hai my blog..
di part 2 ini aku ingin menceritakan perjalananku di 8 bulan in relationship dengan Rian. kata orang, menuju satu tahun itu masa-masa ujian tersulit. you all know me, aku baru kali ini menjalin hubungan serius sama pria.
mungkin menurut sebagian orang, aku tipe cewek ga bener. tapi sahabat2 ku sangat tahu siapa aku sebenarnya. permasalahannya adalah ketika kita memutuskan mencintai seseorang dengan sepenuh hati, kemudian kamu mengetahui bahwa selama ini dia hanya main-main. mungkin laki-laki tidak akan berfikir ke arah sana, bagaimana tipisnya hati perempuan.
yang aku tidak mengerti adalah seseorang yg begitu indah, terlihat amat baik di depan matamu, sangat santun, berbudi pekerti luhur, agamis, dan sedang menempuh pendidikan S2 tentunya kita kaum perempuan akan memiliki kesan yg baik sekali terhadap pria itu. bekal pengetahuanku tentang tipe-tipe pria juga sangat minim. aku hanya punya pengalaman disakiti dan ditinggalin. dan selama ini pun aku hanya memendam rasa cinta terhadap pria yg aku sukai (gebetan). selama ini aku menikmati bagaimana cinta dalam hati. kemudian datang pria dengan ciri-ciri yg aku sebutkan di atas. aku menyukainya, dan dia pun meresponnya. mungkin karena pengalamanku yg minim itulah yg membuatku menyalahartikan kebaikannya. aku fikir dia juga suka terhadapku, karena dia berani mencium keningku ketika lg travelling di sentul. lalu mulai kami menjalani hubungan.
Segalanya indah di masa awal pacaran.
kemudian sifat asliku pun keluar, dan sifat aslinya pun keluar. aku iri dengan salah satu temanku yg rajin ditelpon pacarnya. trus aku cepet ngambek dengan Rian. waktu itu dia pernah membatalkan janji, dan karena aku kesel, aku menghilang ga ada kabar. mungkin memang itulah kesalahan awal. kami jadian tanpa mendalami karakter masing-masing. aku juga baru tahu bahwa dia kurang dewasa, terlihat dari sikapnya yang suka menghindari masalah. misalnya, aku marah atau siapapun lg kesel sama dia, dia tidak menyelesaikan akar dari masalahnya tapi hanya berusaha menenangkan. mungkin berbohong demi menyenangkan orang lain. yaah, dia memang suka menyembunyikan masalah, alias terlalu santai. padahal ini hanya soal waktu kan, semuanya pasti bakal dihadapi cepat atau lambat. aku pun mengartikannya dia kurang dewasa, dan aku juga masih seperti anak-anak yang jika keinginannya tidak dipenuhi ngambek atau marah.
dulu pun mungkin saking Rian jenuh sama aku, dia pernah TTM-an sama Prety. trus sama wiwit. coba deh bayangin, prety itu nama artis india favoritku, "wit" itu nama panggilan aku. si Rian selingkuh pun sama orang yg sebenernya bakal keingetnya sama aku juga. setelah ketauan selingkuh, semuanya berubah. tadinya aku memang menyalahkan diriku sendiri, mungkin sifat2ku menyebalkan. tapi kan aku emosi pasti ada alasannya. dulu waktu aku jalan sama iqbal buat curhat, sebenernya sih curhat tentang cowok padang itu kayak gimana, krn aku begitu sulit memahami Rian. bisa dibilang itu pertama kali aku mencoba jalan dengan pria lain, bayangin deh aku setia banget, eh ditikung juga kan sama si prety. awal mula aku berani jalan sama iqbal itu gara2 Rian mau mutusin aku lewat bbm dengan alasan "ga ingin berbuat dosa. selama ini dah banyak dosa".. jujur aku stres banget saat itu, lagi di margo. pulang2 bawa motor nangis sendirian. dan ternyata dia di padang punya cewek lain namanya wiwit. you know, ternyata si Rian punya hubungan dengan wiwit juga udah lama. waktu pas ada konflik sama si prety, aku pernah baca sms wiwit bilang gini, "nanti kalo mau telpon ke nomor yg satu lg ya yank".. tadinya aku fikir mungkin itu salah sebut, tapi logika-logika itu menjadi alasan yg konkret.
dan disini aku baru sadar, bahwa cinta itu sakit yah..
Sakitnya adalah ketika kita serius sama orang, orang itu hanya main-main sama kita. lalu aku mulai menyampingkan soal hati, dan berusaha membangkitkan logikaku. karena selama ini hatiku berkata, "aku sayang sama rian, meskipun dia pernah bermain di belakangku, namun cinta itu selalu bisa memaafkan. aku akan terus menunjukan yg terbaik dan memberikan kasih sayangku semampuku tanpa mengeluh sedikitpun."
kemudian logika ku berkata,"kenapa dia begitu marah waktu aku jalan sama iqbal padahal dia juga banyak jalan sama cewek, ada yg selingkuh lg.. bahkan wiwit itu pun udah dikenalin ke orang tuanya Rian. pasti orang tuanya berfikir bahwa wiwit itu adalah wanita pilihannya rian. aku pun berfikir ingin meninggalkan Rian.. aku sadar kalau aku tidak bisa memaksa dia mencintaiku. apakah dia sungguh serius padaku. "
kemudian aku membaca artikel, dan aku mulai teringat kata mama dan sahabat baikku, lulu. aku pun selama ini sangat percaya pada Rian kalau dia pria yg bertanggung jawab, dia adalah pria ytg tepat untuk imamku nanti. dan semua perkataan mereka terbukti benar. aku selama ini mencintai dengan tulus, ketika dia ingin memelukku dan menciumku, aku memberikan wajahku dan tubuhku. semuanya soal fisik. aku bukan wanita murahan, aku tidak mudah mempercayai orang, namun ketika aku mempercayai sesuatu, aku benar2 menitipkan hatiku padanya. benar kata mama, kalo cewek hamil sebelum nikah itu harganya jatoh.. lulu juga setelah punya anak, lihat deh dia aja ga dinikah2in sama pacarnya, malah pacarnya punya cewek lain. trus aku banyak melihat kisah teman2ku dan kini kualami sendiri. ketika pria itu puas, dia akan meninggalkan wanita itu. dan ini terlihat dari sikapnya Rian yg kadang semena-mena sama aku. aku pernah liat di daftar panggilannya, dia sering banget telponan sama wiwit. lama bahkan berjam2.. hampir setiap hari, sedangkan dia sangat berat menelepon aku, aku udh bilang pgn ditelpon, dia malah bilang enggak mau. jujur aku iri sekali. apakah wiwit itu benar2 mencuri perhatiannya atau memang wiwit itulah wanita yg ingin diseriusin sama Rian. aku pun mulai berfikiran yg tidak2 sampai stresss sekali.
aku jadi semakin tidak mengerti, ketika semuanya rusak, dimanakah letak cinta? Rian selalu berkata, jodoh itu sekeras batu, walau bersikeras tapi kalau ga jodoh yaa ga jadi, sebaliknya walau ditolak pun kalau jodoh yaa bakal jadi. sekarang aku tanya, jika kita hanya berpegang pada prinsip itu, selama kita tidak tahu jodoh kita siapa, kita bebas memainkan hati siapapun, atau mungkin merenggut keperawanan perempuan itu? seperti ariel-luna. luna bisa dibilang dah ga perawan lagi, tapi ariel santai aja mutusin luna. dimanakah letak keadilanmu ya ALLAH.. jika semua laki-laki berfikir seperti itu, dimanakah cinta? aku juga wanita baik-baik, aku hanya melakukan kesalahan yang aku sama sekali tidak tahu kalau jadinya bakal begini, aku hanya bisa menyesal.. yaah memang penyesalan itu datangnya selalu belakangan.
Aku merasa hancur, memang dalam hal ini wanita yg dirugikan. namun aku pun berusaha bangkit dari jurang ini. aku tidak ingin diperlakukan semena-mena seperti lulu. aku tidak ingin mendewakan Rian akan menikahiku, aku tidak berharap apa-apa lagi, aku memasrahkan semuanya padaMu ya ALLAH. jika aku sudah menjadi ibarat nya "barang" second, aku akan berusaha menjadi baru. memang waktu tidak bisa diputar kembali, tapi kita bisa memperbaikinya. aku sekarang rutin nge gym biar badanku tetap bugar, aku rutin belly dance agar otot kemaluanku tetap kencang dan rapat, aku rutin yoga biar aura positifku semakin terpancar dan wajah semakin cantik, aku rutinkan puasa senin-kamisku, aku juga totok aura dan payudara biar semuanya kembali seperti semula.. jika andai aku dan rian tidak jodoh, atau rian memilih wanita lain aku bisa tetap memberikan yg terbaik untuk calon suamiku. aku ingin memberikan malam pertama yg indah pada suamiku nanti, dan menjalani rumah tangga yg sakinah, mawadah, warohmah.
namun yg sulit adalah melawan rasa trauma itu. jujur, kepercayaanku terhadap arti cinta semakin memudar, aku tidak bisa lagi mempercayai seseorang. jika ia memang serius padaku, buktikan ucapannya untuk menikahiku dan menyayangi kedua orang tuaku seperti dia menyayangi kedua orang tuanya.
selama ini aku menghormati orang tua pria yg menjalin hubungan terhadapku. dulu sama lais pun, waktu ada acara pengajian di rumahnya, aku yg cuci semua piring, dan lain-lain sampai mreka pun menyukaiku. semuanya aku lakukan dengan tulus, tidak berharap dicap baik atau apalah. krn pura-pura dan tulus itu tetap terlihat.
Ada satu kejadian unik,waktu itu rian ada nikahan saudara dari pihak ayahnya. tadinya rian ingin bareng sama uni titi yg tinggal di depok naik mobil, aku ga diajak. eh pas aku lg tidur nyenyak, rian nelpon kalau dia mau ke rumah. ternyata dia ditinggalin sama uni titi. jadilah dia berangkat sama aku ke cileungsi ke acara nikahannya. dia fikir, ga ada lg saudaranya krn ni titi udah pulang. ternyata ada saudaranya dari padang sekitar 8 orang disana. of course mreka semua melihatku dan aku ditanya siapanya rian. rian menjawab kalau aku adalah temannya. tapi ada satu orang tantenya yg yakin kalau aku adalah pacarnya. dia menanyaiku banyak hal. dan aku pun merasa dia sudah seperti tanteku. kita ngobrol banyak banget dan langsung akrab. lalu aku berfikir sesuatu, kalau sama tantenya aja aku udah merasa seperti keluargaku sendiri, gimana nanti kalau aku udah kenal sama ayah dan ibunya rian di padang. aku pun sudah menyayangi mereka walau aku hanya mendengar namanya. mungkin rian selama ini terlalu takut dan berfikiran yg tidak-tidak kalau aku bakal tidak disetujui orang tuanya. coba liat deh yg nikahan kemarin, uda putra sama rina itu mreka beda suku, pacarannya pun 4 tahun, tapi uda putra bisa meyakinkan kedua oang tuanya kalau rina adalah jodohnya. semuanya itu bisa terjadi, jika kita tidak takut mencoba. jika rian benar2 mencintaiku, dia tidak akan gentar menghadapi ini.
Aku pun berusaha memahami rian. kita hanya berbeda usia 1 tahun. dia tahun 88, aku tahun 89. makanya ego kita masih sama-sama keras. aku memahami situasi ini, aku tidak ingin memaksanya berbicara pada kedua orang tuaku yang sekarang2 ini mulai bertanya "rian serius ga?" aku yakin, suatu saat ketika dia sudah yakin dan memilihku, siap menghadapi apapun tantangan ke depannya, sudah matang secara finansial dan mental, pasti dia akan berbicara pada orang tuaku. aku ingin dia benar2 memilihku, dan aku pun merasakan ketulusan cintanya. aku percaya pada jodoh. kalau jodoh itu pasti ada jalannya. aku kenal keluarga dari ayahnya bukan karena kehendakku atau kehendak rian, tapi memang kehendakMU. aku kenal sama rektor2 teman kosannya rian dari medan juga bukan kehendakku. aku bersyukur sekali padaMu ya ALLAH, krn banyak juga yg mendukungku. susi mantannya rian pun mendoakan kita tetap langgeng, bundanya citra juga doain kita tetep akur, prety pun dulu juga mendoakan aku dan rian bahagia, tinggal ni wiwit. jujur aku pertama nya sebel bgt sama dia, tapi skrg berfikir sebaliknya. ni wiwit itu org yg baik, justru aku ga ingin melihat dia sakit hati, aku membukakan fikirannya bahwa kondisinya memang seperti ini, apakah dia mampu menerima kalau rian memang pacar aku. aku tidak pernah ada niat buruk sekalipun pada orang aku benci. kalau emosi sesaat mungkin aja, tapi niat buruk sama sekali tidak ada. jika rian memang bahagia sama ni wiwit, aku rela melepaskan. jika rian bahagia dengan memilihku, aku berharap ni wiwit tidak sakit hati dan aku yakin pasti ada rencana yg lebih baik untuknya. aku tidak berharap menang atau kalah, aku tidak ingin berkompetisi dalam hal ini krn ini adalah soal hati. aku menyerahkan semuanya pada yg maha kuasa yaitu ALLAH SWT.
aku ingin bahagia bersama orang yg aku cintai dan dia mencintaiku... amiiinn ya robbal 'alamiin...
