Surat Resign Untuk kantor tercinta

21/03/2020

Dengan Hormat,
Bank Mandiri Syariah bukan hanya menjadi Tempat mencari nafkah, tapi tempat Belajar banyak hal dan berkembang, hingga mengenal banyak orang. Banyak kesempatan baru yang BSM berikan kepada saya, dimana saya selalu mengucap syukur atasnya.

bekerja selama 8 Tahun tidak akan terasa di tempat kerja yang begitu nyaman dengan lingkungan yang hangat, hingga rekan kerja menjadi keluarga kedua saya.

Sangat berat hati rasanya harus menulis surat ini, surat yang dimana mengharuskan saja meninggalkan kantor pertama saya pada hari Jumat, 10 Agustus 2019, dikarenakan ada pilihan yang berat yang harus saya ambil, sebuah kesempatan beasiswa belajar dari pemerintah Tiongkok selama 3 tahun.

Permohonan maaf saya karena tidak bisa memberikan kontribusi yang banyak untuk BSM, dan berharap pengganti saya selalu lebih baik dan memperbaiki dari apa yang sudah ada.

Surat ini bukan pemutus tali silaturahim tapi hanya pemutus status kerja belaka , saya berharap masih akan bisa bersilaturahim dengan BSM kedepanya sebagai nasabah dan sebagai kawan.

Randy

Nasibku di China Saat Corona – COVID-19 Part II

12/03/2020

Seharusnya tanggal 17 Februari 2020 ini saya sudah kuliah seperti biasa, Sudah hampir 3 bulan Virus Corona menyebar di daratan China dan berbagai Negara lainya, segala upaya dilakukan pemerintah China bahkan WHO mencari solusi untuk masalah virus ini. Saya Randy Thamrin, hari ini tanggal 25 Februari 2020, ingin mengabarkan mengenai situasi yang saya alami disaat virus ini masih menyebar diluar sana. Tulisan ini saya buat didalam kamar dimana saya tinggal. Hampir 3 minggu kami mahasiswa Harbin Institute Of Technolgy (HIT) sudah tidak diperbolehkan untuk keluar dari Hotel sama sekali. Di Harbin sendiri sudah ada 198 orang yang terjangkit virus Corona, COVID-19, dengan total sembuh 78 orang (25 feb 2020), dari info grafik yang bisa dilihat di fitur aplikasi wechat, indikasi penurunan jumlah korban yang terkena virus COVID-19 cenderung berkurang, salah satunya Kota Harbin.
Sampai hari ini tanggal 25 Februari 2020 jumlah masyarakat Indonesia di Harbin ada 18 orang pelajar Indonesia yang tersebar di beberapa kampus di kota Harbin dan 1 WNI. South China Morning Post menulis bahwa pemerintah setempat telah melakukan lockdown di 4 dsitrik di kota Harbin. yaitu Daoli, Daowai, Nangang and Xiangfang, harbin menjadi kota ekonomi terbesar kedua di bagian utara china, dengan total populasi sebanyak ±10 juta jiwa.
Saya sendiri tinggal di hotel dari akomodasi yang diberikan kampus yang terletak di distrik daoli (道里区) bersama sekitar 20 mahasiswa Internasional lainya, dimana distrik kami adalah distrik yang di lockdown, sehingga untuk beberapa aktifitas keluar masuk distrik ini sangat dibatasi oleh pemerintah.
Harbin sendiri berjuang untuk tetap memenuhi kebutuhan masyaraktnya terutama dibagian pangan yang sangat urgen, bagaimana toko-toko berusaha untuk tetap “beroperasi” ditengah wabah virus.
Salah cara yang kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kami adalah dengan melakukan pemesanan melalui aplikasi belanja daring yang karena endemik virus mengalami masalah keterlambatan dalam proses pengiriman.
Memang sejak awal saya dan beberapa mahasiswa lain tidak berencana untuk pulang ke Indonesia tahun ini, tapi semenjak virus ini menyebar beberapa teman saya akhirnya terpaksa harus pulang dengan ijin dari koordinator dan professor mereka. Saya adalah satu dari sekian mahasiswa yang memilih untuk tetap tinggal di harbin dengan mempertimbangkan beberapa alasan mengapa masih bertahan dalam kondisi seperti ini.
Kepercayaan kami terhadap pemerintah Indonesia dan pemerintah China dalam menangani virus dan situasi darurat seperti ini sangat kami apresiasi, koordinasi antara pemerintah Indonesia dan pemerintah China sangat baik, terlebih lagi saat kota Wuhan di lockdown oleh pemerintah China teman–teman kami yang berada di kota Wuhan diijinkan untuk kembali ketanah air dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh WHO. Ini bukan pertama kali bagi pemerintah China bertempur dengan virus mematikan, sehingga kami percaya ada aturan baku dan prosedur yang telah mereka rancang untuk menangani endemik ini, terlebih lagi endemik ini sudah menjadi perhatiaan Dunia. dari ±77 ribu lebih kasus ±27 lebih dinyatakan sehat, walauapun masih tetap harus melakukan check-up jika diperluan. Sampai hari ini pengembangan vaksin COVID-19 terus dilakukan untuk menangani virus ini.
PPIT harbin menjadi jembatan kami untuk berkomunikasi dengan KBRI Beijing yang megurusi WNI yang tinggal dibagian utara China memantau kami dengan baik, mengirimkan beberapa bantuan berupa masker dan vitamin.
Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) juga memantau kami dengan baik kesehatan dan proses belajar kami , dan mengirim bantuan khususnya ke kota wuhan dengan tajuk program INTI peduli Wuhan tepatnya 19 februari 2020
Kampus sangat membantu sekali, mengingat kasus endemik virus bukan menjadi hal baru bagi China, HIT sangat memperhatikan mahasiswanya, dengan aturan keamanan yang ketat, pengurus mahasiswa Internasional akan menghubungi kami setiap hari dan menanyakan kabar jika ada keluhan, mereka juga menyediakan makanan 3 kali sehari bahkan membantu kami membeli perlengkapan yang kami perlukan tiap minggunya.
Ada beberapa pelajaran yang harus kami lakukan secara online, dan aksesnya akan mudah jika dilakukan Di China.
Saya pribadi merasa Lebih konsentrasi dan memiliki Waktu luang yang banyak untuk belajar disini.
Yang sekarang bisa kami lakukan hanyalah mengikuti semua arahan dari pemerintah setempat dan pemerintah Indonesia. Karena wabah ini adalah musuh bersama seluruh Dunia. Di situasi seperti ini kejenuhan adalah musuh utama, dengan dibatasinya aktifitas diluar, dan pelarangan berkumpul dikeramaian. Salah satu pelajaran yang saya bisa sambil dari endemik virus ini adalah Pengetahuan terhadap pencegahan Virus ini sangat penting sekali, karena jika kita menjaga diri kita sebaik mungkin dengan sangat masuk akal kita bisa menjadi kesehatan orang lain. Terkadang kita melakukan tindakan yang berlebihan tetapi tindakan ini diperlukan untuk kesehatan kita dan orang lain.
Kami juga meminta doa dari rekan-rekan semua bahwa virus ini adalah masalah kemanusian dan musuh kita bersama, bukan masalah yang dibawa menjadi masalah rasial atau untuk kepentingan tertentu.
中国加油印尼加油。


Create your own website, free on WordPress.com.Create your own website.
Start free