Sedikit pembahasan mengenai orang-orang yang akan mewarisi surga Firdaus, tingkatan surga tertinggi yang paling dekat dengan Arasy Allah. Bisa dilihat di Surat Al-Mu'minun (23:1-11).
Dalam ayat pertama surat ini disebutkan 'Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, '. Syarat utama untuk dapat mewarisi surga Firdaus adalah beriman, kemudian diberikan penjabaran seperti apa sih orang yang beriman itu. Seperti yang kita pelajari dari SD bahwa literally, iman itu adalah percaya dengan hati, mengucapkan dengan lisan, mengamalkan dengan perbuatan. Dan iya, itu benar bahwa iman itu whole package of itu semua, bukan hanya salah satu atau salah duanya saja. Dan Mu'min itu masih tingkatan di bawah Muslim, Mukhsin, Mukhlis, Mujahid, Muttaqin. Tapi Allah dengan baik hatinya memberi tahu bahwa tingkatan Mu'min pun dapat mewarisi Firdaus-Nya :')
Di ayat selanjutnya disebutkan '(yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam shalatnya,'. Khusyu dalam shalat. Seperti apa sih? Dalam tafsir disebutkan bahwa khusyu artinya hadirnya hati dan diamnya anggota badan. Lebih jauh lagi khusyu diartikan ketika kita tahu shalat kita untuk apa. Maksudnya, ketika kita menjalankan rukun shalat dari niat, takbiratul ikhram, sampai tertib, kita tahu kenapa kita harus bertakbir, kita tahu dengan mengucapkan Allahuakbar maka hati dan badan kita mengakui kebesaran Allah. Besar disini bukan physically besar sebesar gunung atau apa tapi dengan besarnya itu Allah akan mengetahui semua apa yang kita lakukan, kita pikirkan, karenanya kita akan senantiasa berhati-hati. Dengan tahu Allah paling besar, kita ga akan sok-sokan dan akan merasa kecil di mata Allah. Yak, itu baru dari takbir. Belum Al-Fatihah, terus sampai salam. Mari dibaca-baca lagi bab Shalatnya.
Ayat ketiga, 'dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,'. Jelaslah ya. Sulit juga sih ya tapi, buat ga nyampah. Tapi kan kalau sudah yakin itu yang harus dilakukan, mestinya bisa.
Ayat keempat, 'dan orang-orang yang menunaikan zakat,'. Ini juga sudah jelas. Banyak sekali ayat yang menegaskan tentang kewajiban menunaikan zakat. Jadi zakat ga sekedar kalau ingat, zakat ga sekedar kalau pengen. Tapi jika sudah memenuhi syarat wajibnya, ya maka wajib. Kalau ngga, dosa. Nah.
Ayat kelima, keenam, dan ketujuh, 'dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.'. Ini menekankan pada para singleman singlewoman kalau penjagaan mereka terhadap syahwatnya itu bernilai sangat tinggi di hadapan Allah. Kenapa begitu, pastinya karena hal itu sangat sulit. Sehingga orang-orang yang bersabar dan menjaga diri sampai mereka menikah, derajatnya pasti tinggi. Dan setelah menikah pun, walaupun sudah mempunyai penyaluran yang halal, tapi masih ada orang-orang yang mencari di luar itu. Itulah yang disebut melampaui batas. Tercela. Berdosa.
Ayat kedelapan, 'Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya,'. Betapaa.. amanat dan janji itu adalah sesuatu yang berat. Yang menjadi salah satu ciri orang beriman. Jadi kalau khianat? Menodai iman kita berarti ya? Ya memang, malah manusia dikatakan sangat zhalim dan sangat bodoh ketika memikul amanah yang bahkan langit, bumi, gunung-gunung tidak sanggup memikulnya (Al-Ahzab:72).
Ayat kesembilan, 'dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.'. Artinya? Istiqamah. Shalat khusyuk yang tadi dibahas itu dilaksanakan secara kontinyu. Esensinya diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Mudah? Tentu tidak. Sulit? Tapi bisa. Sudah janji Allah kan kalau orang-orang seperti itu akan mewarisi surga Firdaus. Berarti pasti ada yang bisa. Dan semoga kita menuju ke sana. Semoga termasuk Al-Mu'minun :)
1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
2. (yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam shalatnya,
3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,
5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
7. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya,
9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.
10. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,
11. (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.
(yakni)
yang akan mewarisi (surga) Firdaus[16]. Mereka kekal di dalamnya - See
more at:
http://www.tafsir.web.id/2013/03/tafsir-al-muminun-ayat-1-11.html#sthash.XOJ6TwFd.dpuf
(yakni)
yang akan mewarisi (surga) Firdaus[16]. Mereka kekal di dalamnya[17]. -
See more at:
http://www.tafsir.web.id/2013/03/tafsir-al-muminun-ayat-1-11.html#sthash.XOJ6TwFd.dpuf
(yakni)
yang akan mewarisi (surga) Firdaus[16]. Mereka kekal di dalamnya[17]. -
See more at:
http://www.tafsir.web.id/2013/03/tafsir-al-muminun-ayat-1-11.html#sthash.XOJ6TwFd.dpuf