Dokter dengan Versi yang Berbeda

Tidak terasa sudah 5 tahun saya menjalani profesi sebagai seorang guru. Profesi yang awalnya hanya sebagai alternatif karena faktor ekonomi yang kurang mendukung sehingga tidak bisa melanjutkan pendidikan di jurusan yang sudah diidam-idamkan sejak masa kecil, menjadi seorang dokter spesialis penyakit dalam.

Melanjutkan pendidikan sebagai salah satu mahasiswa jurusan Pendidikan Matematika di salah satu universitas negeri tidak pernah terlintas semasa sekolah. Namun Allah yang sudah menggariskan kehidupan ini memberikan jalan kepada saya untuk menjalaninya. Sampai beberapa tahun menjalani profesi sebagai seorang gurupun impian dimasa kecil masih terus menari-nari dipikiranku. sampai suatu hari seorang siswa menyadarkan saya bahwa sebenarnya profesi yang saya jalani saat ini tidaklah jauh berbeda dengan profesi yang kuimpikan dulu. Ibu adalah seorang dokter bagi kami siswa-siswi ibu di sekolah. Mungkin kami tidak memiliki penyakit yang sama dengan pasien-pasien para dokter yang ada di RS tapi percayalah bahwa kami adalah pasien dalam versi yang berbeda. Yaitu pasien yang memiliki penyakit di bidang akademik maupun sikap bagi ibu serta para guru lainnya.. itulah kalimat yang pernah diucapkan oleh salah seorang siswi saya sekitar 2 tahun yang lalu. Kalimat yang tidak pernah terlintas dipikiranku atau mungkin dipikiran kita semua, yang berhasil membuat saya terdiam dan ingin meneteskan air mata.

Mungkin saya yang tidak pandai melihat maksud Allah menggariskan saya berada di profesi ini.

Mungkin saya yang tidak pandai bersyukur dengan apa yang Allah sudah gariskan untuk saya.

Atau mungkin saya yang terlalu sibuk dengan impian dimasa kecil sehingga tidak pernah melihat hal yang luar biasa dengan profesi saya saat ini.

Kalimat siswaku tersebut merupakan cambuk sekaligus motivasi bagi saya untuk mulai belajar mencintai profesi “Guru”. Yaa.. Allah pasti punya tujuan yang luar biasa kenapa menempatkan saya diprofesi ini. Salah satu alasan yang kuyakini saat ini adalah bahwa Allah ingin mengajari saya untuk terus berproses menjadi seorang guru yang tidak hanya mengajar melainkan juga mendidik sekaligus menjadi seorang dokter bagi siswa-siswi di sekolah maupun di luar sekolah. Aminn…

Mengutip kalimat dari seorang Donald D. Quinn yang mengatakan bahwa “if a doctor, lawyer, or dentist had 40 peoples in his office at one time, all of whom had different needs. And some of whom didn’t want to be there and were causing trouble, and the doctor, lawyer, or dentist without assistance, had to treat them all with professional excellence for nine months, then he might have some conception of the classroom teacher’s job” yang kurang lebih maksudnya “Jika seorang dokter, pengacara dan dokter gigi memiliki 40 orang dalam waktu yang bersamaan di kantornya, semuanya memiliki kebutuhan dan masalah yang berbeda. Dan seorang dokter, pengacara, maupun dokter gigi tanpa bantuan harus mengurus mereka dengan tenaga profesional selama 9 bulan. Mungkin dia (dokter, dkk) memiliki beberapa gambaran “Bagaimana pekerjaan guru di dalam kelas”.

Menjalani profesi sebagai seorang pendidik tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, selain yang kita hadapi bukanlah benda mati, tuntutan kurikulum dan campur tangan dari beberapa pihak juga membuat seorang pendidik harus lebih sabar dan berlapang dada. Untuk melihat pemandangan yang indah dari puncak tertinggi memanglah tidak mudah. Kalaupun ingin jalan pintas dengan menggunakan pesawat atau sejenisnya tentu sensasinya akan sangat berbeda dengan yang melalui proses mendaki dari bawah. Seperti itulah ibarat yang saya rasakan dengan profesi yang sekarang.

Sejak dua tahun terakhir banyak hal baru yang kutemui dari profesiku ini, yang membuatku bangga dengan profesi sebagai ”Guru’. Mungkin orang diluar sana menganggap sebelah mata profesi ini, sebab gajinya yang tak seberapa dengan beban kerja yang banyak. Namun bagi saya, profesi guru itu bukan sekedar kepuasan materi semata. Tapi lebih pada kepuasan dalam berbagi. karena berbagi ilmu itu tak beda jauh dengan sedekah uang. Pastinya akan ada perasaan bahagia dihati melihat siswa-siswi yang kita ajar bisa sukses dikemudian hari.

Tujuan seorang pendidik bukanlah menciptakan siswa-siswinya menurut pandangan mereka, melainkan mengembangkan siswa-siswi yang mampu menciptakan pandangan mereka sendiri. Wallahu a’lam

 

Selamat Hari Ulang Tahun yang sudah Move On dari profesi impian dimasa kecilnya…

Selamat Hari Ulang Tahun untuk Para pendidik yang ada di negeri ini…

Selamat Hari Ulang Tahun untuk Para pendidik di seluruh dunia…

 

#Selamat Hari Guru Nasional

 

 

 

 

Keluarga Baru (Sedikit kisah tentang Pelatihan dan Pendidikan Dasar KSR – PMI Kab. Matra)

Awalnya informasi bahwa akan diadakan sebuah Pelatihan dan Pendidikan Dasar Korps Sukarela Palang Merah Indonesia atau yag biasa disingkat dengan KSR – PMI saya lihat di Display Picture salah satu kontak BBMku, Kahar nama temanku tersebut.

Yang terlintas dipikiranku saat itu, kegiatan ini pasti berhubungan dengan dunia kesehatan karena membawa nama PMI. Karena sudah lama saya tertarik dengan dunia kesehatan (Dunia kesehatan punya tempat tersendiri dihatiku semenjak usia kelas 3 SD) jadi saya kirim pesan ke Kahar bahwa saya berminat untuk mendaftar dikegiatan tersebut dan menanyakan persyaratan untuk menjadi peserta (mungkin saja pelatihan tersebut dikhususkan untuk yang memiliki latar belakang pendidikan kesehatan, tapi ternyata tidak demikian adanya)

Hari Senin, 29 Desember 2014 tepatnya pukul 10.00 Wita jadwal pembukaan acara pelatihan dan pendidikan dasar tersebut dimulai, tapi Allah berkehendak lain kota kami dari subuh diguyur hujan deras sehingga membuat alergi dingin saya kambuh, dan mengakibatkan saya tidak bisa menghadiri acara pembukaan pelatihan dan pendidikan dasar tersebut. Awalnya saya bersedih karena harus melewatkan kegiatan yang sudah lama saya nanti-nantikan.

Tapi selepas magrib nada dering BBMku berbunyi, saya kaget campur bahagia karena itu pesan dari teman yang mengatakan bahwa silahkan menghadiri kegiatan pelatihan pada malam itu, tepatnya pukul 19.30 Wita – 21.00 Wita. Antara yakin dengan tidak saya balas BBM tersebut untuk konfirmasi bahwa apakah masih bisa menghadirinya sementara saya tidak ikut pada saat pembukaan, karena awalnya temanku terseut katakan bahwa jumlah peserta dibatasi. Oia temanku yang bernama Kahar ini menjadi salah seorang panitia dikegiatan tersebut karena beliau pernah mengikuti kegiatan pelatihan yang sebelumnya didakan di Provinsi Sulawesi Barat, Mamuju.

Dengan terburu-buru saya mulai mempersiapkan diri untuk On The Way ke tempat pelatihan karena pada saat itu jam di hapeku sudah menunjukkan pukul 19.00 Wita. Tapi sebelum berangkat saya masih sempatkan menunggu juniorku pada saat duduk dibangku SMA bersama dengan seorang teman Volunteer di kegiatan “Kelas Inspirasi Mamuju Utara”, Agry dan Lutfi nama kedua temanku tersebut.

Beberapa menit kemudian mereka datang dan tanpa menunggu lama kami langsung menuju ke tempat pelatihan KSR – PMI di Jl. I Gusti Ngurah Rai, Hotel Blok M. setibanya di tempat tersebut sudah ada beberapa teman peserta dan panitia yang hadir. Diantara panitia dan peserta yang hadir sudah ada beberapa orang yang sudah kenal sebelumnya, namun masih banyak juga yang sama sekali belum pernah bertemu.

Pendidikan dan Pelatihan Dasar KSR – PMI merupakan salah satu kegiatan yang pertama kalinya diselenggarakan oleh PMI Kab. Mamuju utara, kegiatan ini merupakan kegiatan untuk mencari para Volunteer yang bekerja dibawah naungan PMI. Pelatihan ini berlangsung selama lima hari yang berlangsung pada tanggal 29 Desember 2014 – 02 Januari 2015 yang dimulai pada pukul 07.30 Wita – 17.00 Wita dengan waktu istirahat kurang lebih 2 jam, kemudian dilanjutkan pada malam hari, mulai pukul 19.00 Wita – 21.00 Wita. Walaupun jadwal kegiatan padat tapi kami semua bahagia dan enjoy mengikutinya karena selain pemateri dan pelayanan panitianya sangat baik dan ramah, kami juga langsung diajarkan prakteknya, bukan hanya materi saja. Ini benar-benar merupakan pengalaman pertama bagi saya dalam kegiatan seperti ini.

Lima hari bukanlah waktu yang singkat bagi kami semua, banyak pelajaran dan pengalaman baru yang kami dapatkan dikegiatan ini. Selain itu rasa kekeluargaan juga terjalin erat diantara para peserta dan panitia. Yang awalnya kami belum saling kenal dan masih malu-malu tapi setelah lima hari bersama rasa kekeluargaan dan kebersaman itu hadir dengan sendirinya.

Latar belakang profesi Peserta yang mengikuti kegiatan ini juga beragam. Ada yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan (Perawat, Bidan dan Laboran), pendidik, siswa, dari kantor pengadilan negeri, actor dan ada juga beberapa teman dari pramuka.

Kegiatan ini benar-benar mengajarkan kami bagaimana menjadi seorang manusia yang bermakna, seorang Volunteer yang memiliki jiwa sosial dan peduli akan keadaan sekeliling. Bukan seseorang yang hanya mau bekerja karena adanya imbalan materi semata. Kami semua berharap agar bisa benar-benar memiliki jiwa seorang Volunteer sejati, manusia bermakna yang hidup bukan hanya untuk diri sendiri dan kepentingan semata. Melainkan menjadi seseorang yang bisa berharga bagi keadaan sekitar dan orang lain.

Dan saya berharap kepada keluarga baru yang kutemukan di tempat Pelatihan dan Pendidikan Dasar KSR – PMI ini, agar persaudaraan dan kebersamaan yang ada sekarang tidak berakhir ditempat ini seiring berakhirnya kegiatan, tetapi mari kita jadikan ini sebagai awal sebuah kekeluargaan dan kebersamaan yang ada diantara kami semua.. para Volunteer KSR – PMI Ksb. Mamuju utara.

Sampai bertemu dicerita selanjutnya… salam Volunteer untuk semuanya 😀

#Yeyeye… Lalala…

Goresan Perdana Seorang Pemula

Alhamdulillah… Bahagia rasanya apa yang diimpi-impikan selama ini bisa terwujud, selama ini hanya sebatas rencana dan keinginan belaka, padahal ketika langsung dibuat tidak membutuhkan waktu setengah jam “jrenggg… jrengggg.. jadi dehh sebuah Blog”.

Bagi sebagian orang Blog bukanlah hal yang baru, ada yang sudah memiliki Blog sejak beberapa tahun yang lalu, bahkan mungkin Blog mereka sudah memiliki berjuta-juta pengunjung. Namun tidak bagi seorang pemalas sepertiku (Pemimpi yang hobi tidur karena menganggap semua berasal dari sebuah mimpi #gagal focus… ) ini merupakan pengalaman pertama bagiku mempunyai sebuah blog dan memberanikan diri memposting sebuah tulisan di Blog. Hehehe 😉

Big Thanks for my nepture @Ilham and His bestfriend yang sudah mengajarkan saya cara membuat sebuah Blog (Walaupun sebenarnya bisa dipelajari langsung via Mbah Google, tapi mumpung ada yang mau ajar langsung, why not?? Hehehe…)

Sebenarnya, selain ingin belajar dan membiasakan diri menuliskan apa yang ingin dituangkan oleh pikiran (biar otaknya tidak full) saya juga ingin menerima tantangan dari salah seorang “My Life teacher” Mr. Bend yang ingin menularkan ilmu IT nya jika saya sudah mempunyai Blog. Kata beliau “Belajar saja dulu untuk buat Blog, baru belajar jadi seorang Hades (Julukan yang selalu kuberikan untuk orang-orang yang memiliki keahlian di bidang IT)

Mengutip kalimat dari sebuah video “Menulis Metode 2JT” yang dikirimkan oleh seorang teman Dumay Mas @Zae, di video itu dikatakan “Kalau mau CEPAT bisa berenang, ya berenanglah. Cemplungkan badan ke kolam, bukannya diskusi dan mikir cara berenang lama-lama.. Kalau mau CEPAT lihai menulis, ya mulailah menulis sekarang, bukan banyak diskusi dan lama mikir cara menulis”

#Secuil dulu yaa.. goresan awal dari seorang pemula

#Butuh masukan dari para pembaca.. So, Jangan sungkan untuk meninggalkan komentar 🙂 😀