“Sedari dulu pun penghianatan
Tetap
Kasih yang Dia perkenalkan”
Kemudian,
Si hawa bercela itu
Dibawa pada perayaan
dia berpikir,
perayaan itu adalah tanda kekalahan
tetapi,
justru perayaan atas penghianatan
adalah tanda kemenangan
lalu,
Si hawa bercela itu
Menyadari bahwa
“Sejauh apapun aku melangkah
Tetap
Yang ku rindukan Allah”
“Seluas apapun aku berpikir
Tetap
Dia di hati, bukan di alam pikir”
Seiring berjalannya waktu,
Si hawa yang telah di pilih itu
Merasa bahwa
perayaan atas kemenangan itu
Menghantam keinginannya
dan
Berbenturan dengan kehendaknya
Sampailah, ia
Menyadari bahwa
Bagiannya kini adalah
Tetap
Pada satu tujuan kekal
Hingga dia kembali berpikir
bahwa
“Sebanyaknya aku tak tak T.A.A.T
Tetap
Sebanyak itu pula Dia beri H.I.K.M.A.T”
TTD
Rossy