Bagaimana cara diakui menjadi salah satu pembalap terbaik di lintasan formula 1? Dengan menjadi juara dunia? jelas wajib, kalau bisa lebih dari sekali. Tapi sepertinya juara beberapa kali saja tidak cukup, mungkin karena ada beberapa faktor, pembalap, mesin, desain, mobil, dan pembalap setim yang jadi pembanding langsung. Dan dengan memenangkan seri terakhir di AbuDhabi kemarin, Max Verstapen layak dinobatkan menjadi salah satu pembalap terbaik di formula 1 sepanjang zaman, bersebelahan dengan legenda-leganda seperti Ayrton Senna, Juan Manuel Fangio dan tentu saja Michael Schumacher. Lewis? oh ya dia tetap hebat hanya saja belum dapat momen aja garagara traktormerahbosok . Bagi sebagian kalangan kemenangan Max di Interlagos 2024 saat hujan dari start no 17 pun sudah layak membuatnya diganjar sebagai one of the best. Tapi di paruh musim kedua 2025 ini, Max benar-benar menunjukan sisi terhebatnya, kedewasaanya, kemampuanya menjalankan semua rencana dan mengeksekusinya tanpa kesalahan sedikitpun , tentu saja dibantu oleh tim redbull yang bekerja keras memaksimalkan mobilnya dibawah arahan direktur barunya Mister Mekies, yang layak diacungi 3 jempol juga. Dan di akhir balapan meskipun Juara Dunia F1 2025 jatuh ke Lando ( and he deserve it!!) Max langsung merangkulnya, sambil bilang I said you’ll be here. Cara max berterimakasih ke timnya, cara dia menyelamati Zach Brawn, Max sudah menegaskan bahwa for now MrF1 is him, not Alonso, not lewis,but Max Verstapen, yang bisa mengubah sebagian besar pembencinya menjadi pendukungnya tahun ini dan membuat mereka mendukung lecrec di balapan terakhir kemarin tapi ya apa daya namanya juga gerobakmerah.
Lalu mengapa tiba-tiba menuliskan balapan? Formula 1 lagi? Apa karena lagi naik daun? Cari traffic?
traffic apa wong ga ada yang baca blog ini lagi kok. naik daun ya jelas ga dipungkiri saya mulai intens nonton f1 lagi sejak pandemi ya gara-gara lihat Drive to Suvive season 1&2 di netflix, yang dulu sebenarnya mulai suscribe gara-gara pengen ngikutin the witcher dan nganggur ga ada kerjaan gara-gara pandemi. Setelah lama ga intens ngikutin F1 karena mercedes yang terlalu dominan. Tapi masih lah sesekali nonton highlitnya terutama sejak Max pindah ke redbull gantiin Kvyat trus langsung menang, dan waktu itu penasaran kapan anak ini bakal juara lagi, tapi karena dominanya Merc ya paling baca berita senin pagi yang hasil podiumnya HAM-BOT-VES
Saya pertama kali tahu ada balapan f1 tahun 90an awal ya gara-gara om saya, beliau yang mengenalkan saya dengan nama-nama seperti Ayrton Senna, Allain Prost & Damon Hill. Saya ingat pertama kali mengikuti F1 masih disiarkan di RCTI, Senna masih di mclaren , musim terakhirnya waktu itu, tapi tidak juara, dengan mobil yang kata komentatornya kalah jauh dari mobil terbaik waktu itu william renault, Senna masih bisa membawa McLaren menjadi juara beberapa kali. Dan komentatornya sampai menyebutnya sebagai word champion driving. Ulasan di koran kompas beberapa hari setelahnya ( ya saya memang mengenal lebih baik beberapa olahraga dari membaca ulasanya di kompas) juga menjelaskan mengapa Senna layak dinobatkan sebagai salahsatu pembalap formula 1 terbaik sepanjang masa meskipun saat itu pemimpin tabel juara dunia adalah Damon Hill ( jelas membekas di kepala saya yang baru mulai belajar tentang olahraga ini) Musim setelahnya Senna pindah ke William. Orang-orang mulai berpikir this is dream team, seperti tim olimpiade basket USA. Juara sudah ditentukan bahkan sebelum musim dimulai, dan di San Marino semua disadarkan bahwa manusia memang selemah itu dihadapan takdir.
Saya tumbuh dengan dominasi Michael Schumacher. Pernah ngefans Juan Pablo Montoya karena gaya balap yang ugal-ugalan, sampai akhirnya ngefans sama Fernando Alonso, dan jelas ga suka sama Lewis karena drama di musim pertamanya bersama Alonso. Ngefans sama redbull & Seb Vettel, karena jamnya lumayan terjangkau dibanding jam-jam sponsor f1 lainya yang mahal ( casio edifice redbull jelas paling miring harganya dibanding tag heuer apalagi rolex ) sampai ikut eforia Rio Haryanto ikut F1, sayang akhirnya diganti Ocon. Dan sekarang bersyukur bisa melihat transformasi bagaimana seorang bocah tengil yang dulu dijuluki crashtappen akhirnya bisa dewasa dan menjadi Mister Formula 1 yang layak disegani dan dihormati. Simply Lovely
-
-
Kapan? Mungkin ini adalah kata tanya yang akan selalu mengantui semua insan di negeri ini. Udah ga perlu dibahas karena sudah terlalu banyak yang membahas kata yang membuat trauma lintas generasi ini menghiasi linimasa dadi zaman friendster sampai tiktok ! – terlihat umurnya lah ya?
Tapi jujurly saya habis isya tadi bertanya kepada diri sendiri kapan terkakhir kali bisa menghabiskan membaca 2 buku tebal dalam waktu kurang dari seminggu? in this fast paced workforce and social media feeds? Sepertinya ya sudah lama sekali. Thanks to long haul flight & rasa penasaran, gairah membaca menggebu-gebu yang sudah lama hilang itu bisa muncul lagi. Biasanya 1 buku aja butuh 2-3 bulan buat dibaca, apalagi yang berbahasa inggris. Baru baca 5-6 halaman udah keganggu notif dari hp, ya mau gimana lagi wong kerjaan dan duitnya dari sana juga. Karena itu amaze juga kmarin ternyata masih bisa merampungkan 200an halaman buku dalam waktu kurang dari 8 jam saja. Ternyata baca itu paling enak kalo ga ada distraksi lain. Kapok? ya endak buktinya setelah itu bisa ngrampungin novel 400an halaman dalam waktu 3 hari aja. Trus ya gimana? Ya udah gapapa brarti masih bisa ternyata baca di tengah-tengah gempuran pekerjaan, cuman ya siap ketinggalan beberapa lingkap percakapan di bebebrapa chanel, tapi toh ternyata gapapa, anggep aja ya sudah dianggap sebagai bagaian dari proses terapi mengurangi screentime pada hp. trus kenapa sekarang mulai aktif menulis blog lagi? ya mungkin karena merasa butuh aja untuk menulis. Dulu sebelum ada LLM kan sering menulis-nulis
sekarang 1-2 tahunan ini sejak gpt dkk makin canggih, kok semakin jarang menulis utuh, seringnya kerangka-kerangka, kemudian berlanjut dengan percakapan percakapan dan berakhiri dengan copas di doc, dan sedikit dikit mengedit tulisan itu agar lebih manusiawi. Tapi kok rasanya malah ada yang hilang ya, jadi kangen jemari yang menari nari diatas keyboard, dan akhirnya ingat kalo ada 1 media, ini, yang meskipun ga ada yang baca!! and this is perfect!, ga butuh dibaca karena memang cuma butuh mengeluarkan uneg-uneg aja tanpa, kalo kata anak sekarang kan listen don judge, maka kalo kataku
write dont judge! hahaha -
Apa sih istimewanya hujan di bulan Desember? sepertinya tidak pernah ada yang merayakanya, apalagi membuatkanya puisi. Kalau di bulan sebelumnya malah jadi lagu kebangsaan bapak bapak slowrock. Tapi hujan di bulan Desember? dia sudah menjadi semacam rutinitas yang tidak dirayakan, tapi juga tidak ditunggu. Apalagi oleh masyarakat perkotaan modern yang udah semakin lupa dengan berkah hujan. Hukan di pagi hari jelas akan berakhir dengan keluhan macetnya hari ini, bayangan-bayangan akan keriweuhan jalan raya, lalulintas yang luluh lantak, jalanan yang menggenang, bau lembab dari ruangan yang basah, dan cucian yang belum kering sempurna?
Manusia masa kini konon sudah lupa mensyukuri hujan, padahal dia hadir setiap tahun sebagai rezeki, berkah, ainul hayat, pembawa kehidupan. Kita terlalu cepat melupakan bahawa belum sampai 100 tahun yang lalu kalau kita masih sangat bergantung pada hujan untuk meneruskan kehidupan kita sebagai bangsa agraris. Ya kita meskipun hidup di kepulauan tetapi toh saya dan sebagian besar dari kita adalah keturunan masyarakat aggraris kan? yang seharusnya menjadikan hujan sebagai salahsatu pusat pembentuk kebudayaan kita? Yang mempengaruhi bentuk-bentuk naungan atap kita? Yang curah hujanya mempengaruhi tata kelola masa bertanam kita? Yang pola aliran airnya mempengaruhi cara kita menata ruang hidup kita? Yang membuat kita memilih mana yang harus kita hormati, lindungi, pertahankan maupun boleh kita kurangi?
Tapi seperinya kita terlalu mudah lupa, kita lebih suka memandangnya sebagai hal yang dihindari, ancaman, bencana? padahal siapa yang pertama kali memutuskan hubungan yang ribuan tahun terjalin romantis penuh harmon antara kita dengan hujan?
Atau jangan-jangan dulu juga seperti ini? -
They said time flies?
Tiba-tiba ingat punya blog ini, dan terakhir kali menulis ternyata di tahun 2013, it almost 12 years a go man!! Masa-masa awal galau merintis praktek desain sendiri di Jogja bersama Gem ( dan Gal+Zul ) waktu itu, and now what?
setelah melalui selusin tahun, berpuluh ( atau ratusan lebih ?) proposal desain, bangunan-bangunan terbangun, publikasi,presentasi, pameran, kuliah umum yang sudah dilakukan apakah udah cukup?
Bersyukur sih pasti, tapi seberapa cukup adalah cukup?, pertanyaan yang menghantui sejak membacanya pertama kali pada waktu ngerjain Tugas Akhir 20an tahun lalu. Sampai sekarang juga masih belum bisa terjawab, Sepertinya nanya LLM juga ga bisa kejawab, oiya kalo baca blog ini terasa sekali lompatan zamanya, dari dulu pertama kali nulis di warnet, trus nebeng komputer kantor, akhirnya punya modem hdspa sendiri, sampai akhirnya 2025 ini wifi udah ada dimana-mana, udah nglewatin pandemi 2020, dan kemunculan asisten-asisten AI yang superdupercanggih!!!
And what?
saya menulis ini di tengah-tengah kota suci, 300an meter dari Masjidil Haram, sambil tentusaja galau memikirkan tahun depan mau ngapain lagi sih? agenda-agenda udah dibuat, usaha-proyek-publikasi-workshop-pameran seni-festival desain!! ( meh gawe festival cuk!! 2012me jelas cannot relate)
tapi tentu aja ga ada tempat yang lebih cocok untuk konsul langsung ke Pusat daripada tempat inimeskipu sekarang masi bulan ke 11, tapi kalo mau dibuat catatan akhir taon, 2025 jelas tahun yang berasa seperti melompat, baik secara karir pribadi maupun perusahaan, rasanya kaya naik never ending rollercoaster yang baru dibangun jalurnya sejam sebelum kretanya lewat. Kalo kata anak-anak sekarang, kaya ikut akslerator, yang sebenarnya kalo diturut-turut katalisnya ya berujung ke Dua orang. Jadi sepertinya Blog ini saya persembahkan khusus kepada 2 orang spesial yang telah berhasil membuat akslerasi luar biasa di hidup saya tahun ini, yang membuat saya menyumbang jejak karbon yang sangat banyak tahun ini. Thanks a lot, i cannot be here with out you all, you know who you are!!
-
time flies…
tak berasa waktu yang berlalu di sepanjang tahun kemarin, yap seperti halnya di tahun 2010, sepanjang tahun 2012 kemarin blog ini seakan mati suri, atau bahkan mati beneran, sama sekali ga ada tulisan baru. Padahal kalau di pikir2 2010 dan 2012 itu fasenya agak mirip sih dalam perjalanan hidup saya. Keluar dari satu studio-mencoba kota yang baru-merasakan sesuatu yang baru-mencintai seseorang yang baru-dan akhirnya kembali ke kota yang lama. Hanya saja bedanya kalau di 2010 saya kembali ke Bali di tahun 2012 saya kembali ke kota kelahiran Jogjakarta dengan memulai sebuah petualangan baru.
pada 2010 berpindah kota dan beradaptasi di tempat yang baru mungkin telah merenggut cadangan enegi yang tak menyisakan sedikitpun perhatian untuk blog kecil ini, terutama saat saya menjalani hari-hari di jakarta.
berasal dari kota pendidikan di tengah Jawa, kemudian berkembang di kota wisata di Bali mungkin membuat saya tidak terbiasa dengan ritme jalan seperti di jakarta. Biasa bersepeda ke tempat kerja selama kurang lebih limabelas menit di Denpasar digantikan dengan perjalanan satu jam dengan moda transportasi publik -KRL-angkot-transjakarta . penyesuaian dari sistem kerja di studio kecil yang cenderung bebas ke sistem di kantor baru yang cenderung normatif membuat sedikit ada gap. kebiasaan bekerja cepat di konsultan swasta terbentuk budaya santai di perusahaan pelat merah. sebuah pergulatan dalam hati di tempat kerja ini yang membawa keputusan untuk menolak perpanjangan kontrak di perusahaan. dan di akhir 2010 tiba-tiba saja kaki ini sudah menginjak pasir putih pantai sanur.2012 dibuka dengan pergulatan batin yang dipicu stagnasi di studio yang telah membantu saya berkembang sejauh ini. Dengan sudah mulai berjalanya beberapa unit usaha yg saya rintis di tahun 2011, (yg membuat kondisi finansial sudah sedikit terjamin) dan banyak keberuntungan yang banyak berasal dari teman-teman di sekitar saya maka di penghujung tahun 2012 kaki ini sudah kembali ke tanah Jogja. Mencoba bergulat dengan membuka studio sendiri, berusaha berdiri di kaki sendiri dengan idealisme sendiri, saya yakin jalan ini jelas tak mudah, namun satu hal yang pasti saya yakin. saya mencintai pekerjaan ini.
so let if flow in my way…
awal januari2013
-
………………………………..
Tadinya saya sendiri berharap bakal ada kisah kelanjutan dari penunggu-penunggu yang suka iseng bermain telepon di telepon intern studio ini. Atau cerita lanjutan dari opa tentang keluarga hantu yang sering narsis di depanya. Namun entah kenapa mereka ga pernah mengganggu lagi! jadi ya kita bersyukur tidak ada lagi gangguan-gangguan kecil yang lumayan bikin bulu kudung berdiri kalau lembur di studio. Alhamdulillah yah :)
Tetapi siapa sih yang tidak penasaran kok tiba-tiba saja mereka menghilang, padahal part 2 ceritanya saja belum ditulis, ya karena tidak ada bahan yang bisa ditulis! Daripada bingung mau menulis apa di cerita lanjutan ini kita bikin beberapa analisis saja kenapa mereka tidak mengganggu kita lagi :)Kemungkinan 1 :
Ada seorang pintar yang tidak sengaja membaca blog ini, lalu dengan kepintaranya dia bisa menemukan lokasi studio lalu menangkap penunggu-penunggu itu dan dipelihara olehnya dan sekarang mereka hidup bahagia selamanyakemungkinan 2 :
Tujuan penunggu itu di studio sudah tercapai. Ya mereka adalah kaum teroris gerilya yang modus penyeranganya bersifat serangan-serangan kecil yang bersifat mengganggu. Di kala musuh sudah mulai waspada dan ketakutan mereka cenderung berpindah tempat sembari melancarkan teror di tempat yang baru. Hal ini biasa dilakukan agar mereka bisa melebarkan kawasan kekuasaan mereka. Ya biar mereka ga terkenal sebagai hantu rumahan yang cuma bisa beraksi di rumah karena tujuan mereka adalah membuat satu kawasan perkampungan menjadi terkenal angker.kemungkinan 3 :
Mereka sedang menghimpun kekuatan untuk melancarkan serangan serentak ke Studio. Seperti halnya tentara Inggris yang minta tolong amerika untuk melancarkan D-Day. Mereka sekarang sedang merencanakan serangan hari-H (hari hantu) bersama kolega-kolega yang sudah terkenal di kancah perfilman horor nasional. Ini skenario yang paling ga kita inginkan!kemungkinan 4 :
mereka terlalu sibuk menulis blog di dunia mereka bahwa mereka sudah berhasil menakut-nakuti manusia-manusia bodoh. Hey siapa tau dunia hantu sekarang juga sudah maju seperti kita, ada Internetnya juga. Buktinya mereka bisa mainan telepon coba :Dsekian cerita hantu part 2. Saya sih berharap tidak ada part 3, semoga…semoga… Aminnn :D
-
“tingal di bali kok malah belum pernah bikin artwork yg berbau bali”
Padahal keindahan pulau Bali sendiri di masa lalu banyak dipromosikan oleh para pelukis-pelukis asing seperti Le Mayeur atau Walter Spies. (atau Blanco yg hobi melukis gadis gadis bali). Maka dari itu iseng-iseng kemarin bikin gambar dengan style pndbsx tentang bali. suka ga suka itu subjektif yang penting yang bikin seneng. Kompromi itu cukup di arsitektur saja, di sini sepenuhya ego saya yang bicara :D
posting yang kartun juga lah :D
-
Siang hari menjelang jam makan siang di hari kamis adalah salah satu jam-jam paling ngantuk di studio arsitek kecil di denpasar selatan. Kombinasi dari badan yang masih pegal-pegal hasil dari futsal rutin setiap rabu malam dan tidur malam yang kemaleman setelah kecapekan futsal. Ditengah-tengah perjuangan menjaga agar pikiran tetep fokus dan
mata tetap melekmenunggu meeting, tiba-tiba, tanpa disangka-sangka, tak diduga-duga sebelumnya oleh siapapun juga.GEMPAAA…..!!!
setengah detik pertama…
lantai dan kursi bergoyang, semua tibatiba diam,tak ada yg bergerak, mata saling memandang satu sama lain, pikiran masing masing orang kayaknya masih mencerna apa ini? vertigo kah? ada truck lewat kah? apakah cuma sendiri atau yang lain juga merasakan. oscar mulai menyalak-nyalak seperti mau mengejar tukang sampah
detik pertama
dinding kayu dan sambungan atap mulai bersuara, pikiran mulai memahami kalau ini adalah gempa bumi. otak udah nyuruh lari keluar studio, tapi sekali lagi syaraf gengsi berfungsi, masak mau jadi orang yang pertama lari keluar studio, masak kalah panik sama cewek, saling melihat yang lain apakah ada tanda-tanda harus ke luar atau apa yang harus dilakukan?
detik kedua
goyangan makin keras! sepintas dari ujung mata terlihat ucil melesat dengan kecepatan tuyul menjambret kalung keluar dari studio,dan lariii… seluruh isi studio tumpah ruang keluar, berlari, semua berlari, masa bodoh dengan pc,hp,bb,ip .. persetan dengan huruf huruf itu, ini nyawa bung!si om juga lari terbirit-biritdiikuti oscar bodoh yang malah menyalak gembira seolah-olah satu studio ingin berlari bermain bersama-sama. sekilas ada yang terpeleset terjatuh,tenyata guru
detik ketiga
goyangan makin bertambah keras! semua orang sudah ada di jalan, mobil di parkiran pun kelihatan bergoyang, goyangan bumi terasa sekali di kaki membuat perut mual. memori di otak mulai menjelajah kenangan-kenangan gempa 5 tahun lalu di jogja. hati mulai ciut. mulut mulai merapal doa. Ya Tuhan beginilah kami manusia-manusia yang hanya mahkluk kecil tak berdaya di hadapan-Mu dan alam-Mu
detik keempat
intensitas goyangan mulai berkurang. tapi rasa panik terlanjur menyerang akal sehat. sedikit demi sedikit logikakepanikankewaspadaan mulai berjalan. gempa..denpasar..bali..laut..pantai……
detik kelima
goyangan gempa sudah berhenti. semua saling berpandang-pandangan tapi masih membisu. masing-masing mencari akal sehat sendiri-sendiri.si om juga terlihat paniksementara Oscar juga diam dan terlihat gemetar menggigil.seperti mau ketemu dokter suntik anjing. pikiran mulai bekerja normal.harus segera mendapatkan info dari BMKG!semua masih berada di luar. opa juga ada diluar.
machan tidak terlihat mungkin sedang shopping atau arisandan sepertinya tidak ada yang sempat membawa henpon. gimana cara tau info bmkg. saya lalu nekat berlari masuk ke studio mengambil hpsok heroik padahal biasa ajabeberpa orang mengikuti. sampai di luar langsung cek timeline bmkg, belum ada info sama sekali. timeline penuh dengan teman-teman bali yang seolah-olah berlomba-lomba mengetik satu kata. gempa! dan akhirnya info bmkg. gempa 6, sc pusat gempa barat daya nusa dua. tidak berpotensi… Alhamdulillah :)
pikiran mulai tenang, wajah-wajah yang panik mulai pudar. canda dan tawa mulai terlempar menutupi dan mengusir rasa berdebar-debar yang masih tersisa. dan akhirnya satu persatu mulai masuk ke studio kembali. rsa kantuk yang tadi menyerang sudah musnah dihapus semburan adrenalin. tapi tetap enggak fokus bekerja karena malah browsing mencari info dan berita gempa. hp mulai sibuk bergetar. sms-im-wasap-telepon dari teman teman yang ada diluar Bali menanyakan keadaan dan kabar apakah baik baik saja disini. terharu akan perhatian kalian semua :) thanks a lot guys , kita semua baik-baik saja disini. semoga tidak ada lagi gempa susulan yang lebih besar dari yang tadi. dan semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya :)intruksi yang paling penting saat gempa
yang mudah diucap tapi susah dilaksanakanadalah JANGAN PANIK !! kepanikan bisa menambah potensi bahaya ! -
“siapa bilang orang bule tidak takut hantu?”
kira-kira sebulan yang lalu,sebuah sore yang biasa-biasa saja di studio arsitek di denpasar selatan tiba-tiba menjadi tidak biasa. Penyebabnya adalah karena Opa – retired carpenter dan veteran perang dunia II
yang juga ayah dari principaltiba-tiba datang ke kantor dan mengajak mbak admin ngobrol yang kemudian berujung curcol (nah siapa yg kemarin bilang bule ga suka curcol ). Karena si Opa memang biasa ngobrol panjang lebar – biasanya juga cerita jaman perang eropa atau Inggris jaman flower generation – kita ga terlalu peduli, namun ternyata si Opa curcol kalau ternyata rumah depan sedang diserang teror hantu, nah ini baru menarik :D
Jadi menurut cerita Opa, yang pertama kali digangggu itu ya beliau. Pertama-tama dia sering melihat anak perempuan kecil yang lari-lari sambil main-main. Pertama dia ga peduli karena dikira anak dari salah satu pelayan yang ada di rumah.lalu dia nanya sama beberapa pelayan yang ternyata ga punya anak kecil ,nah! bermula dari anak kecil, si mama dan ayah anak kecil tersebut mulai rajin menampakan diri di depan si opa, karena mulai menyadari hal yang tidak beres, Opa pun cerita dengan Machan – menantu alias istri anaknya . Ternyata Machan juga sering mengalami hal-hal aneh. seperti merasa sering dipanggil-panggil, padahal tidak ada yang memanggil, atau mengetuk pintu kamar atas. padahal setelah dibuka sama sekali ga ada orang (nah lho). Tapi Machan mengaku belum pernah melihat penampakan yang sama dengan yang pernah dilihat oleh Opa. Si Om pun akhirnya mengaku kalau dia juga sering mengalami hal-hal aneh seperti yang sedang dialami Machan. nah!
Lama-lama ternyata intensitas gangguan-gangguan itu makin meningkat, baik secara kuantitas maupun kualitas. Kalau dulu cuma manggil-manggil sekarang udah teriak-teriak. Kalau dulu suka mengetuk pintu dengan sopan sekarang sudah menggedor-gedor. kalau dulu cuma lari-lari ga jelas ga peduli sama Opa sekaran udah mulai diam dan ngliatin Opa –mungkin mau ngajakin main kali ya. Mungkin karena udahga kuat si Opa pun akhirnya memutuskan curcol dan akhirnya terkuaklah sudah kalau ternyata si om juga takut hantu :D –dulu dia selalu ngomong kalau ga peduli dan ga percaya dengan hal-hal yang doi sebut so asian itu.
Diam-diam rupanya si Om juga mencari penyebab mengapa rumahnya yang dulu aman tentram sekarang jadi penuh penghuninya, dan entah darimana atau siapa yang memberi tahunya dia berkesimpulan kalau semua permasalahan ini berasal dari pohon beringin kecil yang ada di taman kecil di tepi kolam renangnya. Jadi menurut si Om ini masalah aneh-aneh di rumahnya ini bakal selesai dengan cara menebang si pohon kecil ini (nggak Om banget, secara studio kita adalah pecinta tanaman apalagi pohon, yang mau bersusah payah membuat lubang di atap bangunan yang kita desain agar pohon asli di site masih bisa hidup berdampingan dengan kita ). Permasalahan yang ada, siapa yang berani menebang pohon beringin kecil itu? Pak Made yang biasa ngurusin taman dan lanskap proyek-proyek studio mengaku takut kalau disuruh menebang pohon kecil itu, Pelayan dan asisten rumah apalagi, jangankan menebang, daun jatuhnya pun ga berani disapu sama mereka. Akhirnya si Om pun melempar wacana ke studio siapa yang berani menebang pohonbakal dijodohkan sama oscar. Dan –dengan diiringi musik gostbuster– si dudung yang aseli medan menyatakan siap menjalankan tugas negara yang bahkan sudah bikin veteran perang dunia II ketakutan. Dan disini drama dimulai , (halah)bersambung….
preview part II :
studio sudah sepi, hanya tinggal si dudung dan ucil yang masih mengutak-atik 3dmax bareng di pojok sukawati. kantuk mulai menyerang berbarengan dengan nyamuk nyamuk yang seakan ga pernah ada habisnya. Tiba-tiba telefon di depan si Dudung berdering
telefon internal
telefon yang hanya bisa dihubingi dari jaringan internal di dalam studio
tidak ada orang lain di studio
….. -

“blog tukang gambar kok ga ada gambarnya?”nah jadi karena ada beberapa pihak yang mulai mempertanyakan hobi nggambar saya, maka mulai posting ini kenalin ini si mahluk aneh yg udah jadi icon saya selama 5 tahun masa-masa kuliah. mahluk apa itu? entah panda, beruang, tikus, koala atau setan terserah pendapat masing-masing :D
karakter aneh ini pun sebenarnya bukan original buatan saya, namun dibuatkn oleh teman kuliah saya, konon karakter ini dia juga dapet dari radiohead :D
ah apapun itu pokoknya saya seneng bentuknya :D dan si pandabusuk – biasa dipanggil demikian ini bakal muncul jadi banyak versi tergantung mood waktu nggambar hehe, yg jelas di blog ini bakal ada illustrasi di setiap tulisanyacheers :)



