SANG SURYA

Tiada henti untuk memperbaiki diri

    1. Arahkan peserta untuk Wudhu, lalu masuk kamar/ ruangan tidur
    2. Bersihkan kasur/karpet/matras dari barang-barang yang bisa mengganggu tidur.
    3. Baca Basmallah lalu Kibaskan kasur/ karpet sebanyak 3 kali.
    4. Kondisikan semua Peserta  supaya berbaring dan diam.
    5. Padamkan lampu, tutup jendela, kalau ada makanan atau minuman pastikan dalam keadaan tertutup dan disimpan dengan rapi.
    6. Pembina membacakan Dzikir dan doa dengan volume suara yang cukup bisa didengar Peserta lalu Peserta disuruh mengikuti bacaan Pembina dalam hati dalam posisi tangan sedang berdoa.
    7. Baca ayat Kursi
      • اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
    8. Dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah

    اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ ۝٢٨٥

    لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَاۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَࣖ ۝٢٨٦

    9. Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas. Membaca surat Al Ikhlash, surat Al Falaq, dan surat An Naas masing-masing sekali lalu tiupkan ke kedua tangan. Setelah itu mengusap kedua tangan tersebut ke kepala, wajah dan bagian tubuh yang dapat dijangkau. Ulangi sebanyak tiga kali.

      10. Doa sebelum tidur

        بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْي

        11. Arahkan Peserta untuk tidur berbaring pada sisi kanan, pada rusuk sebelah kanan dan berbantal dengan tangan kanan.  Hal ini bermanfaat bagi kesehatan  jantung, tidak mengapa apabila setelah terlelap tidur posisi badan berubah posisinya.

        12. Tidak boleh tidur tengkurap karena posisi ini adalah posisi tidur para ahli neraka dan dimurkai Allah.

        13.Muhasabah sederhana. Pembina meminta Peserta memejamkan mata dan meminta mereka mengikuti ucapan Pembina di dalam hati. Pembina lalu berdoa, “Ya Allah, hilangkanlah rasa iri hati dan dengki dari diri hamba. Ya Allah, bila dari pagi sampai malam ini ada orang yang menyakiti hamba, maka hamba ikhlas untuk memaafkannya dan berilah mereka hidayah-Mu. Tetapi bila dari pagi sampai malam ini ada perbuatan hamba yang menyakiti orang lain atau melakukan perbuatan maksiat kepada-Mu, maka hamba Mohon Ampunan dan Taubat kepadamu, Sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Maha Penerima Taubat.”

        14. Perbanyak Dzikir. Lalu Pembina Berdzikir dengan volume suara yang terus menurun. Misalnya membaca istighfar 33x dengan suara keras, lalu 33x dengan suara sedang, 33x dengan suara pelan, 33 kali dengan suara kecil. 33x suara sangat kecil. Sampai semua Peserta tidur.

        15. Apabila ada Peserta  yang bicara atau ngobrol, ingatkan untuk diam dengan isyarat tangan tanpa suara.

        Adab Bangun Tidur

        1. Pembina membangunkan Peserta lalu meminta mereka duduk dan mengusap bekas tidur yang ada di wajah maupun tangan.
        2. Doa ketika bangun tidur

        الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

        • Pembina meminta Peserta:
        • Bersiwak (gosok gigi)
        • Ber-istintsaar-lah (mengeluarkan atau menyemburkan air dari hidung sesudah menghirupnya) tiga kali karena syaitan bermalam di rongga hidungnya
        • Mencuci kedua tangan tiga kali
        • Berwudhu

        Adab lainnya

        1. Tidur di awal malam setelah sholat isya. Supaya bisa bangun di akhir malam untuk sholat Tahajud
        2. Tidak ngobrol atau bergadang setelah isya kecuali ada keperluan. Misalnya untuk belajar, ke toilet, atau keperluan mendesak lainnya.
        3. Muhasabah; Mengingat-ingat segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari. Jika ada perbuatan dan perkataan baik, maka hendaknya memuji Allah, jangan memuji diri sendiri, apabila sebaliknya, maka hendaknya segera memohon ampunan-Nya, kembali dan bertobat kepada-Nya.
        4. Jangan tidur di atas dak terbuka
        5. Jika bermimpi baik, maka bergembiralah dan ceritakan isi mimpi kepada orang lain. Bila mimpi buruk, maka meludahlah ke kiri tiga kali, baca ta’awudz jangan diceritakan kepada orang lain, dan pindahlah posisi tidur, atau bangunlah dan shalatlah
        6. Apabila merasa gelisah, risau, merasa takut ketika tidur malam atau merasa kesepian maka dianjurkan sekali baginya untuk berdo’a sebagai berikut:

        أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ منْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ.

        “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan para syaitan dan dari kedatangan mereka kepadaku.”

        • Sesama Jenis Kelamin, Dilarang Tidur Satu Selimut
        • Tidak Boleh Telanjang
        • Anak laki-laki dan perempuan hendaknya dipisahkan tempat tidurnya setelah berumur 6 tahun.

        Ditulis Oleh : Ayah Surya

        Bogor, 20 Mei 2016

      1. Aku merasa, ini tulisan yang paling aku senangi diantara tulisan-tulisanku yang lain…..

        Pada suatu malam ada seorang pria yang lagi gundah gulana. Dia bingung dengan dirinya sendiri dan masa depannya. Pada pagi hari sampai sore harinya, sering sekali terlintas dalam pikirannya sosok wanita yang selama ini dia impikan. Lalu hatinya curhat dan mencoba menasehati akalnya. “rinduku padanya memuncak akhir2 ini. Ketika rindu ini muncul, ku hanya bisa istighfar & berdoa semoga dia tambah sholehah & mendapatkan suami yang sholeh. Ak … Read More

        via SANG SURYA

      2. Tulisan ini saya maksudkan sebagai lanjutan dari tulisan saya berjudul “Saya ini Perusak Agama Islam.” Bagi yang belum baca, silahkan baca dulu atau baca setelah membaca tulisan ini.

        Tadi, habis maghrib, di kamarku berserakan makalah-makalah hasil seminar ideologi Muhammadiyah. Makalah-makalah itu berserakan karena kemarin teman saya Irfa berkunjung ke kos, bertanya darimana saya tahu pidato-pidato KH. Ahmad Dahlan, lalu saya tunjukan makalah-makalah itu. Niatnya mau membereskan malah iseng membaca sekilas beberapa makalah. Aku mendapatkan sebuah paragraf yang menurutku menarik di lampiran sebuah makalah. Lampiran itu berjudul “Keterangan Umum Di Atas Pendirian ‘Majlis Tarjih’ Muhammadiyah” yang merupakan hasil sidang PB Muhammadiyah, tanggal 26/27 Oktober 1927.” Dalam tulisan kali ini, saya hanya akan membahas paragraf kedua dan ketiga dari hasil sidang tersebut. Ketika membaca dua paragraf itu, teman-teman harus ingat, kalimat yang digunakan dalam surat keputusan itu menggunakan bahasa Indonesia tempo dulu. Mungkin kamu akan menemukan kalimat-kalimat yang janggal dan aneh. Berikut ini dua paragraf itu: Baca Lebih Lanjut…..

      3. Saya pernah diceritakan oleh teman saya pengalamannya ketika bertamu kerumah perempuan aktivis gender. Kata teman saya, sang aktivis ketika sebelum menikah, sangat lantang menentang prilaku suami yang menyuruh-nyuruh istri. Bias gender katanya. Dia mempertanyakan kenapa istri itu harus membawakan minum untuk suaminya, emangnya suami itu sudah tidak bisa jalan? Kenapa istri harus membukakan kaus kaki suami, emangnya istri itu babu? Baca Lebih Lanjut….

      4. Jujur, saya miris melihat beberapa website atau note di facebook yang isinya saling merasa diri paling benar, paling salaf, atau paling ahlul sunnah dan menghujat orang atau ulama yang berbeda faham dengannya sambil mengeluarkan penilaian atau pelabelan yang negatif seperti ulama-ulama nyleneh, ulama ussuu’ (ulama busuk), ulama penguasa, sesat, kafir, sekuler, liberal, ulama dajjal, ahlul bidah, orang taklid, dan lain sebagainya.

        Ada ga sih orang yang mau dibilang seperti hal diatas itu? Lalu Anda (yang ngerasa sering mengeluarkan kata-kata itu) apakah Anda senang bila ada orang yang mengatai Anda Ahlul bid’ah? Lalu kenapa Anda sering mengatai orang lain dengan kata-kata itu? Mungkin Anda merasa bahwa Anda sedang Amar ma’ruf nahi munkar atau katakanlah kebenaran walau itu pahit. Tetapi tahukah Anda kalau dakwah atau pendidikan itu harus dilakukan dengan bil hikmah (bijaksana)? Dan dengan bertahap, sedikit demi sedikit? Apakah bijaksana mengatai orang yang Anda dakwahi atau orang yang sedang Anda amar ma’ruf nahi munkar dengan kata-kata busuk itu? Apakah dengan mengeluarkan hujatan-hujatan busuk itu orang-orang yang liberal, sekuler, atau ahlul bid’ah akan tobat? Baca Lebih Lanjut……

      5. Tahukah Anda kalau wakaf tanah yang dikelola Muhammadiyah bila digabungkan jadi satu, luasnya hampir sama dengan luas Provinsi Jawa Barat? Tahukah Anda kalau Muhammadiyah adalah organisasi keagamaan terkaya kedua didunia setelah Vatikan Katolik? Ini merupakan sumber daya umat Islam yang potensial andai dikelola dengan cerdas dan strategis. Hal ini tidaklah mengherankan karena Muhammadiyah adalah organisasi pergerakan Islam yang lebih menekankan pada amal daripada banyak berdebat atau berkonsep ria. Satu ayat Al Quran bisa ditafsirkan dengan mendirikan banyak amal usaha. Konon katanya, Muhammadiyah selama ini hanya baru menafsirkan sekaligus mengamalkan 500 ayat Al-Quran saja. Andai Muhammadiyah bisa mengamalkan seluruh ini Al Quran, tentu Muhammadiyah akan menjadi organisasi terkaya dan paling berpengaruh didunia. baca Lebih Lanjut….

      6. Sahabatku, kalau aku boleh sedikit saran supaya kamu cepet sembuh, banyakin sedekah. Sedekah itu bisa menolak bala, memperpanjang umur, menyembuhkan penyakit, dan mendatangkan rezeki.

        Sebenarnya membuat orang lain senang itu juga sedekah. Sedekah juga bisa berupa: membantu orang lain yang membutuhkan, mendoakan orang lain, senyum, memberi uang pada orang yang sedang membutuhkan uang, infak, wakaf, zakat, mendamaikan orang yang bertengkat, mencegah orang berbuat maksiat atau kejahatan, dll.  Baca Lebih Lanjut…..

      7. Suatu hari, ada seorang pemuda yang lagi ngenet di warnet dekat kosnya. Dia sedang memperbaiki website yang baru satu bulan dia beli. Ketika sedang asik ngenet, pengelola warnet memutar lagu Dewa 19 yang liriknya kurang lebih seperti ini, “Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta, kepadaku. Beri sedikit waktu….” Ketika itu, sang pemuda memang sedang lagi gundah-gulananya dengan masalah cinta. Dia sedang mencintai seorang gadis tetapi dia tidak tahu apakah gadis itu juga mencintainya atau tidak. Dia sudah menyatakan perasaannya pada gadis itu, tetapi gadis itu tidak memberikan sebuah respon. Mungkin juga gadis itu sudah memberikan respon tetapi sang pemuda itu belum bisa menangkap rospon itu. Lalu setelah mendengar lagu tersebut, pikiran pemuda itu bicara pada hati si pemuda: Baca Lebih Lanjut….

      8. Aku coba membaca kembali status-status yang kubuat di Facebook. Ternyata banyak juga yang membuatku terinspirasi kembali. Kadang aku tidak percaya, bisa-bisanya aku menulis seperti itu. Dulu aku kesambet malaikat apa yah, kok bisa-bisanya menulis status kaya gitu???? Jadi tidak percaya itu tulisanku. Nih aku sajikan satus-statusku selama 3 bula terakhir:

        Hidup adalah perjuangan tanpa henti2, usah kau tangisi hari kemarin (perasaan kaya lirik lagu, lagu apa ya?)

        Niat > mimpi > belajar dr orang yg sudah brhasil meraih mimpi yg sm dgn mimpi qt > tiru langkah orng itu > modifikasi & sesuaikn > buat rencana > aksi sesuai rencana > evaluasi > sabar dlm proses > syukur pd stiap tahap yg brhasil d lalui

        Apakah d masa depan aq akan menyesalkan apa yg ku lakukan hari ini? Ato membanggakan? Trgantung pada apa yg aq lakukan hari ini. Lakukan sesuatu yg buat aq mensyukurinya & bangga d hari esok.

        Berpikirlah dahulu sebelum brniat,renungkanlah dahulu sebelum bertindak,&brmusyawarahlah sebelum melangkah. Bermusyawarah dengan orang2 bijak akan menghasilkan keteguhan dalam jiwa dan kekuatan dalam pandangan. Baca Lebih Lanjut…

      9. 4 hal yang harus dijaga: menjaga pikiran, menjaga pendengaran, Menjaga ucapan, dan menjaga hati. Baca Lebih Lanjut…

      10. Beberapa hari yang lalu, sobatku si Tora (bukan nama sebenarnya) menangis gara-gara pertama-tama dia menceritakan isi buku yang dia baca lalu kutambahi, “di akherat nanti tidak setiap muslim bisa melihat atau ketemu Allah.” Dia terkejut mendengar perkataanku tadi. Dan beberapa saat kemudian dia menangis. Menangis karena merasa banyak dosa dan masih menjadi orang yang lalai. Lalu dia bertanya, “sur, bagaimana caranya supaya bisa bertemu dan melihat Allah.” Lalu kujawab aja, “banyak-banyakin sujud (sholat), sholat wajib itu hanya sebagai modal dasar atau syarat minimal menjadi seorang muslim, kalau mau ketemu Allah banyakin sholat sunatnya.” Eh, malah dia tambah menangis. Ga tahu aku apa yang dia sedang pikirkan ketika itu, kok bisa-bisanya dia menangis hanya mendengar omonganku yang agak sok tahu itu. Dalam hatiku berkata, “kok bisa yah, dia yang mendengar kata-kataku segitu aja kok bisa menangis tersedu-sedu, aku aja yang sudah tahu dari bertahun-tahun yang lalu, biasa biasa aja tuh, kok bisa yah dia seheboh itu. Atau mungkin karena akunya aja yang aneh. Mungkin hatiku kurang peka karena banyak buat dosa sebingga banyak tinta hitamnya sehingga dengan ilmu itu tidak membuat hatiku tercerahkan.” Aku heran, kok bisa yah orang lain itu menangis dengan mendengar beberapa kalimat yang sederhana? Kok aku enggak? Baca Lebih Lanjut….

      11. Beberapa minggu yang lalu aku merenungkan perbedaan antara mengidolakan sama simpati atau kekaguman. Aku baru menemukan satu, yaitu keinginan untuk meniru. Aku coba memperhatikan orang yang mengidolakan seorang artis atau pemain bintang sepak bola. Misalnya Gita Gutawa. Penggemar ini mencoba bergaya seperti gita gutawa dari mulai pakaian sampai aksesorisnya, dari mulai gaya bicara sampai cara berjalannya. Dia juga mencoba menghapal semua lagu Gita Gutawa. Dia koleksi kaset dan cd lagu-lagu gita gutawa. Dia hadiri konser-konser gita gutawa. Ada kerinduan ingin bertemu Gita Gutawa. Pas ketemu Gita Gutawa, senengnya minta ampun. Dia peluk si idola. Dia juga membawa hadiah atau kenang-kenangan bagi sang idola. Baca Lebih Lanjut….

      12. Pada suatu malam ada seorang pria yang lagi gundah gulana. Dia bingung dengan dirinya sendiri dan masa depannya. Pada pagi hari sampai sore harinya, sering sekali terlintas dalam pikirannya sosok wanita yang selama ini dia impikan. Lalu hatinya curhat dan mencoba menasehati akalnya.

        “rinduku padanya memuncak akhir2 ini. Ketika rindu ini muncul, ku hanya bisa istighfar & berdoa semoga dia tambah sholehah & mendapatkan suami yang sholeh. Aku percaya Allah akan memberi aku & dia jodoh yg cocok bagi aku dan dia.Karena pilihan Allah itu pasti lebih indah.Aku berharap jodohku pilihan Allah sama dengan pilihanku.”

        “Aku berdoa, ‘ya Allah yang Maha Mengetahui kejadian masa lalu dan yang akan datang, apabila menurutmu dengan menikahi dia aku bisa membahagiakannya dunia akherat, maka nikahkanlah aku dengan dia, tetapi bila ada pria lain yang lebih bisa membahagiakannya dunia akherat, maka nikahkanlah dia dengannya. Sesungguhnya aku ingin melihat, mengetahui dan membuat dia bahagia.”

        “Wahai akalku, memang sakit melihat wanita yang aku impikan itu menikah dengan pria lain, tetapi akan lebih sakit lagi bila aku mengetahui bahwa dia tidak bahagia dengan bersamaku.” Baca Lebih Lanjut….

      13. KH Ahmad Dahlan pernah berkata intinya bahwa hidup ini hanya sekali, jangan sampai sesat. jangan sampai menyesal setelah meninggal. oleh karena itu, beliau mewajibkan para santrinya untuk terus menerus mencari kebenaran. terus menerus meneliti apakah akidah aku sudah benar? ibadah aku sudah benar? apakah akhlakku sudah benar? apakah muamalahku sudah benar? kalau merasa sudah benar, apa buktinya? pernahkah mengujinya? siapa tahu yang sudah aku yakini selama ini adalah ternyata salah? lalu bagaimana mengujinya? Baca Lebih Lanjut….

      Buat situs web Anda sendiri, gratis di WordPress.com.Buat situs web Anda sendiri.
      Mulai gratis