
Sebuah kisah patah hati atas industri film pilihan dan negara yang menaunginya
Dalam perjalanan panjang menonton film India, perasaan atas penyudutan Islam yang kerap kali memang dihadirkan secara sengaja berhasil dianalisis dengan sangat baik oleh Nadira Khatun, akademisi India yang bukunya baru saja saya baca: Postcolonial Bollywood and Muslim Identity (2024). Buku itu secara ritmis mengurai penyebab dari terjadinya hal-hal tersebut, yang ternyata faktor kolonialisme Inggris amat berperan besar di dalamnya: dengan terjadinya partisi berupa pemisahan warga India berdasarkan agamanya. Masih berapi-api merasakan emosi atas isi dari buku itu, saya menemukan film India berjudul Dhurandar (2025), film yang belakangan dikenal atas tuduhan propaganda yang menimpanya. Saat menonton film itu, jujur saja saya membawa prasangka itu.
Lanjutkan membaca “Islamofobia Nyata di Depan Mata”








