Dec 25, 2012

belum siap ternyata

sudah lama ternyata tidak berceloteh disini. padahal menulis bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi ya. suatu hal yang saya sadari sangat menurun sekarang. bahkan saya harus berpikir untuk mengucapkan sesuatu. iya sih harus mikir dulu, cuma kalau kelamaan kan repot. saya bahkan suka lupa dengan vocab-vocab standar saat percakapan which means bikin saya ngomong muter-muter untuk sampai ke apa yang saya maksud. dan yang paling menyedihkan saya selalu lupa informasi-informasi penting yang seharusnya sudah melekat kuat di memori saya. ahk. mau jadi apa.

anyway, sebenarnya saya pengen cerita tentang mimpi saya semalam. saya mimpi menikah. absurd. lebih absurd lagi karena saya menikah dengan orang yang ga saya kenal. sama sekali. entahlah mungkin hari kemarin terlalu banyak bahasan tentang hal ini dengan teman-teman usia-galau-menikah. yang ujung-ujungnya mereka malah berpikir bahwa mereka mungkin tidak akan menikah sama sekali seumur hidupnya. hii naudzubillah.
dimulai dengan ketidakyakinan bahwa mereka akan menemukan seseorang yang mereka bisa bertahan dengannya seumur hidup, sampai kewajiban seorang kakak terhadap adik-adiknya yang membuatnya merasa tidak berhak memikirkan tentang pernikahan. yang entah kenapa saya ga pernah mikir terlalu kompleks. ya simpel aja, kalau Allah ngasih jodoh, ya nikah. kalau ngga, ya ngga. ya memang dalam prakteknya ga akan sesimpel itu juga. apalagi menerima takdir kita tidak menikah. ga kebayang juga sih, tapi hakikatnya gitu kan ya. Allah bilang iya, ya iya. ngga, ya ngga. udah.
dan kalaupun Allah kasih, bisa aja kan itu ga sesuai dengan kriteria kita (yang dibuat berdasarkan standar kemanusiaan), atau bukan orang yang kita puja-cinta-sayang selama ini. nah loh. masih bisa terima?
dan kesimpelan pemikiran saya ternyata diuji dalam mimpi itu. ragu dan takut jadi satu. gimana ngga. saya nantinya bakal menghabiskan sisa hidup saya dengan orang itu. memang ada keyakinan bahwa mungkin dia memang orang paling tepat yang dipilihkan Allah untuk saya. tapi ternyata saya belum sesiap itu. terlebih lagi dengan impian-setiap-wanita yang menginginkan seremonial pernikahan yang 'wah' karena sekali seumur hidup, yang tidak terwujud dalam mimpi saya itu. hanya riasan sederhana, jamuan sederhana, dan keabsurdan sang mempelai yang masih ngurusin pekerjaan di hari pernikahan itu. keraguan dan ketakutan itu bertambah ketika datang seseorang yang mungkin lebih saya harapkan ada di posisi orang asing itu tadi. dan si bakal-suami-itu cuma tersenyum seolah bilang masa depan saya adalah dia. naon sih. mimpi yang aneh. walaupun ga nutup kemungkinan bisa aja itu yang terjadi pada akhirnya. ya tapi ga se-ga-kenal itu juga sih pasti.
satu hal yang bisa saya ambil, luruskan niat. karena 'why' and 'how' lebih penting dari sekedar 'who' kan ya. dan kalau belum siap. jangan sok-sokan. siapin aja.  :)

Sep 18, 2012

malam ini. deg-degan padahal ga lagi nunggu apa-apa. ga lagi kenapa-kenapa. tapi perasaan campur aduk. maaf maaf aja kalo saya ada salah ya.
#salahmedia #gaadayangbaca #biarinaja #ngomongsendiri

Sep 7, 2012

nafsu

kerasa kan sekarang. kalau manusia itu memang sempurna. punya akal, punya nafsu. coba, ketika sedikit nafsunya diambil, nafsu makan, apa yang kejadian? sakit sendiri kan? jadi memang butuh itu.
 
ini mah sakitnya sugesti doang kok. capenya sugesti doang. ilang nafsu makannya sugesti doang. bentar lagi juga baikan. bentar lagi juga semangat lagi. bentar lagi juga makannya banyak lagi. :)

Jul 25, 2012

monolog

pokoknya apapun musibah yang kita alamin, apapun nikmat yang kita dapetin, apapun keputusan yang udah kita ambil, apapun kesalahan yang kita lakuin, apapun amanah yang kita terima, kuncinya cuma satu. ikhlas. susah? iya. udah terlalu kotor hati ini sama berbagai macam ketidakikhlasan ketika menjalani hidup. ini kesempatan buat berubah. ya, Ramadhan. mau gitu Ramadhannya disia-siain gitu aja? segitu PDnya kah bisa ketemu Ramadhan selanjutnya? Kalau ini yang terakhir gimana?
harus bisa ngontrol pikiran sendiri. harus. bisa. jangan biarin dia bikin skenario-skenario fiktif yang belum tentu kejadian, yang dampaknya bikin kamu pusing sendiri. jangan biarin 'gimana kalau' mendominasi pikiran kamu. jangan biarin 'kalau orang lain mah..' yang jadi standar setiap keputusan kamu. jangan menyepelekan setiap masalah yang kamu hadapin, jangan pula membesar-besarkannya seakan kamu ga punya masalah lain. jangan bergantung pada waktu untuk menyelesaikan setiap masalah itu. jangan malas untuk berkomunikasi. jangan membatasi diri sendiri. jangan mengecilkan mimpi. jangan ragu untuk memilih. jangan menyerah pada situasi. jangan takut pada diri. jangan banyak bicara tanpa aksi.

Jun 5, 2012

ga sombong

sesungguhnya saya amat sangat kagum sekali sama orang-orang hebat yang ga sombong sama sekali. atau yang sombong tapi caranya enak. ^:)^

May 25, 2012

terlantar dulu ya

ketika lebih menyukai aplikasi sebelah daripada blogger-droid.

ketika lebih memilih membuka salah satu office daripada tab blogger. :)


Published with Blogger-droid v2.0.4

Apr 27, 2012

belajar nyetir

beberapa hari yang lalu,
saya   : ma, emang dulu mba imel pernah belajar bawa mobil sampai banjaran ya?
mama : iya pernah. mba yang nyetir, papa di depan, mama di belakang dzikir
saya   : ... *bagus sih, tapi.. -___-*

tadi, setelah sampai rumah abis belajar nyetir,
papa : mba tolong tensiin ini kayanya naik, tegang soalnya
saya  : mba imel juga tangannya masih gemeteran pa.. -___-

haduh. gimana ini. pokoknya harus bisa harus bisa!

Apr 23, 2012

olahraga yuk

punya badan itu jangan dimanjain. tapi dirawat, dilatih, dijaga. biar ga lemah. biar ga kena panas dikit langsung meriang. biar ga jalan dikit langsung pusing. biar ga salah makan dikit, perut melilit.
ayo ayo, mumpung masih punya banyak waktu kosong. olahraga dong. minimal seminggu dua kali. abis itu makan bubur ayam panas kan manteb.
ayo ayo besok pagi diniatin ya buat ngajak badannya bergerak. jangan diistirahatin terus.
ayo ayo, sehat itu kan mahal. kalau udah sakit baru kerasa nyeselnya, ga enaknya.
ayo ayo, Rasul juga bilang kalau
"Dua kenikmatan yang dapat memperdaya banyak manusia adalah sehat dan waktu luang" (HR Al-Bukhari)
"gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu" (HR Al-Bukhari)
#mensanaincorporesano
#demiragayanglebihprima

Apr 18, 2012

sakit perut

jadi ngebayangin aja, gimana perjuangan ibu waktu ngelahirin kita. gimana sakitnya, mulesnya, takutnya, cemasnya. hii ga kebayang. saya aja sekarang lagi sakit perut. banget. udah guling-guling, panasin perut pake botol air, neken-neken perut pake bantal guling, masih aja ga ilang sakitnya. ga mau ketergantungan sama obat sih makanya dibiarin ga minum obat. yah mungkin sebagai wanita sakit kaya gini wajar. walaupun ga selalu kaya gini, tapi sekalinya sakit ya sakiiiit banget. tapi ya saya tahu, sakit ini ga seberapa. dibanding mama saya yang melahirkan 4 kali. dan 2 kali kehilangan bayinya. udah sakit fisik, sakit psikis juga kayanya. subhanallah. bayangin aja, dari sejak menikah sampai punya anak pertama (yang ada) jaraknya 6 tahun. ibarat kata kita lulus kuliah, orang pasti nanyain udah dapet kerja apa belum. teruuus aja ditanya kaya gitu setiap ketemu. nah, kalo udah nikah pertanyaannya pasti udah punya anak apa belum. kaya gitu terus selama 6 tahun. saya aja yang baru 4 hari lulus rada sensi juga kalau ditanya udah kerja apa belum. ini 6 tahun. iya, memang, semuanya dari Allah. manusia ga bisa hidup sesuai flow default yang udah dia rancang. semua udah ada yang ngatur. 
satu poin disini adalah, saya salut sama mama. saya kagum sama mama yang udah segitu kuatnya. dan itulah kenapa Allah nyuruh kita memuliakan ibu sampai segitunya. ya Allah, saya sayang mama... :')

Apr 2, 2012

tentang nanti

saya bener-bener ga tau apa yang akan saya hadapi setelah ini. setelah tanggal 14 lebih tepatnya.
rencana itu ada, harapan itu banyak. tapi tetap saja, belum ada yang bisa dipastikan sekarang. jangankan nanti, apa yang terjadi 5 menit lagi juga saya ga bisa pastikan. prediksi, mungkin.
ya. apa, bagaimana, dan siapa masa depan saya memang masih misteri. jadi.. mari kita bermimpi setinggi mungkin. berencana serapi mungkin. berikhtiar seoptimal mungkin. berdoa semaksimal mungkin. berharap Allah ridha pada setiap niat dan langkah kita.
sekarang, hadapi saja yang ada di depan mata. selesaikan.

percuma bicara masa depan, kalau sekarang tidak bisa bertahan.
percuma bicara kemenangan, kalau melangkah saja enggan.

Mar 11, 2012

simulasi lubang kertas

saya pernah dapat pelajaran yang cukup menarik. sebuah simulasi yang sangat 'ngena' kalau menurut saya. saya dikasih kertas dengan ukuran A4 dibagi 2 (A5). terus saya disuruh membuat lubang dari kertas itu yang besar lubangnya cukup untuk badan saya. waktunya lupa, antara 2-3 menit. boleh dicoba :)

dan apa yang saya lakukan? 1 menit pertama saya bengong. bingung. mikir. gimana caranya? jangan-jangan perintahnya punya maksud lain. jangan-jangan saya sedang dibodoh-bodohi dengan perintah itu. karena saya belum sadar kalau sayalah yang bodoh. dan akhirnya, ketika waktu sudah mepet, saya coba sobek kertas itu supaya membentuk lubang. yang saya harap besar. hasilnya? putus. haha. intinya kertasnya ga membentuk lubang. dan artinya, saya gagal.
akhirnya orang yang ngasih perintah tadi ngasih contoh. dan ternyata bisa. bisa. haha. dengan cara yang ga terpikir sama saya. dari sini saya dapat beberapa poin.
- saya terlalu banyak mikir. mikir kalau hal itu tidak dapat dilakukan. mikir kalau perintah itu pasti ada maksud lain. terlalu banyak prasangka. padahal perintahnya sudah jelas.
- saya tidak punya ilmu. saya tidak tahu bagaimana caranya. saya belum pernah mencoba sebelumnya. makanya saya berpikir kalau itu tidak bisa.

memang ini hanya simulasi. tapi bukan tidak mungkin dalam kehidupan sehari-hari pun kita ada dalam posisi yang sama.
misalnya, kita ambil contoh, Tuhan telah memberikan kita perintah yang sudah terangkum dalam sebuah kitab. Tuhan menyuruh kita melaksanakannya. semuanya. dan manusia, seperti pada simulasi di atas,
- ada yang langsung mengerti perintahnya, karena kecerdasan dan keyakinannya bahwa perintah tersebut dapat diselesaikan, dia dapat menyelesaikan hal itu.
- ada yang masih saja suudzhan terhadap perintah itu dan akhirnya hanya berpikir tanpa bergerak. atau bergerak pada waktu yang hampir habis, yang ternyata hasilnya pun jelek.
- ada yang mengira kalau perintah itu punya maksud lain, jadi dia lakukan dengan interpretasinya sendiri. dengan standar pemikiran dia sendiri. dan hasilnya pun tidak sesuai dengan perintah sesungguhnya.
- ada yang langsung bergerak tanpa berpikir dan tanpa tahu ilmunya, hanya mencoba, karena dia yakin pasti bisa.

padahal, jika kita memang benar-benar yakin kalau yang memberi perintah itu pasti benar, tidak akan mempermainkan hamba-Nya, dan akan memberikan reward yang besar bagi siapa yang mau mengikuti perintah-Nya dan menghukum yang tidak, kita pasti akan berusaha untuk melakukan itu. kan?
simulasi itu juga membuat saya sadar, kalau banyak dari diri saya yang harus diubah. okelah, karena yang ngasih simulasi tadi masih manusia, saya masih beranggapan kalau saya dipermainkan. tapi kalau Tuhan? saya harus cari ilmu lebih banyak lagi. dan tidak boleh membatasi diri dengan ke-sok-tahuan saya. jangan Percaya Diri, tapi Percaya Allah. :)