Video di atas ini adalah video mengenai Toni Blank. Siapakah Toni Blank?

Toni Blank adalah seorang penghuni Panti Sosial di Jogjakarta. Beliau (Toni Blank) adalah seorang penghuni Panti Sosial di Jogjakarta.  Toni Blank ini mengalami schizophrenia. Schizoprenia adalah kekacauan jiwa yang serius ditandai dengan kehilangan kontak pada kenyataan (psikosis), halusinasi, khayalan (kepercayaan yang salah), pikiran yang abnormal dan mengganggu kerja dan fungsi sosial.) ini mengalami schizophrenia. Schizoprenia adalah kekacauan jiwa yang serius ditandai dengan kehilangan kontak pada kenyataan (psikosis), halusinasi, khayalan (kepercayaan yang salah), pikiran yang abnormal dan mengganggu kerja dan fungsi sosial.

Perkembangan Intelektual Remaja

Transisi ke Masa Remaja

Masa remaja memiliki sifat kontinuitas dan diskontinuitas dengan masa kanak-kanak. Salah satu bentuk kontinuitasnya adalah gen yang diwariskan orang tua masih mempengaruhi pemikiran dan perilaku remaja, tetapi pada masa remaja, gen berinteraksi dengan kondisi sosial dunia remaja seperti keluarga, teman sebaya, persahabatan, pengalaman bersekolah, dll. (Santrock, 1995). Kemudian, bentuk diskontinuitas masa remaja dengan anak-anak terletak pada rangsangan yang membangkitkan emosi dan derajat individu, khususnya pengendalian latihan individu terhadap ungkapan emosi mereka (Hurlock, 1980). Jika pada masa kanak-kanak kita dapat mengamati seorang anak memperlihatkan bentuk emosi kepada perilaku nampak (merengek, marah, dll.), di masa remaja kita akan melihat individu meluapkan emosinya dengan perilaku yang berbeda dari masa kanak-kanaknya seperti menggerutu, mengalihkan emosi dengan bercerita pada teman sebaya, dll.

Pemikiran individu pada saat mereka masuk ke dalam tahap perkembangan remaja menjadi semakin abstrak, logis dan idealistis. Remaja lebih mampu menguji pemikiran diri mereka sendiri maupun orang lain dan apa yang dipikirkan oleh orang lain tentang diri mereka serta cenderung menginterpretasikan dan memantau dunia sosial. Satu hal yang pasti tentang aspek psikologis dari perubahan fisik remaja adalah bahwa remaja disibukkan dengan tubuh mereka dan mengembangkan citra individual mengenai gambaran tubuh mereka. Kemudian, hal yang perlu kita ingat adalah dunia seorang anak remaja meliputi perubahan social, kognitif dan perubahan fisik. Sama seperti semua periode perkembangan, proses-proses ini bekerja bersama untuk menghasilkan siapa kita dimasa remaja (Block, 1992; Eccles & Buchanan, 1992).

Pemikiran Operasional Formal

Pemikiran operasional formal merupakan salah satu perubahan yang membedakan antara remaja dengan anak-anak. Pemikiran operasional formal ini berlangsung pada usia sekitar 11 sampai dengan 15 tahun. Ciri khas dari pemikiran ini adalah bersifat lebih abstrak, idealistis dan logis. Dengan pemikiran operasional formal, remaja dapat membangkitkan situasi khayalan, kemungkinan hipotesis dan penalaran yang benar-benar abstrak. Selain berpikir abstrak, remaja juga berpikir idealistis. Remaja berpikir tentang ciri-ciri ideal bagi mereka sendiri maupun orang lain serta  membandingkan diri mereka dengan orang lain. Bila pada masa kanak-kanak, kita hanya melihat bahwa anak-anak lebih berpikir tentang sesuatu yang nyata dan terbatas. Sehingga tidak heran bila remaja menjadi tidak sabar dan lebih sering berfantasi tentang sesuatu yang mengarah ke masa depan. Disaat bersamaan, remaja juga berpikir secara logis (Kuhn, 1991). Remaja mulai berpikir layaknya ilmuwan; memecahkan masalah dan menguji pemecahan masalah secara sistematis. Tipe pemecahan masalah ini diberi nama penalaran deduktif hipotesis. Penalaran deduktif hipotesis adalah konsep operasional Piaget—menyatakan bahwa remaja memiliki kemampuan kognitif untuk mengembangkan hipotesis (dugaan terbaik) mengenai cara memecahkan masalah. Setelah itu, mereka menarik kesimpulan secara sistematis dan menetapkan cara mana yang paling tepat untuk memecahkan masalah tersebut. Namun pemikiran operasional formal yang selama ini dikembangkan Piaget, baru-baru ini ditentang oleh beberapa ilmuwan (Byrnes, 1988; Danner, 1989; Lapsley, 1989). Menurut para ilmuwan ini, ternyata terdapat banyak variasi individual. Hanya satu dari tiga orang remaja yang merupakan pemikir operasional formal dan banyak orang dewasa yang tidak pernah menjadi pemikir operasional formal. Pada remaja yang menjadi pemikir operasional formal, proses asimilasi (menggabungkan informasi baru ke dalam pengetahuan yang ada) mendominasi perkembangan awal operasional formal dan dunia ini dilihat secara subyektif dan ideal.

Kognisi Sosial

Pemikiran remaja bersifat egosentris. Menurut Elkind, egosentrisme remaja (adolescent egocentrism) memiliki dua bagian yaitu penonton khayalan dan dongeng pribadi. Penonton khayalan (imaginary audience) merupakan keyakinan remaja bahwa orang lain memperhatikan dirinya sebagaimana ia memikirkan dirinya sendiri. Perilaku-perilaku yang ditujukan untuk menarik perhatian, umum terjadi pada masa remaja. Hal ini mencerminkan egosentrisme pada remaja; timbul keinginan untuk diperhatikan dan terlihat. Dongeng pribadi (the personal fable) adalah bagian dari egosentrisme remaja yang meliputi perasaan unik seorang anak remaja. Rasa unik pribadi seorang anak remaja membuat ia merasa bahwa tidak seorang pun mengerti tentang perasaan mereka sebenarnya. Dongeng pribadi biasanya dapat ditemukan pada diari seorang anak remaja. Didalam dongeng pribadi itu terdapat pelampiasan seorang remaja yang merasa bahwa tidak seorang pun yang mengerti perasaannya. Misalnya, seorang remaja perempuan yang baru saja diputuskan oleh pacarnya dan ia merasa bahwa ibunya tidak mungkin mengerti perasaan yang sedang dialaminya ini. Oleh karenanya, ia mempertahankan rasa unik itu dengan menceburkan diri ke dalam fantasi yang dibuatnnya sendiri. David Elkind (1985) yakin bahwa egosentrisme remaja disebabkan oleh pemikiran operasional formal. Namun di lain pihak, egosentrisme remaja bukan suatu fenomena kognitif sama sekali. Mereka menganggap penonton khayalanlah yang disebabkan oleh kemampuan berpikir secara hipotetis (pemikiran operasional formal) dan kemampuan untuk melangkah ke luar diri sendiri serta mengantisipasi reaksi orang lain dalam keadaan khayalan (pengambilan perspektif) (Lapsley, 1990, 1991). Beberapa ahli perkembangan menyatakan bahwa egosentrisme dapat menjelaskan perilaku remaja yang nampak ceroboh; meliputi penggunaan obat-obatan, pemikiran bunuh diri, dll. Perilaku ini mungkin disebabkan karakteristik keunikan dan kekebalan egosentris. Prediksi anak remaja yang memiliki egosentris tinggi lebih rendah keakuratannya dibandingkan remaja beregosentris rendah.

Kita dapat melihat bahwa remaja tidak begitu saja menerima suatu informasi dari orang lain, melainkan mereka mencocokkan dengan informasi yang telah didapat sebelumnya. Remaja juga cenderung mendeteksi perubahan yang bersifat situasional baik pada diri sendiri maupun orang lain dibandingkan berpikir bahwa kita semua berperilaku secara konsisten. Selain itu, para remaja mulai mencari lebih dalam tentang siapa dirinya/orang lain baik dari hal yang kompleks bahkan sampai pada hal yang tersembunyi—yang membentuk kepribadian.

Pengambilan Keputusan

Masa remaja adalah masa dimana pengambilan keputusan meningkat (Quaderel, Fischoff & Davis, 1993). Remaja yang lebih tua lebih kompeten dalam mengambil keputusan dibandingkan dengan anak remaja yang lebih muda maupun anak-anak. Anak remaja yang lebih muda cenderung menghasilkan pilihan-pilihan, mengantisipasi akibat dari keputusan dan memastikan kredibilitas sumber-sumber. Namun remaja yang lebih muda kurang kompeten dalam mengambil keputusan dibandingkan remaja yang lebih tua. Transisi pengambilan keputusan muncul pada usia 11 sampai dengan 12 tahun  dan pada usia 15 hingga 16 tahun. Mampu mengambil keputusan tidak menjamin seseorang telah benar-benar dapat menentukan dan memutuskan putusan mana yang terbaik untuknya, melainkan luasnya pengalaman pribadi menjadi pengaruh yang besar dalam pengambilan keputusan. Sehingga, mempelajari cara remaja mengambil keputusan menjadi hal yang penting untuk diteliti. Salah satu strategi untuk meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan pada remaja adalah dengan melibatkan remaja dalam permainan peran dan pemecahan masalah kelompok yang berkaitan dengan keadaan yang meliputi masalah seperti seks, obat-obatan, dll.

Terkadang pengambilan keputusan remaja mungkin disalahkan ketika dalam realitas, hal ini merupakan orientasi masyarakat terhadap remaja dan kegagalannya. Tujuan masyarakat menyalahkan keputusan yang diambil oleh remaja adalah untuk memberi remaja pilihan yang lebih memadai. Penyebab seorang anak lebih memilih keputusan yang telah diambilnya  padahal keputusan itu akan membahayakan dirinya sendiri adalah hasil pemikiran yang mendalam tentang perhitungan untung rugi dalam situasi yang menekan yang menawarkan pilihan terbatas atau bahkan tidak adanya pilihan. Bila kita tidak menyukai pilihan yang dipilih seorang remaja, mungkin kita perlu memberinya pilihan yang lebih baik untuk dipilih (Daniel Keating).

Demikianlah paparan dari kami. Semoga bermanfaat. 🙂

5 Tokoh Terkenal di Dunia Psikologi

Erik Erikson

Erik Homburger Erikson dilahirkan di Frankfurt, Jerman, pada tahun 1902. Ayahnya adalah seorang keturunan Denmark dan Ibunya seorang Yahudi. Erikson belajar psikologi pada Anna Freud (putri dari Sigmund Freud) di Vienna Psycholoanalytic Institute selama kurun waktu tahun 1927-1933. Pada tahun 1933 Erikson pindah ke Denmark dan disana ia mendirikan pusat pelatihan psikoanalisa (psychoanalytic training center). Pada tahun 1939 ia pindah ke Amerika serikat dan menjadi warga negara tersebut, dimana ia sempat mengajar di beberapa universitas terkenal seperti Harvard, Yale, dan University of California di Berkley.

Erikson menjadi terkenal karena upayanya dalam mengembangkan teori tentang tahap perkembangan manusia yang dirintis oleh Freud. Erikson menyatakan bahwa pertumbuhan manusia berjalan sesuai prinsip epigenetik yang menyatakan bahwa kepribadian manusia berjalan menurut delapan tahap.Berkembangnya manusia dari satu tahap ke tahap berikutnya ditentukan oleh keberhasilannya atau ketidakberhasilannya dalam menempuh tahap sebelumnya. Pembagian tahap-tahap ini berdasarkan periode tertentu dalam kehidupan manusia: bayi (0-1 tahun), balita (2-3 tahun), pra-sekolah (3-6 tahun), usia sekolah (7-12 tahun), remaja (12-18 tahun), pemuda (usia 20-an), separuh baya (akhir 20-an hingga 50-an), dan manula (usia 50-an dan seterusnya).

Masing-masing tahapan juga memiliki tugas perkembangan sendiri yang bersifat psikososial.

Jean Piaget

Ia lahir di Neuchâtel, Swiss, 9 Agustus 1896 – meninggal 16 September 1980 pada umur 84 tahun. Ia adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan psikolog perkembangan Swiss, yang terkenal karena hasil penelitiannya tentang anak-anak dan teori perkembangan kognitifnya. Menurut Ernst von Glasersfeld, Jean Piaget adalah juga “perintis besar dalam teori konstruktivis tentang pengetahuan. Karya Piaget pun banyak dikutip dalam pembahasan mengenai psikologi kognitif.

Piaget menjabat sebagai profesor psikologi di Universitas Geneva dari 1929 hingga 1975 dan ia paling terkenal karena menyusun kembali teori is perkembangan kognitif ke dalam serangkaian tahap, memperluas karya sebelumnya dari James Mark Baldwin, menjadi empat tahap perkembangan yang lebih kurang sama dengan (1) masa infancy, (2) pra-sekolah, (3) anak-anak, dan (4) remaja. Masing-masing tahap ini dicirikan oleh struktur kognitif umum yang mempengaruhi semua pemikiran si anak (suatu pandangan strukturalis yang dipengaruhi oleh filsuf Immanuel Kant). Masing-masing tahap mewakili pemahaman sang anak tentang realitas pada masa itu, dan masing-masing kecuali yang terakhir adalah suatu perkiraan (approximation) tentang realitas yang tidak memadai. Jadi, perkembangan dari satu tahap ke tahap yang lainnya disebabkan oleh akumulasi kesalahan di dalam pemahaman sang anak tentang lingkungan nya; akumulasi ini pada akhirnya menyebabkan suatu tingkat ketidakseimbangan kognitif yang perlu ditata ulang oleh struktur pemikiran.

Keempat tahap perkembangan itu digambarkan dalam teori Piaget sebagai

  1. Tahap sensorimotor: dari lahir hingga 2 tahun (anak mengalami dunianya melalui gerak dan inderanya serta mempelajari permanensi obyek)
  2. Tahap pra-operasional: dari 2 hingga 7 tahun (mulai memiliki kecakapan motorik)
  3. Tahap operasional konkret: dari 7 hingga 11 tahun (anak mulai berpikir secara logis tentang kejadian-kejadian konkret)
  4. Tahap operasional formal: setelah usia 11 tahun (perkembangan penalaran abstrak).

Sigmund Freud

Ia lahir di Freiberg, Moravia, Austria–Hungary, sekarang Republik Ceko, 6 Mei 1856 – meninggal di London, Inggris, Britania Raya, 23 September 1939 pada umur 83 tahun. Ia adalah seorang psikiater Austria dan pendiri aliran psikoanalisis dalam psikologi. Menurut Freud, kehidupan jiwa memiliki tiga tingkatan kesadaran, yakni sadar (conscious), prasadar (preconscious), dan tak-sadar (unconscious). Konsep dari teori Freud yang paling terkenal adalah tentang adanya alam bawah sadar yang mengendalikan sebagian besar perilaku. Selain itu, dia juga memberikan pernyataan pada awalnya bahwa prilaku manusia didasari pada hasrat seksualitas pada awalnya (eros) yang pada awalnya dirasakan oleh manusia semenjak kecil dari ibunya.

Pengalaman seksual dari Ibu, seperti menyusui, selanjutnya mengalami perkembangannya atau tersublimasi hingga memunculkan berbagai prilaku lain yang disesuaikan dengan aturan norma masyarakat atau norma Ayah. Namun dalam perjalanannya setelah kolega kerjanya Alferd Adler, mengungkapkan adanya insting mati didalam diri manusia, walaupun Freud pada awalnya menolak pernyataan Adler tersebut dengan menyangkalnya habis-habisan, namun pada akhirnya Freudpun mensejajarkan atau tidak menunggalkan insting seksual saja yang ada didalam diri manusia, namun disandingkan dengan insting mati (Thanatos).

Pada tahun 1900, Freud menerbitkan sebuah buku yang menjadi tonggak lahirnya aliran psikologi psikoanalisa. Buku tersebut berjudul Interpretation of Dreamsyang masih dikenal sampai hari ini. Dalam buku ini Freud memperkenalkan konsep yang disebut “unconscious mind” (alam ketidaksadaran). Selama periode 1901-1905 dia menerbitkan beberapa buku, tiga diantaranya adalah The Psychopathology of Everyday Life (1901), Three Essays on Sexuality (1905), danJokes and Their relation to the Unconscious (1905).

Pada tahun 1902 dia diangkat sebagai profesor di University of Viena dan saat ini namanya mulai mendunia. Pada tahun 1905 ia mengejutkan dunia dengan teori perkembangan psikoseksual (Theory of Psychosexual Development) yang mengatakan bahwa seksualitas adalah faktor pendorong terkuat untuk melakukan sesuatu dan bahwa pada masa balita pun anak-anak mengalami ketertarikan dan kebutuhan seksual. Beberapa komponen teori Freud yang sangat terkenal adalah:

· The Oedipal Complex, dimana anak menjadi tertarik pada ibunya dan mencoba mengidentifikasi diri seperti sang ayahnya demi mendapatkan perhatian dari ibu

· Konsep Id, Ego, dan Superego

· Mekanisme pertahanan diri (ego defense mechanisms)

Istilah psikoanalisa yang dikemukakan Freud sebenarnya memiliki beberapa makna yaitu: (1) sebagai sebuah teori kepribadian dan psikopatologi, (2) sebuah metode terapi untuk gangguan-gangguan kepribadian, dan (3) suatu teknik untuk menginvestigasi pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan individu yang tidak disadari oleh individu itu sendiri.

Sejak the Psychoanalytic Society (Perhimpunan Masyarakat Psikoanalisa) didirikan pada tahun 1906, maka muncul beberapa ahli psikologi yang dua diantaranya adalah Alfred Adler dan Carl Jung. Pada tahun 1909 Freud mulai dikenal di seluruh dunia ketika ia melakukan perjalanan ke USA untuk menyelenggarkan Konferensi International pertama kalinya.

Freud dikenal sebagai seorang perokok berat yang akhirnya menyebabkan dia terkena kanker pada tahun 1923 dan memaksanya untuk melakukan lebih dari 30 kali operasi selama kurang lebih 16 tahun. Pada tahun 1933, partai Nazy di Jerman melakukan pembakaran terhadap buku-buku yang ditulis oleh Freud. Dan ketika Jerman menginvasi Austria tahun 1938, Freud terpaksa melarikan diri ke Inggris dan akhirnya meninggal di sana setahun kemudian.

Carl Gustav Jung

Kesswil, 26 Juli 1875 – Küsnacht, 6 Juni 1961. Ia adalah psikiater Swiss dan perintis psikologi analitik.

Pendekatan Jung terhadap psikologi yang unik dan berpengaruh luas ditekankan pada pemahaman “psyche” melalui eksplorasi dunia mimpi, seni, mitologi, agama serta filsafat. Bagi jung, kepribadian merupakan kombinasi yang menackup perasaan dan tingkah laku, baik sadar maupun tidak sadar. Meskipun ia adalah seorang psikolog teoretis dan praktis dalam sebagian besar masa hidupnya, kebanyakan karyanya mengeksplorasi bidang lain: filsafat Timur vs Barat, alkimia, astrologi, sosiologi, juga sastra dan seni. Jung juga menekankan pentingya keseimbangan dan harmoni. Ia memperingatkan bahwa manusia modern terlalu banyak mengandalkan sains dan logika dan akan mendapat manfaat dari pengitegrasian spiritualitas serta apresiasi terhadap dunia bawah sadar.

Burrhusm Frederic Skinner

B.F. Skinner adalah seorang psikolog Amerika Serikat terkenal dari aliran behaviorisme.Inti pemikiran Skinner adalah setiap manusia bergerak karena mendapat rangsangan dari lingkungannya.Sistem tersebut dinamakan “cara kerja yang menentukan” (operant conditioning). Setiap makhluk hidup pasti selalu berada dalam proses bersinggungan dengan lingkungannya. Di dalam proses itu, makhluk hidup menerima rangsangan atau stimulan tertentu yang membuatnya bertindak sesuatu. Rangsangan itu disebut stimulan yang menggugah. Stimulan tertentu menyebabkan manusia melakukan tindakan-tindakan tertentu dengan konsekuensi-konsekuensi tertentu.

Skinner adalah salah satu psikolog yang tidak sependapat dengan Freud. Menurut Skinner meneliti ketidaksadaran dan motif tersembunyi adalah suatu hal yang percuma karena sesuatu yang bisa diteliti dan diselidiki hanya perilaku yang tampak/terlihat. Oleh karena itu, ia juga tidak menerima konsep tentang self-actualization dari Maslow dengan alasan hal tersebut merupakan suatu ide yang abstrak belaka.

Skinner memfokuskan penelitian tentang perilaku dan menghabiskan karirnya untuk mengembangkan teori tentang Reinforcement. Dia percaya bahwa perkembangan kepribadian seseorang, atau perilaku yang terjadi adalah sebagai akibat dari respond terhadap adanya kejadian eksternal. Dengan kata lain, kita menjadi seperti apa yang kita inginkan karena mendapatkan reward dari apa yang kita inginkan tersebut. Bagi Skinner hal yang paling penting untuk membentuk kepribadian seseorang adalah melalui Reward & Punishment. Pendapat ini tentu saja amat mengabaikan unsur-unsur seperti emosi, pikiran dan kebebasan untuk memilih sehingga Skinner menerima banyak kritik.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Create your own website, free on WordPress.com.Create your own website.
Start free