Postingan

Jamuan Tamu

Hari ini, kehidupan membawa saya untuk berkenalan dengan seorang perempuan muda yang sedikit lebih tua dari saya selang beberapa tahun dari usia hampir dewasa saya. Kami terlibat dalam pembicaraan-pembicaraan perkenalan biasa. Tentang irisan-irisan yang membawa kami untuk menemukan sedikit kecocokan di menit-menit pertama perkenalan. Bekerja di bawah atap usaha yang sama. Dengan gender yang sama-sama resesif di antara kerumunan pekerja lainnya yang bergender pria, aku pikir kami akan punya banyak persamaan dalam cerita-cerita suka duka, tentang menjalani hari-hari penuh tanggung jawab kepada bangsa ini. Namun ternyata kutemukan perbedaan yang krusial dalam keluhan duka kami. Kuanggap lelahku adalah keluhan, namun ia menginginkan kelelahanku. Ia menginginkan apa yang aku miliki dan aku tidak. Tapi juga sebaliknya. Baginya, aku dengan periode pengabdian yang tidak lebih banyak darinya, telah berada pada posisi idaman bagi banyak orang yang sudah lebih dulu berlelah-lelah b...

Setelah Setengah Tahun

Halo! Duh, saya udah ngapain aja ya sampai ternyata tahun 2017 sudah hampir berlalu separuh jalan. Dan blog ini sudah menjadi teman perjalanan usia-usia remaja hingga pemiliknya (hampir) dewasa. Terlalu banyak kesibukan duniawi yang membuat cerita hidup menjadi sangat rumit untuk dibagikan.  Kadang ketika berkaca pada diri, tentang apa yang telah dialami, dijalani, membuat hati ingin terbang ke angkasa, sekaligus menangis dalam bak air. Kadang ketika memandang pencapaian orang lain, hidup terasa belum sampai kemana-mana. Namun mereka berkata kau memiliki semuanya. Kadang ketika melihat senyum mereka, hidup terasa sesak karena tidak lebih bahagia. Namun mereka berkata kau hanya tak tau derita apa yang pernah meluka. Kadang ketika kertas-kertas berantakan membuat hari menjadi seperti penjara, hati teriris melihat pemandangan kebebasan terpotret sangat indahnya. Namun mereka berkata ingin hidup teratur dan bangun pagi tergesa untuk alasan berangkat kerja. Kada...

Cita-Cita

Mungkin dulu kita pernah punya berbagai macam cita-cita yang berubah tiap sebentar. Dulu sekali, saat kita masih kecil. Saat sebagian besar dari cita-cita yang kita impikan adalah elu-elu orang dewasa di sekitar kita, juga cita-cita impian mereka yang belum mereka raih. Mungkin dulu kita membayangkan akan menjadi ini atau itu yang tampaknya sangat hebat. Kemana saja kaki kita sudah melangkah untuk meraihnya? Sudah sebanyak apa kita berjuang? Sudah sebanyak apa kita gagal lalu merasa bahwa kita disiapkan untuk cita-cita lain? Sudah berapa banyak kita melakukan kesalahan dalam pencapaiannya? Sudah sebanyak apa kita sadar lalu berbenah? Atau diam mengacuhkan kesalahan dan terus berada disana dengan perasaan nyaman? Untuk setiap perubahan yang terjadi, sekalipun mengubah hidup menjadi sangat dramatis, apabila itu baik, bersyukurlah. Karena Tuhan masih sangat mencintaimu lewat sedikit kesakitan yang kau rasakan. Untuk setiap perubahan yang masih terasa gemuruhnya ...

Kemenangan

Saat pertemuan menciptakan persaudaraan. Kemudian persaudaraan menjadikan hati bertaut dalam berbagai jenis persamaan, serta toleransi akan perbedaan. Suatu masa dimana setelah tidak bertemu raga sekian lama, lalu saya berada di dalam sebuah forum gathering yang penuh makna dan suka cita. Karena banyak orang yang sebelumnya adalah teman, seketika saya rasakan menjadi saudara saat telah jauh berpisah dan bertemu lagi dengan banyak cerita baru. Tentang hidup. Seorang pria yang belum paruh baya namun ubannya sudah bermunculan dimana-mana, dengan dua anak perempuan yang sangat cantik kebanggaannya. Adalah Pembina saya, sejak dulu saat hidup masih bergelut dengan janji-janji prestasi mahasiswa. Masih Pembina saya, sekalipun tanggungjawabnya pada tanggungjawab saya telah berakhir. Dan akan tetap menjadi Pembina sekalipun nanti, saat anak saya akan saya ajarkan memanggilnya Kakek. Kala itu kami berbicara tentang banyak hal. Kemudian saya sedang berada dalam fase hidup di...

Membangun dan Menerangi Negara

Gambar
Halo penghujung April. Caturwulan pertama tahun ini penuh cerita ya? Judulnya bernuansa bulan Agustus ya? Haha ini masih April kok. Masih ingat dengan jawaban-jawaban ringan tanpa beban untuk setiap jenis pertanyaan yang dijawab dengan tahun depan dan tahun depan? See? Tahun depan itu dekat. Kerja siang, Pulang malam. Bangun pagi. Makan malam. Tiba-tiba udah mau ulangtahun lagi aja? Semoga juga begitu dengan tahun-tahun ke depan yang rasanya sangat lama untuk dinanti berakhir. Toh ternyata waktu berlalu begitu cepat? Semoga janji-janji untuk beberapa tahun ke depan akan terselesaikan dengan baik dan tanpa terasa. Tentu saja terasa, Siapa yang tidak lelah bekerja? Namun ketika dijalani, satu-persatu terselesaikan. Ya, terselesaikan kalau dikerjakan. Ah ya, Project kali ini belum pernah dipublish ya? Setelah Hululais, kali ini kita akan menghabiskan waktu pengabdian untuk menerangi negeri. Terdengar manis bukan? Tentu saja ini mengharukan kalau saja kita mau berpikir begit...

Lukaku Lukamu

Sayang, mengapa cinta bisa menjadi sepahit ini? Mengapa luka bisa sepedih ini? Apakah kita akan bertemu pada suatu pengampunan dimana hati yang saling terkait telah pernah terluka? Apakah kita bisa saling menatap tanpa mengingat perihnya kecewa yang kita derita? Apakah kita akan saling berpegangan dan berlari ke dunia manapun yang kita inginkan dengan luapan cinta sedalam samudra yang kita impikan? Apakah kita masih akan sempat melihat mentari terbit dan tenggelam, merasakan dekat dengan awan dan pepohonan, di gunung yang kita idamkan? Apakah kita masih bisa bersua dengan senyum tulus tanpa perasaan saling menyalahkan? Jalan yang telah begitu berliku, yang lurusnya pun telah sangat panjang, akankah masih jauh kita tempuh? Apakah kita akan masih bersisian di teriknya matahari dan menguapnya aspal serta debu sepanjang jalan ini? Sayang, apakah kita akan sembuh? Lukaku masih menganga. Begitu pula luka yang kubuat kau merana karenanya.

Cinta Akhir Tahun

Hai penghujung tahun. Yuk kita evaluasi dulu apa yang sudah kita sukseskan kali ini. Kita bahas cinta aja boleh ya? Karena cerita ini tak berkesudahan. Melelahkan. Menyenangkan. Walau juga pilu. Dalam suatu waktu kita bias menyakiti dan disakiti sekaligus. Karena menyakiti ternyata sakit rasanya. Namun kebahagiaan tanpa syarat ternyata semu. Bagaimana cinta akan hadir pada hati yang tak mampu membuat ia pantas dicintai? Saat kau dicintai dengan sepenuh hati, namun masih juga kurang. Maka apa lagi yang kau inginkan? Saat kau ditunggu hingga waktu berlari, dan ia tetap disitu, maka apa lagi yang kau harapkan? Wahai hati, merunduklah... Bengkulu, Penghujung Tahun pada usia 25