Monday, May 31, 2004

Old Friends



OK, We will meet at the Red Gate at 10:00 on Saturday. begitu ryu-san mengkonfirmasi janji ketemuan sabtu kemarin. sebelum lulus maret lalu, ryu ingin saya nengok todai festival yang diadakan 2 kali setahun (todai=tokyo daigaku/tokyo university). ryu sendiri punya hajatan open house di almamaternya itu. tiap unit kegiatan dan jurusan mengadakan open house untuk dipamerkan kepada umum. banyak juga pertunjukkan yang sangat menarik, sperti street dance, gulat mirip K-1, dan yang membuat terharu: konser orkestra. hmmm...cuma bisa menghela napas, kok dulu menyia-nyiakan waktu enggak belajar musik dan gabung di orkestra ya..
foto di atas dari unit kegiatan japanese archery.
festivalnya sendiri enggak besar2x amat, tapi jauh lebih besar dan lebih menarik daripada TPB fairnya ganesha! hehe..iya lah jauh...
balik ke kuliah jam 3 ketemu kei-san yang setelah lulus balik kerja di kampung halamannya nagasaki. malemnya dia ngajak ke oedo onsen deket apartemen. onsen ini paling modern di tokyo jadinya muahal banget. oh ya, onsen itu hot spring water, kayak ciater. tips: di dalam komplek, ada 2 hall besar untuk tidur. yang satu western style, tidurnya di kursi panjang lengkap dengan monitor video seperti di pesawat. satu hall lagi japanese style, lesehan di tatami mat. jadi gak perlu nyari hotel buat tidur, lumayan ngirit uang hotel..

|

Saturday, May 29, 2004

Asian Market



terpengaruh sama blognya ibu ini dan ibu itu yang selalu menampilkan makanan yang uenak-uenak, so postingan kali ini tentang asian market aja. harusnya, semua pasar di jepang ini bisa disebut asian market, karena kan emang (masih) ada di asia. tapi kalo orang nyebut asian market di tokyo, tentunya nunjuk underground market di ameyoko, ueno. bumbu yang dijual macem2x, dari kunyit sampai bumbu nasgor instant. dari mi instant sampai sambal asam manis, daging halal pun ada. produk yang dijual beragam, dari produk india, thai, sampai indonesia. tapi jangan bandingkan harganya, karena ya jadi gak akan mau beli hehe...contohnya mi instant yang di tanah air 1.000 rupiah disini dijual 100 yen (8.000 rupiah), gitu seterusnya. tapi demi selera ya tetep belilah..

|

Friday, May 28, 2004

Diet Building



hah, gedung diet segini gedenya?
well, tentu bukan diet sembarang diet, karena diet yang ini artinya legislative assembly. jadi ini tuh gedung MPR/DPRnya jepang yang dibangun dari taon 1920 sampai 1936. hmm...16 taun, lama juga yah..
asyiknya nih, kita (masyarakat umum) boleh berkunjung/tour ke dalam gedung tersebut. syaratnya ya harus dalam kelompok (satu sekolah, satu apartemen, ehhh..satu nenek moyang boleh gak ya?) dan daftar dulu sebelumnya. jadi gak bisa datang bergerombol terus masuk gedung, emang demo?!.
alhamdulillah udah 2 kali nengokin ini gedung. di dalamnya ada ruang sidang, ruang kaisar lengkap dengan singgasananya (bener2x kayak di dongeng, semuanya dari emas euy!), ruang perdana menteri dan para menterinya and so on so on. kita diperbolehkan masuk ke ruang tamu negara. jadi misalnya kalo ada tamu petinggi dari negara lain, ya diterima di ruang tamu tersebut. wah puas-puasin motret tuh, kapan lagi?
yang kedua kali malah kami bisa menghadiri sidang pembahasan anggaran antara DPR sama perdana menteri. bagi pengunjung, tempat yang disediakan di belakang jajaran pers di balkon. jadi peribahasanya nih (cuman gambaran doang, jangan dipraktekkan yah!), kalo mau nimpukin perdana menteri dari balkon tuh bisa, saking deketnya. kiasan loh yah sekali lagi, entar gua ditangkep kalo ada yang mempraktekkan..hehe..
kapan yah di kita bisa tour gedung MPR/DPR di senayan, terus ngeliat wakil rakyat kita yang sedang tid..eh..sidang dengan presiden. jangan ke MPR/DPR tuh cuman buat demo doang..!

|

Thursday, May 27, 2004

Blue Episode



Dearest one,

I will be your father
who will always take care of you

I will be your brother
who will always guard you

I will be your best friend
who will always listen to you

I will be what I am now
who will always love you....

geulis, akang sono..

|

Tuesday, May 25, 2004

Kamakura



Kamakura city, satu jam dengan kereta cepat atau mobil, pernah jadi pusat pemerintahan dan administrasi jepang jamannya minamoto dan hojo clan (1185-1333). tapi setelah serbuan mongol, ibukota berpindah ke kyoto. sebagai kota tua kamakura punya beberapa historical sites, termasuk 70 shrines dan temples. memang tidak segrandeur kyoto atau nara, tapi dengan total perjalanan 2 jam bolak balik dari tokyo, ya it worths lah. tiket-tiket masuk ke objeknya pun lebih murah daripada di kyoto (200 yen compare to 500 yen di kyoto).
Kamakura sering diasosiasikan dengan daibutsu (patung buddha). patung perunggu tersebut selesai dibuat tahun 1252, dan sekarang terletak di ruang terbuka. dulunya, patung tersebut berada di dalam hall yang tersapu tsunami tahun 1495. gile, tsunaminya kenceng banget ya?
objek wisata lainnya, hachiman-gu shrine (shinto) dan hasedera temple (buddhist). foto di pojok kiri itu dari hasedera. tamannya cihuy sekali!
I`m wondering, kenapa ya patung2x budha disini (dan di Indochina) besar2x? while in Indonesia in human-size? apa alirannya laen? padahal buddhist di asia timur dan kawasan indo-china juga beda aliran. ada yang tahu gak?

|

Monday, May 24, 2004

Great Friends



Are you busy next coming Sunday(23rd)?
I have a plan to take Joanna and her friends to Kamakura (the city in
Kanagawa prefecture, famous for Big Buddha and beautiful scene) and my
place on the next coming Sunday. If you like, Could you join us?

Shuichi-san, one of my bestfriends, wrote. I think I never say no to him because he always says yes too to me. then, I went to Kamakura for the second time with him, joanna and her polish friends: anka and pavel.
last december shuichi-san had an internship in poland. I remember that he was so confuse to chose whether he would go or not. the one and the only reason was he just had a baby (takuto-chan) for a month. after some considerations, he went for 2 months.
Joanna, our nicole kidman-look-like-friend, introduced him several polish friends. and one of them now in tokyo with his wife.
I also remember when he wrote that he enjoyed his time with new polish friends and he promised to take care of them when they come to japan. indeed, he did it!
after picked us up, we went to kamakura by his new car (toyota noah) and we were so impressed with its GPS and monitoring system, amazing! well, we just visited daibutsu (budha statue, the tallest in japan, 11.4 metres-850 tonnes), haciman-gu shrine and hasedera temple. we note that shrine is for shinto while temple is for budhist.
15.30 he asked us to come back to saitama to meet his family and we reached the restaurant at 17.30. his complete family greeted us in japanese traditional restaurant. it`s really beautiful resto with japanese zen garden inside, kireina...
the food itself were great. it was really a big dinner. I noticed there were 8 courses! we thought after the third courses it would be finished. but the kimono girl delivered food again and again! wauoww...the biggest dinner we ever had during our stay here, and that time would be remembered all the rest of ourlives!
after coming to parents in law`s home we had little japanese tea ceremony by shuichi`s mother in law. and the surprise time wasn`t enough. they still gave us beautiful obi (a part of kimono) and japanese tea set! we don`t know how to appreciate their hospitality. speechless. but at this moment we just want to say doumou arigatou gozaimasu...


|

Friday, May 21, 2004

Maglev



Alhamdulillah tadi pagi dapat pengalaman baru lagi: riding Maglev! Maglev, kependekan dari Magnetic Levitation atau orang jepang bilangnya linear motor car adalah ultra-high-speed mass transportation system. Kereta ini lebih cepat daripada bullet train shinkansen. dari namanya ketauan kalo tenaga penggeraknya pake magnet, makanya bisa cepat. desember tahun lalu si maglev ini bikin rekor di kecepatan 581 km per jam! gila enggak seh, bandung-jakarta sekitar 20 menit sajah! wah kalo ada, dan dapet karcisnya gratis, didugdag aja tuh kerja bandung-jakarta..hahaha...
oh ya, field trip tadi itu dari kelasnya Prof. Shigeru Morichi, salah satu suhu paling top di bidang civil engineering disini. beliau juga jadi koordinator si maglev ini. jadi kami, 2 org international students dan 10 japanese students, dapet kemudahan buat nyoba..hehe..thanks ya prof.!
Di Asia yang udah mengoperasikan maglev adalah China, dari shanghai's airport ke downtownnya shanghai sepanjang 32 km, cuma kecepatannya 460 km/jam. sedangkan yang di yamanashi ini masih dalam tahap penelitian, tadi kecepatannya 500 km/jam (belum maksimal). rencananya nanti menghubungkan tokyo-osaka. yang udah pernah nyoba maglev diberi sertifikat berbentuk kartu (Maglev Boarding Certificate) dari general manager yang menyatakan bahwa kita pernah naek Superconducting Maglev vehicle MLX01 di Yamanashi Maglev Test Line, gitu. asa ngapung....!

|

Wednesday, May 19, 2004

Hanami



Hanami, cherry blossom viewing, is one of the most popular event in spring. Alhamdulillah, akhirnya kesampean juga liat sakura mekar. empat taon lalu, sakura justru sedang berguguran, berganti warna dengan hijaunya daun-daun pohon cherry. taon ini hanami datang lebih awal dari biasanya, minggu terakhir maret - awal april, karena konon musim dingin tokyo lebih hangat daripada biasanya.
Ritual hanami sendiri, makan-makan dibawah rindangnya cherry blossom, dimualai pada zaman Heian (794-1185). cuman waktu itu terbatas di kalangan aristokrat doang. Zamannya Azuchi Momoyama(1568-1600) kebiasaan ini nyebar ke seluruh strata sosial.
Saking pentingnya acara ini, banyak yang 'ngetek' tempat dari malam sebelumnya, biasanya tugas pegawai junior. antar keluarga dan antar teman juga suka ngadain acara hanami ini. tempat paling populer hmmm..sepertinya Ueno-koen (Ueno park). tapi gambar di atas diambil di sekitar imperial palace.

|

Tuesday, May 18, 2004

Funeno, nanda kore?



Apaan nih funeno? nama lengkepnya funeno kagakukan, terjemahan bebasnya museum of maritime science. jadi stasiun kereta funeno kagakukan ini adalah stasiun terdekat ke apartemen kite, 5 menit jalan kaki. dari eki (stasiun) bisa jalan ke Museum of Maritime Science, National Museum of Emerging Science and Innovation, some parks, dan ke tempat kitorang: Tokyo International Exchange Center. Semuanya ada di komplek Tokyo Academic Park. cuman meskipun namanya komplek, gak ada gerbang, palang pintu dan gardu hansipnya hehe..
hmmm..Nihon-jin mengenal tempat ini sebagai new tourism spot: Odaiba. aslinya pulau buatan yang sempet kosong karena bubble economic dulu. tapi sekarang udah banyak bangunan keren.
dari apartemen aja banyak tuh tourism spot yang jaraknya sepelemparan batu (pelempar batunya pasti juara lontar martil olimpiade hehe...). ada rainbrow bridge, pantai, taman, mal-mal, hotel2x dsb. fotonya nyusul ya..
kelebihan tinggal disini ya tempatnya oke buanget dah pokoknya, asrama mahasiswa pangsugoi-sugoina seantero jepun! (sugoi=keren, nihongo). tapi kekurangannya juga ada: semua serba muahal rek, ya makanan, ya transport. oh ya, untuk transport, kereta ke odaiba ini (yurikamome line) adalah kereta pertama yang serba otomatis, gak ada masinisnya. laporan keretanya juga menyusul, dengan catatan kalo inget..hehe...

|

Monday, May 17, 2004

Hajimemashite

Emang di Jepun banyak haji? ya banyak juga lah. kalo pas kenalan pertama kali yang diucapkan itu haji-memashite. artinya kurang lebih `perkenalkan`, yang diikuti dengan watashi wa bla..bla.. itu cara formal. kalo antar temen sih langsung weh watashi wa atau boku wa (gue).
Jadi perkenalkan, blogger baru nih. kalo baca blog sih udah setaunan, pas lagi rame-ramenya blog2x orang Irak yang cerita detik-detik penjajahan Irak oleh Amerika. trus abis itu sering baca2x blog menarik pribumi kayak teh syl yang rame pisan, atau juga punyanya atta yang puitis (nanti saya link ya, boleh?).
tergerak bikin blog lagi waktu blogger dot com bikin template2x baru. kayaknya lebih gampang gitu (hahaha...dasar pangedulan!). But later I should change that template, karena pastinya bakal pasaran kan ya? ada yang mau nyumbang? *keukeuh*
Tujuan utama bikin blog ini biar blogwalkers, setelah baca, terpuaskan dan berucap ooohhhh...(hahhhh!!). ya maksudnya biar yang baca dapat pengetahuan baru yang belum didapat sebelumnya. gitu lho bapak-ibu sekalian.
rada membumbung tinggi, tapi gak apa-apa tho?
satu lagi, kali-kali setelah baca dan ngeliat enaknya belajar dan bermain di negeri orang (dengan biaya orang pula), our readers jadi semangat belajar. bukankah kata bang rano juga: ayooo...cekoyahhh...!
yoroshiku onegai shimasu!

|