Lompat ke isi

Manorathapūraṇī

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Manorathapūraṇī
JenisKitab komentar
IndukAṭṭhakathā
MengomentariAṅguttaranikāya
Komposisica abad ke-5 M
AtribusiBuddhaghosa
ṬīkāSāratthamañjūsā (Ekakanipāta-ṭīkā, Dukanipāta-ṭīkā, Pañcakanipāta-ṭīkā, Aṭṭhakanipāta-ṭīkā)
SingkatanAA; AN-a; Mp

Kitab Manorathapūraṇī,[a] juga dikenal sebagai Aṅguttaranikāya-aṭṭhakathā, adalah kitab komentar (ulasan atau penjelas makna) yang menjelaskan isi Aṅguttaranikāya dalam Suttapiṭaka. Kitab ini menguraikan makna dan merincikan kosakata dalam sutta-sutta yang dikelompokkan ke dalam 11 nipāta (seksi) Aṅguttaranikāya. Nama "Manorathapūraṇī" sendiri secara harfiah berarti "pemenuh harapan" (manoratha + pūraṇī), yang menurut kolofonnya merujuk pada terpenuhinya harapan Buddhaghosa untuk menggubah komentar atas seluruh kitab-kitab Āgama.[1]

Asal-usul

[sunting | sunting sumber]

Buddhaghosa menyusun kitab Manorathapūraṇī berdasarkan kitab komentar kuno berbahasa Sinhala yang telah diwariskan sejak lama, pada sekitar tahun 1000 kalender buddhis (sekitar abad ke-5 M).[2] Buddhaghosa merampungkan kitab ini atas permintaan Jotipāla Thera,[3] yang pernah sama-sama tinggal di suatu wihara dengannya di Kāñcīpura, India Selatan, serta atas permintaan Ājīvaka Thera, yang pernah tinggal di wihara Mahāvihāra di Sri Lanka.[4]

Daftar Aṭṭhakathā Gubahan Buddhaghosa
Tipiṭaka Pāli Aṭṭhakathā
dalam
Vinayapiṭaka
Vinaya (umum) Samantapāsādikā
Pāṭimokkha Kaṅkhāvitaraṇī
Māṭikaṭṭhakathā
dalam
Suttapiṭaka
Dīghanikāya Sumaṅgalavilāsinī
Majjhimanikāya Papañcasūdanī
Saṁyuttanikāya Sāratthappakāsinī
Aṅguttaranikāya Manorathapūraṇī
dalam
Khuddaka
-nikāya
Khuddakapāṭha Paramatthajotikā I
(Khuddakapāṭha-aṭṭhakathā)
Dhammapada Dhammapada-aṭṭhakathā
Suttanipāta Paramatthajotikā II
(Suttanipāta-aṭṭhakathā)
Jātaka Jātaka-aṭṭhavaṇṇanā
(Jātaka-aṭṭhakathā)
dalam
Abhidhamma
-piṭaka
Dhammasaṅgaṇī Aṭṭhasālinī
Vibhaṅga Sammohavinodanī
Dhātukathā Pañcapakaraṇa-aṭṭhakathā
Puggalapaññatti
Kathāvatthu
Yamaka
Paṭṭhāna

Gambaran umum

[sunting | sunting sumber]

Manorathapūraṇī memiliki karakteristik yang sejalan dengan kitab-kitab komentar lainnya, yakni menjelaskan latar belakang munculnya suatu sutta. Disebutkan bahwa sebab kemunculan suatu sutta ada empat macam: timbul karena kecenderungan (ajjhāsaya) diri sendiri, timbul karena kecenderungan pihak lain, timbul atas dasar pertanyaan, dan timbul karena adanya suatu peristiwa tertentu.[5] Kitab ini juga menjelaskan kosakata penting secara gramatikal beserta maknanya, misalnya penjelasan dalam Cakkavatti Sutta (AN 3.14) atas kata rāja (raja), yang dimaknai sebagai sosok yang membuat rakyatnya mencintainya melalui empat saṅgahavatthu (dasar-dasar perangkulan).[6]

Selain itu, penyusun kitab ini turut menyisipkan kisah legenda, cerita rakyat, riwayat, berbagai pengetahuan tambahan, serta adat istiadat India kuno ke dalam penjelasan atas sutta-sutta. Hal ini tidak hanya memperjelas konteksnya, tetapi juga memberikan wawasan seputar budaya dan sejarah kuno bagi para pengkaji. Sebagai contoh, terdapat kisah kepiting emas dan burung merak emas yang lengah karena terpikat suara wanita hingga mencelakai dirinya sendiri, yang muncul dalam penjelasan atas sutta kedua.[7] Kitab ini juga memuat data geografis pada masanya, misalnya keterangan bahwa dari Jambudīpa (istilah kuno untuk wilayah India dan sekitarnya) sejauh 700 yojana terdapat sebuah negeri bernama Suvaṇṇabhūmi, yang dapat dicapai dengan kapal berlayar mengikuti angin dalam waktu 7 hari 7 malam.[8]

Kitab ini menjabarkan pokok-pokok Dhamma penting, seperti dukkha, tujuh bojjhaṅga, dan empat paṭisambhidā;[9] serta 37 bodhipakkhiyadhamma (dhamma yang menunjang jalan mulia), yakni empat satipaṭṭhāna, empat sammappadhāna, empat iddhipāda, lima indriya, lima bala, tujuh bojjhaṅga, dan ariya-aṭṭhaṅgikamagga.[10] Kitab ini juga memuat uraian rinci mengenai praktik Dhamma, misalnya dalam Aparaacchāsaṅghātavagga dijelaskan bahwa mettā, yakni pemancaran cinta kasih kepada segenap makhluk, salah satu dari empat brahmavihāra, menjadi landasan bagi vaṭṭa (putaran/siklus), landasan bagi vipassanā (pandangan-terang), sarana untuk berdiam berbahagia pada masa kini, serta landasan bagi nirodha (pelenyapan [penderitaan]), tetapi tidak bersifat lokuttara (adiduniawi) karena masih mengambil makhluk sebagai objeknya.[11]

Manorathapūraṇī juga menguraikan riwayat para Buddha di masa lampau, riwayat hampir seluruh siswa dan siswi utama Sang Buddha, serta tempat-tempat Beliau menjalani masa vassa, mulai dari vassa pertama yang dijalani di Isipatana Migadāya hingga vassa ke-45 yang dijalani di Jetavana Mahāvihāra atau Pubbārāma dekat kota Sāvatthī.[9] Di samping itu, kitab ini juga memuat ramalan tentang lenyapnya status kebhikkhuan (sāsana) serta sosok bhikkhu terakhir.[12]

Subkomentar

[sunting | sunting sumber]

Kitab ini memiliki subkomentar (ṭīkā) berjudul Sāratthamañjūsā, yang disusun oleh Sāriputta Thera dan muridnya, Buddhanāga.[13]

Edisi dan terjemahan

[sunting | sunting sumber]

Naskah Pali Manorathapūraṇī diterbitkan secara kritis oleh Pali Text Society dalam lima jilid (1924–1956, dicetak ulang 1966–1977) berdasarkan naskah tinggalan Edmund Hardy, yang disunting oleh Max Walleser dan Hermann Kopp.[14]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]
  1. ↑ Judul ini juga sering ditulis tanpa tanda diakritik sebagai Manorathapurani, Manoratha-Purani, atau Manoratha Purani.

Referensi

[sunting | sunting sumber]

Daftar pustaka

[sunting | sunting sumber]
  • Law, Bimala Charan (1923). The Life and Work of Buddhaghosa (PDF). Calcutta: Thacker, Spink & Co.
  • Mahachulalongkornrajavidyalaya University Faculty (2007) [2550 BE]. ประวัติพระพุทธศาสนา [History of Buddhism] (dalam bahasa Thai). Bangkok: ห้างหุ้นส่วนจำกัด นวสาส์น การพิมพ์. ISBN 978-974-364-656-0.
  • Mahamakut Rajavidyalaya (n.d.). Manorathapūraṇī, Aṭṭhakathā Aṅguttaranikāya, Ekanipāta, Jilid 1, Bagian 1 (dalam bahasa Thai). Bangkok.
  • Mahamakut Rajavidyalaya (n.d.). Manorathapūraṇī, Aṭṭhakathā Aṅguttaranikāya, Ekanipāta-Dukanipāta, Jilid 1, Bagian 2 (dalam bahasa Thai). Bangkok.
  • Mahamakut Rajavidyalaya (n.d.). Manorathapūraṇī, Aṭṭhakathā Aṅguttaranikāya, Tikanipāta, Jilid 1, Bagian 3 (dalam bahasa Thai). Bangkok.
  • Pali Text Society. "Canonical texts and their commentaries". Diakses tanggal 2026-08-15.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Pandita, Ven. (Burma) (2018). "The Authorship of the Vinaya and Abhidhamma Commentaries: A Response to von Hinüber". Journal of Buddhist Ethics. 25: 272–332. ISSN 1076-9005.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Phra Brahmagunabhorn, P. A. Payutto (2007) [2550 BE]. พจนานุกรมพุทธศาสน์ ฉบับประมวลศัพท์ [Kamus Buddhisme Edisi Kosakata] (dalam bahasa Thai). Bangkok.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  • von Hinüber, Oskar (1996). A Handbook of Pāli Literature (PDF). Berlin: Walter de Gruyter. ISBN 3-11-014992-3.
  • Walleser, Max; Kopp, Hermann (1924–1956). Manorathapūraṇī: Buddhaghosa's Commentary on the Aṅguttara-Nikāya. Vol. 5 jilid. London: Pali Text Society.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)