negara lain.

Lokasi wisata lainnya juga adalah Museum Negeri Sulawesi Utara dan Monumen (Tugu Peringatan) Perang Dunia Kedua.

3. Monumen Tuhan Yesus Memberkati

mon

Sebuah monumen yang diresmikan pada akhir tahun 2007 dan menjadi ikon baru kota Manado adalah Monumen Tuhan Yesus Memberkati. Bangunan ini didirikan di atas bukit di perumahan Citraland Manado dan memiliki ketinggian 50 meter di atas permukaan tanah. Bangunan yang diprakarsai oleh Ir. Ciputra ini merupakan monumen Yesus Kristus yang tertinggi di Asia dan ke dua di dunia setelah Christ The Redeemer.

Selain memiliki objek-objek wisata yang menarik, salah satu keunggulan pariwisata kota Manado adalah letaknya yang strategis ke objek-objek wisata di hinterland, khususnya di Minahasa yang dapat dijangkau dalam waktu 1 s/d 3 jam dari kota Manado. Objek-objek wisata tersebut antara lain, Vulcano Area di Tomohon, Desa Agriwisata Rurukan-Tomohon, Panorama pegunungan dan Danau Tondano, Batu Pinabetengan dan Taman Purbakala Waruga Sawangan Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara.Karena potensi wisata yang besar tersebut maka industri pariwisata di kota Manado telah semakin tumbuh dan berkembang yang antara lain ditandai dengan cukup banyaknya hotel dan sarana pendukung lainnya. Sampai tahun akhir tahun 2001, terdapat 67 buah hotel/penginapan, 15 buah biro perjalanan, 223 buah restoran dan rumah makan dari berbagai kelas.Oleh karenanya meskipun cukup terpengaruh oleh krisis ekonomi dan situasi nasional yang kurang kondusif, tetapi pariwisata di kota Manado tetap berlangsung. Pada tahun 1998 kunjungan wisatawan mancanegara adalah 34.509 orang, menjadi 11.538 orang pada tahun 2000 dan agak meningkat pada tahun 2001 menjadi 12.301 orang. Sedangkan wisatawan Nusantara pada tahun 1998 berjumlah 432.993 orang, kemudian turun menjadi 279.014 orang pada tahun 2000 dan terakhir pada tahun 2001 agak meningkat menjadi 291.037 orang.Untuk meningkatkan potensi pariwisata Manado, Jimmy Rimba Rogi sebagai Walikota periode 2005 – 2010, mencanangkan Manado sebagai Kota Pariwisata Dunia 2010, pencanangan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan potensi pariwisata di Kota Manado sehingga dapat diperhitungkan sebagai tujuan wisata dunia kelak. Beberapa kebijakannya yang paling dikenal adalah dengan melakukan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang telah lama berdagang di Taman Kesatuan Bangsa atau dulunya disebut Pasar ‘45 dan mengembalikan fungsi trotoar sebagai tempat pejalan kaki bukan sebagai tempat berjualan PKL. Upaya yang dilakukannya sangat berkontribusi dalam hal diraihnya kembali penghargaan Adipura untuk kota Manado pada tahun 2007.

Posted in Perkembangan Pariwisata di Manado | Leave a comment

Langkah – langkah membuat blog di WP

Langkah-langkah untuk membuat blog dengan WordPress

pertama, buka link “WordPress.com”

kemudian , akan tampil halamannya , dan klik “Get Started”

setelah itu , anda akan diminta untuk mengisi data seperti e-mail  anda , (pastikan e-mail yang anda masukan masih aktif) ussername , password dan email blog anda. (anda harus menghafal password dan e-mail blog anda)

kemudian klik “crate blog” (Anda sudah bisa mengecek e-mail anda untuk pengaktifan blog anda)

buka e-mail anda , dan klik  “activate blog” pada pesan email yahoo/gmail anda.

dan blog anda telah aktif , anda bisa mengedit profil anda sesuai selera..

^selamat mencoba guysss^

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Uji Kemampuan 2

BUGAR DALAM 10 MENIT

Latihan-latihan ini dirancang khusus bagi anda yang sibuk dan hampir tidak mempunyai waktu kosong. masing-masing hanya memakan waktu 10 menit. walau hanya sebentar, manfaatnya sungguh luar biasa.
aktivitas fisik sederhana ini akan meningkatkan kesehatan h anda seefektif latihan yang dilakukan selama setengah jam. selain meningkatkan mood serta mengurangi stres, juga akan memberikan energi lebih, sehingga anda akan merasa lebih bugar.

Penguatan Tubuh Bagian Bawah

Fokuskan latihan pada empat daerah yang sering bermasalah, yaitu daerah perut, pantat, serta paha bagian luar dan dalam. gerakan yang dilakukan sangat sederhana. kuncinya adalah dengan mengubah langkah secara berulang-ulang dan melakukan kontraksi isometik (tahap setiap gerakan selama kurang lebih satu menit) untuk membuat otot bekerja keras. selesaikan setiap gerakan secara berturut-turut tanpa  disela dengan istirahat. gerakan ini sangat berguna untuk menguatkan perut, menguatkan panggul, menguatkan paha luar, menguatkan paha dalam.

JALAN KAKI SEHAT
Jalan kaki membawa manfaat yang tidak sedikit. Apalagi jika dibarengi dengan latihan membentuk tubuh bagian atas. Bukan hanya akan membentuk dan menguatkan tangan dan bahu, latihan ini juga akan dapat meningkatkan pembakaran kalori pada tubuh. mulailah dengan 3 menit jalan lambat, kemudian percepat dengan langkah biasa. lakukan masing-masing gerakan selama 1 menit.

GERAKAN UNTUK TANGAN
Biseps : dengan siku dibengkokkan dan telapak tangan terbuka menghadap ke atas, lakukan gerakan membentuk biseps. Triseps : bengkokkan kedua tangan di depan dada sambil melipat siku ke dalam. Lebarkan lengan bawah kanan anda sebanyak 2 hitungan langkah hingga terasa kontraksinya. setelah itu kembali ke posisi semula. ulangi dengan tangan kiri. Angkat ke samping : angkat kedua belah tangan ke samping tubuh hingga setinggi bahu. Tahan selama 2 hitungan, lalu lepaskan. Tekan bahu : tekuk siku Anda hingga tangan berada setinggi bahu dengan posisi telapak tangan terbuka menghadap ke depan. tekan kedua belah telapak tangan ke atas sebanyak dua hitungan. lalu kembali ke posisi awal. Pukulan : pukulkan tangan ke arah depan setinggi dada secara bergantian. selanjutnya, kembalikan tangan pada posisi mengayun biasa (seperti saat berjalan). Berjalanlah dengan kecepatan tinggi selama 1 menit. lalu dilanjutkan 1 menit jalan lambat.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

About Me ^_^

heeeeeeeyyyy , 😀
perkenalkan nama saya Febriany Makasenda , biasa di panggil dengan “fefeb” , 🙂
saya berasal dari Manado , Lulusan SMK N 1 Manado..
sekarang saya seorang mahasiswi di Akademi Pariwisata Makassar , jurusan Manajemen Kepariwisataan’12 .. 😀
hobby saya bermain volly  , karena menurut sya volly itu keren dan asiiik .. 😀

saya orangnya cerewet , baiik hatii (tentunya) ^_^ dan luchuuuuu …

salam persahabatan darii saya yaaah .. 😀

Posted in Uncategorized | Leave a comment