Pada awal perkembangan perkeretaapian masa lampau, lokomotif yang digunakan digerakkan dengan tenaga uap. Kini lokomotif-lokomotif uap tersebut sudah tidak banyak digunakan lagi karena kalah efisien dari segi biaya operasional dan keramahan lingkungan. Kebanyakan kini lokomotif uap tersebut hanya dipertahankan untuk keperluan wisata dan pelestarian sejarah.
Uniknya di buku cerita atau film anak-anak, karakter yang digambarkan seringnya masih menggunakan lokomotif uap, bukan lokomotif diesel atau kereta listrik yang hari ini digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin karena saking ikoniknya bentuk dan suara lokomotif uap tersebut. Seperti karakter di film kartun Thomas & Friends misalnya.
“Choo… choo…” atau kalau dalam bahasa kita “Tut… tut…”. Di lagu naik kereta api pun kita ada bunyi “tut… tut…” itu.
Berawal dari kesukaan anak saya terhadap cerita kereta api tersebut, saya ingin mengajak anak saya melihat secara langsung kereta api uap yang ada di Indonesia, tepatnya di Museum Kereta Api Ambarawa.
Saya mencari info kapan saja perjalanan kereta api yang tersedia di sana melalui akun Instagram resmi mereka pada bulan Juli ini. Sayangnya perjalanan yang tersedia pada bulan Juli ini tidak ada yang menggunakan lokomotif uap, tetapi menggunakan lokomotif diesel hidrolik D301. Pada bulan Juni sebelumnya saya cek ada 1 perjalanan yang menggunakan lokomotif uap.
Walaupun lokomotif yang digunakan sudah lebih modern daripada kereta uap, namun kereta penumpangnya masih menggunakan kereta kayu peninggalan era kolonial. Jadi tetap terasa lah ya nuansa klasiknya. Hehehe.
Untuk dapat mengikuti perjalanan kereta api ini saya sarankan sebaiknya reservasi jauh-jauh hari agar kita benar-benar mendapatkan jadwal yang kita inginkan. Apalagi pada masa high season, seperti liburan anak sekolah. Reservasi dapat dilakukan melalui Whatsapp pada nomor yang tertera di akun Instagram tersebut. Berdasarkan pengalaman saya kemarin, pembayarannya dilakukan dengan menggunakan QRIS pada waktu pagi di hari H. Nanti mereka akan melakukan konfirmasi kembali dengan menyebutkan rincian tarif yang perlu dibayar dan mengirimkan foto QRIS melalui Whatsapp.
Daftar tarif pada weekend ketika saya naik itu adalah sebagai berikut:
- Tiket masuk dewasa Rp20.000
- Tiket masuk anak Rp10.000
- Tiket masuk wisatawan mancanegara Rp30.000
- Tiket Reguler CR Rp125.000 (usia >3 tahun)
- Tiket Exclusive AR/VIP Rp250.000 (usia >3 tahun)
Benar saja, pada hari kedatangan saya ke museum kereta api Ambarawa di pintu gerbang sudah terpasang pengumuman bahwa tiket perjalanan kereta api hari itu seluruhnya sudah habis. Untung saya sudah melakukan reservasi sebelumnya.




