Oleh: Munirah Dinayati
Jangan bayangkan patung Jenderal Soedirman bergerak lalu bernyanyi dan menari ala boyband. Judul diatas penggambaran yang layak dan tepat melihat Unsoed sekarang yang (merasa) terlihat keren dengan telah memberlakukan Uang Kuliah Tunggal di tahun 2012. Entah angka dan perhitungan dari mana, Unsoed mencoba peruntungan layaknya boyband yang menjamur dan berharap laku dipasaran.
Uang kuliah tunggal atau UKT menjadi terobosan Dikti yang konon dapat menjawab melambungnya biaya pendidikan di Indonesia. UKT diyakini bisa meringankan beban biaya pendidikan di Perguruan Tinggi sehingga dapat dijangkau rakyat kelas bawah sekalipun. Nantinya UKT menjadi satu-satunya biaya yang dibayarkan tiap semesternya oleh mahasiswa selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Seakan satu komando, birokrat beserta jajarannya baik tingkat fakultas maupun universitas dan bahkan menteri pendidikan menyebutkan jika UKT obat mujarab. Besaran UKT diklaim menjadi angka yang lebih kecil dan meringankan. Pemberlakuan UKT nantinya akan menjamin tidak adanya pungutan lain.
Kembali ke Unsoed yang sudah memulai tarian boyband seperti disajikan panggung Dahsyat tiap pagi. Boyband amatir atau karbitan dengan gerakan dance yang asal-asalan. Asal menarik UKT tanpa ada Sk pelegalan. Asal menetapkan UKT tanpa ada angka pasti. Asal menentukan besaran UKT tanpa ada rincian. Asal membuka lebar sumbangan murni untuk menutup defisit hingga 20 milyar per tahun akibat nekat menerapkan UKT tahun ini.
Perhitungan defisit diawal-awal tahun penerapan UKT sudah diramalkan dalam pertemuan rektor PTN se Indonesia awal bulan ini. Perhitungan yang lebih rumit dan persiapan yang belum matang menjadi alasan pasti penundaan pemberlakuan UKT hinggan tahun 2013 nanti. Beberapa PTN seperti Universitas Diponogoro pun mengaku belum siap, dengan perhitungan tahun ini menjadi masa transisi persiapan menuju tarif tunggal. Lain halnya Unsoed sebagai boyband pendidikan menjadikan ini sebuah peluang.
Performance yang parah ditampilkan pihak rektorat dalam forum audiensi dengan beberapa mahasiswa minggu lalu. Ternyata pimpinan universitas baru mulai menyusun draft UKT Unsoed di awal bulan Mei – Juni. Waktu yang sangat singkat untuk menetapkan kebijakan deretan angka fantastic. Tidak heran jika salah satu peserta audiensi, mahasiswa dari kedokteran gigi menilai Unsoed sedang menjual kucing dalam karung.
Fenomena penjualan kucing dalam karung hingga minggu ini membuat mahasiswa FKIK Jurusan Kedoteran Umum kebakaran jenggot. Obrolan hingga larut malam setelah audiensi masih meraba besaran UKT yang mencapai 10 kali lipat dari SPP sebelumnya. SPP yang sebelumnya hanya 1,5 juta rupiah kini disulap menjadi UKT senilai 15 juta rupiah tiap semester.
Belum lagi para orang tua wali murid yang kerepotan setelah tau jika nominal 15 juta rupiah alias UKT bukan lah uang pangkal sebagamana sistem BFP. Mereka tidak tau jika kucing yang dibeli harus dibayar dengan nominal yang sama tiap semesternya.
Apa kabar pertanian ?. Jangan bandingkan dengan tarian boyband Unsoed versi kedokteran umum. Nyatanya UKT merupakan biaya opeasional pendidikan yang terhimpun dari unit cost dari tiap program studi, jurusan, fakultas hingga kebutuhan tingkat universitas. Tanpa harus membayar BFP atau Biaya Fasilitas Pendidikan seperti tahun sebelumnya seharunya angka UKT yang ditawarkan dapat jauh lebih murah. Namun pertanian tahun ini dipatok UKT sebesar 3 juta rupiah tiap semester.
Padahal jika dihitung non BFP, maka pengeluaran untuk menyelesaikan studi selama 8 semester hanya 12.9 juta rupiah. Jika dihitung dengan BFP minimal 5 juta rupiah, maka pengeluaran untuk menyelesaikan studi selama 8 semester hanya 17.9 juta rupiah. Tapi dengan sistem UKT sekarang mahasiswa pertanian tahun ajaran 2012 harus mengeluarkan hingga 24 juta rupiah untuk masa studi selama 8 semester.
Jelas jauh berbeda. Selisih nominal yang dibayarkan antara BFP plus SPP dengan biaya operasional atau UKT mencapai 7 juta rupiah tiap mahasiswa. Yang pasti UKT menjadi obat mujarab bagi mahasiswa tahun ajaran 2012 untuk cepat-cepat menyelesaikan masa studinya. Jangan heran jika nantinya Unsoed juga akan melahirkan mahasiswa boyband. Asal kuliah, asal penelitian hingga asal cepat lulus.

