-
Continue reading →: Mengajar Kitabnya Kiai Zainulloh Bukhori, Qurrah al-Asfiya’Saya bergelut dengan kitab ini bertahun-tahun lamanya. Tujuannya adalah penelitian. Hasilnya adalah sebuah edisi kritis yang bisa dilihat dalam gambar berikut. Kitab ini telah membawa saya ke banyak sekali pengalaman. Ia membawa saya pada studi hadis yang melelahkan. Studi tersebut saya ajukan ke kampus. Saya dapat hibah penelitian darinya. Salah…
-
Continue reading →: Kitab Bahan Belajar Faraid DuluKemarin (4/10/2026) saya bongkar-bongkar lagi lemari buku di rumahnya ayah saya. Tujuannya adalah menemukan kitab Kashf al-Ghawāmiḍ yang versi tulisan tangan ayah saya. Kali itu gagal lagi. Kitab itu tidak ketemu. Namun saya menemukan sebuah kitab faraid. Itu adalah kitab yang saya pelajari sewaktu sekolah di MTs Raudlatul Ulum dulu.…
-
Continue reading →: Berburu Sebuah Naskah Kitab Kashf al-GhawāmiḍNaskah ini adalah versi yang ditulis oleh ayah saya. Dulu saya pernah melihat kitab itu di rumah ayah. Kitab Kashf al-ghawamid itu. Belakangan saya berusaha mencarinya di sana. Saya bongkar beberapa lemari buku di sana. Nihil. Tidak ketemu. Ke mana sih naskah itu? Ya sudah. Berhubung ada naskah versi lain,…
-
Continue reading →: Sowan Ke Kiai Ahmad HaririIni kejadiannya beberapa tahun yang lalu, saat saya masih berusia belasan. Saya sudah lupa tahun pastinya. Saat itu adalah malam lebaran. Saya berangkat bersama rombongan para sepupu ke rumahnya Kiai Ahmad Hariri. Tujuannya adalah sowan dan sungkem, simbol permintaan maaf pada tetua, seperti umumnya dilakukan orang pada masa lebaran. Kami…
-
Continue reading →: Takziah Ke Luk-GulukPagi itu tersiar kabar di beberapa grup WA, Kiai Abdul Basit wafat. Saya langsung kepikiran untuk berangkat ke Sumenep, ke Pesantren Annuqayah, tempat saya nyantri dulu. Saya mereka-reka beberapa skenario keberangkatannya. Kalau para alumni dari Malang ada kabar rombongan, saya akan menyatakan ikut serta. Kalau tidak ada kabar, ya sudah,…
-
Continue reading →: Silāḥ al-Nāhiḍ: Bukan Kitab Faraid untuk PemulaSaya sudah membacanya hingga khatam. Bukan cuma itu, saya juga sudah mengetiknya ulang hingga rampung. Alasan kenapa saya mengetiknya ulang karena saya ingin membacanya secara mendalam (deep reading). Jadi, daripada sekadar membacanya saja, biar bisa dua pulau langsung terlewati dalam sekali gayuh, saya sekalian mengetiknya ulang dalam Microsoft Word. Setelah…
-
Continue reading →: Kitab Faraid Karya Gus TazanNama aslinya adalah Ahmad Taftazani. Kami biasa memanggilnya Gus Tazan, sebab dia adalah pengasuh muda sebuah Pesantren di Kabupaten Malang. Meski usianya terbilang muda, namun semangatnya untuk pengembangan ilmu terbukti menyala. Untuk tugas akhir di pasca sarjana Universitas Al-Qolam Malang, dia menulis sebuah kitab tentang ilmu faraid. Judul kitabnya adalah…
-
Continue reading →: Ke Crabaan Berburu NaskahPagi itu, sekitar pukul 08:00, saya berkendara ke Kecamatan Dampit berbekal Google Maps. Tujuan saya adalah Desa Sumbersuko, dusun Crabaan. Perjalanan itu cukup lancar, sebab jalan menuju Dampit terbilang cukup saya hafal. Naik- turun dan kelok-kelokannya agak sering saya lewati. Jadi Google Maps belum saya pakai sama sekali. Baru ketika…
-
Continue reading →: Ke Madura, Acara Bani-baniSiang itu saya berangkat berkendara sepeda motor. Sehabis zuhur. Titik kumpulnya di rumahnya Yu Isa, kakak perempuan saya. Perjanjiannya, kami berkumpul di situ habis zuhur. Tapi habis zuhurnya Mahrus ternyata pukul 02:00 siang. Kami menunggunya hingga sejam lebih. Untungnya ada siniarnya Malaka Project di Youtube. Obrolan mereka dengan Pandji Pragiwaksono…
-
Continue reading →: Tata Cara Pembagian Tirkah dalam FaraidDaftar Isi A. Pengantar Dalam bahasa Arab, harta pusaka atau harta warisan disebut tirkah, secara harfiah berarti ‘peninggalan’. Kata ini sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi ‘tirkah’, namun belum kunjung lumrah dipakai dalam percakapan sehari-hari. Ketika ada orang meninggal dunia, seluruh harta yang dimilikinya bisa berupa uang kas, simpanan…
