- Arahkan peserta untuk Wudhu, lalu masuk kamar/ ruangan tidur
- Bersihkan kasur/karpet/matras dari barang-barang yang bisa mengganggu tidur.
- Baca Basmallah lalu Kibaskan kasur/ karpet sebanyak 3 kali.
- Kondisikan semua Peserta supaya berbaring dan diam.
- Padamkan lampu, tutup jendela, kalau ada makanan atau minuman pastikan dalam keadaan tertutup dan disimpan dengan rapi.
- Pembina membacakan Dzikir dan doa dengan volume suara yang cukup bisa didengar Peserta lalu Peserta disuruh mengikuti bacaan Pembina dalam hati dalam posisi tangan sedang berdoa.
- Baca ayat Kursi
- اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
- Dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah
اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ ٢٨٥
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَاۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَࣖ ٢٨٦
9. Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas. Membaca surat Al Ikhlash, surat Al Falaq, dan surat An Naas masing-masing sekali lalu tiupkan ke kedua tangan. Setelah itu mengusap kedua tangan tersebut ke kepala, wajah dan bagian tubuh yang dapat dijangkau. Ulangi sebanyak tiga kali.
10. Doa sebelum tidur
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْي
11. Arahkan Peserta untuk tidur berbaring pada sisi kanan, pada rusuk sebelah kanan dan berbantal dengan tangan kanan. Hal ini bermanfaat bagi kesehatan jantung, tidak mengapa apabila setelah terlelap tidur posisi badan berubah posisinya.
12. Tidak boleh tidur tengkurap karena posisi ini adalah posisi tidur para ahli neraka dan dimurkai Allah.
13.Muhasabah sederhana. Pembina meminta Peserta memejamkan mata dan meminta mereka mengikuti ucapan Pembina di dalam hati. Pembina lalu berdoa, “Ya Allah, hilangkanlah rasa iri hati dan dengki dari diri hamba. Ya Allah, bila dari pagi sampai malam ini ada orang yang menyakiti hamba, maka hamba ikhlas untuk memaafkannya dan berilah mereka hidayah-Mu. Tetapi bila dari pagi sampai malam ini ada perbuatan hamba yang menyakiti orang lain atau melakukan perbuatan maksiat kepada-Mu, maka hamba Mohon Ampunan dan Taubat kepadamu, Sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Maha Penerima Taubat.”
14. Perbanyak Dzikir. Lalu Pembina Berdzikir dengan volume suara yang terus menurun. Misalnya membaca istighfar 33x dengan suara keras, lalu 33x dengan suara sedang, 33x dengan suara pelan, 33 kali dengan suara kecil. 33x suara sangat kecil. Sampai semua Peserta tidur.
15. Apabila ada Peserta yang bicara atau ngobrol, ingatkan untuk diam dengan isyarat tangan tanpa suara.
Adab Bangun Tidur
- Pembina membangunkan Peserta lalu meminta mereka duduk dan mengusap bekas tidur yang ada di wajah maupun tangan.
- Doa ketika bangun tidur
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
- Pembina meminta Peserta:
- Bersiwak (gosok gigi)
- Ber-istintsaar-lah (mengeluarkan atau menyemburkan air dari hidung sesudah menghirupnya) tiga kali karena syaitan bermalam di rongga hidungnya
- Mencuci kedua tangan tiga kali
- Berwudhu
Adab lainnya
- Tidur di awal malam setelah sholat isya. Supaya bisa bangun di akhir malam untuk sholat Tahajud
- Tidak ngobrol atau bergadang setelah isya kecuali ada keperluan. Misalnya untuk belajar, ke toilet, atau keperluan mendesak lainnya.
- Muhasabah; Mengingat-ingat segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari. Jika ada perbuatan dan perkataan baik, maka hendaknya memuji Allah, jangan memuji diri sendiri, apabila sebaliknya, maka hendaknya segera memohon ampunan-Nya, kembali dan bertobat kepada-Nya.
- Jangan tidur di atas dak terbuka
- Jika bermimpi baik, maka bergembiralah dan ceritakan isi mimpi kepada orang lain. Bila mimpi buruk, maka meludahlah ke kiri tiga kali, baca ta’awudz jangan diceritakan kepada orang lain, dan pindahlah posisi tidur, atau bangunlah dan shalatlah
- Apabila merasa gelisah, risau, merasa takut ketika tidur malam atau merasa kesepian maka dianjurkan sekali baginya untuk berdo’a sebagai berikut:
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ منْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ.
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan para syaitan dan dari kedatangan mereka kepadaku.”
- Sesama Jenis Kelamin, Dilarang Tidur Satu Selimut
- Tidak Boleh Telanjang
- Anak laki-laki dan perempuan hendaknya dipisahkan tempat tidurnya setelah berumur 6 tahun.
Ditulis Oleh : Ayah Surya
Bogor, 20 Mei 2016