Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Cinta Akhir Tahun

Hai penghujung tahun. Yuk kita evaluasi dulu apa yang sudah kita sukseskan kali ini. Kita bahas cinta aja boleh ya? Karena cerita ini tak berkesudahan. Melelahkan. Menyenangkan. Walau juga pilu. Dalam suatu waktu kita bias menyakiti dan disakiti sekaligus. Karena menyakiti ternyata sakit rasanya. Namun kebahagiaan tanpa syarat ternyata semu. Bagaimana cinta akan hadir pada hati yang tak mampu membuat ia pantas dicintai? Saat kau dicintai dengan sepenuh hati, namun masih juga kurang. Maka apa lagi yang kau inginkan? Saat kau ditunggu hingga waktu berlari, dan ia tetap disitu, maka apa lagi yang kau harapkan? Wahai hati, merunduklah... Bengkulu, Penghujung Tahun pada usia 25

Pada Suatu Masa

dalam suatu masa, bisa jadi kita adalah segalanya. pada masa lainnya, kita bisa saja bukan siapa-siapa. begitu mudah hati menjadi kuat dan lemah. dalam suatu masa, bisa jadi segalanya adalah istimewa. pada masa lainnya, segalanya menjadi biasa. begitu mudah arti menjadi alpa. dalam suatu masa, bisa jadi kita merasa ditakdirkan bersama. pada masa lainnya, sendiri adalah satu-satunya rima. begitu mudah kita berpegangan erat dan melepaskannya. dalam suatu masa, bisa jadi kita adalah satu-satunya cerita. pada masa lainnya, kertas kita ibarat kehabisan tinta. begitu mudah angin menjadi sejuk dan menjadi badai. Hululais, Oktober 2015 Waskita Karya Hululais Project Basecamp

Hati Nurani?

Apa kabar hati nurani? Wahai teman, dunia ini begitu keras. Ketika di kehidupan normalmu sebelumnya hatimu mudah tersentuh oleh anak jalanan yang menjual koran, ibu-ibu menggendong anak di persimpangan, bapak-bapak tua yang memanggul tumpukan batang sapu di bahunya. Maka episode hidup kali ini membawamu pada scene dengan setting satu petak site project yang terisolir karena berada di tengah hutan yang jauh dari akses menuju kehidupan manusia. Dengan pemeran manusia-manusia tangguh yang berkorban kehilangan beberapa sisi kebebasan hidup demi sesuatu lainnya. Demi hidup dan kehidupan kukira. Maka scene berikutnya adalah para pekerja kasar. Para pria muda dan paruh baya dan yang sudah dalam gurat wajahnya. Bekerja dengan helm, sepatu boot, serta rompi pekerjanya. Jauh dari rumah dan keluarga. Penuh peluh pastinya. Lelah pastinya. Rindu pastinya. Scene berikutnya adalah seorang wanita di tengah rimba dan " rimba " manusia. Seorang diri menjaga diri dari berbagai b...

Membangun Hululais

Gambar
Gais. Inilah hidup ya. Tentang apa yang kamu pilih dan apa yang dihadapkan kepadamu setelah itu. Untuk ukuran baru menjalani hidup seperempat   abad ini mungkin pandangan dan penilaian saya terhadap hidup belum sepantasnya untuk memulai cerita ini dengan kalimat “inilah hidup ya”. Yasudah, kalau begitu saya akan ganti dengan cerita lain. Inilah Lebong, Bengkulu. Negeri yang Indah di balik gunung dan pegunungan Indonsia Raya. Udaranya segar sepanjang hari. Mataharinya terik dan berkilau. Malamnya dingin dan menjaga. Dikeliingi pohon-pohon besar tua dan kebun masyarakat. Menemukan fauna-fauna baru yang menawan dan ajaib . Jalan berbatu yang setiap pagi dilalui oleh petani kopi dengan keranjang di punggung yang ditumpukan di kepala. Disitu pula mobil proyek bersisian setiap pagi menuju lokasi proyek. Yaaaah. Kecewa ya? Hihi. Iya, ini bukan tentang cerita menyenangkan, ini cerita tentang pekerjaan. Terjebak ya. Hihi terimalah jebakan kehidupan ini. Gais, berada jauh dari...

Untuk Dibaca Besok-Besok

"Most people get married believing a myth, that marriage is beautiful box full of all the things they have longed for; companionship, intimacy, friendship. The truth is that marriage, at the start, is an empty box. You must put something in before you can take anything out. There is no love in marriage; love is in people, and people put it into marriage. There is no romance in marriage; people have to infuse it into their marriages. A couple must learn the art, and form the habit of giving, loving, serving, praising– keeping the box full. If you take out more than you put in, the box will be empty"  via http://salsabilaa.tumblr.com/post/122206377884/most-people-get-married-believing-a-myth-that (via islamicrays ) (via inidini ) Tentu boleh ya ngepost yang begini walaupun belum menikah, belum tau kapan mau menikah maksudnya. Tentu boleh ya, supaya kita selalu ingat, supaya kita sadar dan tidak banyak berharap atau menuntut, karena ternyata kata quote di ...

KALEM

Gambar
repost: http://salsabilaa.tumblr.com/post/109728188864/tak-semestinya-kita-menjadi-perantara-orang-untuk

Ya Allah, Terimakasih Atas Segala Kasih SayangMU

Gambar
Kualitas tidur biasanya selalu dikaitkan dengan kepulasan tidur bukan? Meskipun tidur hanya sebentar namun sangat lelap dan bangunnya sangat segar? Aku adalah penganut jenis tidur seperti itu, dengan durasi panjang ataupun pendek. Dan hampir selalu tanpa mimpi. Dan kalaupun bermimpi aku selalu tidak berusaha untuk mengingat-ingat apa adegannya dan hanya berlalu ke kamar mandi untuk wudhu lalu Shalat Subuh. Aku memang tipe orang yang tidak suka mempedulikan dan menghubungkan mimpi dengan kehidupan nyata, mencari tau tafsir mimpi atau hal-hal mistis atau primbon itu atau apalah namanya. Cenderung tidak suka mempedulikan apa-apa. Apatis. Parah. Baru sadar. Dari dulu kemana aja kok baru sadarnya sekarang (cry) *bukan tentang mistis atau primbonnya, tapi apatis tentang banyak-banyak-banyak hal. Tapi mimpi beberapa malam lalu selalu aku ingin ingat karena aku tidak ingin kehilangan value dari mimpi itu sekalipun telah berlalu beberapa masa atau banyak masa nanti. Mimpi sangat buru...

Selalu Saja Ada yang Bisa Mengingatkanmu Akan Rumah

Gambar
Salah satu dari hari Jumat di bulan Maret lalu, saya dan teman-teman satu apartemen memutuskan untuk pergi hedon sepulang kerja. Di balik sebutannya yang frontal, sebenarnya kami melakukan kegiatan yang sangat classy . Lima hari kerja penuh dari pagi sampai matahari terbenam, kami ingin sedikit refreshing. Maka kami memutuskan untuk ke Lippo Kramatjati untuk makan malam weekend ini. Sebagai pendatang di Jakarta, kami yang berjumlah enam orang pun layaknya orang tersesat kebanyakan, mengikuti arahan google map dan waze serta arahan dari orang-orang yang terpercaya seperti penjaga swalayan (lho?) Di Jakarta, jalan kaki berkilo-kilometer adalah hal biasa, karena ada banyak sekali orang yang juga jalan kaki. Pulang kantor dengan seragam lengkap, Kami pun bercucuran keringat karena terlanjur percaya dengan instruksi seorang ibu di dalam angkot yang kami percayai. Jadi ukuran jauh-dekatnya tujuan di Jakarta tidak bisa disamakan dengan kota lainnya. Kukira kami berjalan lebih dari ...

Ruin Ruin

Bete banget ga sih kalau kamu punya teman yang suka ngegambar-gambarin masa depanmu. Maksudku dia suka ngasi warning tentang ini dan itu seakan-akan dia melihat ini dan itu di masa depanku. Dia ngakunya indigo dan dia cuma melakukan acara warning-warning ini ke aku. Ke teman yang lain ngga. Dan teman-teman yang lain ga tau kalau dia punya samting semacam itu. Dan aku diwanti-wanti untuk ga cerita ke orang-orang tentang indigo ini. Penting banget gitu ya? Apa muka aku segitu bulliable sampai segininya suka didatangi orang yang kerjaannya ngewanti-wanti mulu. Jangan melipir ke kemungkinan kalau dia suka aku atau mentargetkanku atau semacamnya dengan keisengannya ini. Dia punya pacar yang uwaw banget untuk dibandingin denganku. Pengen banget untuk menghiraukan kalimat-kalimatnya. Tapi dia terlanjur terlalu banyak menebakku dengan benar. Aku benci. Katanya aku punya banyak sekali masalah yang aku tutupi. Bete banget. Katanya aku pintar banget menutupi masalah dan kegalauan hati. H...

Setangkup Doa Pembalas Samudera Cinta

Seketika seorang teman di tempat kerjaku yang notabenenya adalah teman baruku karena kami sama-sama anak baru menyapaku. Katanya aku beruntung. Beruntung karena mengikuti seleksi masuk kerja sedikit berbeda dari pegawai kebanyakan. Last minute. Iya, itu aku banget kan. Hihi. Nanti aku ceritakan tentang tahap demi tahap yang mengantarkanku kesini. Dan hey! Darimana dia bisa tau? Kami mengikuti seleksi di kota berbeda. Teman-teman dari kota rekrutmen yang sama saja tidak tau apa yang terjadi denganku. Lalu dia menyentuh angin di belakang punggungku dan bilang: "Di sini, kencang sekali doa orangtuamu di belakangmu" Ya, aku tau itu dengan pasti. Tapi tau sendiri dengan orang lain juga tau dan mengingatkan itu beda rasanya. Kukira aku akan baik-baik saja dengan singgungan tema orangtua. Tapi ternyata aku gagal. Air mataku menitik, dallam hati, sambil mendoakan keduanya. Lalu aku menelpon ibuku di break siang dan menceritakan apa yang teman indigoku -dia ngakunya begi...

Belum Ada Judulnya

kukira aku pemaaf, ternyata aku hanya belum berjumpa akar kecewa kupikir aku pelupa, ternyata aku hanya belum digurat luka dalam maka Tuhan, sampaikanlah aku pada ikhlas yang sebenar, dengan luka dan kecewa yang nantinya takkan kukeluhkan