Tsaqofah

Menulis untuk Peradaban

Meskipun diri ini belum layak diberi gelar “Penulis” semoga kisah perjalanan saya menulis menjadi inspirasi bagi yang membaca bahwa usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil karena usaha tidak akan mengkhianati hasil.

Sebelum mengikuti kelas menulis, saya senang sekali membuat artikel-artikel tentang pendidikan, anak dan keluarga, beberapa artikel saya pernah dimuat di media online Eramuslim.com. Pertama kali mengirim naskah ke meja redaksi karena coba-coba, apakah artikel saya akan dimuat, ternyata dimuat dan bahagianya ketika tahu bahwa tulisan saya dibaca banyak orang. Selain itu, saya juga memiliki akun di sebuah platform citizen jurnalisme, di sana saya lebih suka menulis artikel. Menurut teman yang lebih dulu terjun di dunia kepenulisan, saya memang lebih cocok menulis artikel. Tapi saya tetap ingin mencoba menulis genre lain.

Bulan Desember 2018 adalah awal saya menekuni dunia kepenulisan, mengikuti kelas menulis online baik berbayar ataupun gratis. Di zaman serba mudah ini, jarak tidak lagi menjadi kendala belajar. Dalam satu grup ada anggota yang berasal dari luar daerah bahkan luar negeri. Lanjutkan membaca “Menulis untuk Peradaban”

Tsaqofah

Mendidik karena Allah

Tujuh tahun menjadi guru TK, banyak suka duka yang dilewati. Sejauh ini lebih banyak sukanya sih. Setiap hari bertemu anak-anak yang menggemaskan ada juga anak-anak yang perlu treatment lebih. Nah di sini mulai perjuangannya, hehe. Dalam hal ini peran serta dan kerjasama orang tua sangat dibutuhkan. Jika orang tua mau bekerja sama dengan guru insya Allah masalah-masalah pada anak akan bisa diatasi bersama. Pembiasaan di sekolah diulang di rumah agar apa yang sudah dicapai di sekolah tidak mentah lagi ketika libur panjang.

Setelah berbagai usaha kita lakukan, yang harus selalu diingat bagi seorang guru adalah:
1. Berdoa, teruslah ingat berdoa. Doakan anak didik kita, hadirkan wajah-wajah mereka dalam setiap doa kita, sebut namanya. Mintalah pertolongan Allah atas usaha kita karena semua terjadi atas ijin Allah.

2. Libatkan hati. Saat mendidik anak libatkanlah hati kita, mereka adalah amanah yang Allah berikan pada kita. Sebagai seorang guru, anak didik adalah anak ideologis kita, buah pemikiran kita. Jika kita tidak bisa memiliki anak biologis 10 orang maka bersyukurlah karena Allah telah memberikan kita anak ideologis lebih dari 10. Maka jangan sia-siakan kesempatan itu, berikan jejak-jejak kebaikan pada mereka, semoga salah satu dari mereka adalah jalan kita menuju syurgaNya.

3. Misi peradaban. Membentuk anak didik menjadi sholih bukan semata-mata ingin membuat orang tua mereka senang, lebih dari itu. Membuat mereka menjadi anak yang sholih adalah misi peradaban. Insya Allah 20 tahun yang akan datang, merekalah yang akan mengisi bangsa ini, maka ini kesempatan para guru untuk berperan aktif menghadirkan tokoh-tokoh intelektual yang sholih, beraqidah lurus, bersabar saat antri, membuang sampah pada tempatnya, tidak merokok dan memiliki kebiasaan baik lainnya.

Tetap semangat.. ini jihad fii sabilillah. Jika anda guru perempuan, nikmati prosesnya tetap menjadi ibu yang utama di rumah dan di sekolah. Jika anda guru laki-laki, gaji kecil itu tidak masalah. Selama kita berniat beribadah kepada Allah, niscaya Allah akan membersamai kita. Kebutuhanmu akan Allah cukupkan. Selain gaji, insya Allah syurga menanti anda.
Barokallohufiikum.

Tsaqofah

yang didambakan dari sebuah pernikahan

بسم الله الرحمن الرحيم

 

عَنْ عُثْمَانَ بنِ عَفَّان  رَضِيَ اللَّهُ تعالى عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Dari Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu berkata: bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam: “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari AlQur’an dan mengajarkannya”. (Dikeluarkan oleh Imam Bukhari Rahimahullahu Ta’ala). Lanjutkan membaca “yang didambakan dari sebuah pernikahan”

Tsaqofah

Akan Rindu Siap BelumSiap Menunda Menanti Berharap sudah *MENIKAH*

Terjagalah dari segala maksiat Dari segala zina Dan nafsu dunia yang sesat Disatukan dalam karunia yang suci

Bersama jiwa – jiwa yang selalu haus akan ibadah dan penuh harga diri Ini bukan cerita cinderella bukan juga patah arang cinta buta siti nurbaya

Tak dapat diukur, tapi bersama Allah semua pasti akan teratur

Dinyatakan dalam ketulusan dari mutiara ketakwaan yang sangat mendalam Bersemi dari pupuk akhlak yang hebat Berbuah dalam kesabaran dan ketekunan yang lebat Lanjutkan membaca “Akan Rindu Siap BelumSiap Menunda Menanti Berharap sudah *MENIKAH*”

Tsaqofah

8 ibadah di bulan Dzulhijjah

Sekarang bulan Dzulhijjah. Jika bulan ini disebut, maka dalam pikiran kita spontan teringat pada dua hal: pertama, tiap minggu kondangan karena banyak yang menikah, dan kedua, nyate bareng sama tetangga sehabis motong kambing kurban. Padahal, bulan Dzulhijjah lebih dari itu. Secara khusus Rasulullah saw. menyebut keutamaan bulan ini, terutama untuk 10 hari pertama di awal bulan.

 

Dari Ibnu ‘Abbas r.a. bahwa Nabi saw. Bersabda, “Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah.” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?” Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun.” (HR. Bukhari) Dari Umar r.a., bahwa Nabi saw. Bersabda, “Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR. Ahmad)Karena itu, jika kita ingin menjadi orang yang dicintai Allah swt., jangan sia-siakan kesempatan ini untuk taqarrub kepada Allah swt. dengan banyak-banyak melakukan ibadah. Setidaknya ada delapan ibadah yang bisa kita lakukan, yaitu:

1. Melaksanakan ibadah haji dan umrah. Ini adalah amal yang paling utama di bulan Dzulhijjah. Tidak ada haji selain di bulan Dzulhijjah. Ganjaran bagi orang yang melaksanakan ibadah ini sangat besar di sisi Allah swt. Kata Nabi saw., “Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah surga.” Lanjutkan membaca “8 ibadah di bulan Dzulhijjah”

Uncategorized

benarkah ini doa seorang akhwat??

Inilah goresan pena dari sang akhwat yang mendambakan ikhwan sholeh, yang bisa bersama untuk mencintai Mu Ya Robbi dan mencintai Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam.

 

Yaa……Rabbi……..

Aku berdoa untuk seorang ikhwan yang akan menjadi bagian dari hidupku Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih dari segala sesuatu Seorang yang akan meletakkanku pada posisi di hatinya setelah Engkau dan Muhammad shallahu’alaihiwasalam Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk-Mu dan orang lain Wajah, fisik, status atau harta tidaklah penting Yang terpenting adalah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau

Dan berusaha menjadikan sifat-sifat baikMu ada pada pribadinya Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup Sehingga hidupnya tidak sia-sia Seseorang yang memiliki hati yang bijak, tidak hanya otak yang cerdas Seseorang yang tidak hanya mencintaiku, tapi juga menghormatiku Seorang yang tidak hanya memujaku, tetapi juga dapat menasehatiku Seseorang yang mencintaiku bukan karena fisikku, hartaku atau statusku tapi karena Engkau Seorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi Lanjutkan membaca “benarkah ini doa seorang akhwat??”

Tsaqofah

CINTa

“Cinta itu mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, memunculkan keberanian, mendorong berpenampilan rapi, membangkitkan selera makan, menjaga akhlak mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi ahli ibadah,” Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Raudah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin memberikan komentar mengenai pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang. Lanjutkan membaca “CINTa”

Tsaqofah

Sepuluh Langkah menyambut Ramadhan

1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani) Lanjutkan membaca “Sepuluh Langkah menyambut Ramadhan”