Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

entah berapa lelap malam lagi kamu menunggu  tak lagi harus berlari melewati kelokkelok mimpi  sandarkan bahu lelah pada bantalbantal penghitung waktu  entah berapa lembar pagi lagi kamu bersabar  hingga langit mencium rasamu, mengamini untaian mimpimu  setia menyimpan tiaptiap doa, menggenggam tiaptiap harap  saat itu: kamu berhenti bertanya tentang berapa

Postingan Terbaru

kalibrasi kebangsaan

batas.

manusia karet.

demi oppa. demi dongsaeng.

akreditasi gembira

dilema akhir pekan.

bus kota.

penilaian otentik.

butuh puluhan tahun untuk memahami