Lompat ke isi

Selandium

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sistem/
Periode
Seri/
Kala
Tahap/
Usia
Penanggalan absolut (Ma)
Neogen Miosen Aquitanium lebih muda
Paleogen Oligosen Chattium 23.03–27.82
Rupelium 27.82–33.9
Eosen Priabonium 33.9–37.71
Bartonium 37.71–41.2
Lutetium 41.2–47.8
Ypresium 47.8–56.0
Paleosen Thanetium 56.0–59.2
Selandium 59.2–61.6
Danium 61.6–66.0
Kretaseus Awal/
Akhir
Maastrichtium lebih tua
Subdivisi Periode Paleogen
menurut ICS, pada Januari 2020.[1]
Kunci emas yang menandai GSSP (Gross Seismic Surface Plate) dari tahap Selandian (Paleosen) di bagian Zumaia, Negara Basque. Kunci tersebut berada di bagian paling atas formasi batugamping Aitzgorri, yang identik dengan bidang dasar marl merah di atasnya pada bagian bawah formasi Itzurun.

Selandium adalah tahap kedua dari kala Paleosen, yang dimulai pada 61.6 juta tahun lalu, hingga 59.2 juta tahun lalu. Sub-kala ini ditentukan dengan kronostratigrafi, dan sudah memiliki GSSP (Global Boundary Stratotype Sections and Points).[2] Batas bawah tahap Selandium kira-kira bertepatan dengan kemunculan pertama foraminifera (organisme uniseluler pengguna pseudopoda yang dilindungi oleh test atau cangkang) Morozovella angulata. Batas atas tahap Selandium terletak di dalam zona dinoflagellata (organisme akuatik bersel satu dengan dua flagela yang berbeda dan menunjukkan ciri-ciri tumbuhan dan hewan) mikrofosil Alisocista margarita. Sub-kala Selandium didahului tahap Danium dan diikuti tahap Thanetium.[3]

Fauna dan Flora

[sunting | sunting sumber]

Fauna Selandium terdiri dari ular raksasa (Titanoboa),[4] buaya, champsosaurus, Gastornithiformes,[5] burung hantu; dan beberapa bentuk mamalia purba, seperti Mesonychids, Pantodonts, kerabat primata Plesiadapids, dan Multiberculates.

Flora itu terdiri dari kaktus, pakis, dan pohon palem.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ↑ Cohen, K.M.; Finney, S.; Gibbard, P.L. (2020), International Chronostratigraphic Chart, International Commission on Stratigraphy.
  2. ↑ "Geologic TimeScale Foundation - Stratigraphic Information". timescalefoundation.org. Diakses tanggal 2021-08-18.
  3. ↑ "Selandian Stage", Britannica.
  4. ↑ Kwok R (4 Februari 2009). "Scientists find world's biggest snake". Nature News. doi:10.1038/news.2009.80.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Koeberl C, MacLeod KG, ed. (2002). Catastrophic events and mass extinctions: Impacts and beyond. Geological Society of America. hlm. 303–4.