ketika seseorang berbuat kesalahan apa yang akan anda lakukan? kesel ato marah? ato ga keduanya
kebanyakan dari kita selalu memandang suatu permasalahan dengan mengedepankan ego kita sendiri… bener ga? tapi percayalah, setiap permasalahan merupakan ujian untuk meningkatkan derajat kita di mata Tuhan. segala apapun yang terjadi pada diri kita itu merupakan pemberian yang yang terbaik dari Mata Sang Maha Pencipta. karena Dia tau apa yang sedang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. ga percaya, simak cerita singkat berikut ya, kalau yang udah tau dieeem, jgn bilang sapa-sapa bisi jadi ga rame, hahahaha, inget ini mah cerita dongeng tapi dapat diambil manfaatnya. tau kan yang namanya dongen itu 70 % bohong 30 % wadul. hehehehe
once upon a time, (pake basa inggris meh gaya) awal kisah disebuah kerajaan ada sesosok raja yang sering berburu dan seorang ajudan orang cileunyi yang sering menemani ia berburu. ada yang aneh dalam sosok ajudan ini, dia selalu mengatakan “itu yang terbaik”.
suatu hari raja mengajak ajudannya untuk berburu ke hutan,
Raja   : Ajudan hari ini kita ada perburuan ke hutan, mau ikut ga?
Ajudan : nya mau atuh tuan, kan itu yang terbaik tuan, (Raja mulai sedikit pusing dengan munculnya kata-kata itu)
Raja  : ya sudah, siapkan senapan untuk kita berburu,
Ajudan : Siap, Tuan…
sesampainya di Hutan Raja yang posisinya berdiri di depan Ajudan melihat rusa yang sedang asyik jogging dan spontan berteriak…
Raja  : Ajudan, tembaaaaaaaaaaaaaaaaak….
Ajudan yang kaget, langsung mengarahkan senapan, dan tiba-tiba.. Dorrrrrr… (anggap we suara senapan ceritana nya), namun apa yang terjadi sodara-sodara, yang tertembak adalah salah satu jari raja… raja marahnya bukan maen.
Ajudan : maaf tuan…
Raja  : Ajudan kamu ini, )@*#*$*%&#^#$*P#^#%%#&$jasdasd@$^$#*$^#… bla…bla…bla,,,
Ajudan : ya maaf atuh, tapi yakinlah itu yang terbaik tuan…
Raja  : yang terbaik apaan… yang ada jari saya putus…. ya sudah mulai bsok ga usah ikut saya lagi, dan hari ini engkau aku penjarakan
coba tebak, apa yang dikatakan ajudan… “itu yang terbaik”
mulai hari itu ajudan ga diajak lagi. dan esoknya berburulah raja sendiri kehutan larangan. sesampainya disana ternyata itu adalah tempat berkumpulnya para kanibal. dan dengan perasaan terkejut, raja di tangkap oleh kaum kanibal tersebut. sambil merengek-rengek menangis minta dibebaskan.
kebiasaan kaum kanibal ini, kalau mau memasak tawananya haruslah diperiksa dulu oleh kepala suku. dimulai dari ujung kepala pemeriksaan sudah dimulai, namun siapa disangka, mata kepala suku ternyata terfokus ke tangan raja yang jarinya ada yang putus. kepala suku kaget, dan mengatakan kalu dia ga suka makan orang yang cacat, dan menyuruh kaumnya untuk membebaskannya, betapa senangnya raja mendengar keputusan tersebut. dan teringat ajudannya yang selalu mengatakan, itu yang terbaik. setelah keluar dari hutan raja langsung menemui ajudan di dalam penjara.
Raja : ajudan terima kasih, engkau telah menyelamatkan nyawa saya (Ajudan bingung),
Ajudan : aya naon raja?
Raja : ya gara-gara kamu tembak saya, saya ga jadi dimakan sama kaum kanibal,
dengan tenang ajudan menjawab, “oohh, itu yang terbaik”
Raja : bener-bener, itu memang yang terbaik, hehehe, tapi maaf ya saya dah marah-marah dan ga ngajak kamu ke hutan untuk berburu,
Ajudan : gpp, raja, kan itu yang terbaik, coba raja pikirkan, kalo saya ikut siapa yang dimakan?
Raja bengong…. dan baru menyadari kalau setiap yang menimpa dirinya itu adalah yang terbaik.
begitupun dalam kehidupan nyata, kita jangan melupakan Allah yang sudah mengatur makhuknya sampai daun jatuhpun tak luput dari pengaturannya. kita sebagai manusia yang sekaligus makhluk ciptaan Allah, jangan lah berburuk sangka terhadap kejadian yang menimpa kita, karena pada setiap kejadian pasti ada hikmah yang diberikan Allah kepada kita. semoga dongengnya bermanfaat ya, dan selalu bersikap Husnudzon.. ð