malam ini, sepi.. hanya ada suara jangkrik dan detak jarum jam..
aq masih saja terpaku di depan laptop ku, tersambung dengan internet, namun entah mengapa tidak sama sekali terpikir untuk berbuat sesuatu, biasanya sudah chit-chat sana sini, ngalur ngidul dengan Regi, sahabatku yang selalu saja mengganggu kapan saja dia mau.
tapi malam ini regi entah kemana, sms ku seharian ini tidak dibalasnya, bbm tidak aktif, bahkan telfon ku tidak juga di jawabnya, aku termenung kenapa? ada apa dengan regi hari ini?
aku memutar-mutar handphone ku, apa sebaiknya aku menelfon mamanya saja, barang kali mamanya tahu kenapa regi seharian ini menghilang. baru saja aku ingin mencari nomor handphone mamanya, aku terpikir atau jangan-jangan dia emang mau menyendiri hari ini?, maklum lah sahabatku yang rewel itu kadang-kadang sangat suka menyendiri dan berimajinasi dengan pikirannya sendiri,tanpa mau diganggu.
baru saja satu hari aku kehilangan dia serasa aku kehilangan warna dalam hidupku, mana sms nya yang isinya selalu saja tentang makanan, mana buzz-nya di yahoo messanger ku, biasanya dia yang paling ribut jika malam-malam begini, sampai aku sendiri kerepotan meladeninya, dia yang cerdas tapi lebih sering menolak untuk mencoba hal yang baru padahal dia tahu dia pasti bisa. dia hanya akan mencoba setelah tak bisa membendung rasa penasarannya, dan merasa panik jika dia merasa hal itu aneh, padahal dia tahu dia bisa, dan hal itu bukan lah sesuatu yang harus terlalu di khawatirkan. dan sering sekali hanya membuat ku geleng-geleng kepala dan menghela napas.
tapi malam ini kemana bocah itu, kenapa dia tidak menampakkan dirinya bahkan hanya bilang “hai” dan kemudian pergi beranjak tidur. apa dia terlalu lelah dengan aktifitasnya hari ini. yahhh.. dia adalah orang yang tidak pernah membiarkan waktu nya terbuang sia-sia, dia akan selalu mencari kesibukan untuk hal yang bermanfaat baik buat dirinya sendiri atau bahkan untuk orang lain, dia sahabat yang sangat membanggakan.
baru malam ini saja aku sangat mengkhawatirkannya, merasa sangat jauh darinya, ada apa? kenapa perasaan ku begitu gelisah? padahal dulu bahkan tidak ada kontak untuk beberapa hari aku dan dia biasa saja, aku biarkan dia menghabiskan waktu dengan kegiatannya atau dengan teman-temannya yang lain. karna aku tahu dia akan kembali pada ku pada saatnya dia harus kembali padaku untuk berbagi segalanya.
hoohh.. mungkin semua ini hanya perasaanku saja, yang sebulan ini tidak pernah putus kontak dengannya, sejak aku mengambil cuti untuk beristirahat sejenak dari rutinitas perkerjaan, dialah yang mengisi hari-hariku. mungkin sebaiknya aku pergi tidur agar sedikit tenang, dan mungkin saja aku bisa bertemunya dalam mimpi, hahahahaha… kenapa sampai segitunya aku memikirkan dia.
aku pun beranjak ketempat tidur, baru saja ingin merebahkan badan ke tempat tidur, handphone ku berdering, dan itu telfon dari mama regi, aku melihat jam sudah menunjukkan pukul 10.30 malam. segera aku mengangkat telponnya.
“hallo tante..”
“amii…” ujar tante kedengaran seperti menangis, aku sontak kaget.
“ada apa tant?? tante kenapa?” ujar ku tidak sabaran ingin mendengar jawaban tante.
“regi.. mii… regii koma dan sekarang sedang di rumah sakiit” kemudian aku mendengar mama regi menangis di ujung telfon dan mematikan handphonenya.
aku bergegas mencari sweater ku, buru-buru dengan tangan gemetaran, mata memanas membayangkan regi terbujur di tempat tidur rumah sakit, bagaimana bisa?? apa yang terjadii,. aku bergegas ke rumah sakit.
setibanya di rumah sakit, aku mendapati papa, mama, kakak dan abang regi, dengan tegar mereka memandang ku, aku tidak tega melihat wajah mereka, kak mita kakak regi yang tertua menuntun ku ke kamar dimana regi di rawat, dan aku aku melihatnya terbujurr dengan perban hampir diseluruh kaki dan tangannya, serasa ingin berteriak dan menangis kerass, tapi hanya airmataku berlinang seperti banjir, sambil sesenggukan, aku tidak bisa melihat regi terbujur seperti itu, airmataku terus berlinang, sahabat terbaik ku apa yang terjadi padanya.
“selepas isya tadi regi baru saja selesai dari rumah teman kerjanya, karna harus menyelesaikan laporan untuk besok, dan saat dijalan pulang dy di tabrak oleh sebuah mobil kemudian si penabrak melarikan diri” ujar kak mita menahan tangisnya.
aku tertunduk menahan tangisku yang bahkan hampir tak bisa ku tahan, dalam hatiku hanya berujar kuatkan regi ya Allah, ingin ku katakan kepada regi, berbagilah dengan ku sakitmu itu, agar kita sama-sama merasakan sakit, bukankah kita bersahabat untuk saling berbagi, kenapa kau tahan sendiri sakitmu regi, bangunlah.. disini ada aku. aku tidak akan membiarkanmu merasakan sakit, aku pegang tangannya yang dingin, bangunlah regi… aku ingin melihatmu tersenyum dan tertawa bersamaku lagi. jangan biarkan dirimu kalah dengan sakit itu, disini ada akuu… adaa akuuu……