Antara Matematika dan Kehidupan

Pernahkah Anda berpikir bahwa: 1. Mengapa PLUS di kali PLUS hasilnya PLUS? 2. Mengapa MINUS di kali PLUS atau sebaliknya PLUS di kali MINUS hasilnya MINUS? 3. Mengapa MINUS di kali MINUS hasilnya PLUS? Hikmahnya adalah : (+) PLUS = BENAR (-) MINUS = SALAH 1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR. Rumus matematikanya : + x + = + 2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH. Rumus matematikanya : + x – = – – x + = – 3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR. Rumus matematikanya : – x – = + Pelajaran matematika yang terkesan sederhana itu ternyata mengandung sarat makna kebenaran, yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup.

Dikutip: SEHB

Secarik Cerita buat mu

Sepucuk surat untuk calon istriku yang kucintai kerana ALLAH..
Calon istrikuâ€Ķ Sengaja kusimpan rapi rindu ini, Hanya kutorehkan dalam bait-bait tinta untukmu,Yang saat ini belum bisa kuhaturkan padamu. Hingga saatnya nanti tiba, Ketika sebuah ikatan suci mengikat jiwa dan raga kita, Dalam sebentuk ketaatan dan cinta,Upayaku menjadi sebaik-baiknya imam bagi mu..
Calon istriku.. Hari bahagia itu masih beberapa bulan lagi,Tapi aku sudah merinduimu, Engkau yang belum pernah hadir dalam episode kehidupanku, Engkau yang sama sekali tak kukenal sebelumnya, Pertemuan kita sekali saja.. Saat kau melihatku dan aku melihatmu Sebuah proses syar’i yang diajarkan oleh Rosul kita yang mulia Itu sudah cukup bagiku ,Untuk mantap dalam memilihmu..
Calon istriku.. Bukannya aku ingin membanggakan diri, Aku memilihmu bukan karena hartamu. Sebab pernah datang padaku sebelummu seorang yg lebih kaya darimu, Aku mantapkan hatiku bukan karena parasmu. Sebab pernah datang padaku sebelummu seorang yg lebih cantik darimu, Aku putuskan dirimu tuk jadi pendampingku bukan karena nasab dan kedudukanmu. Sebab pernah datang padaku sebelummu seorang yg lebih berpangkat darimu. Tapi aku tak mau hanya harta, paras, dan nasab atau kedudukan, Aku tak mau menyia-nyiakan sisa hidupku untuk mereka.. Yang kurang agama dan akhlaqnya.. Tapi aku ingin jadi orang yg beruntung seperti sabda Nabi kita.. “Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466)
Untukmu calon istriku… Ku memilihmu karena telah sampai berita kepadaku , Bahwa kau memiliki pemahaman aqidah yg lurus. Kau mengusahakan sholat lima waktumu, Kau senantiasa mengamalkan sunnah-sunnah Rosul-Mu. Kau upayakan dirimu tak ketinggalan hadir di majelis ilmu, Serta alasanmu menikahiku adalah untuk menjaga kehormatanmu. Telah pula sampai berita dari teman-temanmu, Bahwa dirimu adalah sesosok yang baik dalam berperilaku. Bahkan orangtua dan saudaramu memujimu.. Rasulullah Shalallohu’alayhiwasallam bersabda, “Bila datang kepada kalian orang yang kalian senangi akhlak dan agamanya, maka nikahkanlah dia. Bila kalian tidak melakukannya, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar di bumi.” (Shahih at-Tirmidzi 3/305). Calon istriku.. Bukannya diri ini mencari kesempurnaan Karena kutahu sebagaimana ada dalam diriku, pun pasti ada cela dalam dirimu Tapi kuyakin segala kelebihanmu kan menutupi kekuranganmu, Aqidah, amal sholih, dan akhlaqul karimah yang engkau miliki Menjadi alasan bagiku menerimamu mendampingi hidupku Menguatkanku untuk selalu berbakti pada Alloh lalu padamu Memimpin sekaligus mendidikku dan anak-anak kita kelak Menjadi pribadi sholeh sholehah.. Membangun rumah tangga beraroma surga,, Berlandaskan tauhid, Bermanhaj ahlus sunnah dengan pemahaman shohabah,
Calon istriku…. Hari-hariku merayap lambat Ketika ku hanya bisa berusaha sabar menantimu Mengikrarkan akad yang kan menjadikanku halal bagimu Tak ingin menodai proses yang selama ini diperjuangkan benar-benar syar’i Karena itu.. Terima kasih kau telah menjaga proses ini jauh dari fitnah Memperhatikan adab-adabnya Bertaqwa dari segala godaan halus syaithon yang menipu daya..
Calon istriku.. Jika kau juga merinduiku, Maka bersabarlah, Tetaplah mengokohkan aqidah, Tegarlah dalam menegakkan sunnah, Istiqomah dalam berakhlaqul karimah, Karena ku disini menantimu, Dengan segenap rindu dan kesabarankuâ€Ķ Dengan do’a yang kulantunkan di hembusan anginâ€Ķ Agar ALLAH senantiasa menjagamu..

Trima Kasihku

Pagiku, Cerahku, matahari bersinar…. ku gendong tas merahku dipundak, selamat pagi semua, ku nantikan dirimu, di depan kelasmu, menantikan kami, guruku tersayang, guruku tercinta, tanpamu apa jadinya aku, tak bisa baca tulis, mengerti banyak hal, Guruku Trima kasihku…

nyatanya diriku kadang buatmu marah, namun segala maaf kau berikan…

Karya, Chelesta (Kelas 3)

Kelas 3 Berkarya

Karyaku (Kelas 3)

kelas 3 berkarya, kelas 3 rajin, kelas 3 juara, kelas 3 bersih

mengejar ilmu dan kesehatan

dan kisah dulu kelas 2 dan 1

Tajamkan matamu, tenangkan hati, lukai hidupmu kau bawa sembunyi ayatNya, sentuhmu yang penuh cinta kau adalah bintang dalam hatiku dalam penuh cinta dan sayang,

kelas 3, Bapak deden trima kasih sudah mengajar dengan baik….

Sulit Memahamimu…

Inilah Sesungguhnya Wanita…
Menurut sebagian besar pria, wanita adalah makhluk yang paling sulit dimengerti. Banyak yang frustasi karena susah membuat wanita bahagia. Jika dikatain cantik, dikira menggoda. Dibilang jelek, dikira menghina. Dikatain lemah, dia protes. Begitu dibilang perkasa, malah nangis Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng ga mau Maunya emansipasi, tapi di bis disuruh berdiri ngomel2 Jika ditanya siapa yang paling dibanggakan, kebanyakan bilang ibunya tapi anehnya wanita lebih bangga jadi wanita karir daripada jadi ibu rumah tangga seperti ibunya..
Kalo diingatin, mukanya merah Kalo dikasi tahu, mukanya merah Kalo dipuji, mukanya merah. Kalo marah, mukanya merah Kok sama semua..?? Bingung kan?? Ditanya ya atau tidak, jawabnya diam Ditanya tidak atau ya, jawabnya diam Ditanya ya atau ya, jawabnya diam Ditanya tidak atau tidak, jawabnya diam Ya udah kita juga diam, eh malah dianya yg marah Disangkanya kita dukun apa, bisa nebak hati orang…?? Hehehe, Dibilang ceriwis, marah Dibilang berisik, ngambek Dibilang banyak mulut, tersinggung Tapi kalo dibilang SUPEL, wow.. seneng banget… Padahal maksudnya sama aja kan..???
Enggak senang kalo dibilang gemuk Padahal maksud kita sehat gitu lho… Dibilang kurus malah senang.. Padahal dalam hati “Kenapa lo jadi begini ?!” Itulah WANITA, makin bingung kita, makin senanglah dia.

‘Dikutip: SEHB’

Belajar ketulusan dari Mereka…

Pernahkah sahabat menolong orang lain?

Pernahkah kita tulus dalam memberikan pertolongan?

atau, kita menolong dikarenakan ada motif tertentu?

tentunya sahabat, pertanyaan tersebut hanya dapat dijawab oleh diri sendiri. jika kita mau memutar kembali pada saat-saat kita menolong, biasanya dan selalu dilandaskan kepada motif. kita memberikan sesuatu pada sang kekasih dikarenakan dia adalah kekasihnya, mampukah memberikan hal yang sama kepada orang lain?

hal ini terpikirkan setelah mempelajari buku prosocial behaviour, dan ternyata dalam buku tersebut banyak ditemukan beberapa motif pada saat kita melakukan pertolongan. diantaranya adalah, karena motif hubungan darah (keluarga), mengaharapkan timbal balik, mengharapkan reward. dsb.

jarang sekali kita melakukan pertolongan dengan dasar Altruisme, atau menolong pada berbagai situasi tanpa memikirkan motif. hal tersebut timbul dari dalam diri dengan dasar dia senang melakukan hal itu. namun pada tanggal 21 kemarin, saya menemukan hal yang amat luar biasa bagi saya, sebuah contoh yang diperlihatkan oleh anak-anak berkebutuhan khusus, atau bahasa Dr. Hermansyah sebagai anak anugerah. yang mana anak-anak tersebut memperlihatkan sikap yang tidak semua orang mampu melakukannya. ketika itu saya sedang duduk didekat anak tersebut, ketika di tanya oleh rekan saya, dia selalu menjawabnya dengan singkat, tak banyak bicara mungkin kata yang tepat untuk anak itu. karena pada saat itu dia sedang makan ice cream, jadi saya putuskan untuk tidak menganggu. beberapa saat setelah menghentikan pembicaraan dengan anak tersebut, tiba-tiba dari arah depan anak tersebut seorang anak kecil perempuan tiba-tiba lari dan menghampiri anak yang tadi saya ajak bicara. dan tanpa basa basi anak perempuan itu memakan sebagian ice cream anak pendiam itu. namun  anak yang ice creamnya dimakan itu memperlihatkan wajah yang tanpa ekspresi. dia malah asyik melanjutkan memakan ice creamnya. tanpa ada perasaan kesal, marah, itulah yang diperlihatkan oleh anak tersebut. suatu peristiwa yang jarang ditemukan, coba kita banyangkan jika kejadian itu menimpa pada kita? setidaknya kita mengeluarkan pembicaraan yang meng ekspresikan nada kurang suka atau kesal.

ketulusan yang diajarkan oleh anak-anak berkebutuhan khusus perlu kita contoh, dan masih banyak lagi contoh teladan yang bisa kita ambil dari ABK.

semoga bermanfaat, dan selalu senang menolong orang lain.

 

Kepribadian Guru Zaman 80an…

Saya memang tidak mengalami zaman ini, tapi katanya, di zaman ini Guru sangat dihargai, salah satunya adalah dilihat dari sisi kepribadiannya yang membuat kagum para peserta didik, disertai dengan rasa segan terhadap guru.

namun berbeda dengan zaman kali ini, guru hanya menjadi pekerjaan yang rutinitas saja, sehingga tidak tampak keseriusan dalam mendidik para siswanya. yang ada hanyalah mendidik yang asal-asalan, ya… asal bisa ngejawab soal, asal bisa mempunyai nilai yang besar, dan asal lulus… itulah protet pribadi guru secara keseluruhan, meskipun tidak semua guru yang berlaku demikian, namun Pendidikan ini tidak bisa ditanggung oleh sekian persen guru yang serius. kita kesampingkan dulu guru-guru yang tidak serius dalam mengajar. setidaknya guru mempunyai sesuatu yang menarik ketika di lihat oleh para murid. katakan saja lah penampilan, penampilan yang baik akan direspon positif, tapi penampilan yang kurang baik, hanya menimbulkan celetukan siswa yang muncul setelah pembelajaran. 

saya tak sengaja membaca syair sebuah lagu di buku karangan Dr. Mulyasa, yang katanya ini adalah syair pada zaman 80an yang dulu ngetop di kalangan Mahasiswa, kurang lebih seperti ini,

Sungguh-sungguh paling senang punya guru manis

murid-murid belajar tidaklah mengantuk

dia mengajar aku melukis, kalau ditanya menggaruk-garuk

pandangan ke depan buka ke papan tulis

tapi pada guru yang manis

sungguh-sungguh paling senang punya guru manis

murid-murid yang belajar tidaklah mengantuk

biar ditambah enam bulan lagi betah rasanya di kelas ini.

syair-syair dalam lagu tersebut menandakan bahwa betapa para peserta didik mendambakan kepribadian guru yang terpesona akan penampilannya, sebab penampilan dapat membuat para murid senang, dan dapat termotivasi dalam belajar. disinilah peran guru agar bisa ditiru dan diteladani oleh para murid.

Catatan Skripsi Bag. 4

Catatan kali ini berkutat pada masalah pertanyaan penelitian, yang mana biasanya di cantumkan pada rumusan masalah…

rumusan masalah merupakan salah satu bagian yang menunjukan kemana atau apa yang akan kita teliti, oleh karena itu setiap rumusan masalah yang ditulis akan digambarkan pada tahap pembahasan di BAB 4. untuk menentukan rumusan masalah sesungguhnya dapat digerakan oleh beberapa pertanyaan, Chaedar al-Washilah menyebutkan beberapa pertanyaan tersebut:

1. Apa sebenarnya yang ingin anda ketahui dari penelitian ini?

2. Apa yang belum anda ketahui ihwal objek penelitian ini?

3. Bagaimanakah keterkaitan antara satu pertanyaan dengan pertanyaan lainnya?

4. Pertanyaan-pertanyaan apa saja yang ingin anda jawab pada pnelitian ini?

pertanyaan diatas merupakan salah satu langkah untuk menentukan rumusan masalah.

semoga bermanfaat, 🙂

Pepeling ti Bapa…

Jampe-jampe harupat, geura gede geura lumpat,

sing jauh tina maksiat anaking ngarah salamet akhirat

Jampe-jampe harupat, geura gede geura lumpat,

susah senang omat sholat anaking, benghar kade poho zakat.

Jampe-jampe harupat, geura gede geura lumpat,

Pek Dudunya satagerna, lir ibarat hidep di dunya, rek hirup saumur dunya,

Jampe-jampe harupat, prak ibadah satagerna, lir ibarat hideup didunya, rek cacap engke sareupna,

Ti Bapa ieu Pepeling, ngarah hidep hirup salawasna eling,

henteu berang heunte peuting, hidep kudu sholeh satungtung nyaring…

( Doel Soembang)

 

Ajudan : itu yang terbaik tuan…

ketika seseorang berbuat kesalahan apa yang akan anda lakukan? kesel ato marah? ato ga keduanya

kebanyakan dari kita selalu memandang suatu permasalahan dengan mengedepankan ego kita sendiri… bener ga? tapi percayalah, setiap permasalahan merupakan ujian untuk meningkatkan derajat kita di mata Tuhan. segala apapun yang terjadi pada diri kita itu merupakan pemberian yang yang terbaik dari Mata Sang Maha Pencipta. karena Dia tau apa yang sedang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. ga percaya, simak cerita singkat berikut ya, kalau yang udah tau dieeem, jgn bilang sapa-sapa bisi jadi ga rame, hahahaha, inget ini mah cerita dongeng tapi dapat diambil manfaatnya. tau kan yang namanya dongen itu 70 % bohong 30 % wadul. hehehehe

once upon a time, (pake basa inggris meh gaya) awal kisah disebuah kerajaan ada sesosok raja yang sering berburu dan seorang ajudan  orang cileunyi yang sering menemani ia berburu. ada yang aneh dalam sosok ajudan ini, dia selalu mengatakan “itu yang terbaik”.

suatu hari raja mengajak ajudannya untuk berburu ke hutan,

Raja    : Ajudan hari ini kita ada perburuan ke hutan, mau ikut ga?

Ajudan : nya mau atuh tuan, kan itu yang terbaik tuan, (Raja mulai sedikit pusing dengan munculnya  kata-kata itu)

Raja   : ya sudah, siapkan senapan untuk kita berburu,

Ajudan : Siap, Tuan…

sesampainya di Hutan Raja yang posisinya berdiri di depan Ajudan melihat rusa yang sedang asyik jogging dan spontan berteriak…

Raja   : Ajudan, tembaaaaaaaaaaaaaaaaak….

Ajudan yang kaget, langsung mengarahkan senapan, dan tiba-tiba.. Dorrrrrr… (anggap we suara senapan ceritana nya), namun apa yang terjadi sodara-sodara, yang tertembak adalah salah satu jari raja… raja marahnya bukan maen.

Ajudan : maaf tuan…

Raja   : Ajudan  kamu ini, )@*#*$*%&#^#$*P#^#%%#&$jasdasd@$^$#*$^#… bla…bla…bla,,,

Ajudan : ya maaf atuh, tapi yakinlah itu yang terbaik tuan…

Raja   : yang terbaik apaan… yang ada jari saya putus…. ya sudah mulai bsok ga usah ikut saya lagi, dan hari ini engkau aku penjarakan

coba tebak, apa yang dikatakan ajudan… “itu yang terbaik”

mulai hari itu ajudan ga diajak lagi. dan esoknya berburulah raja sendiri kehutan larangan. sesampainya disana ternyata itu adalah tempat berkumpulnya para kanibal. dan dengan perasaan terkejut, raja di tangkap oleh kaum kanibal tersebut. sambil merengek-rengek menangis minta dibebaskan.

kebiasaan kaum kanibal ini, kalau mau memasak tawananya haruslah diperiksa dulu oleh kepala suku. dimulai dari ujung kepala pemeriksaan sudah dimulai, namun siapa disangka, mata kepala suku ternyata terfokus ke tangan raja yang jarinya ada yang putus. kepala suku kaget, dan mengatakan kalu dia ga suka makan orang yang cacat, dan menyuruh kaumnya untuk membebaskannya, betapa senangnya raja mendengar keputusan tersebut. dan teringat ajudannya yang selalu mengatakan, itu yang terbaik. setelah keluar dari hutan raja langsung menemui ajudan di dalam penjara.

Raja  : ajudan terima kasih, engkau telah menyelamatkan nyawa saya (Ajudan bingung),

Ajudan : aya naon raja?

Raja : ya gara-gara kamu tembak saya, saya ga jadi dimakan sama kaum kanibal,

dengan tenang ajudan menjawab, “oohh, itu yang terbaik”

Raja  : bener-bener, itu memang yang terbaik, hehehe, tapi maaf ya saya dah marah-marah dan ga ngajak kamu ke hutan untuk berburu,

Ajudan : gpp, raja, kan itu yang terbaik, coba raja pikirkan, kalo saya ikut siapa yang dimakan?

Raja bengong…. dan baru menyadari kalau setiap yang menimpa dirinya itu adalah yang terbaik.

begitupun dalam kehidupan nyata, kita jangan melupakan Allah yang sudah mengatur makhuknya sampai daun jatuhpun tak luput dari pengaturannya. kita sebagai manusia yang sekaligus makhluk ciptaan Allah, jangan lah berburuk sangka terhadap kejadian yang menimpa kita, karena pada setiap kejadian pasti ada hikmah yang diberikan Allah kepada kita. semoga dongengnya bermanfaat ya, dan selalu bersikap Husnudzon.. 🙂