when the mirror says

as usual, I almost never forget to look at mirror when in the restroom. much longer than using toilet instead. hehe. after completion and ready to get out, suddenly something stopped me. I also turn back to verify the shadow in the mirror. jeng jeeeng. here’s what I capture.

umat!

U-M-A-T

yaps, because the law of reflection of a flat mirror make left-right reversed, so the word “TAMU” changed to “UMAT”. after see that word, two recorded-things immediately appear on my mind. first, Qur’an Surah Ali Imran verse 110.

“You are the best nation produced (as an example) for mankind. You enjoin what is right and forbid what is wrong and believe in Allah…”

second, the story of the Prophet Muhammad’s love on his nation, which prove up to the seconds before he passed away. he asked to Jibril, “How the future state of my nation?” Jibril answered “Don’t worry, O Messenger of Allah, I heard Lord say to me: ‘I forbid heaven for anyone, except the nation of Muhammad.” shortly afterwards Izrail started pulling his soul, when the pain increasingly unbearable, what did he say? “O Allah, the torment is terrible once, please put all of it only to me, not to my nation.” and finally ended with “ummati.. ummati.. ummati..”

masyaAllah. I believe that Allah is always trying to prevent us from mistakes, even through small things. especially for me, a person who sometimes comply with passion and feel useless and lack of many things. #sigh. by using the mother language maybe I will say “kurang apalagi coba? udah disebut umat terbaik sama Allah dan Rasul-Nya loh.” therefore, let’s don’t waste Rasulullah’s struggle, let’s love and praise him. show that me, you–we are the best nation. yippie! :)

 

 

P.S. really sorry if your eyes irritating by my “acakadul” English proficiency :p

(jo) doh!

“Jodoh seperti perhitungan kuantum elektron dalam atom. Probabilitas keberadaannya satu. Tapi tak bisa dipastikan di titik tertentu.”

malem-malem blogwalking dong malah ketemu tulisan ini dong. hahaha. tapi keren kok, logis sekaligus sweet gimanaaa gitu. emang kafa’ah banget deh temen saya kalo udah terkait beginian.

dan, beberapa hari yang lalu saya nemu tweet-nya yang lebih pengen bikin nyakar-nyakar tembok *lebay* -___-”

“ketidakpastian darimu lebih sulit kumengerti dibanding ketidakpastian Heisenberg.”

ck well done physicist! hahaha.

aku, kamu, menunggu

“sudah ku bilang menunggu itu membosankan, tapi kau memilih untuk tetap disini bersamaku!”

kata-kata itu terejawantah dari ketikan jari jemarimu. aku hanya bisa menanggapinya dengan senyum. senyum terbaik tentunya. hehe. kau tahu tidak? aku tidak pernah benci menunggu. setidaknya tidak sebenci orang-orang saat menuliskan hal-hal yang tidak disukai dalam hidupnya. menurutku, kita semua sedang menunggu. menunggu adzan shubuh memecah pagi, menunggu satu per satu mimpi yang akan terwujud, menunggu apakah kelak bisa mencicipi sungai-susu-sungai-madu itu. kita sedang menunggu.

pernah suatu hari aku datang ke sebuah kajian. karena acara dimulai ba’da ashar, sang Ustadz pun datang lebih awal agar tidak tertinggal sholat jama’ah. ternyata, dari waktu yang sudah ditentukan, peserta baru mulai berdatangan sekitar tiga puluh menit kemudian. bahkan tidak sedikit yang lebih dari itu. yup, acara ngaret. entah ini sudah direncanakan atau belum, akhirnya beliau mendahului taujih dengan sebuah cerita terkait menunggu. mungkin kau juga pernah dengar.

dikisahkan, suatu ketika Presiden Palestina Mahmoud Abbas rahimahullah sedang berkunjung ke Indonesia dan baru saja tiba di bandara. kau pasti sudah akrab dengan tabiat jalan Jakarta: macet. lalu apakah yang beliau lakukan sembari menunggu perjalanan melelahkan dari bandara itu? benar saja, beliau tilawah Qur’an dan mampu mengkhatamkan beberapa kali. subhanallah. sejak mendengar peristiwa itu, sang ustadz tak pernah lagi tidak suka menunggu. menurut penuturan beliau, perasaan menyenangkan dan tidak menyenangkan dari menunggu tergantung pada muatan aktivitas yang kita lakukan pada saat itu.

aku putuskan bahwa aku menginginkan demikian. menunggu atau tidak menunggu, keduanya melahirkan kondisi yang berbeda. jika sudah memilih salah satu, maka aku harus bersiap dengan segala risiko yang menyertainya. jadi sudah jelas kan? kau tidak perlu khawatir lagi ketika harus membuatku menunggu. toh aku juga sering melakukan itu. hehe. kalau kau mau tahu, sekarang pun aku tengah menunggu. menunggu kembali duduk di balik punggungmu—lalu berkelana entah kemana, menunggu ambisi dari safari masjid sampai backpacker terealisasi, menunggu berbalap cipta mahkota untuk orang tua, menunggu lalui malam haru menjelang mitsaqan ghalizha, menunggu saat berpeluk erat mengantar keberangkatanmu ke dataran Eropa seraya berkata, “pastikan minimal ada satu ayat menjejak di bumi sana, ya!”. ah, i’m waiting for these moments.

suatu sore di Bandung :)

suatu sore di Bandung :)

ice and banana

saya punya seorang sahabat di kampus. mari sebut saja Boice, karena dia salah satu fans-nya CN Blue. kalau saya? saya sukanya sama Jung Shin chingoo doang *nggak ada yang nanya padahal* hehe. oh iya, tapi Boice ini aslinya punya nama panggilan yang cukup beken. hmm kalau begitu mari kita buat nama panggilannya: Ice (dibaca layaknya Iche, Itje, dsb). di suatu kehidupan perkuliahan, Ice pernah bilang:

“…pisang itu kan buah paling enak, se-nggak-enak-nggak-enak-nya cuma nggak ada rasanya…”

warnanya lucu :D

warnanya lucu :D

setelah saya pikir-pikir, mungkin selama ini nilai filosofis buah pisang telah terhayati dalam hidup Ice. karena yang saya lihat, Ice nggak pernah menampakkan yang asem-asem atau pahit-pahit dari hidupnya. dia adalah penghibur dan penghidup suasana. paling-paling tekanan akademis dan organisasi aja yang kadang bikin agak hambar. pokoknya salut deh atas kelebihan Ice ini. eh tiba-tiba jadi inget tugas self-disclosure. apa waktu itu Ice menuliskan tentang buah pisang ya di poin pertama? (hehe yang bukan anak psikologi, maaf ya kalau nggak ngerti :p). sayang, saya menulis tentang bakso. pantas hidup saya bergelinding kesana kemari. haha. jadi berpikir juga, mungkin ini sebab Rasulullah menyuruh para sahabat untuk memperhatikan apa yang anak mereka makan. nah, nyambung kan? sedikit lah ya. hehe.

kepribadianmu yang menyenangkan, pasti akan mengantarkanmu pada kesuksesan. semangat, Ce! :)

 

P. S. udah lama banget pingin nulis tentang Ice (duh, maaf ya namanya nggak oke). but it’s a bit difficult to describe her unique personality #alasaaan :D

hadiah lelah

lagi suntuk-suntuknya skoring psikotes, eh nemu tulisan..

"i create opportunities" - Bruce Lee

“I create opportunities” – Bruce Lee

bahwa seharusnya kita lah yang menciptakan kesempatan dalam hidup. maka istilah “kesempatan tidak datang dua kali” tidak seharusnya pula berlaku di muka bumi. kita nggak pernah tau apa yang ada di balik pintu sebelum membukanya, bukan? lebih-lebih kita punya Dzat yang tak pernah luput rahmaan dan rahiim nya. oke deh, makasih ya Mbah Bruce Lee wabil khusus seorang siswa sebut saja RR yang sudah menuliskan quotes ini. alhamdulillaah :)