Mengantar Nenek Papa


Assalammualaikum,

It’s been a while ✨.

I rarely post a long story feed, but when I feel I need to write it in words, suddenly it turns out to be a very long paragraph of words in a blink of an eye.

Neva thought that these past weeks have been quite a tough journey for me and my family.

It felt like a dream.

Indeed, it was not an easy journey :'(, without the help of Allah, we surely couldn’t pass through it :'(.

The only thing that makes us stronger is when we know that we have Allah, we know that we have everything that we need to overcome these rainy yet cloudy and stormy days. This too shall pass. Ustadz said that the only thing that we should always remember when facing a problem is that when Allah gives us a problem, Allah will also give us the solution. Problem itself comes side by side, all in one package with the solution.

Indeed it was truly a deep reminder for me and my family, there are a lot of lessons to take, and a lot of things to be grateful for in life.

Nulis ini bwt jadi reminder bwt diri sendiri biar selalu inget bahwa di balik kesulitan ada banyak hikmah, kebaikan dan pelajaran yang didapet walaupun dengan berdarah-darah dan penuh air mata :’(..

Alhamdulilah bini’matihi tathimus sholihat.

MasyaAllah Tabarakallah.

Minggu, 3 Juli 2022

3 Dzulhijjah 1443 H

First Drama – No Flight Ticket To Palembang

Setiap kali lagi ada keluarga dekat yang sakit dan kita ada di kota lain rasanya hati ini bener-bener gak enak, apalagi gak bisa lihat langsung,, pengennya sih in case of emergency, we can meet them in less than an hour, or fastest.. ya kalo bisa… kalo gak harus nyari jalan tercepet, dan itu semua cukup susah terwujud kalo kita ada di tempat yang cukup jauh. Tapi kan ya itu hanyalah rencana manusia, semuanya sudah Allah yang atur dalam skenario yang paling indah dan paling baik, karena kita gak pernah tahu apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang, terkadang kita harus safar atau ada uzur syar’i lainnya.

Pesen tiket pulang pergi Palembang biasanya bukanlah hal yang sulit. Go show, 6 Jam sebelum berangkat tiket masih bisa dibeli, memang semenjak pandemik penerbangan ke Palembang berkurang, sangat sedikit pilihan jadwalnya, flight internasional pun masih ditutup, tapi biasanya membeli tiket via online adalah hal yang sangat mudah dilakukan. Qadarallah hal ini tidak berlaku di tanggal 3 Juli 2022 kemarin, di hari itu kami sudah tidak bisa mendapatkan tiket, karena di waktu yang bersamaan sedang ada acara FORNAS, dan mungkin juga berbarengan dengan event libur anak sekolah.. :'(. Akhirnya kami memutuskan untuk ke Palembang via darat, rombongan pertama wak, kemudian rombongan kedua aku dan suami bersama tante, adik, dan mamah mertua. Saat diinfo kondisi nenek sudah sangat lemah dan kritis aku dan suami masih di BSD, dan sebelum berangkat kami harus ke Bekasi dulu :'(, sungguh perjalanan dari planet ke planet saat itu berasa sangat jauh dan lama :'(, belum lagi setelah itu kami harus berkumpul di satu titik di Jakarta, kondisinya saat itu cukup crowded.

Alhamdulilah setelah semuanya kumpul jam 14.00, perjalanan kami ke Pelabuhan Merak, antri ferry, dan menyebrang Selat Sunda Allah mudahin dan lancarin. Cuacanya bagus, tidak ada ombak, tenang, dan ferry bisa nyebrang on time.

Setelah nyebrang, perjuangan belum berakhir.. kondisi Tol Lampung – Palembang di malam hari tidak terlalu baik, harus extra hati-hati dan otomatis kecepatan mobil pun tidak bisa cepat harus perlahan, penerangannya sangat minim, gelap, lubang, dan di kanan kiri jalan banyak perbaikan jalan yang sign nya hanya seadanya terutama setelah masuk dari Perbatasan Sumsel dan Lampung. Hanya dzikir dan doa yang bisa kami lakukan saat di dalam perjalanan ke Palembang.

Senin 4 Juli 2022

4 Dzulhijjah 1443H

Second Drama – Palembang Blackout dan Evakuasi Kebakaran RS Siloam

Alhamdulilah Pukul 01.30 kami sudah tiba di Palembang, lalu langsung ke RS Siloam dan mengunjungi nenek. Seluruh keluarga inti sudah berkumpul dan semuanya sedang mentalqin, mendoakan, dan ngaji untuk nenek papa. Kondisi Beliau masih sadar, masih bisa mengenali satu per satu dari kami, namun fisiknya sudah sangat lemah, tapi semangat beliau berdzikir dengan lantang sungguh membuat kami semakin semangat untuk berdoa dan berdzikir menemaninya walaupun sambil berlinang air mata :'(. Kondisi nenek naik turun, terkadang kami berkumpul, lalu sebagian istirahat dan bekerja, lalu berkumpul lagi. Siangnya ibu mertua pamitan pulang ke Jakarta. Tidak ada yang pulang ke rumah, kecuali adikku yang punya anak-anak kecil. Kami tinggal di hotel yang dekat dengan RS Siloam. Setelah Magrib, hotel mati lampu, namun kemudian langsung switch ke genset. Sama halnya dengan di RS. Setelah Magrib kamipun ke RS untuk kembali menemani nenek berdoa dan berdzikir. Sekitar Pukul 21.00 listrik PLN kembali hidup, terjadi switch dari genset kembali ke listrik PLN. Tidak berapa lama kemudian ada pengumuman code brown, code brown, code brown. Jujur gak ngerti apa-apa, tapi tiba-tiba suster lari bawa tabung oksigen ke kamar. Mukanya agak panik tapi berusaha tetap tenang. Kemudian suster mw mengganti oksigen yang awalnya dari dinding ke tabung oksigen manual, kami mulai panik dan bertanya ada apa. Suster bilang ada kebakaran di lantai 2, dan saat ini sudah berhasil ditangani tapi jaga-jaga jadi disiapin tabung oksigen manual. Setelah dicek tabung tersebut kosong, kemudian dia pun berlari mengambil tabung yang lain. Saat kami mengintip ke arah jendela, di bawah semua orang sudah berlari dan menunjuk-nunjuk ke arah rumah sakit, tempat asalnya api. MasyaAllah deg-degan. Di saat kondisi semua keluarga sedang berkumpul, nenek papa sangat lemah dan butuh oksigen, sungguh hanya bisa berdoa. Kemudian keluarlah pengumuman kedua code red, code red, code red. Suster pria mengumumkan ke kamar bahwa akan ada evakuasi, layaknya perang, yang pria tinggal di kamar untuk membawa nenek papa, dan yang wanita segera bawa barang berharga dan turun melalui tangga darurat. Kami pun berpencar, sungguh tidak menyangka bahwa hari itu, detik itu kami harus mengalami hal ini :'(.

Kami pun berjalan cepat sambil terus menoleh ke belakang memastikan bahwa semua anggota keluarga lengkap, tapi lama-lama kami terpisah, di tangga ada macam-macam pasien, ada yang bawa kotak bayi, ada orang-orang tua, kami pun melewati lantai 2 yang sudah dimatikan lampunya dan bau hangus dari asap, aku bertiga dengan wak nuning dan tante pi, kami sampai di bawah di Lapangan Parkir PSx kami belum melihat anggota keluarga yang lain. Alhamdulilah kemudian satu persatu anggota keluarga turun dengan selamat mama, nek mama, tante eti, tante ria, sampai akhirnya kami melihat bed tempat tidur nek papa beserta oksigennya berhasil turun.. Ya Allah sujud syukur. Nek Papa dibawa dengan lift barang oleh adikku cacan, dan Om Taufik. Setelah Nek Papa turun, lift dimatikan dan pasien yang lain digotong ke bawah dengan tandu melalui tangga darurat. Yang pria tersisa Wak Cak dan Mas Abi yang tidak bisa ikut lift diperintahkan untuk segera lari ke tangga darurat untuk turun. Wak Cak sudah turun, kemudian tersisa Mas Abi yang belum turun, sudah deg-degan takut suami kenapa-kenapa karena dia sering jadi volunteer dan bantu orang, takut nya dia terjebak, ya Allah udah gak ngerti lagi, alhamdulillah ternyata gak lama kemudian dia turun sambil bantu pasien yang digotong dengan tandu, pasien tersebut membawa alat perekam jantung di atas badannya. Alhamdulilah ya Allah, semuanya sudah lengkap, dan semuanya dalam kondisi baik.

Saat itu sebagian pasien ICU semua nya dipindahkan ke Ambulans.

Di tengah lapangan yang dingin anginnya mulai terjadi kepanikan dimana-mana, ada yang rebutan oksigen. Ada yang menangis, ada yang ketakutan, ada yang kesakitan. Bener-bener keos. Ternyata malam itu Palembang Blackout, semua Palembang mati lampu karena ada masalah gangguan penghantar 150KV Palembang – Bukit Asam. Bukan hanya Palembang, tapi sampai ke Jambi, Lahat, Tanjung Enim mati lampu. Tidak hanya mati lampu, sinyal hape juga sempat hilang :'(.

Kami terus menemani nek papa, menyelimuti beliau dan terus mendoakannya, tidak tahu berapa lama lagi proses evakuasi dan penanganan kebakaran ini akan dilakukan. Kami pun berusaha mengambil oksigen di rumah dalam keadaan jalan yang sangat gelap, dan menelfon ke dokter agar mendapatkan rujukan untuk dipindahkan ke rs lain, karena oksigen yang ada mungkin tidak akan tahan lama. Alhamdulillah, ada sedikit titik terang, diinfo bahwa pasien yang kondisinya urgent akan dipindahkan ke IGD karena kondisinya IGD beda gedung dan insyaAllah aman. Akhirnya nenek pindah ke IGD yang super crowded karena isinya pasien-pasien yang urgent, tentunya penuh kepanikan termasuk salah satunya adalah satpam yang kehilangan kesadaran karena terlalu banyak menghirup asap saat mencari titik sumber api. Saat awal dipindahkan, oksigen dari dinding pun belum hidup dan tabung oksigen yang lama sempat tertinggal di lapangan, alhamdulilah tidak hilang dan bisa dibawa ke nenek papa. Sungguh rasanya banyak sekali yang harus disyukuri di malam itu :(. Alhamdulillah tim dari rumah sakit cepat dalam melakukan evakuasi dan segera melakukan penanganan kebakaran dengan cepat.

Selasa 5 Juli 2022

5 Dzulhijjah 1443H

Wipe The Tears And Keep Fighting

Pukul 02.00 pagi nek papa sudah kembali dipindahkan ke Lantai 5 Rawat Inap, meskipun saat itu masih menggunakan lift barang.

Kondisi nenek papa yang awalnya heart ratenya naik turun karena Beliau masih sadar dan tampaknya masih merasakan kepanikan yang terjadi saat evakuasi dan dipindahkan berkali-kali. Alhamdulillah paginya kondisi nenek kembali stabil. Walaupun masih naik turun, Kami pun terkadang berkumpul atau berganti-gantian untuk terus mengaji menemani nenek, karena nek papa pun selalu meminta kami mengaji bahkan selalu dibimbing solat saat azan sudah tiba, walaupun nek papa sudah tidak bisa banyak bergerak. Sambil dzikir, dan berurai air mata hanya ucapan semangat yang aku bisa ucapkan berulang-ulang untuk nenek papa “Nek, ini adalah hari-hari terbaik di Bulan Dzulhijjah, dan insyaAllah semua amalan baik Allah lipat gandakan pahalanya. Dan sakitnya nenek ini insyaAllah jadi penggugur dosa buat nenek, nenek harus dzikir terus berjuang lawan syaiton. Nenek harus dzikir terus karena sakitnya ini hanya sebentar nek, hanya sebentar, dan perjuangan kita yang sesungguhnya (setelah alam barzah) masih panjang… :'(“ Nangis sambil dzikir dan bacain arti sayyidul istighfar di telinga nenek sambil pegangin tangan nenek, adalah momen yang paling berat rasanya, karena arti nya sungguh sangat dalam, yaitu tentang tujuan dari dihidupkannya manusia :'(. 

Sayyidul Istighfar (Istighfar Terbaik)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ  رَبِّيْ ،  لَا إِلٰـهَ إِلَّا أَنْت

ALLAAHUMMA ANTA ROBBII, LAA ILAAHA ILLAA ANTA

“Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau

خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ،  وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ

KHOLAQTANII WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘ALAA ‘AHDIKA

Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian untuk taat kepada-Mu.

وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ

WA WA’DIKA MAS TATHO’TU

dan janji balasan-Mu sesuai dengan kemampuanku

أَعُوْذُ بِكَ  مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ

A-‘UDZUBIKA MIN SYAR-RI MAA SHONA’TU

Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku,

 أَبُوْءُ لَكَ  بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ

ABUU-U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA

Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku

وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِي

WA ABUU-U BIDZAMBII FAGHFIRLII

dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku

فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ  إِلَّا أَنْتَ

FA-INNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA

Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau”

Artinya:

“Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian untuk taat kepada-Mu dan janji balasan-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku.Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”

(Muttafaq ‘alaih)

Sebagai cucu paling tua, aku adalah yang paling duluan merantau kuliah kerja, kemudian menikah, aku bisa dikatakan yang paling sedikit kebersamaan nya di usia sepuh nenek papa. Alhamdulilah di akhir-akhir waktu nenek papa di dunya, masih Allah beri kesempatan untuk menemani Nek Papa. Nek, kalau dulu Nek Papa yang sering anter jemput kak ulik bahkan sampe kerja praktek di Pusri pun masih nenek yang jemput sekali-sekali :'(. Sekarang giliran kak ulik yang mengantar dan menemani nenek di hari-hari akhir nenek.

Flashback Sejuta Kenangan

Tidak berhenti rasanya air mata ini terus mengalir saat menemani nenek Papa sambil mengaji dan berdzikir, masyaAllah rasanya terbayang semua sejuta kenangan bersama Nek Papa. Dari aku lahir bayi sempat tinggal sama nenek, karena papa di Jakarta, kemudian saat Alm. Papa dipindah ke Baturaja, yang selalu aku nantikan adalah kunjungan nenek ke Baturaja, atau kunjungan kami ke Palembang rasanya gak mau pulang ke Baturaja dan mau di rumah nenek aja. Aku dan adik-adikku beserta 3 sepupu ku sangat suka bermain dengan nenek, walaupun kami mengenyam kurikulum permainan dan kelakar yang sama tiap tahunnya, tapi entah kenapa main sama nek papa adalah hal yang selalu kami tunggu-tunggu. Nek Papa bukanlah tipe Kakek yang memberikan segala apa yang cucunya mau, tidak.. Nek Papa bukanlah wishing granting factory, tapi setiap kali kami bertemu Beliau selalu saja ada surprise dan kejutan yang Beliau berikan. Mungkin nilainya tidak seberapa hanya mainan atau makanan kecil yang kalo zaman sekarang bisa dibeli dengan ojek online. Tapi semua hadiah yang nenek berikan terasa sangat spesial karena beliau membeli barang itu sendiri, terkadang jalan kaki, naek angkot, atau pergi langsung memilih dan membelinya sendiri, di usianya yang tentunya sudah tidak muda lagi. Saat kami kecil kami mungkin tidak banyak tahu tentang barang-barang yang mahal, tapi hati memang tidak pernah bisa bohong, saat suatu hadiah diberikan dengan penuh cinta, keikhlasan dan perjuangan maka pesan tersebut otomatis akan sampai ke yang menerima termasuk seorang anak kecil, dan begitulah yang kami rasakan. It’s not the price, it’s the lil thing that matters the most, it is love and the struggle.

Setelah Alm. Papa dipindahkan ke Palembang, Papa membeli rumah yang sangat berdekatan dengan rumah nenek, kami pun sangat senang dan sering bermain ke rumah nenek di sore hari. Sampai akhirnya papa meninggal di Tahun 2000, kami sempat tinggal dengan nenek papa dan nenek mama. Beliau bukanlah orang yang banyak omong cenderung pendiam jika di hadapan massa umum, Beliau senang jika berkelakar dengan keluarga dan kerabat dekat. Dari Beliaulah mungkin bakat berkelakar receh ini aku punya. Sungguh ada banyak sekali pelajaran yang kami dapatkan dari Beliau, bagi kami Nek Papa bukanlah hanya seorang Kakek, Beliau adalah pemimpin dan orang tua bagi kami. Kami banyak belajar banyak hal dari Beliau, nek papa tidak banyak bicara, tapi cukuplah segala effort yang Beliau lakukan menjadi teladan dan pembelajaran bagi kami.

Ulik, itulah panggilan Nek Papa untuk ku begitu juga dengan namaku yang disave di WA Beliau.

Nek Papa, Kak Ulik baru belajar di beberapa bulan ini tentang beberapa bab di dalam Riyadush Shalihin, dan hal yang pertama kali kak ulik bayangkan adalah Nek Papa, karena Kak Ulik melihat banyak contoh yang Ustadz berikan tersebut ada di dalam kehidupan nyata dan Nek Papa mencontohkan hal itu dalam kesehariannya, tentang keutamaan memuliakan wanita, mendidik wanita, dan pentingnya peran seorang pemimpin dalam rumah tangga.

1. Nek Papa sangat memuliakan istrinya yaitu Nek Mama, sampai dengan awal Januari 2022 kemarin saat ulang tahun perkawinan, Nek Papa selalu berusaha memuliakan dan memberikan hadiah yang terbaik untuk Nek Mama. Beliau adalah sosok Suami yang sangat baik, sangat sabar, dan sangat sayang dengan istri. Seringkali saat kami berkumpul seringkali Nek Papa mengulang-ulang cerita tentang pertemuan Beliau dan pernikahan Beliau dengan Nek Mama, walaupun Nek Mama sudah banyak lupa hal detail. Kami pun tidak pernah bosan 😅. Tidak lupa nenek selalu memanggil Nek Mama dengan panggilan Adinda di setiap ceritanya. Meanwhile, in the other side, Nek Mama pun selalu mengclaim bahwa dirinya adalah yang tercantik no.3 di desanya, namun saat ini naik peringkat 2 dikarenakan ada yang sudah almarhumah 😅, kami sebagai netijen pun mau tidak mau dipaksa harus menyetujui self claim ini. 

2. Nek Papa mendidik Anak Pria untuk menjadi Pemimpin, dan Anak Wanita untuk berkhidmat dan menjalankan perannya sebagai seorang wanita. Semenjak Papa gak ada, sosok pemimpin yang sering berinteraksi dengan kami adalah Nek Papa, kami melihat dan sering mendengarkan cerita Nek Papa tentang kisah perjuangan Beliau dari zaman muda. Metode mendidik klasik yang Beliau terapkan pun alhamdulilah membawa banyak kebaikan di dalam diri anak-anak Beliau.

Rabu 6 Juli 2022

6 Dzulhijjah 1443H

His Time Has Come

Setelah di hari sebelumnya Selasa Malam 5 Juli 2022, kami berpamitan setelah menemani nek papa. Kondisi Beliau stabil, masih sangat lemah tapi masih bisa masuk infus dan minum susu. Kami menginap di hotel dekat dengan RS, untuk berjaga-jaga jika ada kondisi urgent bisa dengan segera ke RS.

Pukul 02.00 mama menelfon, dan memberi tahu bahwa nek papa sudah berpulang ke Rahmatullah :'(. Sungguh rasanya ingin melihat saat beliau pergi untuk terakhir kalinya, tapi Allah takdirkan tidak semua dari kami bisa menemaninya di malam hari itu.

Sungguh rasa kesedihan kehilangan nenek papa tidak sebanding dengan kebaikan yang lebih banyak yang insyaAllah telah nek papa dapatkan. Nek Papa berpulang di hari-hari terbaik di Bulan Dzulhijjah, hari-hari terbaik 😭, sungguh tidak ada yang kebetulan jika Allah sudah berkehendak, pasti ada banyak kebaikan di dalamnya, dan semuanya datang dari segala pola dan amal kebaikan yang telah nek papa lakukan selama bertahun-tahun.

Di balik berurainya air mata sesungguhnya banyak sekali nikmat yang Allah berikan saat nenek papa wafat:

Alhamdulilah nenek papa wafat dalam usia 85 akhir hampir masuk usia 86. Sudah banyak bonus usia yang Allah berikan kepada Nek Papa, Beliau sudah menjalankan kewajiban umroh dan haji. Nek Papa juga punya seorang anak yang dulu wafat di saat masih bayi yang InsyaAllah bisa menjadi salah satu jalan pembuka surga bagi Nek Papa.

Alhamdulilah walaupun almarhum papa meninggal di usia muda, kami masih Allah berikan kesempatan untuk belajar dengan seorang Kakek yang sangat baik yaitu Nek Papa.

Alhamdulilah nenek wafat dalam kondisi yang baik, entah amalan apa yang Nenek Papa lakukan sehingga Allah berikan taufik, kemudahan dan kelancaran untuk tetap terus berdzikir dan solat walaupun sulit. Di hari-hari akhir sebelum Beliau wafat yang beliau sampaikan adalah doa dan sambutan di mesjid, dan tidak berhenti menyuruh kami untuk terus berdzikir seolah-olah sedang berada di dalam Mesjid. Nenek bukanlah seorang pengurus di mesjid, beliau hanyalah seorang jamaah mesjid biasa yang sangat merindukan ingin ke mesjid, selama 2 tahun terakhir beliau tidak bisa ke mesjid karena memang kondisinya yang mulai sulit berjalan jauh, dan diperlakukan nya prokes khususnya untuk lansia yang tidak disarankan untuk solat di mesjid. Sering sekali Beliau menanyakan tentang kondisi mesjid di dekat rumah. Mungkin niat, tekad, semangat, atau ketulusan nenek dalam mendidik anak-anak yatim yang merupakan cucu-cucunya sendiri, atau amalan hati dan amalan-amalan rahasia tersembunyi lainnya yang kami tidak tahu dari nenek yang membuat Allah mudahin nenek papa untuk berdzikir dengan sangat lantang di akhir hayatnya :'(. Karena sejatinya walaupun 1.000 orang mentalqin nenek, jika hati dan lisan nek papa tidak Allah mudahkan untuk berdzikir maka nenek tidak akan dapat berdzikir dengan penuh semangat seperti yang nenek lakukan di akhir hayat nenek.

Usia nenek boleh tua dan sepuh, tapi jiwa dan semangat beliau adalah semangat anak muda. Membaca Alquran berlembar-lembar tidak membuat beliau mengantuk (tidak seperti halnya aku, yang baru seayat sudah seperti digigit lalat tse-tse, kadang malu sama nenek yang sudah tua tapi masih semangat ngaji). Tidak hanya itu Nek Papa adalah penuntut ilmu sejati, semua buku yang aku berikan kepadanya sudah dibaca, uwak dan tante pun suka membelikan buku, dulu sebelum pandemik, nek papa sangat senang mampir ke toko buku, dan beliau juga rajin membaca koran dan perlu diperhatikan yang dibaca bukan hanya hikmah dan komiknya seperti yang sering aku lakukan, tapi beliau membaca dengan detail, itu kenapa di usianya yang sudah setua itu, Nek Papa masih ingat dan tahu akan segala hal yang terjadi di luar, walaupun tidak pernah kemana-mana. Sampai saat ini di teras rumah nenek pun masih ada majalah Intisari, Reader’s Digest, bacaan favorit nya beserta dengan 1 buah kamus, yang biasa beliau gunakan jika ada istilah yang tidak diketahui di usianya yang sudah sepuh semangat belajar itu tidak pernah lekang. Sungguh beliau adalah pembelajar sejati.

Sungguh Allah Maha Baik, Allah berikan keselamatan bagi kami sekeluarga saat ada evakuasi kebakaran,Allah wafatkan Nek Papa saat kondisi Nek Papa baik, dan Allah memberikan kesempatan kami untuk dapat mengambil banyak pelajaran bahkan di hari-hari akhir kami menemani nek papa dan mengantarkan nya ke peristirahatan terakhirnya di dunya.

Nek papa, you know that life will never be the same without you. But it was an honor to be one of your grand daughter, your story is the greatest legacy that will always remain forever in our heart :'(.

Perjuangan nenek di dunya sudah selesai, tapi kami belum nek, semoga Allah mudahkan kami semua agar dapat menyelesaikan perjuangan kami di dunya dengan baik dan indah. Dan semoga Allah mudahkan semua perjuangan yang kami lakukan, dan jadikan setiap bagian perjuangan yang kami lakukan menjadi amal kebaikan yang bernilai amal jariyah juga untuk nenek papa.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu.

Artinya : “Ya Allah, ampunilah dia (mayit laki-laki tunggal itu), belas kasihanilah, hapuskanlah dan ampunilah dosa-dosanya.”

Sabar


Mendengarkan kajian via youtube adalah salah satu kegiatan yang bisa banget dilakuin sama banyak orang baik itu anak kuliahan, pekerja kantoran ataupun ibu rumah tangga, jadi walaupun gak bisa dateng langsung tapi di rumah tetep bisa nonton juga.

Ada banyak materi dan ustadz yang cara penyampaian materinya enak dan mudah dimengerti juga termasuk bagi orang-orang yang baru mau belajar Islam, salah satunya Ustadz Khalid yg materinya lengkap kayak kuliah, Adi Hidayat yang super detail, Syafiq Basalamah yang tegas, Nudzul Zikri yang halus tp menohok kata-katanya, Derry Sulaiman yang selalu mengingatkan kematian, dan Ustadz Abdul Somad yang suaranya keras dan analoginya kocak.

Kemaren baru ajah dengerin materi kajian dari Ustadz Somad, intinya ada yang menanyakan tentang kesabaran, kesabaran walaupun didzalimi orang yang digambarin dengan dilemparin batu yang aku bikinin komiknya. Analoginya cuma bwt bikin yg diceramahin gak ngantuk aja, tapi pada dasarnya kita tetap harus membalas keburukan dengan kebaikan, kuncinya adalah sabar dan doakan yang baik-baik semoga orang tersebut segera diberikan hidayah oleh Allah SWT.

Ayo sama-sama kita belajar Islam lebih banyak melalui media, datang ke pengajian atau membaca buku, mumpung masih ada kesempatan, mumpung masih ada umur.

Drama Ojek Online


Semenjak tahu bahwa menggambar makhluk hidup itu gak boleh di dalam ajaran agama Islam, akhirnya aku udah gak pernah lagi terima orderan dan doodling makhluk hidup, kalo dari beberapa ceramah yang aku denger untuk kebutuhan tertentu gambarnya diperbolehkan tapi gak sempurna, misal gak ada mukany seperti yang ada di buku-buku solat, alhamdulillah akhirnya sekarang mulai doodling komik lagi tapi kali ini tanpa ekspresi.

Selama kerja dulu sampe dengan sekarang aku sangat terbantu banget dengan adanya ojek online hihi life is getting so much easier, hihi hampir setiap hari aku pake aplikasi ojek online baik itu ojek, kirim barang, ataupun mobil. Nah selama pengalaman naek ojek online macem-macem dah ceritanya, ada yang baik banget, ada mbak-mbak gagah pemberani, ada ojek yang banyak cerita, ada ojek yg gak hapal jalan, ada ojek yg diem banget, ada ojek yg badannya agak besar jadinya kita kayak numpang sepetak tempat ajah di motor untung gak jatoh, macem-macem deh hihi.

Salah satu yg paling legendary dan selalu bikin aku ngakak kalo inget cerita ini adalah pas saat aku mau naek ojek yang joknya basah abis keujanan, dengan polosnya aku minta tolong bapaknya lap joknya yg basah, dengan sigap dy jawab iya dan langsung mundurin celana ke belakang dan mulai ngelap dengan kekuatan bulan akan membunuhmu, speechless MasyaAllah ada ada ajah idenya ahaha tau gitu mendingan aku kasi tissue ajah bwt lap joknya zzzzz…

Berikut beberapa tips yang aku rangkum bwt temen-temen pengguna ojek online:

  1. Sebelum berangkat pelajari dulu rutenya, at least kamu tau garis besar jalannya jadi seandainya drivernya gak tw jalan kamu gak nyasar-nyasar amat.
  2. Siapin masker rambut di tas jaga2 kalo helmnya bau gak kering, daripada kamu pingsan di jalan mendingan kamu bawa masker rambut, yg pake kerudung jg bisa pake ini.
  3. Pegangan yg kenceng trutama pas naek ojek yg driverny agak gendats takutnya kamu jatoh di jalan dy gak sadar.
  4. Kalo lagi musim ujan and naek ojek usahain gak beredar di jalan2 yg banjirnya parah mending puter balik and pulang soalny motornya rawan mogok terutama yg motor matic daripada terjebak di jalan, percaya deh di kantor juga gak akan ada orang ahaha *curcol pengalaman pribadi*.
  5. Kasi tips kalo kamu lagi ada duit lebih.

2017 – A Start of A New Life


So to be honest, I’ve been waiting for this moment since the first day i went to work. At first, I just felt that I had no passion in this field. But since i have signed the contract so yeah I have to work on it and keep moving forward. Long story short, in 2015 my husband and I had an opportunity to do Umrah, there’s something different that we felt while doing umrah at that time, something we never realized before, something we have been ignoring before. 2015 has been the year that changed everything for us, we started to re-plan everything, we started to broaden our horizon about Islam and Riba itself and started to do hijrah from Riba. Alhamdulillah, I finally found what is my biggest reason to leave my former job as an auditor in a Bank. It’s more than a passion, it’s more than everything, and it’s a start of a new life.

Our Hijrah From Riba Milestone:

  1. 20th of October 2015 Husband Resign from working in a Bank.
  2. March 2017 close all the credit cards that we have.
  3. April 2017 close all the insurances and Reksa Dana that we have.
  4. April 2017 start to use Syariah Bank (Bank Syariah Mandiri and BCA Syariah)
  5. 15th of May 2017 pay off our KPR Loan.
  6. 11th of September 2017 Wife Resign from working in a Bank.

Alhamdulillah, Allah is too kind, Allah gave us a big lesson through riba. And we do believe that it all happens for a reason. There are still lotsa people regreting our choices for leaving our former jobs, but then we always come to one answer that happiness is not only about the materials, but it comes to a heart that always find happiness to everything that Allah SWT give to us.

Hijrah is not only a journey, it’s a journey that comes with a great responsibility. We deeply believe that it wouldn’t instantly change us into a way better person and it might be the hardest part, it surely will take times but insyaAllah it will always lead us to keep going there, hijrah to be a better Muslim. It was just the beginning of all. Please pray for us to keep going istiqomah doing this hijrah.

Review Buku tentang Riba


Book Review : Deep Thought about Riba

So it’s been a while from my latest book review. 

Masih dalam rangka proses hijrah dari riba, aku dan suami terus berusaha mencari ilmu dan memperdalam ilmu kami mengenai riba. Salah satu tujuannya adalah agar kami tidak kembali terperangkap dalam riba maupun produk-produk turunannya, selain itu juga untuk membersihkan diri kami dari salah satu dosa besar yang ancaman dan hukumannya di dunia maupun akhirat yang sangatlah perih. Sungguh rasanya ingin menangis saja kalo baca ayat-ayat yang isinya hukuman-hukuman bagi orang-orang yang memakan uang riba. Selain banyak mendengar kajian-kajian mengenai dosa riba, kami juga memperdalam ilmu kami melalui membaca buku. Lalu pilihan kami jatuh kepada 3 buku ini, 2 buku bercerita tentang riba secara umum, mulai dari pengertian, jenis riba, dalil riba, ancaman untuk pelaku riba dan pemakan uang riba, produk-produk riba, bagaimana cara membersihkan diri dari harta riba, serta kisah-kisah nyata tentang orang-orang yang keluar dari jeratan riba, sedangkan 1 buku berisi tentang ilmu fikih dan ekonomi yang berisi teori-teori, serta pengertian dalam mengenai riba, serta kaitannya dengan ekonomi.

Ketiga buku ini menceritakan bahwa di zaman modern ini, sungguh banyak sekali umat Muslim yang sudah terjerat dalam jeratan riba. Riba sendiri sangat luas pengertiannya, tidak hanya dalam bunga hutang piutang tapi juga berupa bunga deposito, danareksa, produk obligasi, penjualan valas yang tidak dilakukan pada saat yang sama, serta penggunaan kartu kredit. Tetapi semua produk-produk ribawi yang ada saat ini dibungkus sangat menarik padahal sesungguhnya riba termasuk dalam salah satu dari 7 dosa besar yang jika dilakukan maka kita akan dilaknat, tidak diberkahi kehidupannya di dunia, serta akan disiksa dengan siksaan yg perih di neraka. Semua kenikmatan yang bersifat semu, fake dan sementara di dunia yang kita dapatkan dari riba tidak akan sebanding dengan ancaman hukumannya di akhirat kelak. Kita akan diazab di kubur, dihisab, dan pada akhirnya dimasukkan ke neraka yang kekal. Naudzubillah min zalik!

Seperti halnya yang tertulis di dalam buku yang kami baca, riba tentunya dilarang karena Allah memiliki alasan, sungguh tidak mungkin suatu hal dilarang jika tidak ada mudharatnya. Riba yang pada pengertian umum adalah tambahan. Tambahan ini tidak didapatkan melalui kerja keras, tambahan ini didapatkan dengan cara yang instan dan menganggap semua hal bersifat pasti, padahal ada unsur ketidakpastian di dalamnya, misalnya dalah hutang piutang, usaha nasabah tidak selalu untung, kemudian dalam penjualan valas kurs juga selalu berubah. Ada pihak yang mengalami kerugian dan ada yang mengalami keuntungan. Allah SWT melarang riba karena hal ini tentulah tidak benar, semua tentang fikih muamalah yang sesuai syarinya sudah diatur di dalam Alquran, yang perlu kita lakukan hanyalah mematuhinya. Dan hal yang perlu kita ketahui adalah semua uang yang didapatkan dari riba tidak akan berkah, dan tidak akan mendapatkan pahala jika digunakan untuk bersedekah, berzakat atau pun amal lainnya. Harta yang berasal dari riba harus dibersihkan dengan cara diberikan kepada fakir miskin atau untuk pembuatan fasilitas umum. Perlu kita ingat bahwa tidak aka nada pahalany seluruh amalan yang kita lakukan dengan menggunakan uang riba, karena Allah SWT hanya menerima uang yang bersih dari riba, uang yang berkah.

Rumah yang mewah, mobil keluaran terbaru, baju yang mahal, tas yang bermerk yang kita dapatkan dari hasil riba sungguh tidak ada artinya. Rumah dan mobil yang mewah sering kali menjadi parameter kesuksesan yang dilihat di masyarakat saat ini. Lalu semua orang berlomba-lomba untuk mengajukan kredit dengan alasan kebutuhan dan agar terlihat mapan. Semuany instant dan perjuangan serta kerja keras yang dahulu dilakukan orang untuk memperoleh sesuatu saat ini sudah tidak menjadi trend, jika pada zaman dahulu masih kita temui orang-orang yang menabung untuk membeli mobil, orang membeli tanah yang kemudian dibangun sedikit-sedikit sesuai kemampuan. Saat ini semua orang berlomba-lomba untuk terlihat keren dan mapan, padahal semuanya kredit. Tidak ada salahnya untuk menggunakan kendaraan umum jika belum sanggup untuk membeli kendaraan, toh menggunakan kendaraan umum juga dapat mengurangi polusi dan mengurangi kemacetan serta membuat tubuh sehat karena kita banyak berjalan, Tidak ada salahnya mengontrak rumah atau ngekos jika memang belum ada uangnya untuk membeli rumah atau tanah. Tidak ada salahnya memulai usaha dari nol.

Sebelum tahun 2015, jujur saja bekerja di bank bagiku bukan merupakan riba. Aku masih menganggap bahwa hutang piutang, dan bunga deposito di bank adalah hal yang biasa. Sungguh masih sangat minim ilmu ini, malu sekali rasanya karena umur yang berbanding terbalik dengan ilmu agama yang dimilki. Semenjak tahun 2015, aku dan suami Alhamdulillah diberikan Allah SWT hidayah. Kami mulai menyadari bahwa riba adalah hal salah, haram hukumnya. Kami pun berhenti mencari teori pembenaran dengan dalil yang lemah. Karena sesungguhnya pada fitrahny kami mulai menyadari bahwa hal ini haram, namun kami seolah masih mengingkarinya. Padahal segala sesuatu yang ada di Alquran adalah benar, tidak layak bagi manusia dengan level hamba seperti kita untuk meragukan segala yang tertulis di Alquran. Sami’na wa atho’na, kami dengar dan kami taat. Maka mulailah kami melakukan perubahan-perubahan rencana yang bertujuan untuk Move On dari riba. 

Berikut adalah beberapa hal yang telah kami lakukan dan insyaAllah akan kami lakukan pada tahun ini.

1. Suami resign dari bekerja di bank, dan istri resign dari bekerja di bank (coming soon insyaAllah tahun ini 2017)

2. Mempercepat pelunasan KPR yang seharusnya berakhir pada tahun 2023, kami berusaha untuk menargetkan akan lunas insyaAllah tahun ini 2017.

3. Berhenti menggunakan kartu kredit, menutup semua kartu kredit, dan berbelanja secara cash.

4. Menutup semua produk-produk yang mengandung dana-dana ribawi seperti asuransi, dan danareksa. (InsyaAllah tahun ini 2017).

5. Akan memindahkan tabungan dari bank konvensional ke bank berlabel syariah yang diyakini tidak mengandung ribawi di dalamnya.

6. Berusaha untuk menjalankan usaha jual beli yang tidak mengandung unsur ribawi di dalamnya.

7. Berusaha keras untuk tidak membuka pintu ribawi lagi.

8. Hidup sederhana sesuai dengan kemampuan dan sesuai dengan kebutuhan dan tidak bersikap konsumtif.

Pada saat ini baru hal ini yang kami lakukan, semoga Allah masih memberikan waktu bagi kami untuk bertobat. Adapun hal ini kami bagikan bukan untuk riya’ atau pamer, tapi semata-mata bertujuan agar tidak ada lagi teman-teman ataupun saudara-saudara yang terjebak dalam dunia ribawi. Jikalaupun sudah terlanjur terjebak, marilah kita bersama-sama hijrah dan mulai meninggalkan riba.

Karena hijrah membutuhkan proses, dan proses tentunya membutuhkan waktu. Tetapi apakah waktu hidup kita di dunia ini cukup? Wallahualam, hanya Allah Azza Wa Jala yang mengetahuinya. Semoga kita masih diberikan Allah kesempatan untuk bertobat dan beramal sebanyak-banyaknya. Ketiga buku yang kami baca amatlah bagus dan sangat menambah ilmu kami mengenai riba, jika ada kesempatan tidak ada salahnya untuk membeli dan membaca buku ini.

2016 – A Year Of Hijrah


2016 written with spices on wooden background

It is only 8 days before the last day of 2016. Lotsa things happened in this year. I could say that this year is nominated to be one of the hardest year of my life. Really, it’s not an easy year, I still can’t believe that finally I’ve been through it. Eventually I just realized that all the hard works are paid.

 

Why it has to be a year of hijrah?

Well, let me tell you the stories, it all started from our Umroh Journey in May 2015.

There’s something in our heart that told us the truth. Tears were coming from our eyes.

Regret and A lot of Feelings fulfilled our broken hearts at that time.

The only thing that came in our mind at time was How To Fix it All?

How To Fix all of the mistaken that had been done by us?

How To Be a Better person in our very short time in this temporary world?

 

Umroh has lot of effects on changing our way of life. Suddenly all of our bucket list including our Resolution in 2016 were changed. And yes hijrah is one of the resolution that we’ve been done along 2016. The biggest and the hardest “hijrah” that have been done is Hijrah from Riba, I knew that it was very hard, I even still hafta work in a Bank due to a contract. So instead of debating about riba in Indonesia, we choose to do some action to at  least alleviate “Riba lifestyle” in our daily life. The first thing that we did was saving money to pay for the mortgage installment payment instead of buying gadget or even having a vacation, we try so hard to accelerate the payment so that it will not lasting so long. And hopefully we can pay it as soon as possible. The second thing is decreasing using CC (credit card) for shopping or buying things. I even neva used my cc for almost a year, I also close my CC. For now me and my husband only has 1 credit card. And the third one is hijrah from working in a Bank to be a work at home mom which insyaAllah will be realized in 2017.

 

Our second Hijrah is Hijrah from Fancy and Jajanan Food into a healthy food, no more Fancy Food, No More Oily or Gorengan Food, No Preservatives and No MSG. We try so hard to eat and cook our own homemade food, all healthy and halal food. Actually we did this hijrah because we’re on a herbal pregnancy theraphy program but apparently it looks like an eat clean program for me and my husband. We successfully lose our weight. My weight now is 49 and my husband is 65, rite before doing this program our belly were look like a santa’s belly.

 

Our third Hijrah is Hijrah from having a lot of bucket list to travel around the world into preparing ourself to do Hajj as the priority. We still have a dream of travelling around Indonesia and around the world but the thing is we had to change our priority, just because we have to.

 

So that’s all the biggest hijrah that we’ve done for 2016.

Semoga Allah SWT masih memberikan usia yang panjang bagi kami untuk selalu bertaubat dan beribadah sebanyak-banyaknya, karena kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan meninggalkan dunia yang sementara ini. Sakit itu tidak harus Tua, dan Mati itu itu tidak harus Tua, jadi yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan diri kita sebaiknya-baiknya untuk mengumpulkan amalan dan bekal yang sebanyak-banyaknya untuk kita bawa ke Kampung Halaman kita yang sebenarnya yaitu Akhirat.

Wonderful Journey in Baitullah Part 2 – Friendship and Silaturahim


20150428_0759372015-04-26-10-53-26_deco

Going Umroh as a couple means we have to separate each other when the prayer’s time was calling, me in the women side, and husband in the men side. 5 times in a day, 3-5 times in the different places and rows, and 3-5 times with different people by your side. And how come I couldn’t get many friends there. I met many friends, some came from the same travel with me, and some others come from different travel, different cities, and even different countries.

Sometimes u can’t even guess what kind of people will be in your left or right side. I used to have some selfie with all of them, but unfortunately I didn’t always bring my phone with me, especially in Nabawi, bcoz we’re not allowed to bring cell phone due to some good reasons. Actually me and my husband decided not to activate our phone every time we had a trip except when in hotel using the Wifi only to give information for our family.

IMG_3803 IMG_3796

In Nabawi, I met a woman which also a banker, she came with her husband for the first time for umrah, been married fot 7 years and still dunno have any children. I met couple of friends, 3 friends from Makassar, 1 friend from Jakarta, and 1 friend from Pekanbaru, their umroh trip was fully sponsored as a gift by their office. Lucky Them! I met a tough mom with her two lil kiddos. She was a very adorable mom, every time I saw her, she neva stop teaching her two lil kiddos how to read Al Quran in a good way, and how to memorize it J. I also met an old woman, she has daughters which haven’t got married, she’s been hajj for 5 times, and umroh for 7 times on the same travel (NRA). She kept smiling and told me not to give up on whatever the situation is. She told me to read shalawat, and that everyone in this whole wide world has their own problem, never stop doing efforts, and never stop praying.

20150427_090203

In Raudhah, I met a humble woman, which also a banker, she went umroh for the second time, been married for 5 years and still dunno have any children. I also met a woman who has been married for 4 years, felt miscarriage in her 2nd years of marriage, and still dunno have any children. I also met a grandma which never stop crying every time she saw raudhah. She told me that she couldn’t kept her excitement of having those beautiful experiences in Raudhah.

In Makkah, I met an ald woman, she’s been hajj for 5 times, and umroh for 4 times, she told me that this place will always be missed by everyone who have came here. So, always believe that whenever you had a will to go back and back again to Baitullah, insyaAllah there will be a way to go there. she has kissed Hajar Aswad for 7 times, how amazing rite? She also told me that I was so lucky to have came for umroh in a very young age.

20150430_161338

I also met an old woman from Palestine, she told me a lot about Palestine, Masjidil Aqso and her family who still live in Gaza. Some of her family in Gaza were dying of the war. At another prayer time, I met some Turkish people who never stop starring on my “mukena” and “hijab”, they told me that it was beautiful. At my second day in Makkah, I met a woman from Thailand. She can speak Malay but couldn’t speak Thai. She told me that she lived in the Border of Malaysia and Thailand, which were dominated by Moslems. In front of Murtazam, I met a Turkish old woman, who was very kind and humble to me, at the end of the prayer time she was whispering me something in an Arabic words which I dunno the meaning, the only thing that I got was Al-Islam.

20150430_124008

After doing my third umroh, I met an Algerian girl who lives in Lion, France. She couldn’t speak English, but she knew what I mean, her name is Almadila, so every time I asked her a question, she asked her mom to answer me in English, she was so pretty just like her mom.

20150501_085550

On my last day in Makkah in Fairmont Hotel Lobby, I met Noon. At first I thought that her name is Brenda, bcoz after showing my Name Tag she said Brenda ahaha but I was wrong actually, so she thought that my name is Brenda becoz above my name it was written “Beranda”. Ahaha so I explained again that my name is Ruri not Brenda and she told that her name is Noon. Noon came from Morocco, she came for umroh with her husband leaved her two lil kiddos with her mom. She told me that her two lil kiddos were still wearing diapers so it will be super hard to take them along for Umroh. Noon said that in Morocco, they can do umroh individually without using travel, and it was very easy. Her first time umroh is the best experience that she had, and after that she always miss Baitullah and want to come again and again to Makkah. And she was totally true I couldn’t agree more. She have worked in Emirates but then she stopped working and being a house wife after having two children from her marriage. I also asked her about the beautiful pashmina which always used for the stewardess on the airplane, she gave me the tutorials but I still dunno understand how to wear it ahahah (I just like say ya ya ya all the time ahahaha). She was a nice friend, she told a lot about Morocco, and amazingly she told me that a Morocco could speak 3-5 languages. The main language is Arabic, and the second language could be chosen by each people, it could be Spanish, France, or English, amazing rite all those languages are totally different specially Arabic but they could understand it, so cool rite (Standing Applause). She been travelling to Asia for a week to Singapore, Kuala Lumpur, and Phuket, I told her to come to Indonesia to see another paradise in Asia.

IMG_3999

IMG-20150429-WA0004

20150426_081428 20150427_150156

On our travel (NRA), We met Ustadz Subki, Ustadz Hasan, Ustadz Subhan, Ustad Rusdi, and Ustadz Arifin Panogoro.

IMG_3862 IMG_3864

We also met a lot of people,one of them is a humble fren who has a face that really look like Dian Pelangi, she was so beautiful and such an ideal woman to married as a wife banget deh keibuan. I also met a nice and super humble couple, Mbak Ayu Dyah Andari and Mas Muliandy. Mbak Ayu herself was a Palembangnese too, she was a famous designer, and her husband was an oil and gas expert well both of them were totally inspiring couple (dah kita mah apah atuh), and you know what that her husband even won the first prize “ A Car that could be returned with 7 Umrah Packages”, and even worse Mbak Ayu herself also won an umroh prize, how lucky they are rite. At the same time we also met another humble couple of a doctor Mbak Luthfi and an oil and gas engineer Mas Rahdian, they were a great parents too, they had 3 children, two of them were twins, but unfortunately one of the twin have passed away and leaving a neva ending sadness for both of them. I also met some “Emak-Emak Hebring” who neva stop talking about their family and children, and ended up by an idea to make an engagement mission to their children ahahaha I guess I’ll do the same on my future life hehehe. I also met beautiful twinnies, and their older sister who has a look-alike face, it did make me want to have twin babies hihihi. On the same bus, me and my husband also met a branch manager of a syariah bank in Makassar with her wife, they were so kind and super humble. Well we do met a lot of people there, and I couldn’t even recall them one by one on this posting, but I am so happy. I simply learned a lot from those people, and I am very grateful about it. Alhamdulillah.

Wonderful Journey in Baitullah Part 1 – Nothing But A Wonderful Journey


IMG_4057

Assalammualaikum Bloggers, I’ve been wondering myself to make a quick draft as soon as possible after the journey, but the thing is ahaha suddenly all the dreams become only a plan hihi as usual all the laziness and sleeping beauty syndrome somehow always win the war between spirit of doing everything versus doing nothing. Well after having umroh, all I can say is Makkah and Madinah have just amazed me all at once!!! Subhanallah. There’s nothing more than desert, mountain, rocks everywhere, and super hot weather there, but all the good things, all those holy feelings, the history, Rasulullah, The Baitullah, and everything between it has just charmed me a lot all at once!!! Subhanallah, Alhamdulillah and I can’t wait to come again and again to Baitullah for hajj and umroh, May Allah will gave that chance to me and my family.

IMG_3687

IMG_3683 IMG_36962015-04-24-07-45-54_deco

Awalnya aku sama suami emang udah niat pengen umroh tahun ini, tapi ketika udah semakin deket dengan bulan rencana kita mau umroh semakin banyak ajah kegalauan dan kegundahan hati yang melanda kita berdua. Jadi kalo dibilang umroh itu adalah jihad hati, jihad fisik dan jihad harta, itu emang bener banget. Tapi Alhamdulillah semakin deket ke niat kita untuk berangkat satu per satu masalah dibantu selesain sama Allah, kita sempet bingung nyari-nyari travel apa yang kira-kira paling sesuai sama kita dari mulai harga, susunan acara, hotel, sampe dengan tanggal cuti tadinya bingung mau AeroHajj, atau Dompet Dhuafa, tapi di akhir-akhir pencarian kita malah ditemuin sama travel NRA. Alhamdulillah banget pas kita mau daftar pas banget Travel nya lagi ulang tahun jadi kita dapet potongan, Alhamdulillah, selain itu kita juga ngedapetin hotel yang seharusnya masuk di paket gold eh malah dapet di kita yang regular, Alhamdulillah. Pas lagi di Mekah pun ada acara Tasyakuran Ultah NRA, kita gak dapet hadiah apa-apa, hehe tapi gapapa karena berangkat umroh itu sendiri adalah hadiah terbesar bagi kita berdua. Pas pulang kita dapet hadiah lagi berupa souvenir dari Ultah NRA berupa Alquran Mushaf dan Tas Buat Mukena. Alhamdulillah.

20150427_142039

Everybody who has gone for umroh and hajj will always have the special stories about their trip and so does us. I guess I will summarize it into some big points:

20150427_081109

  1. Praying in Raudhah

Raudhah is a mosque that was built between Nabawi and Rasulullah’s house, this place was said to be Raudhah (Garden’s of The Heaven), and it was nominated as one of a mustajab place to convey prayer bcoz u have to queuing here to have a chance to pray inside it specially for woman bcoz we were limited by the time, as for man they have 24 hours to pray there. My first time was with the travel guide, but my second time was with me alone hihi, I always thought that it would be a regret if I dunno use my time well to go there while in Madinah, so I decided to go there alone and it was so fast I only have to wait for a while there, lucky me alhamdulillah, I also got 2 new friends from Indonesia there. Raudhah was so full of people, some of them stayed like a statue there, some of them were busy writing their name on the separating wall (How weird rite?), and some of them were crying over and over.

IMG_3987

  1. We lose our pocket camera :p

Yeah believe it or not, my husband thought that he had put the pocket camera into his bag while in bus from Madinah to Makkah, but ZONK, we didn’t find any pocket camera on it while we arrived in Makkah, so we told the Muthalib (read semacem ustad yang membimbing di bis travel) that we’ve lost the camera, He told us that he will ask the driver to recheck the bus, but unfortunately becoz the bus had leaved to Madinah, we will get the information about it only when the bus has came to Makkah on the next 2 days. Yeah, I deeply feeling a lil bit angry to my husband since I lose my photo with the birds in Madinah and even worse we couldn’t get any good pictures while in Makkah except using my S4, but suddenly I felt that maybe it lose for a good reason so then I told my husband to let it go and feel super “ikhlas”, if it use to be ours it will be back, but if it wasn’t then we have to let it go. The one who felt so guilty about it is my husband himself, bcoz he realized that he might losing it bcoz he always thought of having the new one, almost everytime he told me about the new catalogs of camera. Somehow it looked like he didn’t felt grateful about the old camera that has helped him a lot. Things ran so fast in the next 2 days, and unexpectedly our muthalib said that our camera was found by the driver, and he would gave it to us as soon as possible he met us, Alhamdulillah wasyukurillah, lucky Us, we still got a chance to have a good documentation while in Makkah. (P.S the driver also take a selfie with our camera so that we will always remember him ahaha)

IMG_4091

  1. Hajar Aswad

I’ve been wondering myself to kiss Hajar Aswad and to see the beautiful of the Heaven’s Stone that was put in the corner of Ka’bah even it is not a must. I guess I have to give it a chance to try at least one. So accompanied by my husband I tried to touch the Hajar Aswad, but unfortunately the competition was so unexpected, people around me were pushing each other, they didn’t even differentiate between man and woman, bcoz competition is a competition and you have to fight for it no matter how tall you are and no matter whether u were a man or a woman. So it’s almost like 10 cm in front of me and suddenly we were pushed by those big guys, and then we should start from the beginning to fight with each others, my feet were trampled by those big guys around me (sampe bengkak T.T), and I was gave up after 30 minutes fighting to touch it. Well people said that Hajar Aswad was kindly different with rukun yamani, murtazam and “Makam Ibrahim” becoz people were queuing in good way, and you may touch it without fighting, while in Hajar Aswad you do have to fight if you want to touch it, and some people also feel syirik about it and using many ways to touch it even using the help by paying those big people. As for me I won’t do it, I’ll try my best, if I were destined to touch it than I would find my own way to touch it, but if I won’t so it might be for a good reason. It is indeed like our life, you think that it is the best things in your life, you think that you can get it easily, you think that u almost there, but unexpectedly things might doesn’t always work the way we think about, we may think that it was the best thing for us, but Allah know the best, while human know nothing u just have to try and push yourself to the limit and Let Allah SWT shows you the best that u can get.

IMG_4059

  1. Murtazam

Murtazam is the Door of Ka’bah, it is one of the “Mustajab” place to pray and convey prayer in front of it. As for me and my husband it was one of our favorite view in Masjidil Haram. And I can’t help myself not to cry every time I saw the door, it’s like magical things inside myself told me that I were nothing, and God is everything, and we couldn’t even breath without the help of Allah SWT. Allah gave me everything I want in my life, I always got a good score on my academic histories, I got a chance to enter in one of the best university in Indonesia,  I always wanted to work in a Bank ever since I was a child and Allah gave me that opportunity to work in a bank (and I started to regret it, it’s like I didn’t felt grateful about it), I got married in 23, I got a Nice Husband, I got a happy family, I have a healthy body, I got many good people all around me, and just because of some reasons somehow sometimes I didn’t felt grateful about it, how could I? Fabbiayyi ala irrabbikumma tukadziban (so which of the favors of your Lord will you deny?). I started to know myself better, and I started to ground myself to the Zero Position. And this was the best place on earth where u could pray, it was more than a wishing granting factory, it was Baitullah, the home of the One who Create the whole wide world. Hopefully Allah SWT will grant all of me and my husband prayers, aminnn YRA.

IMG_4023

  1. My husband lose his sandals

On the third day in Makkah me and my husband decided to do umroh alone apart of the travel’s itienery. Lucky us there was a nice couple, mbak luthfi and mas radian who also had the same plan with us, so we went together by taxi to take the Miqot in Tan’im Mosque (the nearest place where Siti Aisyah took Miqot for Umroh). After arrived at the mosque we did Dhuha, and Tahiyatul Masjid Pray. Not long after doing those things we got ready to go back to the taxi, but unfortunately my husband lose his sandals, while mas radian his fren didn’t lose his sandal, so then we went back to Masjidil Haram with my Husband who didn’t have sandals. I felt so pity to my husband but he told me that it was okay J. Well, We might met the sandal again in the heaven.

IMG_4115

  1. Tawaf

Tawaf activities for some reason means a lot of things to me, I was categorized into a super “ale-ale” person which means I would like to give up even when I wasn’t trying my best and push myself to the limit on doing everything. As for a person like me, I would be easily pushed by other person while doing tawaf. So I learned a lot, and I kept doing Dzikir, I kept focus on the situation around me, and I kept watching whether there’s a wheel chair or not behind me, whether there’s a kid or not around me, until I could drive myself safely into the 7th lap. Well it’s look simple but in fact there were so many things that u have to pay attention during doing tawaf specially a “khusyuk” and safe tawaf without being pushed by others.

IMG_3740 IMG_3744IMG_3947IMG_3963

  1. The Beautiful Nabawi

I never wondering myself could be in a such beautiful mosque, I love the details about the mosques, all the calligraphies and not to forget that such beautiful Umbrellas.

IMG_3841IMG_3862IMG_4010

  1. City Tour and All Those Warm Feeling

Every time we had a city tour around Madinah and Makkah, The Muthalib and Ustadz always told the story about those historical places. As for me while listening to the story and looking outside was a very unforgettable moment. That moment I just realized all the things that might we heard in the Islamic History was real, it was happened, it really was, and the proofs was uncontested. It’s like the place itself told us its own histories. And my face would be like duck (mewek pengen nangis) all the time couldn’t stop starring at those beautiful histories. Subhanallah.

IMG_385620150428_081205

So finally, after all the journey that I had for these 9 days, all I could say that I do miss this place, even when I was still there. Those Beautiful Mosques, Those God’s Carving All Around The City, Those Holy Feelings, Those Warm Feelings, Those Happy Feelings will be missed. I simply learned a lot about everything here, it helps me a lot to know myself better, it teaches me how human couldn’t do everything without any help of Allah SWT, it makes my faith stronger, it makes me learn how to socialize with hundred thousands of people, it makes me more focus on doing everything, it enriches my knowledge about  Islam, and it motivates me to come again and again to Baitullah.

IMG_4158 IMG_4153 IMG_4159

20 Facts About Me


1. My friends usually call me “ruray” or “ulik”, ulik is my nickname in my family, and ruray edogawa was truly inspired by d phenomenal detective “Conan Edogawa”, honestly I’m a big fans of “Sinichi Kudo” (d’ adult version of Conan Edogawa) but since d’word “Kudo” it self in Indonesia means Horse (Kuda), it will be sounds so weird bcoz it will become “Ruray Kudo” or “Ruray Horse” or “Ruray Kuda” so finally I picked “Ruray Edogawa” for my funny nickname.

2. I am a multitalented person in a vice versa meaning ahaha.. WHY?? Bcoz d truth is I can’t do anything I can’t drive, I can’t swim, and I can’t cook a supa complicated food like a masterchef.. see how multitalented I am rite hihi..

3. I’m afraid of the height..

4. My fave animal is a supa cute and fluffy animal.. It is jeng jeng jeng (drum roll) PANDA of course..

5. I’m a big fans of oriental face artists, I dunno why but maybe bcoz I’m an oriental face too, there are many oriental face artists from all over asia, but I’ll pick 4 of them as me fave:

· Gong Li from China

· Franda from Indonesia

· Ice Preechaya from Thailand

· Song Hye Kyo from Korea

6. I do Love Blogging, I do Love Writing about extraordinary and funny things that happen in my life.. I Love to describe stories by my own way, it could be by words or by drawing comic. And now since I dunno have time to write on my blog, I ‘d prefer to do instant micro blogging on Path or Instagram, even it was kinda different bcoz of some limitation and BLOGGING is d best way ever to tell stories.. so I deciding to write again on my blog as soon as possible..definitely gonna do it soon..

7. I can’t read map…Until my husband force me not to be an ignorance person.. He told me that I hafta know about everything, and I have to survive in every conditions that happen to me.. I realize that those spirits from my husband made me become a tough person and now I know how to read maps as well as I know many public transportation and its routes.. It might not an easy thing to do at first, but at the end I do feel the advantages of being An Explorer like Dora.

8. I love laughing and telling jokes as well as love crying..

9. Ever since my father was dying, I became a paranoid every time I hafta face Doctors.

10. I’m a sleeping beauty princess. Apologize for a very self proclaim fact about me hihi but Ihonestly I tell u d truth.. I always feel sleepy every time I hafta face a boring subject in d class.

11. I’m a panic person, I can’t work under pressure and I can’t work over a deadline.. That’s why I usually become a very planned person on doing assignments. I do it to avoid being a ball of stress when I hafta face deadline and pressures.

12. I was trained to be a dragon hihi kiddingggg.. wat I wanna say here is dat my shio is Dragon, and my zodiac is Leo, and dat’s make me become a “gampang emosian and gampang kesel person” ..

13. My all time fave food is rice.. I couldn’t live without eating rice. Well thanks God dat I was born as an Indonesian hihi.

14. I was named Ruri Octaviani by my parents, Ruri itself comes from a title of a Song “Ruri adalah Abangku” by A.T Mahmud, the song told us about a diligent and smart boy named Ruri, my father gave me that name in order to have a diligent and smart girl too, hihi I hope He wasn’t disappointed of me ruin d song hihi.. and Octaviani itself it comes from d word Octa that means Eight and The 8th month is August, the month when I was born. But usuall people think dat I was born in October hihi..

15. Paling gak suka dimarahin, dan diatur secara berlebihan makany bercita-cita punya usaha sendiri karena gak ad yg ngatur2 hihi (it’s kinda annoying)

16. I Love to live in a peace world, I dunno want to make enemies.

17. I’m a vindictive person (pendendam), every time someone hurts me, I will neva eva gonna forget about it, I will forgive it, and I will not doing a revenge, but sorry I can’t go back on the same person just like before.

18. I love drawing and making comic hihi u can check it out on my blog later..

19. I love watching cartoon, and I do believe in a happy ending stories just like in Disney Stories.

20. I’m a dreamer.. I love to dream about everything comes on my mind. I neva stop dreaming.

And now Me and My husband dreaming of going to travel all around the world with our family and our future childrens.

Thailand and Malaysia City Hopping Day 6 (Hat Yai – Butterworth – Penang)


Hari ini abis subuhan kita langsung jalan kaki ke stasiun, jaraknya deket banget skitar 100m, stasiun udah buka dari jam 5 pagi, tadinya kita buru2 biar gak ketinggalan kereta jam setengah 7 pagi (Bangkok – Butterworth) eh gak taunya keretanya delay ampe jam ½ 9 pagi, akhirnya kita stay tune di stasiun sambil nyolong WiFi Gratisan yang entah hape android syp, disinyalir sih pemilik wifi adalah ibu2 pake baju merah yang duduk belakang kita ahaha..

20141210_055209 20141210_055124 20141210_055147

Sekitar jam 9 an Alhamdulillah akhirnya keretanya dateng juga, dan kita langsung naik kereta. Di sebelah kita duduk ada orang korea 2 orang, cantik2 banget deh ala2 SNSD gitu, tapi aku gak foto, malu soalnya.. Sekitar 2 jam setelah Hat Yai kita sampe di perbatasan Thailand-Malaysia seperti biasa kita disuru turun dulu untuk pengecekan imigrasi, trus lanjut deh memasuki Malaysia. Kerasa banget deh bedanya, soalnya rel kretanya jadi lebih mulus, karena jalannya lebih bagus, sesame di perjalanan kita ngeliat di sebelah kiri kita ada 1 orang bule dan 1 orang Malaysia yang gak berenti critaan. Jadi dari hasil nguping, ceritanya si bule ini punya istri orang Malaysia, dan dulu juga tinggal di Malaysia, sementara si anak Malaysia baru abis pulang travelling dari Vietnam, Laos, kamboja, dan Thailand.

20141210_132824 20141210_113539 20141210_114333

Selama perjalanan, aku malah sibuk nulis, sementara mas abi sibuk bobok, sekitar 3 jam kemudian akhirnya kita sampe juga di Butterworth. Trus lanjut dari sana kita nyebrang naek feri ke Penang, Ferinya bagus deh, kita malah sibuk foto2, dan skitar 20 menit dari situ kita akhirnya sampe juga di Penang. Dari pelabuhan, kita naik Rapid Penang untuk menju Komtar yang letaknya di dekat hotel. Dari Komtar, kita jalan kaki menuju New Asia Heritage Hotel. Hotelnya cozy, dan vintage banget, yah namanya juga heritage yah, hotelnya adem plus deket kemana2.. recommended deh..

20141210_141528 20141210_143737 20141210_143929 IMG_2236

Abis istirahat solat, dan beli makan siang di Line Clear, kita langsung muter2in Penang, ada banyak banget wall street art dan bangunan2 bersejarah yang lucu2.. wajar banget klo Penang dkasi julukan Penang World Heritage City, kotanya rapid an adem banget, betah deh.. Sore ampe malem kita muter2in Penang Heritage Area, Alhamdulillah udah banyak tempat yang udah kita checklist jadi besoknyanya kita bisa jalan di tempat laen lagi deh.. Malemnya kita jalan2 di mall Komtar sambil makan es krim di McD choco top, entah kenapa di sini enak banget coklatnya beda ama yg di Indo huksss, pulangnya kita beli makan di Hameed.

IMG_2454 IMG_2471 IMG_2255 IMG_2283 IMG_2318 IMG_2381 IMG_2393 IMG_2417

Money Spent in Day 6

  1. Tiket Kreta Hatyai – Butterworth = 2 x332THB = 664 THB
  2. Beli nasi di Border Thailand – Malaysia = 3,5 RM
  3. Ongkos Rapid Penang Jetti-Komtar = 2,8 RM
  4. Biaya Perawatan New Asia Heritage Hotel = 4 RM
  5. Nasi Kandar Line Clear = 21,5 RM
  6. Nasi Goreng Hameed = 4 RM
  7. Es Krim McD = 3,6 RM
  8. Beli air minum = 3,6 RM
  9. Naik Feri penyebrangan Butterworth-Penang = 2x 1,2 RM = 2,4 RM

Komtar yang letaknya di dekat hotel. Dari Komtar, kita jalan kaki menuju New Asia Heritage Hotel. Hotelnya cozy, dan vintage banget, yah namanya juga heritage yah, hotelnya adem plus deket kemana2.. recommended deh..

Malaysia City Hopping Day 8 (Penang – Jakarta)


So Today is our last day in Penang, pagi ini dipenuhi dengan kebingungan kita mw kemana sebelum akhirnya ke bandara bwt balik ke Jakarta.. ada beberapa pilihan museum dan tempat yang pengen kita kunjungin, tapi akhirnya mas abi mutusin buat ke Toy Museum , museum ini letaknya cukup jauh, jadi arahnya adalah ke Teluk Bahang yang mana lokasinya adalah lebih jauh dari Mesjid Terapung yang kemaren kita kunjungin. Dengan harapan yang besar menuju ke Toy Museum, akhirnya kita langsung naik rapid penang dari Komtar.. Selama di perjalanan kita ngelewatin bukit-bukit dan pantai Batu Feringgi, di atas bukit juga banyak hotel-hotel mewah kayak Shangrila, Holiday Inn, dan Hard Rock, pemandangannya juga bagus jadi gak rugi juga sih hihi..

IMG_2860 IMG_2853

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh sampelah kita di Toy Museum yang ternyata cukup ale-ale, dan kita rada tertipu sama tulisan yang ada di Flyernya di situ tulisannya Tiket Masuk harganya 15 RM, tapi ternyata itu Cuma berlaku buat warga Negara Malaysia yang punya MyKad atau istilahnya KTP kalo di Indonesia, sementara untuk turis itu harus bayar 30 RM/orang. Toweweng ahaha..

20141212_094244 20141212_093020 20141212_092950

Pas masuk ke sana ada banyaaak banget deh koleksi maenannya, gmana caranya dy ngumpulinnya yah.. Buat kamu-kamu yang anak tahun 90 an ada banyak banget deh tokoh kartun dan karakter yang jaya pada masa tahun 90 an jadi kayak nostalgia deh hihi, gmana gak coba bayangin dari Sailormoon, Power Ranger, Smurf, Dragon Ball dan temen-temennya masih ada semua bok di sini hihi.. alhasil kita foto2in smua dong (gak mw rugi ahaha) ampe gak kerasa bahwa jam udah menunjukkan jam 12 siang hihi, akhirnya setelah puas foto-foto kita keluar museum deh, trus pengen ke taman yang ada di flyer museum ternyata kita malah mengalami Moment ZONK ke dua ahaha ternyata th tamannya super ale2 banget dan Cuma sepitik seuprit doang dan gak terawatt zzzzzz.. haduuuuh.. kecewa dot com deh sis, ahahaha Zonk Moment kali ini dipersembahkan oleh ke ale2an mas abi ahaha..

Abis dari Toy Museum kita dibingungin lagi ama kegalauan kedua mas abi, yaitu mw nyari lego city series yg gak ada di Indo (FYI, ini bukan Cuma kita lakuin di Penang ajah tapi hamper setiap hari mas abi kerjanya googling tentang lego, dan stiap wikennya aku selalu nemenin keluar masuk Toys Store sampe Lego Shop di Citos buat nyari lego hadeuh), akhirnya berdasarkan hasil Gugling mas abi, katanya ada 3 toko yang harus dkunjungin , 2 di antaranya ada di Gurney, dan 1 nya di Komtar. So mampirlah kita ke Gurney buat ke Toys R Us sama La Fonis.. dan ternyata toweweng yang ketiga adalah moment di mana kita liat bahwa La Fonis itu adalah took maenan anak kecil (yg masih kecil banget) ahahaha haduuuhh.. ZONK ZONK ZONK hihi, sementara di Toys R Us sendiri koleksinya sama kayak di Indo. Setelah mengalami kegagalan yang bertubi-tubi di Gurney akhirnya kita ke Komtar buat liat Toy Store yang jualan lego, sampe di sana ternyata harganya lebih mahal dari di Indo ahaha yowes deh gak jadi hihi..

20141212_135336 20141212_134703

Setelah badan cukup encok akhirnya kita makan siang di Restoran Arab di Komtar, abis itu balik deh ke hotel ambil koper untuk siap2 ke bandara. Setelah itu kita balik ke Komtar beli bekal bwt di Bandara, and naek rapid penang ke bandara..yoshhh.. akhirnya sampelah kita ke bandara Penang International Airport, bandaranya kecil tapi bagus dan rapid eh, musholanya pun rapi banget..

20141212_205802 20141212_201210 20141212_190436 IMG_2873

Sambil nunggu pesawat yang masih lama datengnya kita nyari kursi yang available bwt makan bekal hihi, abis th solat and siap2 nunggu pesawat.. Gak lama kemudian pesawat pun dateng dan kita disuru siap2 antri padahal pesawatnya pun belum dibersiin toweweng.. pada bête deh trutama orang2 tua, maklumlah kebanyakan orang Indonesia dateng ke Penang dengan tujuan bwt berobat. Sampe di pesawat dan sudah duduk rapi, kita disuruh keluar lagi soalnya ada ban yg rusak dan harus dganti toweweng jadi smua barang yang ditaro di kabin juga harus dkeluarin.. kalo kita sih nyante yah gapapa sih demi keamanan juga tapi orang2 yang abis berobat kasian bgt dong mana ada beberapa yang jg harus pake kursi roda, jadi bersyukur banget rasanya sama nikmat kesehatan yang dikasi oleh Allah SWT, Alhamdulillah.. abis disuru keluar kita malah jalan2 dan foto di bandara ajah hehe.. gak lama kemudian setelah 30 menit akhirnya kita disuru masuk lagi deh.. Alhamdulillah.. dan Bismillah untuk keselamatan perjalanan dari Jakarta menuju Penang.. Buat yg sering bepergian baik naik kendaraan, kereta, pesawat, bis ataupun kapal jangan lupa doa yah baca bismillah, shalawat, Al Fatihah, Al Hasyr atau apapun yang kamu hapal gapapa, yang penting jangan lupa doa, karena kita gak pernah tau apa yang akan terjadi..

Dan perjalanan pun dimulai, Alhamdulillah berhasil take off dengan baik tapi gak lama kemudian seorang pramugara mengumumkan bahwa ada seorang penumpang yang sakit dan butuh bantuan dokter, sehingga bagi penumpang yang berprofesi sebagai dokter diharapkan secara sukarela membantunya, dan Alhamdulillah di pesawat ada 1 orang dokter, selama di perjalanan orang itu sakit, dan mungkin jantung, karena pas landing pun kita udah disambut sama Ambulans, karena Ybs udah gak bisa jalan lagi.. sementara penumpang2 lainnya pun banyak yang menggunakan kursi roda.

Alhamdulillah akhirnya sampe juga di Jakarta, sejujurnya dari semua kota-kota yang aku kunjungin aku paling suka sama Penang, dan pengen banget tinggal di sana, smuanya rapi, tenang dan gak terlalu hectic dan rame kayak di Jakarta atau di Singapore. Overall Penang is a very nice city, awalnya aku piker ini kota tempat orang berobat doang, gak taunya lebih dari itu.. Kotanya bagus banget, bersih, tenang, banyak bangunan heritage, banyak makanan halal yang enak2, banyak mesjid yang bagus2, banyak tempat wisata, dan tentunya banyak mall hihi (teteuupp yaah), jadi pengen pindah ke Penang ahaha tapi gak tw mw kerja apaan di sana, kata suami nanti kamu bosen loh, biasa rame, hectic, dan banyak masalah di Jakarta, di Penang tenang tenang ajah gak asik hahaha bener juga yah walau macet, hectic, dan ale2 tapi itu justru tantangannya.. Well Bloody and Tears will only make U Stronger Rite hihi..

Money Spent in Day 8

  1. Ongkos Rapid Penang (Komtar – Toy Museum) = 6,8 RM
  2. Toy Museum = 2×30 RM = 60 RM
  3. Ongkos Rapid Penang (Toy Museum – Gurney) = 5,4 RM
  4. Ongkos Rapid Penang (Gurney – Komtar) = 2×15 RM = 30 RM
  5. Lunch Komtar = 14 RM
  6. Buy Groceries = 59,2 RM
  7. Ongkos Rapid Penang (Komtar – Airport) = 5,4 RM
  8. Bekal di Airport = 10 RM
  9. Beli Air di Airport = 1,5 RM
  10. Tiket Damri = 80 IDR
  11. Taxi Semanggi – Setiabudi = 20 IDR

Malaysia City Hopping Day 7 (Penang)


Hari ini kita mulai dengan berangkat dari stasiun komtar naek rapid penang untuk berangkat ke Penang Hill. Sesampainya di sana kita udah disambut sama keramaian orang-orang, gak tau apa mungkin itu hari libur kali yah jadinya rame banget dan banyak anak-anak. Abis beli tiket, kita langsung ngantri untuk naek kereta jaman dulu untuk menuju ke Puncaknya Penang Hill.. wii seruu deh naek kereta miring begitu ala2 jaman dulu.. perjalanan dari atas ke bawah memakan waktu kurang lebih 15 menit.

.IMG_2511 IMG_2518

Setelah sampe di atas, kita langsung masuk ke Owl Museum, jadi awalnya kita gak tau tentang Owl Museum ini tapi kita baru banget liat mengenai Owl Museum ini pas lagi di Pesawat Air Asia di perjalanan Jakarta-Phuket. So here we are in d Owl Museum, buat anak-anak museum ini gratis bok, tapi bwt Adult kita harus bayar 15RM, di sini kita juga bisa minjem kostum seragamnya Harry Potter for free…asiiikkk, trus mulailah petualangan kita di antara barang-barang kesenian berbentuk Owl yang lucu-lucu.. Oh yaa di sini juga ada kuis loh, kuisnya 10 soal, kalo kita bisa jawab smuanya bener kita bakalan dapet souvenir owl.. lumayan banget kan sis hihi.. dan secara aku ama suami aku hobi banget ama yg gratisan dan ikut2an kuis, akhirnya kita ikutan dan Alhamdulillah dapet deh hehehe..

Lanjut dari owl museum kita langsung ke atas puncak untuk menikmati udara dingin dan foto-foto dengan view Kota Penang dari atas bukit.. wiii Subhanallah banget bagus deh , kotanya rapi bangetttt.. kapan yah Indonesia juga begini L. Di sini juga ada Mesjid, Rumah Jenderal Inggris Jaman Dulu, Love Lock ala2 Korea,Taman Bunga, Mesjid, dan juga kereta api jaman dulu

IMG_2523 IMG_2526 IMG_2575 IMG_2592 IMG_2645 20141211_103205 20141211_103224 20141211_103321 20141211_114628 20141211_114651

Puas foto-foto kita lanjut deh makan karena kita berdua udah kelaperan.. makanannya gak gitu enak di sini dan cukup pricey, so my recommendation is kalo belum terlalu laper mending tahan dulu deh, karena masi ada banyak makanan laen di Penang yang enak2 dan harganya juga terjangkau..

20141211_115608 20141211_115655 20141211_122809 20141211_124058

Setelah puas jalan-jalan di atas bukit, akhirnya kita memutuskan buat turun bukit naek kereta.. Abis turun, kita mutusin buat naek Hop In Hop Off Bus nya Penang, jadi kita langsung masuk, enak deh bisnya adem, sama kayak bis yang ada di Jakarta, plus ad buku-buku wisata dan ada wifi lagi.. ehhh gak taunya pas lagi duduk2 nyante kita dikasi tau bahwa bisnya gak gratis tapi bayar 45 RM per orang toweweng hehe sebagai Budget Traveller, uang segini berharga banget walaupun dengan 45 RM kita bisa keliling Penang dari pagi ampe malem bebas tapi teteup ajah kalo naek rapid penang akan lebih murah hihi.. so akhirnya kita turun dan naek Rapid Penang untuk kembali ke Komtar. Dari Komtar kita balik dulu ke Asia Heritage Hotel buat istirahat dan solat.

Sorenya, setelah seger kembali, kita memulai kembali perjalanan ngebolangnya kali ini tujuan kita adalah Gurney Drive untuk wisata kuliner. Awalnya aku suka baca mengenai Gurney Paragon dan Gurney Plaza dari instagramnya Alodita hihi, di sini ternyata ada 2 mall gede yaitu Gurney Paragon dan Gurney Plaza, mallnya gede dan di belakangnya ada view laut, asik sih jalan-jalan di sini, kalo buat tenant-tenantnya ampir sama-sama ajah sih kayak di Jakarta, Cuma mungkin bangi yg cosmetic shopper di sini ad Channel yg belum ada di Indo. Lanjut dari mall kita langsung jalan menuju Gurney Drive, well, well, well, awalnya sih kita bingung sisss gmana gak soalnya pas sampe di Gurney bingung para penjual nya banyak cina dan juga banyak jualan makanan gak halal, ehh gak taunya pas kita jalan lagi ke depan ada banyak penjual melayu yang pake kerudungan dan ngejual makanan halal, ternyata di sini itu Corner Halal Food dipisahin loh, jadi gak usah khawatir atau ragu tentang pilihan makanannya buat kamu yang cari makanan halal, karena di sini cornernya juga udah dipisahin. So based on the Food Culinary Flyer yang kita ambil dari Hop On Hop Off tadi kita cobain deh smuanya ahaha dengan harapan pas pulang ke Jakarta kita gak gendut dan gembil kayak Santa Klaus

So here are d summary of the food that we eat in Gurney Drive

PhotoGrid_1418299072523

Review dari kiri ke kanan

  1. Es Cendol rasanya sama aja kayak Tajil Es Cendol yang biasa bwt Tajil di Indonesia
  2. Es Kacang Spesial yang ini rasanya agak beda ama es mamat di Palembang (hihi enakan es mamat) ini rasanya manis bgt, tapi yang unik dari minuman ini adalah ada buah2an leci sama ada jagung manis
  3. Nasi lemak Cilibili ini enak banget.. nasinya gurih, dan masuk sebagai salah satu pemenang The Battle of penang Hawker Master 2012
  4. Pasemburan Rujak Cucur Udang, ini juga enak banget, jadi isinya kita boleh milih kayak gorengan dan seafood yang ada di steamboat gitu, intinya rujak tapi isinya gorengan dan seafood pake bumbu merah gitu, tapi bumbunya gak manis sih, enak pokoknya..
  5. Char Koey Tiaw, Alhamdulillah akhirnya nemu juga salah satu makanan paling famous di Penang, yaitu Char Koey Tiaw in Halal Version, karena kita udah nyari2 dari kemaren gak ada yang halal, akhirnya nemu deh di Gurney Drive, kwetiaunya enak banget, kaldunya kerasa banget, dan the best partnya adalah bagian telornya yang melting.. maknyuusss..

Abis perut kenyang, kita memutuskan untuk ngeliat mesjid terapung, tapi sayangnya karena waktu itu udah lewat jam Isya jadi mesjidnya udah tutup dan lampunya udah mati, dan lautnya juga lagi surut jadi gak gitu keliatan ngapung deh masjidnya hihihi.. saran aku sih klo mw mampir ke masjid ini enaknya siang dan pas jam solat biar bisa ngerasain gmana solat di sana hihi.. Abis dari foto-foto seadanya di depan mesjid, kita nungguin rapid penang lewat depan mesjid, sambil mandangin apartemen gede yang ada di seberangnya mesjid, kita juga ngayal gmana yah kalo suatu saat kita tinggal di Penang hihi suka banget sih soalnya ama kotanyaa.. sampe akhirnya bisnya lewat dan kita pun balik ke Komtar.

20141211_202015_LLS 20141211_202042_LLS 20141211_202343

Money Spent in Day 7

  1. Ongkos Rapid Penang (Komtar – Penang Hill – Komtar) = 4×2,4 RM = 9,6 RM
  2. Tiket Masuk Penang Hill = 60 RM
  3. Tiket Masuk Owl Museum = 2×15 RM = 30 RM
  4. Lunch Penang Hill = 11 RM
  5. Souvenir Penang Hill = 10 RM
  6. Buy Groceries = 55,9 RM
  7. Ongkos Rapid Penang (Komtar – Gurney – Masjid Terapung – Komtar) = 4×1,4 RM + 2 x2 RM = 9,6 RM
  8. Gurney Drive Dinner
  • Char Koey Tiaw 5,5 RM
  • Nasi Lemak Chilibili 5 RM
  • Es Cendol dan Es Kacang 7,5 RM
  • Pasemburan 10 RM
  • Total 28 RM
  1. Beli yakult dan coklat di Supermarket = 2,6 RM

Thailand City Hopping Day 5 (Ao Nang – Hat Yai)


So before going to Penang, we decided to go to Hat Yai first, a city that located not far away from the border of Thailand and Malaysia. We took a mini van from Ao nang to Hat Yai, it took us about 5 hours to go to Hat Yai. So we arrived in Hat Yai around 12 o’clock. Then we took Tuk Tuk to go to the hotel that located near the Train Station. The Hotel name is Laemthong Hotel. After dropped our luggage and took a rest in the hotel, we looked for some lunch around the Hotel. We had our lunch in Hamid Restaurant.

20141209_09333520141209_131819 20141209_133201 20141209_133810 20141209_133900 20141209_093335

At that time there were a parade celebrating “Anti Corruption Day” , many people used yellow clothes. And soon after strolling around the Lee Grand Plaza Mall, we decided to go to the Lantern Parade and Ice Dome in Hat Yai Municipality Park. Tapi sebelumnya kita jalan-jalan dulu muterin pusat kota Hat Yai. Kita sempet kesasar karena banyak orang Thai yang ngasi direction yang salah, soalnya banyak gak ngerti bahasa Inggris. Setelah nyasar dan nyambung Songthaew 3x akhirnya kita sampai juga ke Municipality Parknya, tapi ternyata Lantern ama Ice Domenya lagi gak ada soalnya lagi under construction, toweweng ahaha akhirnya kita ke objek wisata lain yang ada di Municipality Park itu. Sebenernya ada banyak banget objek wisata yang bisa dikunjungin di sini tapi jaraknya jauh2 dan mobil yang biasa muter2 juga lagi gak jalan jadinya kita ke yang deket2 ajah, salah satunya ada King Rama Statue V.

20141209_144142 20141209_152346 20141209_154051 20141209_164902

Abis puas foto2 kita balik ke arah hotel naek tuk-tuk, yang tadinya dimintain ongkirnya 50 Baht per orang, tapi kita tawar jadinya 20 baht per orang hehe.. Abis bayar langsung kabur deh kita..Selanjutnya kita mampir dulu ke groceries. Kalo di Negara lain itu wajib banget deh dateng ke groceriesnya ngeliatin barang2 produksi Negara lain, banding2in produk dan beli produk yang gak ada di Indo..malemnya kita beli makanan di pinggir jalanan. Di Thailand itu khas banget ayam gorengnya, rasanya crunchy dan enak banget.

Money Spent in Day 5

  1. Beli air minum = 7 THB
  2. Tuk-Tuk Hatyai – Terminal – Station = 60 THB
  3. Lunch Hamid Resto = 290 THB
  4. Oleh-oleh Hat Yai = 100 THB
  5. Ongkos Tuk-Tuk dan Songthaew = 100 THB
  6. Supermarket Groceries = 120 THB
  7. Dinner + Bekal = 150 THB

Thailand City Hopping Day 4 (Patong – Phuket – Krabi – Ao Nang)


So today, in d early morning, we took songthaew to go to Phuket, then in Phuket Terminal we took Pink Songthaew to go to the Phuket Terminal, where we can get a mini van to go to Krabi. After a long journey with the mini van for almost 3 hours, finally we arrive safe and sound in Krabi, then we took another songthaew to go to Ao Nang.

PhotoGrid_1420335438804

20141208_085103 20141208_092159 20141208_120942

And finally here we are in Ao Nang.. Hello Ao Nang.. it’s almost 11 o’clock, and we go to J Hotel to drop our luggage and take a rest for while. After that, we’re so ready to look for some lunch and we choose Bamboo Restaurant (Halal Food) to eat some pat thai. Actually in South Thailand there are many moslems people so it was very easy for us to look for halal food.

IMG_2151 IMG_2152 IMG_2154 IMG_2155

After that we went strolling around Ao Nang Beach and Souvenirs. FYI the souvenirs here were quite the same with the one that we found in Phuket and Patong, it’s all about the elephants. Then we were waiting for the beautiful sunset in Ao Nang, while waiting we also buy some Thailand Pancake which looks like Martabak in Indonesia, but it was in a thin version of martabak. I mean really thin and taste so crispy, at that time I choosed to eat banana nutella (sweet), while husby took egg-tuna (lil bit salty).

20141208_180400 20141208_172758 20141208_172945 IMG_2173

The sunset was so beautiful, Subhanallah. That’s why I also doodling the view at that time, becoz it was so beautiful.

Money Spent in Day 4

  1. Songthaew Patong – Phuket Old Terminal = 2×40 THB = 80 THB
  2. Phuket Old Terminal – Phuket New Terminal = 2×10 THB = 200 THB
  3. Mini Van Phuket – Krabi = 2×140 THB = 280 THB
  4. Toilet = 6 THB
  5. Songthaew Krabi – Ao Nang = 2×60 THB = 120 THB
  6. Lunch Ao Nang = 207 THB
  7. Oleh-oleh Ao Nang = 400 THB
  8. Beli Pancake = 100 THB
  9. Beli bekal sarapan + dinner = 90 THB
  10. Ovaltine + Pocky = 54 THB
  11. Beli snack di Krabi = 15 THB
  12. Beli tiket mini van Ao Nang – Hat Yai = 600 THB

Thailand City Hopping Day 3 (Patong – Phuket FantaSea)


Pagi ini kita berencana untuk jalan-jalan di Phuket. Karena kita tinggalnya di Patong, jadi kita harus naek Songthaew (sejenis angkot gede) untuk ke Phuket.

IMG_1878 20141207_091851 20141207_100710

Nyampe di Phuket kita langsung ditawarin untuk city tour sama orang local yg mw nyewain mobilnya, dan bebas kita mw dianterin kemana ajah around Phuket. Tadinya dy minta 200 THB, tapi kita tawar akhirnya dy mw 100 THB, dan kita kasi tips 20 THB. Mobil yang kita naekin adalah All New Yaris, dan drivernya orang local Phuket namanya Aydan. He looks like a Malay people, and his wife comes from Penang. He has 1 child, and he told us many stories about Phuket. He told us that Phuket itself comes from The word “Bukit” but then it changes to Phuket. Phuket sendiri awalanya dihuni oleh orang Melayu yang mayoritasnya adalah Islam, tetapi lama kelamaan banyak orang Cina yang menjadi pendatang di Phuket. Dy juga nunjukkin ke kita wilayah yang banyak dihuni oleh para pendatang Cina. Rumah-rumah para pendatang Cina itu desainnya mirip banget dengan desain rumah limas yang ada Palembang, ada ukiran kayu yang dicat dengan warna emas.

Our first stop is Rang Hill, so from this hill we could see all the view of Phuket City.

IMG_1892 IMG_1890 20141207_114708

Setelah itu kita mampir ke Big Buddha Temple

20141207_121031

Selanjutnya kita mampir ke Trick Eye Museum, tp di sini kita gak masuk cuma foto-foto ajah di depannya, selanjutny akita langsung mampir ke tempat jualan souvenir di Phuket, terus abis th kita mampir ke pasar yang mirip dengan Pasar Modern yang ada di BSD. Di pasar tsb kita mampir ke food courtnya dan makan tom yum, selanjutnya kita balik lagi ke tempat Songthaew, soalnya kita mw balik lagi ke Patong.

20141207_133612 20141207_131856

Sampe di Patong, kita langsung mandi dan siap2, soalnya bakalan dijemput ama travelnya jam 17.00 sore. Jam 17.00 kita dijemput di hotel, abis th kita ngejemput penumpang lainnya trus langsung deh jalan ke Phuket FantaSea.

Sampai di Phuket FantaSea, aku langsung exciting banget, soalnya di sini bangunannya lucu-ucu dan desainnya lucu-lucu banget.. bahkan kamar mandinya pun lucu2 temanya..aku langsung foto-foto kegirangan hihi.. Setelah puas foto-foto di luar, kita langsung ke Kinaree Restaurant, di sini kita ke Halal Corner dan nyicipin smua masakan prasmanannya, enak2 smua deh (kemaren pada saat booking tiket kita pilih tiket yang di dalemnya udah termasuk harga buffet dinner).

20141207_182728 20141207_182905 20141207_183715 20141207_183921 20141207_200457 20141207_204026

Jam 21.00 malem, tibalah saatnya pertunjukan dimulai di Elephants Palace. Overall pertunjukannya keren banget di dalemnya bercerita tentang sejarah dan unsur kebudayaan dari Negara Thailand.. Sayangnya aku gak punya foto pertunjukannya, karena di dalem kita gak boleh foto-foto, dan smua hape sama kamera juga harus dititipin.. Keren deh, jadi mikir kapan yah di Indonesia ada beginian juga,soalny kan Indonesia lebih beragam kebudayaannya, jadi kalo diexplore pastinya keren banget deh, namun manajemen pariwisata kita belum sebagus di Thailand jadinya masih belum baik, kalo di Thailand semuanya sudah terorganisir dengan baik dari mulai penjemputan sampai dengan dianter balik ke HotelSelese pertunjukkan kita langsung dipulangin ke hotel deh.. di Hotel kita siap-siap packing, karena besok harus berangkat ke Ao Nang.

IMG_2061 IMG_2076 IMG_2069 IMG_2096 IMG_2087 IMG_2059

Money Spent in Day 3

  1. Songthaew Patong – Phuket = 2×30 THB = 60 THB
  2. Car rent = 120 THB
  3. Lunch Phuket = 110 THB
  4. Oleh-Oleh Phuket = 440 THB
  5. Songthaew Phuket – Patong = 2×30 THB = 60 THB
  6. Oleh-Oleh Patong = 100 THB
  7. Beli Ovaltine Choco Banana (lagi) = 36 THB
  8. Beli Air Minum di Patong = 20 THB
  9. Beli bekal sarapan di Tandoor = 150 THB

Thailand City Hopping Day 2 (Patong – Phi Phi Island)


Hari ini kita udah siap-siap dari pagi, soalnya bakalan dijemput sama travelnya dari jam 7 pagi, abis subuh langsung mandi and sarapan. Jam 7 teng kita dijemput di hotel pake mini van ala2 travel kalo di Indonesia, kebetulan kita yang pertama dijemput, abis jemput kita drivernya langsung jemput penumpang lainnya yang hotelnya ada di atas bukit di Patong, namanya Hotel Avista. Hotelnya bagus banget deh, trus karena orangnya lama aku foto deh di depan hotel, dan drivernya bilang di dalem viewny lebih bagus lagi wuah aku makin seneng dan langsung euphoria foto2 sampe akhirnya kakinya kecebur karena gak liat lagi kalo di bawahnya ada air huhu..

20141206_071152

Abis jemput 2 couple di hotel Avista, kita masi jemput lagi 2 couple di Hotel yang berada di pesisir Pantai Patong, pada tahun 2004 pesisir Pantai ini juga terkena tsunami loh berbarengan dengan tsunami yang terjadi di Banda Aceh, bekas-bekas tsunaminya pun masi keliatan walaupun sebagian besar udah dibangun ulang..

Setelah selese jemput orang-orang akhirnya kita langsung berangkat deh ke pelabuhan, di sana kita ditempelin stiker “Star Cruise Angel” warna ijo, abis th kita naek kapal deh.. Kita nunggu sekitar 30 menit sampe akhirnya kapal berangkat bismillah.. Di dalem kapal kita pilih tempat duduk di Dek 2 dan di pinggir jendela. Kursinya nyaman, di masing-masing kursi juga dilengkapi dengan life jacket, ruangannya ber AC dan pemandangan lautnya juga Subhanallah banget..

IMG_1652 IMG_1650

Selama di perjalanan Guidenya menjelaskan mengenai banyak hal tentang tempat-tempat yang kita lewati, tapi aku sama mas abi malah TIDUR ahaha.. eh gak taunya kita udah sampe di Phi Phi Lay, di sini kita boleh turun dan snorkeling selama 1 jam.. Asiiiikk.. walaupun gak bias berenang tapi kita dipinjemin googles sama life jacket jadinya kita bias ngapung2 dan nikmatin pemandangan yang Masya Allah banget deh, tapi bwt yang gak bias berenang disaranin gak snorkeling. Oia life vest ama googlesnya tadi gak boleh ilang lohhh, kalo ilang kita disuru bayar (700 THB + 300 THB).

Aku gak bisa berenang sih jadiny ngapung2 ajah di laut hihi sambil sekali2 ngeliatin ikan ke dalem aer pake googles pinjeman, sampe akhirnyaaa..

PhotoGrid_1420348984573

Abis berenang ale-ale, kita naek lagi ke kapal dan melanjutkan perjalana menuju ke Phi-Phi Island bwt makan siang. Sesampainya di pulau kita langsung jalan menuju Princess Restaurant, di sini kita bisa makan prasmanan (halal food) sambil nimatin pemandangan yang indah di pantai, kalo mw berenang lagi juga boleh sih, tapi kita milih untuk makan yang banyak ampe kenyang, abis th balik ke kapal and minum tolak angin, trus bobok deh ahaha.. sebelum sampe di Pelabuhan di Phuket kita sempet foto2 dulu di atas kapal yg lagi berlayar.

IMG_1733 IMG_1750

20141206_153809 20141206_132804

Setelah sampai di pelabuhan kita naek mobil jemputan dengan supir yang sama dengan yang tadi pagi jemput kita.. Ngengggg, terus kita dianterin lagi deh ke hotel di Patong, sampe di hotel kita langsung solat mandi and siap2 buat ngejer liat sunset di Patong Beach, hehe walaupun gak kekejer jg pas kita sampe pantai pas banget deh sunsetnya lewat hihi yowes jadinya kita foto-foto ajah deh di pantai sama strolling around Patong Beach ajah deh.. kita juga ngelewatin Bangla Road, beli jajanan jagung, sama mampir ke Jungceylon Mall bwt ngeliat Fountain Show, sama foto-foto dengan Teddy Bear.

IMG_1794 IMG_1800 IMG_1830 IMG_1842 20141206_184200

Money Spent in Day 2

  1. Phi Phi Island Passanger Fee = 2×20 THB = 40 THB
  2. Beli Ovaltine Choco Banana = 14 THB
  3. Beli jagung bakar di Patong = 40 THB
  4. Beli Ovaltine Choco Banana (lagi) = 2x 12 THB = 24 THB
  5. Beli Air Minum di Patong = 20 THB
  6. Take away makanan di resto Arab = 270 THB
  7. Beli Souvenir Photo Phi-Phi Island = 100 THB

Thailand City Hopping Day 1 (Phuket – Patong)


Hari ini aku sama mas abi berangkat ke Phuket naik Air Asia dari Jakarta. Selama di perjalanan jangan lupa untuk selalu berdoa, baca shalawat, dan baca Al Hasyr biar dikasi keselamatan sama Allah. Perjalanan memakan waktu cukup lama yaitu 3 jam, makany kita pesen dinner deh (kita udah pesen online karena dapet diskon 20% plus dapet minum, maklum kita berdua emang pecinta diskonan dan suka banget ikutan kuis dan undian). Alhamdulillah kita sampe di Phuket skitar jam 8 an malem, landingnya enak bgt gak kerasa gt.. Sesampainya di Phuket jam 8 malem (tidak ada perbedaan waktu antara Indoensia dengen Thailand) kita langsung nyari travel buat booking tour ke Phi Phi Island dan ke Phuket FantaSea. Tadinya kita pengen ke Phuket Fantasea dulu tapi ternyata kita dateng berbarengan dengan Hari Ulang Tahunnya Raja (King’s Bday) jadinya seluruh warga Thailand libur, dan Phuket FantaSea nya pun full booked, so akhirnya kita reschedule ulang untuk ke Phi-Phi dulu abis th baru deh ke Phuket FantaSea di keesokan harinya.

IMG_1631

Setelah selese booking travel, kita langsung naek taxi mini van untuk ke Hotel di Patong yang memakan waktu skitar 1 jam. Mini Van nya bagus dan nyaman kayak travel Jakarta – Bandung gitu. Di Patong , kita nginep di Patong Ours Guest House Hotel. Hotelnya cukup bagus dan rapi, dan letaknya cukup strategis jadi deket kalo mw ke mana-mana. Cuma sayangnya di hotelnya gak ada lift, dan kebetulan kita kebagian di Lt.4 jadi yah lumayan encok hihi..

IMG_1638

Money Spent in Day 1

  1. Taxi dari Kantor – CGK 100 IDR
  2. Airport Tax 2×150 = 300 IDR
  3. Bakmi GM = 64 IDR
  4. Tiket Phuket Sea +Pick and Transfer Back to Hotel = 2×2400 THB = 4800 THB
  5. Tiket Phi Phi Island + Pick and Transfer Back to Hotel = 2×1200 THB = 2400 THB
  6. Taxi Airport – Patong = 2×180 THB = 360 THB
  7. Beli Air Minum di Patong = 20 THB

Thailand – Malaysia End of Year Trip 2014


Helllo bloggersss, Alhamdulillah, setelah trip terakhir di pertengahan tahun 2014, aku sama mas abi dikasi kesempatan sama Allah buat jalan2 lagi, kali ini tujuannya adalah Negara Thailand dan Malaysia, jadi rencananya kita bakalan ngunjungin beberapa kota di Thailand dan terakhir berujung di Malaysia tepatnya di Penang. Perjalanan ini memakan waktu selama 8 hari, mendatangi 2 negara, dan mendatangi 6 kota.

Selama ini kalo lagi holiday aku pengen banget deh nulis ceritanya di blog dengan segala detail dan itienery nya layaknya seorang professional traveler blogger, but unfortunately i always busy wid my life jadinya SW deh (Sekedar Wacana) dan gak sempetlah itu yg namanya menulis.. Di awal tahun 2015 ini aku berharap untuk lebih banyak membaca, dan aktif menulis dan membuat komik di blog lagi hehe, dan mudah2an dkasi rejeki lagi biar bisa jalan2 ngunjungin negara yang lain..

So here we are let’s start d story telling day by day so for everyone who wants to go to d same country may have a picture of all the budgets and itienary u may need for ur next vacation.

The Excel File will be attached soon.

20141206_071136

Belajar Fisika Quantum dari “Interstellar”


Setelah menunggu 7 purnama karena mas abi wiken selalu sibuk, dinas dan kerja akhirnya Alhamdulillah minggu kemaren nonton juga Film Interstellar..

Sumpah penasaran banget ama film ini.. Gmana sih ceritanya ampe smua orang bilang bagus dan ratingnya di Imdb pun bagus banget..

Bokkkk.. plis ternyata filmnya persis kayak kuliah jaman TPB yaitu Fisika Dasar haha.. kemaren lebih tepatnya belajar Fisika Kuantum.. Ada beberapa bagian dari filmnya yg bikin bingung karena scientist banget untung dijelasin sama mas abi (dilema istri ale2 ITB Pinggiran)..

Jeda jeda di filmnya pun lambreta lamborghini kayak d film India.. kerasa banget teori relativitasnya..

Ibaratnya berada di planet lain itu sama dengan ngejalanin kontrak dengan kerjaan yg gugur satu tumbuh seribu.. ahaha curcol muluk dan berada di bumi itu sama ajah dengan ngejalanin wiken dan liburan karena kerasanya cepet banget..

Di akhir cerita pun aku mengalami kebingungan yg mendalam dikarenakan bingung ini si Cooper ngasi rumus morse kode2 apa ke anaknya Murph yah..
A. Rumus bwt nyelamatin dunia berupa cara untuk memecahkan atau mengatasi anomali2 yg terjadi di bumi
B. Rumus untuk mengembalikan bumi ke keadaan smula
C. Rumus untuk menyamakan gravitasi d planet lain dengan planet bumi
D. Rumus untuk bawa manusia ke planet laen biar selamat
E. None of the above

Jawabannya adalah E yaitu none of the above hihi sbenernya jawaban D agak mendekati sh tapi masih agak jauh dari ekspektasi jawaban yg sebenarnya yaitu rumus untuk membawa manusia ke planet lain dalam waktu yg cepat dan menghilangkan Teori Relativitas..

Fiuh film yg panjang, bikin bingung, bikin mikir tapi seru karena beyond expectation ajah endingnya..
image

Kiri Jalan


Waktu itu kita lagi mau kondangan ke cirebon, trus di perjalanan bapak crita.. Dulu pas masih ada alm. mbah uti, stiap di perjalanan ke luar kota beliau selalu bilang..

Ojo ngebut2 y, alun2 y…

Nah suatu ketika alm mbah uti melakukan suatu inovasi kreasi ketika di perjalanan..

MU  : alun2 us.. (҂’̀⌣’́)9

B     : hoo..  ƪ(‾O‾”)

MU  : (ngeliat kiri kok kayakny sepi yah)

MU  : ke kiri us,rodo sepi.. (^__^)—-σ

B     : \(˚̩̩̩⌣°̩̩̩)/ (bengong.. kiri >>>> bahu jalan)

Emak Eike (˘⌣˘٥) (˘♥˘)


me and mom

Entah kenapa stiap ngobrol sama mama, omongan yg tadinya pengen serius malah jadi lucu, hehe contohnya di beberapa percakapan dialog di beberapa kejadian di bawah ini :

Pas lagi ngobrol2 di j.co pasar festival:

Kak Ulik (gw) : Ma, nanti th brarti di penerbangan internasional mama gak boleh bawa cairan ya di tas tentengan ya, kalo gak nanti disuru minum dulu baru boleh masuk kayak aku kemaren zzzzz

Mama : Iya kak, masi mending kamu disuru minum aer, daripada disuru minum minyak kayu putih qiqiqiqiqi.. (>>>> ketawa ala bbm)

Kak Ulik (gw) : toweweng (˘⌣⌣⌣˘٥)

Pas lagi lebaran dan sanjo2 (silaturahmi dalam bahasa Palembang)

Dedek : Ma kalo om X ini ditempatkan sebagai apa ya?

Mama  : Bintang Tamu qiqiqiqi…

Dedek : >.<

Mama : Lagian nanyanya ditempatkan sebagai apa hehe..

Pas abis ziarah di makam ombai sm akas (kakek dan nenek dalam bahasa komering)

Abis ziarah waktu itu kita ngelewatin tempat kuliah mama jaman dulu..

Mama   : nah ini tempat kuliah mama dulu can (sambil nunjuk ke samping)

Cacan   :  Oooh..

Mama   :  Iya.. tapi mama lebih sering di kantin daripada di kelas hehe (sambil nunjuk ke arah seberang kampus)             ~(‘o’~)(~’o’)~

Cacan   : (˘⌣⌣⌣˘٥) mama nh…

Mama   : Ohh jangan salah can, justru karena mama di kantin, papa kamu jadi seneng..  (´⌣`ʃƪ)♡

Cacan    : Emang  kenapa ma? ƪ(‾O‾”)

Mama   : soalnya papa lebih gampang jemputnya haha.. (˘♥˘)

Semua yang ada di mobil : zzzzz (¯―¯٥)

Pas dedek lagi ngajarin bahasa inggris

Dalam rangka mw ngunjungin wak cak n family di Austria, Wina. Mama sama tante eti jadi ngambil kursus privat bahasa inggris sama dedek, Alhamdulillah adek ku yg satu ini dulunya lulusan FKIP bahasa inggris sekarang ngajar les bahasa inggris di lia ama privat. Bedanya kalo ngajar yg berbayar dy mandi dulu, tp kalo ngajar mama sama tante eti gak usah mandi n pake piyama aja.. dalam keadaan terdesak n gratisan mama dan tante eti harus menahan segala macam tutty fruity bau org baru bangun tidur demi belajar bahasa inggris stiap harinya di rumah heehee..

Intinya sih dedek ngajarin bahasa inggris secara umum dan bwt travelling, mama sama tante eti rajin belajar stiap harinya. Tapi bulan puasa sempet off karena mama gak bisa mikir klo laper katanya (˘⌣⌣⌣˘٥), hehe.. dedek jg sering ngasi PR ke mama sama tante eti, kalo tante eti selalu ngerjain , kalo mama abis pengajian n shalawat suka lupa ngerjain, jadi baru bikin PR di sekolah hehe alias baru bwt pas pagi2 sblm privat..

Suatu hari dedek ngasi tugas untuk membuat karangan yang temanya tentang family, pas pagi2 dikumpulin PRnya diperiksa sama dedek, punya tante eti bagus, dy ud bisa crita ttg keluarga dengan bahasa inggris yang baik, punya mama jg bagus tp isinya banyakan bukan ttg family cuma bbrp kalimat ajah,malah cerita ttg diri sendiri toweweng haha, kira2 gini nh karangannya:

My Family

……….. I have 3 children. My hobby is travelling, reading, watching, shopping, cooking, …..

sedikit cerita by cacan


hehe gak nyangka deh cacan skrg udah bisa nulis beginian hehe, di antara 3 bersaudara cuma eike yg gak bisa nulis hal2 yg bersifat puitis kalo yg bikin seteres sh bisa hehe..

nangis bombay tadi pagi sblm training aku bacany hehe 😀

suatu malam,

sejenak sebelum aku terlelap tidur,terpikir olehku akan suatu hal,

suatu hal yang kadang terlupakan oleh kita manusia,

itu adalah WAKTU,

Waktu yang terus berjalan setiap detik nya tanpa kenal kompromi,

telah banyak tahun,bulan,hari,jam,snit dan detik yang kujalani di dunia ini,

yaah,, benar,,

aku yang dulu adalah seorang anak kecil yang tak mengerti apa- apa tentang kehidupan kini telah tumbuh menjadi sesosok pemuda yang mencari secercah cahaya terang untuk masa depannya,

menjadi sesosok anak muda yang merantau ke kota orang untuk mencari ilmu,

teringat olehku akan cerita teman-temanku,

dia bercerita tentang orang tua nya,

orang tuanya yang bekerja di tempat ini,di tempat itu,

dan tentang bagaimana orang tuanya menjadi inspirasi hidupnya dalam menjadi hari-hari.

kemudian aku berpikir tentang diriku,

bagaimana orang tua di mata ku,

yang kuingat adalah ayahku telah tiada,

yaaa,,beliau telah meninggalkan kami sekeluarga ketika aku dan kedua kakak ku masih kecil,

di saat itu aku masih duduk di bangku kelas 2 sd,

dan pada saat itu aku begitu sedih melihat ibuku yang tertunduk menangis melihat ayahku yang telah berpulang itu,

dan mulai detik itu yang membesarkan aku hanyalah ibuku seorang,

ibuku adalah sesosok wanita yang tegar,wanita yang hebat,

dia begitu tabah,sabar,menghadapi ketiga anaknya yang berbeda sifat dan karakter,

apalagi anaknya yang terakhir ini,anak cowok satu-satunya,

yang nakal,egois,dan manja,dan lain lain nya yang sungguh tidak bisa dijelaskan dengan kata kata,ckckck

dan aku merasa aku tidak pernah bisa dewasa di mata ibu ku ,

tapi seiring dengan berjalannya waktu,

aku mulai menyadari akan artinya kedewasaan,

dewasa itu tidak bisa di ukur,

menghadapi suatu masalah adalah suatu proses pendewasaan diri,

kadang aku sangat sedih melihat teman2 ku yang jalan dengan kedua orang tuanya,atau di telpon ayahnya,

sharing dengan ayahnya,

aku begitu sedih jika melihat itu,

yang ada di pikiran ku adalah aku ingin beliau melihat bagaimana aku sekarang,

bagaimana aku menjalani hari hari,

bagaimana aku mengikuti jejak pendidikannya,

aku ingin dia melihatnya,

kadang teringat akan cerita ibuku mengenai sosok ayahku yang begitu pekerja keras,sayang kepada orang tua dan saudara2nya, begitu dewasa,

dan itu belum tercermin dalam diri ku,

aku ingin dia memberiku nasihat2,

hmmmmmmmmmmm,,

tapi semua itu telah terjadi,

yang mesti kulakukan adalah mendoakannya agar beliau tenang di sisi-Nya,

dan aku harus semangat menjalani hari-hari ini,

yaaaa,,

karena mereka adalah inspirasi ku dalam menjalani hidup ini,

orang tua adalah inspirasi ku menjalani hidup ini,,

:),

Misscall


Hehe well this is another story bout my youngest brother a.k.a cacan, so waktu itu dy ama tmen2nya lagi maen ke rumah sebut saja X trus di depan rumah ad ibu2 pake daster yang lagi ngangkatin jemuran kemudian

cacan said : “Nek, X ada gak nek?”,

trus ibu2 pake daster :”oh bentar yah”,

n tau gak sih trnyt orang yang dipanggil nenek sama cacan itu adalah ibunya si X TOEEENGGG. Hehe dy suka ngasal soalny kalo manggil orang hehe kan masi kecil jg waktu itu. So klo manggil someone stranger yang belum dikenal lebih baek panggilan formal kayak tante atau ibu aja daripada nenek, kakek, or even nyai, hehe apalagi bwt yg lagi ngapel beware guys, tar kayak iklan di tipi hehe..

Tentang seseorang by dedek :))


ini sbnernya adalah note yg dbwt adek aku si dedek yg dy bwt di notes fb..
dan membuat semua keluarga aku banjir air mata abis bacany hehe,
sampe skrg aku gak bisa bikin kata2 yg puitis begini yg aku cuma bisa bwt itu yah yg ale2 versi ruray aja hehe :))..
but i do like this note,thankies dek :))

Friday, July 23, 2010 at 4:22pm
Perjalanan Bandung- Cengkareng , 19 Juni 2010

Kali ini kau tak datang lagi
Disatu moment yang kami harap engkau ada
Aku tak menyalahkanmu kau tak pernah bisa datang di saat-saat penting kami
Andaikata kau bisa, aku yakin kau pasti datang, mendampingi kami, dan tersenyum bangga atas kami

Kali ini kau tak datang lagi
Aku terbiasa dengan ketidak-datanganmu sejak ulang tahunku yang ke-sembilan
Dimana tak pernah ada lagi ucapan selamat darimu, tak ada kado lagi darimu
Dan selanjutnya kau tak pernah hadir lagi dalam hari-hariku

Kau tak datang lagi kali ini
Aku maklum, sungguh aku tidak mempermasalahkan lagi hal itu
Sudah tak ada lagi air mata untuk itu
Aku sudah belajaruntuk iklash atas apa yang Tuhan khendaki
Aku belajar untuk kuat untuk meneruskan hari-hariku, dan melanjutkan pengejaran mimpiku

Kau tak datang lagi
Bahkan ke mimpiku pun tidak
Baiklah, jangan hiraukan aku, aku tahu kita punya alam yang berbeda saat ini
Perhatikan saja dari jauh, orang-orang yang berjuang untuk sama kuat, sama tegar, sama sakit, sama susah, dan sama-sama untuk terus survive setelah kau tinggal pergi

Jujur, aku masih rindu ceritamu, cerita tentangmu yang belum banyak aku dengar,yang belum banyak aku tahu. .
Tak bisakah kau jangan pergi dulu, paling tidak tunggulah sampai saat ini, atau mungkin nanti?
Aku tahu betul kalau hal itu tidak bisa, tidak mungkin terjadi tepatnya
Baiklah, perhatikan saja tumbuh kembang kami dari sudut mana saja yang bisa engkau lihat. Lihatlah perjalanan hidup kami dibesarkan oleh seorang wanita hebat dengan segala daya upayanya merawat tiga kepala yang isi kepalanya berbeda-beda, dengan mimpi yang berbeda-beda pula

Setidaknya kepergianmu membuat kami bisa belajar
Untuk menyeka air mata kami sendiri
Untuk tetap tersenyum sesedih apapun kami
Untuk berdiri sendiri setelah kami jatuh
Untuk saling mendukung satu sama lain
Untuk belajar kalau hidup itu sederhana tapi tidak mudah untuk dijalani
Dan belajar untuk tetap percaya bahwa kami bisa hidup dengan harapan, usaha, dan doa

Yah benar, kepergianmu membawa banyak perubahan dalam hidup empat orang manusia yang kau tinggalkan
Dan kami belajar untuk menerima semua perubahan
Dari satu rumah menjadi satu kamar
Diikuti masa-masa sulit di kehidupan yang keras ini
Kami terus mencoba kuat.
Karena seorang manusia dengan sayap patah itu terus mengajak kami untuk terbang sesulit apapun caranya karena dia percaya selalu ada jalan untuk orang-orang yang mau berusaha
Ia benar Tuhan tak pernah tidur
Tuhan tidak pernah pura-pura tidak tahu
Tuhan tahu dan menunggu
Kamipun mencoba untuk tetap menunggu hal-hal baik jika Tuhan belum memberinya hari ini, karena perempuan kuat itu selalu menyadarkan kami masih ada hari esok yang lebih baik, dan yang pasti kunci kehidupan itu adalah kesabaran

Andaikata aku seorang time traveller, aku ingin mengunjungimu, dan bertanya hal-hal yang belum sempat aku tanyakan
Aku ingin mengenalmu lebih jauh
Aku ingin mendengar bagaimana suaramu, karena aku sudah tak ingat lagi bagaimana suaramu
Aku ingin tahu pendapatmu tentang aku yang sekarang, yang bukan lagi anak kecil ingusan berusia 8 tahun seperti yang terakhir kali engkau lihat
Aku rindu sosokmu, sungguh aku juga ingin menceritakan sosok jelasmu sebagaimana anak-anak didikku dulu berbicara tentang tulang punggung keluarga mereka

Hum. .
Kau tak datang lagi, dan tak akan pernah datang
Tak apa, ini jalan Tuhan, mungkin akan lain ceritanya jikalau kau masih ada, tapi aku yakin ini yang tebaik, jauh lebih baik daripada aku melihatmu berbaring melawan sakitmu
Aku maafkan kau tak akan pernah datang lagi, Pa.
Di hari wisuda kakak, satu kursi kosong untukmu, Pa.
Doakan aku dan cacan menyusul memakai toga secepatnya.
Doakan kami bertiga bisa membahagiakan mama, kami berusaha, walau cara kami sering salah dan membuat mama kecewa.
Maaf hanya kiriman Al-Fatihah dan Yassin yang bisa kami beri.
Maaf kami jarang mengunjungi tempatmu, tempatmu sesungguhnya ada di hati kami, Pa.
Semoga doa kami selalu disampaikan Tuhan padamu.
Terima kasih atas segala jerih payahmu yang masih bisa kami nikmati sampai saat ini.
Walau kau sudah tiada, kau selalu ada di hati kami, Pa.

Ipang bernyanyi indah untuk Papa:

♫Ku ingin kau tahu, tak akan ada habisnya
Ku masih miliki cinta melebihi yang kau kira
Ku ingin kau tahu kau tetap di hatiku
Ada yang harus kau mengerti
Kau tak akan ada gantinya. . .

Kau tak terganti, Pa.

Untuk ayah terhebat di dunia.
Semangat hidupmu mengalir dalam darah kami, we love you, Pa 🙂

villagers looking 4 a job


huwaaaaaaaaaa

aku kangeeennn bgt nulis blog udah lamaaaa bgt rasanya gak ngeblog,

abisnya smester ini hectic geelaaak hehe le to the bay yak 😀

ini pengalaman aku stelah menjadi ST dan automatically jg jadi jobless, dengan semangat 45 aku n tmn2 senasib sepenanggungan mencoba mengadu nasib bwt cari kerja di jobfair yg diadain di jakarta, sebenernya sbelum2nya jg ada job fair tapi karena kita juga baru bgt lulus fresh from d oven jadinya info kita pun terbatas T.T

kita (aku,au, n niken tadinya ulfi mw ikut tp karena sakit jadi gak jadi deh)naek travel sbut saja X hehe (ketauan ya) trus ke bintaro soalnya mau pergi bareng2 ama tania ke balai kartininya, aku udah bangun dari jam4 pagi soalnya takut ketiduran n ketinggalan travel..aku janjian ama niken bwt pergi brg ke travel x tsb.Akan tetapi haha (bahasanya mulai baku) paginya si niken baru sadar ktpnya gak ada,wew kk wew alhasil kite dtg dulu k potokopian untuk menyelesaikan masalah ini,alhamdulillah setelah melalui pencarian ketat akhirnya ktp ditemuin di gantungan tiang2 fotokopian..untung aja gak telat nyampenya..pagi2 aku udah kayak orang mw kemping gak jadi gt saking semangatnya bawa banyaaaakkk bgt CV haha..

nyampe di travel x tadi kita buru2 langsung nuker tiket yang ternyata tercatat atas nama AWU hehe padahal tmen ku itu namanya AU emang sih spellingnya bner tp yah lucu aja hehe sempet terjadi debating contest pas ngambil tiket ini,hehe akhirnya kita pun membayar dgn menunjukkan KTM yang tidak dibolongi biar dapet diskon hehe (mrgreen)

Kemudian kita dihebohin lagi, dikarenakan mobil tania lagi diservis mendadak dangdut nasib kami ber3 pun menjadi gak jelas dan terombang ambing abisny kita bingung dari sanany gmana mw perginya,kalo naek taxi sm aja kayak kita naek travel lagi kalo mw ke rumah tania dulu jg gak tau hehe..alhamdulillah di tengah2 perjalanan ternyata si custom, cowoknya tania bisa ngejemput n nganterin kita hehe..Selama di travel kita ngobrol trus tmn aku au bilang dy gak bs tdr kalo di travel, berbeda ama aku dan niken yg selalu tidur di travel hehe jgnkan di travel, di kelas yg ada dosennya pun aku bobok hehe :P..tapi ternyata pas aku bangun, tmn aku itu jg bobok haha..

Nyampe di travel X bintaro, kita disambut sama bau terasi dari warung masakan deket sono,smua org pada batuk2 jadinya gak kuat nyium bau terasi yg kenceng :((, untung abis th kita segera dijemput, n cabs ke balai kartini hehe :D..di jalan kita sempet nyasar2,jadinya baru nyampe di sana sktr jam 11an…andddd we finally found the biggest different between jobfair in bandung n jakarta,hehe klo di bandung kita gak usah ngantri2 bgt bwt masuk or even bwt beli tiket..tp di sini smuany serba ngantri hehe buat beli tiket aja udah kayak naek haji buset dah mana kita laper hehe..

stelah gundah gulana mengitari antrian akhirnya kita masuk,jg n akhirnya bikin account dkk, jadi kita gak perlu ngasi2 hard copy gt (huwaaaaaa tau gini aku gak usah motokopi bnyk2 huhu 😦 krik krik yasudlah y hehe) walaupun pas bikin, rada eror2 n bermasalah gt deh ntah kenapa aku lupa password dari account yg aku buat akhirnya dibikinin yg baru ama mas2nya dengan alamat imel yg aneh n ternyata gak bisa log in ntah bagaimana kelanjutan nasib saya tp mas2nya sih bilang klo pun ad panggilan bakalan lewat sms n bukan imel..yah klo rejeki gak kmana yah heehee..

nyampe sana enak sih nyaman n dingin juga gak desek2an kayak di entry doornya..trus kita keliling2 n ngdaftarin di smua2 perusahaan yg kira2 feasible bwt kita daftarin, hmm tp kebanyakan sih buat social yg teknik nya gak gt banyak, klo pun dipaksain paling di bagian administrasi ato apanya gt hehe..aku seneng aja ngumpulin hadiah2 dari stand2 yg kita datengin hehe, trus kalo yg ada makanannya hehe,abisnya kita kelaperan bgt, sampe di stand Z ada kue n t4 duduk hehe kita maen ke sana n tmn aku banyak nany hehe (katanya sih karena dy terjebak hehe), aku gak dengerin penjelasan mas2nya (maaf y mas J, aku malah sibuk makan kue yg trnyta enak bgt hehe tmn2 aku jg sependapat *mgkn jg karena kita dah laper walaupun cuma 1 tp rasanya nikmat bgt hehe*), aku jg smpt salah apply hehe yg buat male malah aku daftarin hehe gak dibaca lagi..

pulangnyaaa pas di jalan mw keluar aku iseng mencet2 alat touch screen di suatu stand yg kayak bwt video game…and ternyataaa itu adalah bwt fotobox sodara2 hehe,awalnya sih tmn2 aku rada gak percaya (abis gak ada yg foto2 di sana), n malu jg klo mw foto abisnya org2 di sana pada serius2 n gak ada yg foto2 kayak kita hehe, stlh malu2 kucing akhirnya kita foto jg..n kita kira hasilnya bakalan gak diprint..dan ternyata diprint sodara2 hehe..alhasil kita foto sekali lagi hehe..sbnrnya pgn lagi sih tapi takutnya klo lebih dari 2 kali disuruh bayar hehe,abis th kita langsung kabur hehe..trnyata ilmu sotoy kdg berguna yak hehe walaupun lebih banyak kerugianny hehe..yah lumayan lah kita dapet foto box,majalah,map,dkk hehe 😀


abis dari sana kita lgsg cari tempat makan hehe, kita nyerahin smuanya ke custom n tania biar mereka yg nentuin hehe kita jg diliatin sekolahnya tania n custom, akhirnya kita makan di ayam ganthari dkt sma70..karena si au n tania lagi ngidam bgt cari kol goreng,tp trnyata di sana gak ad kol goreng..hehe trus akhirnya dipesen d warung sebelahnya..yg didapatkan malahan kol goreng tp kayak direbus..kecewa sih,tp teteup aja abis dimakanin th kol goreng hehe..abis dari sana kita mw solat di blok M ya ampun itu  jauh bgt musolany hehe di lt5 dan gak tau kenapa skrg stiap naek bangunan tinggi yang agak rapuh (lama) aku takut bgt..entah kenapa tp insting aku akan gempa semakin tajam hehe pokoknya amat sensitif dengan resonansi2 yg terjadi hehe (bahasanya ilmiah bgt ya,pdhal gak ngerti apa yg diomongin th)..nah sama halnya dengan ini hehe pas solat pun wudhu nya agak horror soalnya harus fear factor dulu..tempat wudunya rada jauh n itu th curam gt (sbnrny gak curam2 jg sih cuma pemandangannya yg ngadep ke bawah itu yg serem) >.< aku takut bgt sm ketinggian huhuhu we ha  ye oh we ha ye (why oh why)..huhu aku jadi pengen tinggal di jepang yang bangunan2 nya udah dirancang sedemikian rupa biar bisa nahan resonansi gempa L..

hehehe abis itu kita nntn knight n day di sency,smntr tania n custom nntn eclipse..baliknya kita nntn bola dulu di food court (brasil vs belanda) tp cuma satu babak,soalnya tania kasian liat villagers2 ini tampangnya udah kayak bantal smua hehe..tp sblm balik kita foto2 dulu di display toko2 yg udah pada tutup hehe maklumlah villagers haha..

pulangnya kita nyari martabak hehe sbnrnya tmn aku si au pgnnya cari makanan khas Jakarta, tapi ntah kenapa smua martabak tulisannya asli bandung haha, smentara di bandung sendiri tulisannya asli Bangka, ntah siapa sebenernya penemu aslinya hehe :D..akhirnya kita beli di daerah bintaro,katany si custom ini martabak asinnya enak soalnya campur bau keteknya mas2nya hehe soalnya kan pHnya asam th..hehe tp martabaknya enak sih jadi pengen beli tp kali ini mw yg asli bandung n beli di bandung haha..besoknya kita balik nya pagi naek travel sbut saja CT (bukan cut tari loh hehe) n nyampe bandungnya sore soalnya macet parah hehe..anyhoo thanx 4 tania,custom,ibam,mama n papanya tania 4 helping those villagers (mrgreen)