1.349: Public Speaking di SMP Islam PB Soedirman Bekasi – Ketika Murid Berani Bertanya dan Belajar Menyuarakan Gagasan

Kemampuan berbicara di depan umum bukan sekadar keterampilan merangkai kata, melainkan kemampuan menyampaikan gagasan, membangun kepercayaan diri, dan memengaruhi orang lain melalui komunikasi yang bertanggung jawab.

Ada hal menarik ketika saya, Dedi Dwitagama, mendapat kesempatan memberikan training public speaking kepada sekitar 30 murid kelas 7/7IT3/7ITFINITY3 SMP Islam PB Soedirman Bekasi pada 25 Oktober 2026.

Pertemuan yang berlangsung dengan suasana penuh energi itu memperlihatkan satu hal penting: ketika anak-anak diberi ruang untuk bertanya dan menyampaikan pemikiran, proses belajar bisa berkembang jauh melampaui penyampaian materi oleh seorang narasumber.

Peserta tidak sekadar hadir sebagai pendengar. Mereka terlibat aktif, mengajukan pertanyaan, dan menunjukkan rasa ingin tahu yang patut diapresiasi.

Bahkan, ada peserta yang mengajukan pertanyaan beberapa kali. Menariknya, pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan bukan sekadar untuk mendapatkan perhatian, tetapi memiliki kualitas yang menunjukkan kesungguhan dalam memahami materi.

Bagi saya, situasi seperti ini merupakan bagian penting dari pendidikan.

Public Speaking Bukan Sekadar Berani Memegang Mikrofon

Banyak orang menganggap public speaking hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara di depan banyak orang. Padahal, keterampilan ini memiliki cakupan yang lebih luas.

Public speaking mencakup kemampuan menyusun gagasan, memahami siapa yang menjadi pendengar, memilih kata yang tepat, mengatur intonasi, menunjukkan bahasa tubuh yang sesuai, serta menyampaikan pesan secara jelas dan meyakinkan.

Keberanian berbicara memang penting, tetapi keberanian saja tidak cukup. Seseorang perlu memiliki sesuatu yang bermakna untuk disampaikan, memahami tujuan komunikasinya, dan mampu menghargai orang yang mendengarkan.

Karena itu, pembelajaran public speaking bagi murid SMP sebaiknya tidak berhenti pada latihan berdiri di depan kelas. Murid juga perlu dibiasakan berpikir kritis, menyampaikan pendapat dengan santun, mendengarkan tanggapan orang lain, serta menerima perbedaan pandangan. Keterampilan tersebut akan bermanfaat ketika mereka mengikuti diskusi kelas, melakukan presentasi kelompok, berorganisasi, mengikuti lomba, hingga kelak memasuki dunia kerja.

Pertanyaan Adalah Tanda Proses Belajar Sedang Bergerak

Salah satu bagian yang membuat training ini terasa hidup adalah interaksi peserta. Pertanyaan datang silih berganti. Ada peserta yang bertanya sekali, ada pula yang kembali mengangkat tangan untuk memperdalam pembahasan. Saya selalu menikmati situasi seperti ini.

Bagi seorang trainer, pertanyaan peserta merupakan kesempatan untuk mengetahui bagaimana mereka memahami materi, apa yang membuat mereka penasaran, dan bagian mana yang perlu dijelaskan lebih lanjut. Peserta yang bertanya berulang kali pun tidak seharusnya langsung dianggap mengganggu. Selama dilakukan dengan cara yang baik dan pertanyaannya relevan, sikap tersebut justru bisa menunjukkan rasa ingin tahu dan kemauan belajar.

Tentu, kemampuan bertanya juga perlu diimbangi dengan kemampuan mendengarkan. Komunikasi yang baik bukan hanya tentang bagaimana seseorang menyampaikan pikirannya, melainkan juga bagaimana ia memberikan ruang kepada orang lain untuk berbicara. Di sinilah public speaking bertemu dengan keterampilan komunikasi yang lebih mendasar: berpikir, berbicara, dan mendengarkan.

Sekolah Perlu Memberi Ruang untuk Berlatih

Kemampuan berbicara tidak tumbuh hanya dengan membaca teori atau menghafal definisi. Murid perlu mendapatkan kesempatan untuk berlatih secara langsung, mencoba menyampaikan gagasan, menerima masukan, lalu memperbaiki penampilannya.

Guru dapat memulainya melalui kegiatan sederhana: presentasi singkat, bercerita di depan kelas, diskusi kelompok, simulasi wawancara, debat yang sehat, atau menyampaikan pendapat terhadap suatu persoalan. Tidak semua murid langsung berani berbicara di depan banyak orang. Sebagian membutuhkan waktu lebih lama untuk mengatasi rasa gugup.

Karena itu, lingkungan belajar harus memberikan rasa aman. Jangan mempermalukan murid yang salah mengucapkan kata, lupa materi, atau belum mampu menyampaikan gagasan dengan lancar. Sebaliknya, berikan umpan balik yang membantu mereka berkembang. Tujuan akhirnya bukan membuat semua murid menjadi pembicara profesional, melainkan membekali mereka dengan kemampuan mengomunikasikan gagasan secara efektif dalam berbagai situasi.

Belajar dari SMP Islam PB Soedirman Bekasi

Pertemuan bersama sekitar 30 murid SMP Islam PB Soedirman Bekasi ini kembali mengingatkan saya bahwa semangat belajar dapat tumbuh ketika peserta mendapatkan ruang untuk terlibat aktif. Pertanyaan yang terus bermunculan menjadi bagian menarik dari proses tersebut.

Bagi saya, training bukan sekadar menyelesaikan sejumlah materi dalam waktu yang telah ditentukan. Training juga merupakan proses membangun pengalaman belajar yang memungkinkan peserta menemukan pemahaman baru tentang dirinya dan kemampuan yang bisa dikembangkan. Setiap anak memiliki potensi. Tugas pendidikan adalah menyediakan kesempatan agar potensi tersebut tumbuh melalui latihan, pengalaman, pendampingan, dan keberanian untuk mencoba.

Murid yang hari ini masih gugup ketika berbicara di depan kelas mungkin suatu hari mampu memimpin diskusi, menyampaikan presentasi penting, atau mengomunikasikan gagasan yang bermanfaat bagi banyak orang. Semua itu membutuhkan proses. Dan proses tersebut bisa dimulai dari kesempatan sederhana untuk berdiri, berbicara, dan didengarkan.

Terima kasih kepada Kepala SMP Islam Bekasi, Bapak H. Gusfian Muslim, Lc, M.Hum., Wali Kelas 7/7IT3/7ITFINITY3 SMP Islam PB Soedirman Bekasi Bapak Suhendra, SE, Bapak Ibu Guru dan para Orang Tua murid yang support dan menemani anak” hebat mengikuti pelatihan public speaking, juga terima kasih kepada Orang Tua, keluarga Faradiba yang berkenan menjadi lokasi kegiatan.

Membawa Public Speaking ke Sekolah Anda

Sebagai pendidik, trainer, dan narasumber, saya, Dedi Dwitagama, senang mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan memfasilitasi proses belajar bersama murid, guru, maupun komunitas pendidikan. Public speaking merupakan salah satu materi yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan peserta, mulai dari keberanian berbicara, teknik presentasi, komunikasi efektif, hingga kemampuan menyampaikan gagasan secara meyakinkan.

Saya juga terbuka untuk berkolaborasi dalam berbagai kegiatan pendidikan, seperti pelatihan kepemimpinan, motivasi pelajar, pendidikan karakter, pengembangan kompetensi guru, dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Harapannya sederhana: setiap pertemuan memberikan manfaat yang dapat dibawa pulang dan dipraktikkan setelah kegiatan berakhir.

Jika sekolah, lembaga pendidikan, organisasi, atau komunitas Anda membutuhkan narasumber untuk kegiatan training maupun seminar, saya siap berdiskusi mengenai kebutuhan dan format kegiatan yang sesuai.

Informasi mengenai aktivitas dan pengalaman kegiatan saya dapat dibaca melalui blog Trainer Kita:

🌐 https://trainerkita.wordpress.com

Karena kemampuan berbicara bukan hanya tentang bagaimana kita terdengar oleh orang lain, tetapi juga bagaimana gagasan kita dapat dipahami, dihargai, dan memberikan manfaat.


Perjalanan 1.349 panggung sejak tahun 1990 telah memberikan pengalaman empiris yang luar biasa dalam membersamai berbagai instansi, sekolah, kampus, majelis taklim, maupun perusahaan. Jika ingin tahu jejak-jejak yang lain silahkan lihat disini. Dokumentasi foto dan video kegiatan training-training dan seminar-seminar saya bisa dinikmati di akun tiktok@dwitagama, ada juga di instagram @dwitagama, ratusan foto-foto ada di fanpage facebook atau facebook saya, ada juga di Blog Trainer Kita, ratusan slide saya bisa dilihat dan diunduh di slideshare.net/dwitagama, penggemar podcast bisa simak celoteh saya Podcast Negeri Paman Besut di spotify, celoteh pribadi saya ada di blog pendidik, opini saya tersimpan dengan sangat baik di kompasiana.com/dwitagama, hasil hunting foto saya didokumentasikan di blog fotodedi, dan video-video dokumentasi kegiatan saya yang lebih 5.92 K subscribernya dan lebih dari 2.000 videonya ada di channel youtube saya @dwitagama.

Sampai bertemu di ruang belajar berikutnya.

#1.349-1990/017-2026/07-10

Transformasi Pendidikan Era Digital: Dedi Dwitagama Hadirkan Strategi Pemanfaatan TIK dan AI di Seminar Nasional Indocomtech 2026

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang bergerak secara dinamis menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Konsistensi dalam mengawal kemajuan pendidikan berbasis teknologi selama dua dekade kembali terlihat bahwa semangat menggelorakan penguasaan TIK di dunia pendidikan di Indonesia masih harus terus digelorakan. Sejak tahun 2006 hingga kini, melalui rekam jejak panjang di dunia pelatihan (sebagaimana dapat disimak melalui laman resminya di trainerkita.wordpress.com), saya telah aktif di berbagai institusi untuk menyosialisasikan dan mengoptimalkan pemanfaatan TIK guna meningkatkan mutu pembelajaran.

Menandai dedikasi berkelanjutan tersebut, tepat pada esok hari, 29 Oktober 2026, saya kembali diundang secara khusus oleh KOGTIK PGRI (Komunitas Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi Persatuan Guru Republik Indonesia) untuk menjadi narasumber utama dalam acara Seminar Nasional yang dihelat di ajang pameran teknologi bergengsi, Indocomtech 2026.

Dalam seminar nasional kali ini, materi yang disajikan akan terasa semakin istimewa karena membawa muatan mutakhir yang selaras dengan tantangan zaman, yakni integrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence / AI) dalam ekosistem pendidikan.

Menjawab Tantangan Zaman: Integrasi AI dalam Pembelajaran Modern

Kehadiran teknologi AI di sektor pendidikan bukan lagi sebuah keniscayaan masa depan, melainkan realitas yang harus dikuasai oleh para pendidik saat ini. Melalui paparannya, saya akan mengupas tuntas bagaimana kecerdasan buatan dapat bertransformasi menjadi mitra strategis guru—mulai dari alat bantu perancangan perangkat pembelajaran yang adaptif, pengembang media interaktif, hingga fasilitator personalisasi belajar bagi peserta didik.

Sebagai narasumber yang berpengalaman puluhan tahun mendampingi guru dan institusi pendidikan di berbagai penjuru tanah air, saya merancang materi yang aplikatif, mudah diadaptasi, serta berorientasi pada peningkatan kompetensi pedagogik berbasis teknologi.

Ragam Materi Unggulan Pelatihan dan Seminar Bersama Dedi Dwitagama

Bagi instansi pendidikan, sekolah, universitas, maupun organisasi profesi guru yang ingin menghadirkan pembicara inspiratif dan aplikatif, saya melalui Trainerkita menyediakan berbagai program dan materi pelatihan unggulan, antara lain:

  1. Pemanfaatan TIK untuk Pembelajaran Kreatif dan Inovatif Optimalisasi perangkat digital dan media daring guna menciptakan suasana kelas yang interaktif serta menyenangkan bagi siswa.
  2. Implementasi Artificial Intelligence (AI) bagi Pendidik Strategi praktis memanfaatkan berbagai platform AI untuk efisiensi administrasi guru serta pengembangan materi ajar yang kreatif.
  3. Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Guru di Era Digital Membangun pola pikir (mindset) adaptif bagi tenaga pendidik dalam menghadapi gelombang transformasi digital di sekolah.
  4. Kepemimpinan dan Motivasi Pendidikan Membangkitkan semangat kerja sama, inovasi, dan dedikasi tinggi bagi para tenaga kependidikan dan kepala sekolah.
  5. Pelatihan Public Speaking dan Personal Branding untuk Pendidik Membekali guru agar mampu menyampaikan gagasan secara efektif, percaya diri, dan inspiratif di depan publik.

Peluang Kolaborasi dan Pengembangan Institusi

Partisipasi aktif dalam Seminar Nasional Indocomtech 2026 bersama KOGTIK PGRI ini menegaskan komitmen saya untuk terus membersamai para pendidik Indonesia menuju era pendidikan yang cerdas, maju, dan berkarakter.

Bagi lembaga pendidikan, dinas, maupun komunitas yang berminat menghadirkan sesi pelatihan, seminar, atau workshop bersama saya, informasi lengkap mengenai profil, portofolio, serta penjadwalan dapat diakses langsung melalui situs web resmi trainerkita.wordpress.com.

Flashback 2010: Penyuluhan Narkoba di Walikota Jakarta Utara

Awalnya peserta duduk seperti seminar pada umumnya, lalu saya buat permainan, hingga mereka membentuk lingkaran dan saya naik ke kursi dan kita tertawa riang bersama-sama. Semoga saat ini semua anak-anak muda itu sudah hidup sukses dan sejahtera,

Peristiwa tahun 2010 di lantai 2 Kantor Walikota Jakarta Utara saya menjumpai hampir seratus peserta didik SMA Jakarta Utara yang dengan meriah dan heboh respon sessi saya tentang Narkoba … semoga kalian bisa mengambil sikap yang tepat dan tak kecanduan Narkoba, agar bisa hidup sejahtera kelak … terima kasih buat teman-teman di Bag Hukum Walikota Jakarta Utara yang berkenan bersinergi dengan saya dan Achmad Alamsyah peserta didik SMKN 36 Jakarta Kls X TKR yang mendokumentasikan training saya … semoga bermanfaat.

1.348: Seru Banget! Calon Pengurus OSIS SMPN 127 Jakarta Belajar Jadi Pemimpin Lewat Game

Hai, sobat pembaca!

Kemarin, Sabtu (24/10), aku dapat kesempatan seru banget: ngobrol bareng calon pengurus OSIS SMPN 127 Jakarta soal Motivation Leadership. Judulnya kedengeran serius ya? Tenang, suasananya jauh dari kata ngebosenin!

Mulai dari Game, Bukan Ceramah

Daripada langsung duduk manis dengerin teori, kita buka sesi dengan leadership games. Alasannya simpel: jadi pemimpin itu nggak cukup dibaca atau dihafal, tapi harus dirasain langsung.

Di dalam game, semua peserta ditantang buat ambil keputusan cepat, bagi peran, dan kompak ngomong satu sama lain. Hasilnya? Ruangan langsung rame! Ada yang teriak semangat, ada yang sibuk ngatur strategi, ada juga yang ketawa gara-gara kelompoknya salah langkah. 😄

Yang bikin aku senyum, beberapa peserta yang awalnya kelihatan kalem dan pendiam, eh tiba-tiba jadi penggerak kelompok. Keren! Ini bukti kalau bakat pemimpin bisa muncul dari siapa aja, asal dikasih kesempatan.

Sesi Tanya Jawab yang Nggak Kalah Hidup

Habis main, kita lanjut diskusi. Dan wow, pertanyaannya nggak main-main! Para peserta aktif nanya dan berbagi pendapat soal berbagai sisi kepemimpinan, mulai dari:

  • Motivasi: apa sih yang bikin kita mau jadi pemimpin, dan gimana biar semangatnya nggak padam di tengah jalan?
  • Komunikasi dan kerja sama: gimana cara ngomong biar idenya didengar, dan gimana jadi pendengar yang baik?
  • Tanggung jawab dan teladan: pemimpin itu dilihat dari sikap, bukan cuma jabatan!
  • Hadapi masalah: gimana kalau temen satu tim beda pendapat atau lagi nggak kompak?

Jujur, saya ikut belajar banyak dari sudut pandang mereka. Anak-anak ini kritis dan punya ide-ide segar!

3 Pesan yang Boleh Dibawa Pulang

  1. Mulai dari diri sendiri. Sebelum mimpin orang lain, belajar mimpin diri sendiri dulu: disiplin, tanggung jawab, dan konsisten.
  2. Motivasi terbaik itu mau bermanfaat. Jadi pengurus OSIS bukan buat gaya-gayaan, tapi buat bikin sekolah jadi lebih baik.
  3. Tim kuat itu saling percaya. Sehebat apa pun, nggak ada pemimpin yang bisa jalan sendirian.

Terima Kasih & Semangat Terus!

Makasih banyak buat Plt Kepala SMPN 127 Jakarta Bapak H. Sugiyarto, M.Pd, Wakil Kepala SMPN 127 Jakarta Bapak Ibnu Susanto Tri Basuki. R, S.Pd yang telah mensupport saya, para pembina, dan semua peserta yang udah antusias banget. Buat calon pengurus OSIS, ingat ya: kalian nggak harus sempurna buat jadi pemimpin, yang penting mau belajar, mau peduli, dan mau bergerak. Saya tunggu kiprah kalian! 🔥



Ini presentasi saya yang tercatat berjumlah 1.348 sejak tahun 1990, jika ingin tahu jejak-jejak yang lain silahkan lihat disini. Dokumentasi foto dan video-video dokumentasi kegiatan saya yang lebih 5.93 K subscribernya dan lebih dari 2.000 videonya ada di channel youtube saya @dwitagama, ratusan foto-foto ada di fanpage facebook atau facebook saya, ada juga di Blog Trainer Kita, ratusan slide saya bisa dilihat dan diunduh di slideshare.net/dwitagama, slide-slide yang saya proses dengan AI (Artificial Intelligent) bisa anda lihat disini, penggemar podcast bisa simak celoteh saya Podcast Negeri Paman Besut di spotify, kegiatan training-training dan seminar-seminar saya bisa dinikmati di akun tiktok@dwitagama, ada juga di instagram @dwitagama, celoteh pribadi saya ada di blog pendidik, opini saya tersimpan dengan sangat baik di kompasiana.com/dwitagama, hasil hunting foto saya didokumentasikan di blog fotodedi.

Sampai bertemu di sessi saya berikutnya!

Tentang penulis: Dedi Dwitagama adalah trainer dan fasilitator yang suka banget bikin pelatihan kepemimpinan, motivasi, dan pengembangan diri jadi interaktif dan menyenangkan. Mau baca catatan kegiatan dan materi lainnya? Mampir ke trainerkita.wordpress.com. Sekolah, komunitas, atau organisasi kamu mau bikin acara seru serupa? Yuk, hubungi lewat blog tersebut atau blog ini!

#1.348-1990/015-2026/06-10

1.347: Menumbuhkan Karakter Pemimpin Masa Depan – Seseruan Bersama Calon Pengurus OSIS di LDKS SMPN 75 Jakarta

Jakarta — Kepemimpinan bukanlah sekadar tentang jabatan, melainkan tentang karakter, pengaruh positif, dan kemampuan untuk membawa perubahan. Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, sebuah momen berharga kembali terukir dalam perjalanan berbagi ilmu. Saya mendapat kehormatan untuk kedua kalinya dapat bertatap muka dan berdiskusi secara langsung dengan siswa-siswi pilihan—para calon pengurus OSIS SMPN 75 Jakarta.

Sesi diskusi kali ini mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Pemimpin”. Pertemuan ini terasa sangat istimewa karena menjadi presentasi ke-1.347 yang telah saya bawakan sejak memulai perjalanan sebagai pembicara pada tahun 1990.

Momen Pembelajaran Berkesan dan Interaktif

Sejak awal sesi dibuka, antusiasme para calon pemimpin muda ini sungguh luar biasa. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir deras dari para peserta, mencerminkan rasa ingin tahu yang tinggi serta potensi besar yang ada dalam diri mereka.

Untuk memberikan pemahaman yang mendalam, penyampaian materi tidak hanya dilakukan melalui ceramah searah. Sesi interaktif yang dilengkapi dengan serangkaian simulation games sengaja dirancang agar para peserta dapat merasakan langsung (feel) dan menghayati esensi dari karakter kepemimpinan yang sesungguhnya—seperti kerja sama tim, komunikasi efektif, pemecahan masalah, dan empati.

“Seorang pemimpin yang hebat tidak hanya dilatih melalui teori, tetapi ditempa melalui pengalaman dan penghayatan nilai-nilai kepemimpinan secara nyata.”

Harapan untuk Generasi Penerus

Melihat semangat dan potensi yang ditunjukkan oleh anak-anak calon pengurus OSIS SMPN 75 Jakarta, ada optimisme besar bahwa masa depan kepemimpinan di lingkungan sekolah—bahkan hingga tingkat yang lebih luas—berada di tangan yang tepat.

Semoga materi dan pengalaman dalam sesi ini menjadi bekal awal yang bermanfaat bagi mereka untuk tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, tangguh, dan mampu menginspirasi rekan-rekan sebayanya.

Kolaborasi dan Pengembangan Diri

Sesi berbagi bersama SMPN 75 Jakarta ini kembali menegaskan pentingnya pembinaan karakter sejak dini bagi generasi muda. Pengalaman mendampingi berbagai institusi dan sekolah selama lebih dari tiga dekade selalu memberikan inspirasi tersendiri untuk terus berkontribusi dalam penguatan kapasitas kepemimpinan dan sumber daya manusia.

Bagi sekolah, organisasi, atau instansi yang ingin menyelenggaraan program pelatihan kepemimpinan, character building, maupun sesi motivasi interaktif serupa, mari terhubung dan berdiskusi lebih lanjut untuk menciptakan program pemuda dan kepemimpinan yang berdampak nyata.

Perjalanan 1.347 panggung sejak tahun 1990 telah memberikan pengalaman empiris yang kaya dalam membersamai berbagai instansi, sekolah, kampus, majelis taklim, maupun perusahaan. Jika ingin tahu jejak-jejak yang lain silahkan lihat disini. Dokumentasi foto dan video kegiatan training-training dan seminar-seminar saya bisa dinikmati di akun tiktok@dwitagama, ada juga di instagram @dwitagama, ratusan foto-foto ada di fanpage facebook atau facebook saya, ada juga di Blog Trainer Kita, ratusan slide saya bisa dilihat dan diunduh di slideshare.net/dwitagama, slide-slide yang saya proses dengan AI (Artificial Intelligent) bisa anda lihat disini, penggemar podcast bisa simak celoteh saya Podcast Negeri Paman Besut di spotify, celoteh pribadi saya ada di blog pendidik, opini saya tersimpan dengan sangat baik di kompasiana.com/dwitagama, hasil hunting foto saya didokumentasikan di blog fotodedi, dan video-video dokumentasi kegiatan saya yang lebih 5.92 K subscribernya dan lebih dari 2.000 videonya ada di channel youtube saya @dwitagama.

Terima kasih kepada Bapak Kepala SMPN 75 Jakarta H. Sugiyarto, M.Pd yang berkenan bersinergi dengan saya dan keluarga besar SMPN 75 Jakarta yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk berbagi.

Jadi, buat sekolah atau panitia yang lagi nyari pembicara buat LDKS, seminar motivasi, atau pelatihan public speaking buat anak-anak muda, nggak ada salahnya intip-intip jejak Pak Dedi di http://trainerkita.wordpress.com atau akun Instagram/TikTok-nya di @dwitagama. Siapa tau aja next session-nya di sekolah lo, dan lo bisa ngerasain sendiri gimana rasanya loncat-loncat sambil belajar jadi pemimpin.

Sampai jumpa di sessi saya berikutnya!

#1.347-1990/015-2026/05-10

Leadership Motivation di LDKS SMPN 75 Jakarta – 1.346 Kali Ngomong, Pak Dedi Tetap Bikin Murid Loncat-Loncat

Jakarta, 16 Oktober 2026 — Ada yang beda dari LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) di SMPN 75 Jakarta sore itu. Kalau biasanya sesi materi bikin ngantuk, kali ini ruangan justru berasa kayak lagi nobar final Piala Dunia. Pesertanya heboh, teriak-teriak, padahal kakak OSIS & MPK udah sssst-sssst gitu ngelarang peserta pada berisik dan yang paling parah: mereka rebutan pengen nanya.

H. Sugiyarto, M.Pd Kepala SMPN 75 Jakarta

Bintang tamunya bukan artis TikTok, bukan juga influencer yang jualan skincare. Dia adalah Dedi Dwitagama … iya, itu sayaaaa, seorang trainer yang udah ngomong di depan publik sebanyak 1.346 kali sejak tahun 1990. Kalau dihitung-hitung, angka segitu artinya saya udah ngomong lebih banyak daripada kita scroll TikTok dalam sehari. Topiknya kali ini serius: Leadership Motivation. Tapi cara nyampeinnya? Jauh dari kata serius.

Nggak Ada Slide Penuh Tulisan, Yang Ada Cuma Games, Dialog dan Tawa

Saya ini tipe pembicara yang anti sama namanya PowerPoint isi teks doang. Berdasarkan catatan yang bisa dilihat di blog pribadi saya https://dedidwitagama5.wordpress.com/, saya memang lebih suka storytelling, lempar jokes, dan yang paling penting: bikin audiensnya bergerak .

Dan bener aja. Sepanjang sesi, siswa-siswi SMPN 75 diajak main games. Bukan games receh kayak ice breaking “tepuk tangan tiga kali” doang, tapi games yang bikin mereka harus mikir, kerja sama, dan otomatis keluar dari zona nyaman. Efeknya? Ruangan langsung cair. Nggak ada lagi muka-muka tegang atau tangan yang malu-malu angkat tangan.

Yang bikin salut, peserta nggak cuma aktif pas disuruh main. Sesi tanya jawab justru jadi ajang “rebutan mic”. Pertanyaan mereka deras banget, mulai dari soal cara jadi ketua OSIS yang nggak bossy, sampai gimana caranya biar nggak grogi kalau harus ngomong di depan kelas. Pertanyaan-pertanyaan itu dijawab Pak Dedi dengan gaya khasnya: bahkan lewat games, tegas tapi nggak bikin ngerasa digurui, kadang diselipin pantun yang bikin seisi musholla ngakak .

Kenapa Sih Pak Dedi? Kenapa Nggak Pembicara Lain?

Jujur aja, di zaman sekarang siapa sih yang nggak bisa bikin konten motivasi? Tinggal buka YouTube, ketik “cara jadi pemimpin”, beres. Tapi bedanya, Pak Dedi ini bukan kaleng-kaleng. Selain udah malang melintang jadi guru dan kepala sekolah, dia ini salah satu pionir literasi digital di kalangan pendidik. Blognya, http://trainerkita.wordpress.com, udah jadi semacam “rumah” buat dokumentasi ribuan sesi pelatihan yang pernah dia isi. Jadi kalau lo penasaran sama gaya dia, atau lagi cari referensi buat LDKS sekolah lo, itu bisa jadi tempat mampir yang oke.

Bagi siswa SMPN 75, sesi ini mungkin cuma dua jam. Tapi buat bekal jadi pengurus OSIS dan MPK, ilmu soal “berani ngomong dan nggak blank” itu worth it banget. Apalagi kata Pak Dedi sendiri, gugup itu wajar. Yang penting tau cara recover-nya.

Terima kasih kepada Bapak Kepala SMPN 75 Jakarta H. Sugiyarto, M.Pd yang berkenan bersinergi dengan saya dan keluarga besar SMPN 75 Jakarta yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk berbagi dalam kegiatan Leadership Motivation pada 16 Oktober 2026.

Jadi, buat sekolah atau panitia yang lagi nyari pembicara buat LDKS, seminar motivasi, atau pelatihan public speaking buat anak-anak muda, nggak ada salahnya intip-intip jejak Pak Dedi di http://trainerkita.wordpress.com atau akun Instagram/TikTok-nya di @dwitagama. Siapa tau aja next session-nya di sekolah lo, dan lo bisa ngerasain sendiri gimana rasanya loncat-loncat sambil belajar jadi pemimpin.

Ini presentasi saya yang tercatat berjumlah 1.346 sejak tahun 1990, jika ingin tahu jejak-jejak yang lain silahkan lihat disini. Dokumentasi foto dan video-video dokumentasi kegiatan saya yang lebih 5.93 K subscribernya dan lebih dari 2.000 videonya ada di channel youtube saya @dwitagama, ratusan foto-foto ada di fanpage facebook atau facebook saya, ada juga di Blog Trainer Kita, ratusan slide saya bisa dilihat dan diunduh di slideshare.net/dwitagama, slide-slide yang saya proses dengan AI (Artificial Intelligent) bisa anda lihat disini, penggemar podcast bisa simak celoteh saya Podcast Negeri Paman Besut di spotify, kegiatan training-training dan seminar-seminar saya bisa dinikmati di akun tiktok@dwitagama, ada juga di instagram @dwitagama, celoteh pribadi saya ada di blog pendidik, opini saya tersimpan dengan sangat baik di kompasiana.com/dwitagama, hasil hunting foto saya didokumentasikan di blog fotodedi, adakah wajah anda kenal atau ada wajah yang anda kenal?.

Sampai bertemu di sessi saya berikutnya!

#1.346-1990/013-2026/04-10

1.345: MTs MA Muallimien Muhammadiyah Jakarta, Taruna Melati Dasar TMD 2026: Public Speaking Bukan Cuma Modal Nekat!

Ada yang kalau disuruh ngomong di depan banyak orang langsung mendadak haus, keringat dingin, sibuk mencari alasan ke toilet, atau pura-pura mengecek HP? 😁

Tenang, kamu nggak sendirian!

Ngomong di depan orang banyak alias public speaking memang sering bikin deg-degan. Padahal, kemampuan ini penting banget, apalagi buat anak muda yang ingin menjadi pemimpin, aktif berorganisasi, menyampaikan gagasan, dan mengajak orang lain melakukan hal-hal positif.

Nah, Kamis, 8 Oktober 2026, saya, Dedi Dwitagama dari Trainer Kita, mendapat kesempatan berbagi materi public speaking dalam kegiatan Taruna Melati Dasar (TMD) 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses perkaderan untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, memperkuat ideologi Muhammadiyah, serta membentuk kader yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.

Buat saya, kesempatan ini terasa istimewa. Presentasi kali ini menjadi pengalaman berbagi saya yang ke-1.345, setelah bertemu dengan begitu banyak peserta dari berbagai sekolah, komunitas, dan lembaga di dalam maupun luar negeri.

Angka 1.345 tentu bukan sekadar angka. Di baliknya ada ribuan kesempatan untuk bertemu orang baru, bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan belajar dari cerita orang lain.

Bukan Cuma Mendengarkan, Peserta Harus Berani Praktik!

Kalau belajar public speaking hanya duduk manis, melihat slide, lalu mencatat definisi, rasanya kurang nendang.

Karena itu, sesi ini dibuat lebih hidup dengan praktik berbicara. Peserta diajak untuk mencoba menyampaikan gagasan, melatih keberanian, mengatur cara berbicara, dan membangun kepercayaan diri saat berhadapan dengan orang lain.

Namanya juga latihan, pasti ada rasa canggung. Ada yang mungkin masih bingung mau mulai dari mana, ada yang harus mengumpulkan keberanian dulu, dan ada juga yang mulai menemukan gaya berbicaranya sendiri.

Justru di situlah serunya!

Public speaking bukan bakat eksklusif milik orang-orang tertentu. Kemampuan ini bisa dilatih, asal mau mencoba, bersedia menerima masukan, dan terus berlatih.

Nggak harus langsung seperti pembawa acara televisi. Nggak harus punya suara berat seperti penyiar radio. Nggak harus menghafal kata-kata keren dari awal sampai akhir.

Mulailah dengan berbicara jelas, menyampaikan ide secara runtut, menatap audiens, dan memastikan orang lain memahami pesan kita.

Sederhana, kan? Tapi kalau nggak pernah dicoba, kapan bisanya?

Pertanyaan Mengalir, Suasana Makin Hidup!

Salah satu hal yang menyenangkan dalam kegiatan ini adalah peserta sangat aktif. Mereka bukan hanya mengikuti praktik public speaking, tetapi juga deras mengajukan pertanyaan.

Buat saya, peserta yang bertanya menunjukkan bahwa mereka ingin memahami sesuatu lebih jauh. Mereka tidak sekadar hadir untuk memenuhi daftar kehadiran, tetapi ikut terlibat dalam proses belajar.

Dalam sebuah pelatihan, suasana seperti ini penting banget. Pembicara menyampaikan materi, peserta merespons, lalu muncul pertanyaan yang membuka diskusi baru.

Belajar akhirnya bukan komunikasi satu arah. Semua orang punya kesempatan untuk berpikir, berbicara, dan berkembang.

Saya selalu senang ketika peserta berani mengangkat tangan. Sebab, keberanian bertanya merupakan salah satu latihan komunikasi juga. Kita belajar menyusun pikiran, memilih kata-kata, menyampaikan maksud, dan menghargai orang yang sedang berbicara.

Jadi, kalau selama ini kamu takut salah ketika bertanya atau berbicara di depan umum, coba ubah cara pandangnya. Kesalahan bukan akhir dunia. Selama kita mau belajar, setiap percobaan adalah pengalaman berharga.

Kader Muda Harus Punya Gagasan dan Berani Menyampaikannya

Taruna Melati Dasar bukan sekadar kegiatan berkumpul dan mengikuti materi. Ada proses perkaderan yang ingin membangun karakter, kepemimpinan, tanggung jawab, dan pemahaman ideologi Muhammadiyah. Dalam proses itu, kemampuan komunikasi punya peran penting. Bayangkan seorang kader yang punya banyak ide bagus, tetapi selalu diam saat rapat. Ia melihat ada masalah, punya usulan solusi, bahkan tahu apa yang sebaiknya dilakukan, tetapi tidak berani menyampaikan pendapatnya.

Sayang banget, kan?

Sebaliknya, kader yang mampu berbicara dengan baik bisa menyampaikan gagasan secara santun, mengajak teman bekerja sama, memimpin diskusi, dan menjelaskan nilai-nilai yang diyakininya dengan cara yang mudah dipahami. Namun, public speaking bukan berarti harus selalu menjadi orang yang paling banyak bicara. Pemimpin yang baik juga harus mampu mendengarkan.

Berani berbicara itu penting. Mampu mendengarkan juga sama pentingnya. Dan yang paling penting, perkataan harus sejalan dengan tindakan.

Kader yang berakhlak mulia bukan hanya pandai menyusun kalimat, tetapi juga menjaga sikap, menghormati orang lain, dan bertanggung jawab atas apa yang disampaikannya.

Itulah sebabnya kemampuan berbicara perlu berjalan beriringan dengan karakter.

Jangan Tunggu Percaya Diri untuk Mulai!

Banyak orang berpikir bahwa mereka harus percaya diri dulu sebelum tampil di depan umum. Padahal, sering kali justru sebaliknya: kita mulai mencoba, lalu perlahan-lahan menjadi lebih percaya diri.

Coba mulai dari hal sederhana:

  • Berani menyampaikan pendapat dalam diskusi kelompok.
  • Mencoba menjadi moderator atau pembawa acara di sekolah.
  • Berlatih presentasi tanpa membaca seluruh isi slide.
  • Membiasakan diri bertanya dengan kalimat yang jelas dan sopan.
  • Merekam latihan berbicara menggunakan HP, lalu mengevaluasi diri.
  • Memanfaatkan kesempatan berorganisasi untuk melatih komunikasi dan kepemimpinan.

Nggak perlu menunggu panggung besar. Ruang kelas, rapat organisasi, kegiatan kaderisasi, bahkan obrolan sehari-hari bisa menjadi tempat latihan. Yang penting, jangan berhenti hanya karena sekali tampil masih gugup. Orang yang sekarang terlihat lancar berbicara pun pernah berada di tahap belajar. Bedanya, mereka terus mencoba.

Perjalanan 1.345 panggung sejak tahun 1990 telah memberikan pengalaman empiris yang kaya dalam membersamai berbagai instansi, sekolah, kampus, majelis taklim, maupun perusahaan. Jika ingin tahu jejak-jejak yang lain silahkan lihat disini. Dokumentasi foto dan video kegiatan training-training dan seminar-seminar saya bisa dinikmati di akun tiktok@dwitagama, ada juga di instagram @dwitagama, ratusan foto-foto ada di fanpage facebook atau facebook saya, ada juga di Blog Trainer Kita, ratusan slide saya bisa dilihat dan diunduh di slideshare.net/dwitagama, slide-slide yang saya proses dengan AI (Artificial Intelligent) bisa anda lihat disini, penggemar podcast bisa simak celoteh saya Podcast Negeri Paman Besut di spotify, celoteh pribadi saya ada di blog pendidik, opini saya tersimpan dengan sangat baik di kompasiana.com/dwitagama, hasil hunting foto saya didokumentasikan di blog fotodedi, dan video-video dokumentasi kegiatan saya yang lebih 5.92 K subscribernya dan lebih dari 2.000 videonya ada di channel youtube saya @dwitagama.

Sampai Jumpa di Panggung Berikutnya!

Terima kasih kepada Pengurus MTs MA Muallimien Muhammadiyah Jakarta, Bapak Tri Farhandoyo, M.Pd yang telah mengontak saya, dan seluruh pihak yang telah mensupport kegiatan Taruna Melati Dasar 2026. Energi peserta yang aktif berlatih dan derasnya pertanyaan menjadi pengalaman menyenangkan dalam perjalanan presentasi saya yang ke-1.345.

Semoga kegiatan ini tidak berhenti sebagai kenangan selama pelatihan saja. Semoga keberanian berbicara yang dilatih hari itu terbawa ke ruang kelas, rapat organisasi, forum kader, lingkungan masyarakat, dan berbagai kesempatan lainnya.

Sebab, masa depan membutuhkan anak muda yang bukan hanya punya pengetahuan dan keyakinan, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan, bekerja sama, dan bertanggung jawab.

Buat sekolah, organisasi pelajar, komunitas, dan lembaga pendidikan yang ingin menghadirkan pelatihan public speaking, kepemimpinan, motivasi, atau pengembangan karakter yang interaktif, mari berdiskusi dan menyesuaikan materi dengan kebutuhan peserta.

Informasi kegiatan dan profil saya bisa dilihat di trainerkita.wordpress.com.

Karena pada akhirnya, panggung bukan hanya tempat untuk tampil. Panggung adalah kesempatan untuk menyampaikan gagasan, menginspirasi orang lain, dan membawa perubahan.

Berani bicara, berani bertindak, dan jadilah kader muda yang membawa manfaat!

Senyum-Senyum Sendiri Sepanjang Jalan Pulang: Ketika “Dipanggil” Sharing Itu Seru Parah!

Ada satu vibes yang selalu sukses bikin hari-hari saya langsung naik level. Momen di mana HP bunyi, terus ada notif WhatsApp masuk atau DM dari temen-temen panitia, OSIS atau BEM yang isinya kira-kira begini: “Halo Pak Dedi, bisa gak jadi narasumber buat acara kami?”

Asli, rasanya langsung happy banget! Bahagia dan senangnya tuh campur aduk jadi satu energi positif yang siap meledak. Saya gak pernah mandang tempatnya di mana. Mau itu diundang masuk ke aula sekolah buat nemuin lebih dari 300 siswa SMK yang siap “menyerbu” tanya jawab soal bahaya narkoba, pergaulan bebas, dan isu krusial seputar mental health, sampai sharing santai bareng temen-temen mahasiswa tentang cara melatih public speaking yang pede habis serta ngebangun personal branding yang kuat di era digital—buat saya semuanya punya keseruan yang sama!

Bagi sata, materi panggung itu gak cuma buat murid atau mahasiswa aja. Serunya lagi, belakangan ini gua juga sering banget diundang buat ngebahas ekosistem pendidikan yang lebih luas. Mulai dari urusan school branding biar sekolah kalian makin keren dan dilirik masyarakat, teacher branding biar para guru bertransformasi jadi pendidik masa kini yang asyik dan inspiratif, sampai headmaster branding buat para kepala sekolah supaya bisa tampil sebagai pemimpin masa depan yang visioner. Keren, kan?

Setiap undangan itu bukan cuma formalitas kertas di atas meja. Itu adalah kepercayaan mahal. Bayangin aja, sejak pertama kali gua megang mic tahun 1990 dulu, setiap panggung punya ceritanya sendiri. Waktu panggung gua resmi tercatat ke-1.340 kemarin pas ngebahas tuntas soal kolaborasi dunia sekolah, saya beneran senyum-senyum sendiri sepanjang jalan pulang. Kagum sama antusiasme anak muda dan para pendidik zaman sekarang yang berani, kritis, dan gak jaim buat nanya hal-hal riil yang mereka temuin sehari-hari.

Saat saya berdiri di depan, ngeliat mata kalian yang penuh rasa pengen tahu, denger tawa yang pecah pas gua ngasih jokes, sampai momen hening pas kita merenungkan masa depan bersama—di situlah bayaran termahal buat seorang trainer. Capek di jalan? Langsung menguap gak berbekas, diganti sama transfer energi yang luar biasa dahsyat dari kalian!

Saya selalu percaya, masa depan itu bukan tempat buat kita kompetisi sendirian, tapi tempat buat kita kolaborasi. Makanya, ke mana pun kaki ini harus melangkah, selama energi ini masih menyala, saya bakal selalu siap buat datang dan seru-seruan belajar bareng kalian. Karena hidup bakal hambar banget kalau ilmu cuma disimpan sendiri, kan?

Nah, buat kalian yang penasaran sama dokumentasi seru pas saya lagi keliling sekolah dan kampus, atau mau download ratusan slide presentasi saya secara gratis, langsung aja kepoin:

  • Intip keseruan video dokumentasi saya di akun TikTok @dwitagama atau Instagram @dwitagama.
  • Tonton versi lengkapnya di Channel YouTube @dwitagama.
  • Download materi kuliah dan sekolah keren di SlideShare Dedi Dwitagama.
  • Baca artikel lengkap dan jejak kegiatan saya di Blog Trainer Kita.
  • Surat-surat lainnya bisa dilihat di sini.

Never stop empowering people… kalau kamu, kapan kita sharing bareng di sekolah atau kampusmu?

LDKS untuk Sekolah Modern: “Pengembangan Kepemimpinan Personal dan Kolaborasi Interaktif”

Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sering kali terjebak dalam pola piker lama: sekadar seremoni outdoor, latihan fisik semiteror, atau simulasi baris-berbaris yang minim relevansi dengan dinamika remaja saat ini. Padahal, siswa SMP berada di fase transisi krusial—peralihan dari anak-anak menuju remaja awal (early adolescence) yang sedang berjuang mencari identitas diri, mengelola emosi, dan belajar berinteraksi dalam kelompok secara sehat.

Agar LDKS tidak lagi menjadi rutinitas hampa, pendekatan pelaksanaan dan materinya harus digeser dari “pelatihan ketentaraan/fisik” menjadi “pengembangan kepemimpinan personal dan kolaborasi interaktif”.

PUBLIC SPEAKING, Ikatan Pelajar Muhammadiyah Tebet di Bogor 8 Oktober 2026.

4 Pilar Materi Utama LDKS SMP Modern

Berikut adalah rekomendasi materi beserta gambaran isi dan metode penyampaian yang adaptif terhadap psikologi siswa usia 12–15 tahun:

1. Personal Leadership & Kesadaran Diri (Self-Awareness)

  • Gambaran Materi: Sebelum memimpin orang lain, siswa perlu belajar memimpin dirinya sendiri. Materi ini mencakup pengenalan potensi diri, pengelolaan emosi (emotional regulation), pembentukan etika/karakter, serta pemahaman akan hak dan tanggung jawab sebagai pelajar.
  • Metode Penyampaian:“Cermin Karakter” & Jurnal Reflektif.
    • Siswa diajak melakukan analisis SWOT sederhana tentang diri sendiri.
    • Menggunakan role-play (sosiodrama) singkat mengenai situasi yang sering dihadapi (seperti godaan bolos, cyberbullying, atau tekanan teman sebaya) lalu mendiskusikan keputusan yang diambil.

2. Komunikasi Empatis & Pencegahan Perundungan (Anti-Bullying)

  • Gambaran Materi: Pemimpin muda harus memiliki kepekaan sosial. Materi ini menekankan cara berkomunikasi yang asertif tanpa menyakiti, mendengarkan secara aktif (active listening), serta membangun budaya sekolah yang inklusif dan bebas dari bullying (baik fisik, verbal, maupun digital).
  • Metode Penyampaian:Simulasi Kasus & Forum Group Discussion (FGD).
    • Siswa diberikan studi kasus nyata mengenai konflik antarteman atau kasus di media sosial.
    • Mereka diminta bekerja dalam kelompok kecil untuk mencari solusi damai dan mempresentasikannya melalui bentuk kampanye singkat (puisi, poster, atau jingle).
Ketemu aktifis OSIS SMPN DUGAS 231 Jakarta, 2016.

3. Problem Solving, Berpikir Kritis & Kreativitas Group

  • Gambaran Materi: Mengasah kemampuan mengidentifikasi masalah di lingkungan sekitar (misalnya kebersihan sekolah, kedisiplinan, atau manajemen waktu belajar) serta merumuskan ide-ide kreatif untuk menyelesaikannya.
  • Metode Penyampaian:“Design Thinking” Sederhana & Problem-Based Challenge.
    • Siswa dibagi dalam tim untuk mengamati masalah nyata di area LDKS/sekolah.
    • Dalam waktu terbatas, mereka merancang action plan konkret yang realistis untuk diterapkan di sekolah, lalu mempresentasikannya di depan “dewan penguji” (guru/mentor).

4. Manajemen Organisasi & Kerja Sama Tim (Teamwork)

  • Gambaran Materi: Dasar-dasar penyusunan program kerja sederhana, pembagian peran dalam tim, kepemimpinan yang melayani (servant leadership), serta cara mengelola konflik saat bekerjasama.
  • Metode Penyampaian:“Experiential Learning” & Permainan Dinamika Kelompok.
    • Outdoor games yang difokuskan pada strategi, komunikasi, dan kepercayaan (bukan sekadar ketahanan fisik).
    • Setelah permainan selesai, sesi debriefing/refleksi menjadi kunci utama: “Apa yang membuat tim berhasil/gagal?”, “Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu tidak didengar?”.

Prinsip Pelaksanaan LDKS yang Bermakna

  1. Aman & Inklusif: Hilangkan tradisi perpeloncoan, bentakan tanpa alasan, atau ketegangan fisik yang tidak terukur. Gantilah dengan suasana yang suportif agar siswa berani bersuara.
  2. Berpusat pada Siswa (Student-Centered): Kurangi ceramah satu arah. Alokasi waktu ideal adalah 30% penjelasan konsep dan 70% aktivitas interaktif (diskusi, simulasi, proyek, refleksi).
  3. Keterlibatan Mentorship: Libatkan pengurus OSIS senior atau pendamping bukan sebagai “pengawas yang menakutkan”, melainkan sebagai kakak pembimbing yang memberikan contoh positif.
  4. Tindak Lanjut (Rencana Aksi Nyata): LDKS tidak berhenti saat acara usai. Setiap peserta membawa pulang Personal Action Plan atau program kerja kelompok yang dilaporkan perkembangannya dalam 1–3 bulan ke depan di sekolah.
SMKN 56 Jakarta, 2016.

Perjalanan 1.345 seminar/diskusi/pelatihan sejak 1990 membawa saya bertemu banyak sekolah, kampus, majelis taklim, komite sekolah, instansi, dan perusahaan. Kalau sekolah, komite, ormas, atau kantor Anda sedang menyusun agenda dan mencari narasumber, mungkin kita bisa bersinergi. Topik yang biasa saya bawakan antara lain:

  • Anti-Bullying (Mencegah dan Mengatasi Perundungan)
  • Blogging – Creativ Writting (Menulis dan Mengelola Blog)
  • HIV – AIDS (Mencegah terinfeksi dan Pengobatan)
  • Leadership (Kepemimpinan Pelajar, Mahasiswa, Dewasa)
  • Literasi (Minat Baca dan Menulis)
  • Parenting Skill (Keterampilan Pengasuhan Orang Tua)
  • Pencegahan Narkoba bagi Remaja & Pelajar
  • Pendidikan Seks Bebas (Edukasi Kesehatan Reproduksi & Moral Remaja)
  • Personal Branding (Pelajar, Mahasiswa, Guru, Kepala Sekolah)
  • Public Speaking & Effective Communication

Kami siap hadir untuk berbagi ilmu dan inspirasi di tempat Anda. Jika ingin tahu jejak-jejak yang lain silahkan lihat disini.

1.344: Halaqah – Saat Santri Ashabul Qur’an Center Bekasi “Menyerbu” dengan Pertanyaan Era Digital

Hari ini (07/10/2026) jadi salah satu momen yang bikin senyum-senyum sendiri sekaligus bangga luar biasa. Saya dapat kehormatan bersilaturahmi dan duduk melingkar dalam suasana halaqah yang hangat bersama para santri di Pondok Pesantren Ashabul Qur’an Center, Bekasi.

Topik yang kami bedah kali ini lumayan berat tapi krusial: “Santri Shalih, Cerdas & Berprestasi di Era Digital”.

Jujur saja, di awal saya bayangkan diskusinya bakal berjalan formal. Tapi begitu sesi dibuka, masya Allah, tebakan saya salah besar! Pertanyaan dari para santri mengalir deras bak air bah! Mulai dari bagaimana tetap konsisten menjaga hafalan Al-Qur’an di tengah godaan algoritma media sosial, cara memanfaatkan AI secara bijak untuk mendukung studi, sampai strategi menjadi kreator konten dakwah yang keren tanpa kehilangan adab dan identitas keshalihan.

Melihat antusiasme dan daya kritis anak-anak muda ini, rasanya optimis sekali melihat masa depan. Santri hari ini bukan cuma jago ngaji di atas sajadah, tapi juga siap jadi pemenang dan pemimpin di panggung digital!

Suasana halaqah yang hidup, diskusi tanpa sekat, dan energi positif dari para santri Bekasi hari ini benar-benar mengisi ulang ‘baterai’ semangat saya untuk terus berjelajah dan berbagi.

Bikin Sesi Pelatihan & Diskusi Seru di Tempat Anda!

Momen-momen interaktif seperti di Ashabul Qur’an Center ini yang selalu membuat saya jatuh cinta dengan dunia pelatihan dan pendampingan. Buat saya, berbagi itu bukan cuma soal menyampaikan materi satu arah di depan panggung, tapi membangun ruang diskusi yang hidup, santai, dan solutif.

Bapak/Ibu pengelola pesantren, sekolah, kampus, maupun komunitas yang ingin menghadirkan suasana belajar yang interaktif—baik seputar literasi digital, kepemimpinan, public speaking, hingga pengembangan diri—dengan senang hati saya siap hadir untuk belajar dan berdiskusi bersama.

Yuk, kita rancang kegiatan seru yang membakar semangat generasi muda di tempat Anda! Untuk info silaturahmi, jadwal, dan kolaborasi program, silakan sapa saya melalui kontak di blog Trainer Kita

Ini presentasi saya yang tercatat berjumlah 1.344 sejak tahun 1990, jika ingin tahu jejak-jejak yang lain silahkan lihat disini.  Dokumentasi foto dan video-video dokumentasi kegiatan saya yang lebih 5.93 K subscribernya dan lebih dari 2.000 videonya ada di channel youtube saya @dwitagama, ratusan foto-foto ada di  fanpage facebook atau facebook saya, ada juga di Blog Trainer Kita, ratusan slide saya bisa dilihat dan diunduh di slideshare.net/dwitagama, slide-slide yang saya proses dengan AI (Artificial Intelligent) bisa anda lihat disini, penggemar podcast bisa simak celoteh saya Podcast Negeri Paman Besut di spotify, kegiatan training-training dan seminar-seminar saya bisa dinikmati di akun tiktok@dwitagama, ada juga  di instagram @dwitagama,  celoteh pribadi saya ada di blog pendidik, opini saya tersimpan dengan sangat baik di kompasiana.com/dwitagama, hasil hunting foto saya didokumentasikan di blog fotodedi, adakah wajah anda kenal atau ada wajah yang anda kenal?.

Sampai bertemu di majelis ilmu berikutnya!

#1.344-1990/011-2026/01-10