Lompat ke isi

Fenobarbital

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Fenobarbital
2D chemical structure of phenobarbital
3D ball-and-stick model of phenobarbital
Data klinis
Nama dagangLuminal, Sezaby, Sibital, dll
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa682007
License data
Kategori
kehamilan
  • AU: D
    Potensi
    ketergantungan
    Tinggi[1]
    Rute
    pemberian
    Oral, rektal, parenteral[2][3]
    Kelas obatBarbiturate
    Kode ATC
    Status hukum
    Status hukum
    Data farmakokinetika
    Bioavailabilitas>95%
    Pengikatan protein20 — 45%
    MetabolismeHati (kebanyakan CYP2C19)
    Onset aksiWithin 5 min (IV); 30 min (PO)[5]
    Waktu paruh eliminasi53–118 jam
    Durasi aksi4 hours–2 days[5][6]
    EkskresiGinjal dan feses
    Pengenal
    • 5-Etil-5-fenil-1,3-diazinana-2,4,6-triona
    Nomor CAS
    PubChem CID
    IUPHAR/BPS
    DrugBank
    ChemSpider
    UNII
    KEGG
    ChEBI
    ChEMBL
    CompTox Dashboard (EPA)
    ECHA InfoCard100.000.007 Sunting di Wikidata
    Data sifat kimia dan fisik
    RumusC12H12N2O3
    Massa molar232,24 g·mol−1
    Model 3D (JSmol)
    • O=C1NC(=O)NC(=O)C1(c2ccccc2)CC
    • InChI=1S/C12H12N2O3/c1-2-12(8-6-4-3-5-7-8)9(15)13-11(17)14-10(12)16/h3-7H,2H2,1H3,(H2,13,14,15,16,17) checkY
    • Key:DDBREPKUVSBGFI-UHFFFAOYSA-N checkY
      (verify)

    Fenobarbital, disebut juga dengan fenobarbiton atau fenobarb, adalah antikonvulsan turunan barbiturat yang efektif dalam mengatasi epilepsi.[7] Nama kimia dari fenobarbital sendiri adalah asam 5-etil- 5fenilbarbiturat.[7] Karena fenobarbital merupakan salah satu obat golongan barbiturat, mekanismenya sama dengan barbiturat.[7] Barbiturat menekan korteks sensor,menurunkan aktivitas motorik, memengaruhi fungsi serebral dan menyebabkan kantuk, efek sedasi dan hipnotik.[7] Pada dosis tinggi barbiturat memiliki sifat antikonvulsan, dan menyebabkan depresi saluran nafas yang dipengaruhi dosis.[7] Fenobarbital digunakan untuk mengontrol dan mengurangi kejang, mengurangi risiko bahaya ketika kehilangan kesadaran, dan mengurangi kejang berulang yang dapat mengakibatkan kematian.[8] Fenobarbital mengontrol aktivitas listrik abnormal di otak yang terjadi selama kejang.[8] Ia bekerja dengan memengaruhi bagian-bagian tertentu dari otak sehingga memberikan efek menenangkan.[8]

    Sifat Fisikokimia

    [sunting | sunting sumber]

    Berbentuk hablur kecil atau serbuk hablur putih berkilat, tidak berbau, tidak berasa, dapat terjadi polimorfisma.[9] Fenobarbital stabil di udara serta dalam pH larutan jenuh lebih kurang 5. Sifat lainnya adalah sangat sukar larut dalam air.[9] Namun, fenobarbital larut dalam etanol, dalam eter, dan dalam larutan alkali hidroksida dan dalam alkali karbonat.[9] Selain itu, ia agak sukar larut dalam kloroform.[9]

    Mekanisme Kerja

    [sunting | sunting sumber]

    Fenobarbital adalah penurun ambang stimulasi sel saraf di korteks motorik sehingga terjadi hambatan penyebaran aktivitas listrik (lepas muatan) dari fokus aktivitas epilepsi di otak.[10] Fenobarbital bekerja pada reseptor GABA sehingga menyebabkan peningkatkan inhibisi sinaptik.[11] Hal tersebutlah yang menyebabkan adanya efek terangkatnya ambang kejang.[11] Selain itu, hal tersebut pula dapat mengurangi penyebaran aktivitas kejang dari fokus kejang.[11] Fenobarbital juga dapat menghambat saluran kalsium, mengakibatkan penurunan pengeluaran transmitter yang memiliki fungsi untuk merangsang.[11]

    Farmakokinetik

    [sunting | sunting sumber]

    Setelah pemberian obat secara oral, obat diserap dengan baik dari lambung dan usus halus, dengan kadar puncak terjadi 2 sampai 20 jam kemudian.[10] Kadar terapeutik untuk orang dewasa adalah sekitar 20 sampai 40 mikro gram per ml.[10] Sedangkan pada anak, kadar yang sedikit lebih rendah masih efektif.[10] Phenobarbital diserap dalam berbagai derajat setelah pemberian oral, rektal atau parenteral.[12] Garam-garam lebih cepat diserap daripada asam.[12] Tingkat penyerapan meningkat jika garam natrium ditelan sebagai larutan encer atau diminum pada saat perut kosong.[12]

    Distribusi

    [sunting | sunting sumber]

    Fenobarbital adalah asam lemah yang diserap dan dengan cepat didistribusikan ke seluruh jaringan dan cairan dengan konsentrasi tinggi di otak, hati, dan ginjal.[12] Semakin ia larut lemak, semakin cepat pula ia menembus semua jaringan tubuh.[12] Durasi kerja, yang berkaitan dengan tingkat dimana fenobarbital didistribusikan ke seluruh tubuh bervariasi antara orang-orang dan pada orang yang sama dari waktu ke waktu.[12] Long-acting fenobarbital memiliki onset kerja 1 jam atau lebih dan durasi tindakan dari 10 sampai 12 jam.[12] Fenobarbital memiliki kelarutan lipid terendah, pengikatan dengan plasma terendah, pengikatan dengan protein di otak terendah, penundaan terpanjang pada onset aktivitas, dan durasi aksi terpanjang di kelas barbiturat.[12]

    Metabolisme

    [sunting | sunting sumber]

    Metabolisme fenobarbital terjadi di hati berupa hidroksilasi dan konjugasi ke sulfat atau asam glukuronat, diikuti oleh ekskresi melalui ginjal.[10] Waktu paruh fenobarbital adalah dari 50 sampai 100 jam.[10] Fenobarbital dimetabolisme terutama oleh sistem enzim mikrosomal hati, dan produk-produk metabolisme diekskresikan dalam urin, dan dalam tinja.[10]

    Sekitar 25 sampai 50 persen dari dosis fenobarbital dihilangkan tidak berubah dalam urin.[10] Ekskresi barbiturat yang tidak dimetabolisme adalah salah satu fitur yang membedakan kategori long-acting dari mereka yang termasuk kategori lain golongan barbiturat yang hampir seluruhnya dimetabolisme.[10] Metabolit aktif dari barbiturat diekskresikan sebagai konjugat dari asam glukuronat.[10]

    Interaksi Obat

    [sunting | sunting sumber]

    Fenobarbital dapat berinteraksi dengan obat lain karena menginduksi enzim-enzim hati yang meningkatkan metabolisme obat atau sebagai respons terhadap kompetisi dengan enzim-enzim hati sehingga metabolisme obat melambat.[10] Ekskresi dipermudah oleh alkalinisasi urine.[10] Pengasaman urine dengan pemberian asam valproat dapat memperlambat pembersihan fenobarbital.[10] Karena itu, apabila diberikan bersama dengan obat lain, dosis fenobarbital harus benar-benar diketahui dengan tepat dengan memantau konsentrasi di dalam serum.[10]

    Toksisitas

    [sunting | sunting sumber]

    Keracunan akibat overdosis fenobarbital ditandai dengan sedasi sistem saraf pusat dan penurunan fungsi pernapasan. Gejala ringan ditandai dengan ataksia, nistagmus, kelelahan, atau kehilangan perhatian, terjadi pada konsentrasi darah > 40 mcg/mL.[13] Gejala menjadi parah pada konsentrasi > atau = 60 mcg/mL.[13] Toksisitas menjadi pada konsentrasi > 100 mcg/mL mengancam jiwa.[13] Kematian biasanya terjadi karena serangan pernapasan ketika dukungan paru tidak diberikan secara manual.[13]

    1. ↑ Bassert JM (2017). McCurnin's Clinical Textbook for Veterinary Technicians - E-Book. Elsevier Health Sciences. hlm. 955. ISBN 9780323496407. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-01-11. Diakses tanggal 9 Mei 2020.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
    2. ↑ Hocker S, Clark S, Britton J (Oktober 2018). "Parenteral phenobarbital in status epilepticus revisited: Mayo Clinic experience". Epilepsia. 59 Suppl 2: 193–197. doi:10.1111/epi.14488. PMID 30159873.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
    3. ↑ "Barbiturate (Oral Route, Parenteral Route, Rectal Route) Proper Use". Mayo Clinic. 7 Agustus 2024. Diakses tanggal 15 Agustus 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
    4. ↑ "Sezaby- phenobarbital sodium injection". DailyMed. 6 Januari 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-01-21. Diakses tanggal 21 Januari 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
    5. 1 2 "Phenobarbital". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-09-06. Diakses tanggal 14 Agustus 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
    6. ↑ Marx JA (2010). Rosen's emergency medicine: concepts and clinical practice (Edisi 7). Philadelphia: Mosby/Elsevier. hlm. 1352. ISBN 978-0-323-05472-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-03-05.
    7. 1 2 3 4 5 "Fenobarbital". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-26. Diakses tanggal 2014-04-26.
    8. 1 2 3 "Phenobarbital". WebMD. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2014-08-21. Diakses tanggal april 29 2014. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
    9. 1 2 3 4 Departemen Kesehatan Republik Indonesia (1996). Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan.
    10. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Ronald A. Sacher, Richard A. McPherson (2004). Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium, E/11. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. ISBN 979-448-659-0.
    11. 1 2 3 4 (Inggris) "Phenobarbital". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-08-06. Diakses tanggal May 3 2014. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
    12. 1 2 3 4 5 6 7 8 (Inggris) "Phenobarbital". RXList, The Internet Drug Index. 2004. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-05-07. Diakses tanggal May 4 2014. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
    13. 1 2 3 4 (Inggris) "Phenobarbital, Serum". Mayo Medical Laboratories. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-03. Diakses tanggal May 4 2014. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=