Jan 30, 2011

diam itu emas?

diam itu emas. iya gitu? mungkin iya, pada saat-saat tertentu. tapi kalau keseringan?

akhir-akhir ini saya punya masalah berkomunikasi. tidak, saya tidak menyalahkan provider, handphone, atau ISP saya. bukan juga telinga saya yang sakit. tapi antara otak, hati, mulut, dan tangan semuanya ga sinkron. mungkin saya bukan penyampai pesan yang baik, penulis yang berbakat, atau pencerita yang yang hebat. saya ga bisa menyampaikan apa yang ingin dan harus saya sampaikan. kadang sinyal informasi dari hati saya mengalami distorsi setelah sampai di otak. atau sinyal dari otak yang tidak terfiilter sempurna oleh hati. atau path loss yang terlalu besar antara otak dan mulut yang membuat sinyal yg keluar dari mulut menjadi sangat kecil. atau bisa juga karena terlalu banyak derau saat sinyal sampai di tangan sehingga banyak kata tidak perlu yang tertuliskan. jadi saya lebih memilih diam, menerka apa yang orang pikirkan, dan berimajinasi dengan prasangka. saya takut salah ngomong. tapi sungguh. itu sangat menyiksa. dan menyulitkan tentunya. karena saya tidak tahu apa yang orang lain pikirkan. selalu berpikir mengenai worst case ternyata tidak mendidik saya menjadi antisipatif atau menjadi lebih cerdas. tapi semakin minder, bingung, dan mudah menyerah. dan impact dari semua itu adalah ketidakstabilan emosi. ga, bukan labil. ah entahlah apa bedanya. tapi untuk mengontrol emosi, mengeluarkan kata-kata yang tepat, dan bersikap yang pantas kepada orang-orang di sekeliling saya menjadi cukup sulit. yang ujung-ujungnya cuma bikin saya tambah merasa bersalah. lagi.

Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul 'uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii
Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS. Thoha: 25-28)

Jan 27, 2011

ya sudahlah

apa susah ya orang bilang 'ya sudahlah'?
atau saya aja yang kegampangan bilang itu?

Jan 25, 2011

Qur'an bukan untuk dipilih-pilih

Dan katakanlah (Muhammad): "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan".
 
Sebagaimana (Kami telah memberi peringatan), Kami telah menurunkan (azab) kepada orang-orang yang membagi-bagi (Kitab Allah) 

(yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al-Qur'an itu terbagi-bagi
 
Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua,

tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.
 
Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. (15:89-94)

Jan 24, 2011

obat penenang

alaa bidzikrillahi tathmainnul quluub

ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram (13:28)

Jan 20, 2011

Tabel Shalat

Dan saya benar-benar membuat tabel shalat dalam 1 bulan di post it yang ditempel di lemari belajar. Persis buku Ramadhan jaman SD. Saking terlalu seringnya lupa udah shalat apa belum.
Tuhan, tolong.. apakah saya mesti mengikuti saran bang Deddy Corbuz*er untuk minum Cerebr*vit??

Jilbab, haruskah?

Cuma sedikit bertanya-tanya, kalau jilbab itu wajib dan kalau tugas pemimpin itu adalah memberi contoh yang baik buat rakyatnya, kenapa rata-rata pemimpin kita, atau istri-istri pemimpin kita ga ada yang pake jilbab beneran ya? Maksudnya, ya yang ga memperlihatkan poni atau rambut sasakannya...

a big smile for you :)

Kemarin saya naik angkot. Duduk samping pak supir. Dan seperti biasa angkotnya ngetem. Sambil nunggu sesekali lirik kaca. Biasalah, wanita. Tapi pas liat kaca kaget sendiri. Kenapa wajah saya terlihat serem? -__-
Hmm ga usah ngebayangin mukanya Samara di The Ring atau setan-setan lainnya sih. Cuma baru ngeh aja, ini toh wajah default saya kalau lagi bete. Perasaan belum marah itu. Pantes suka dibilang galak. Pantes mama sering nasehatin saya supaya ga judes. Padahal sungguh, ga ada niat kaya gitu. Tapi memang sih kalau di tempat asing atau ketemu orang asing yang kita ga ada keperluan ya ga lantas kita mesti senyum-senyum ga jelas juga kan sama mereka. Tapi yang saya takutkan kalau sikap yang kaya gini disalahartikan jadi seperti marah atau ga seneng sama orang. Jadi ya maaf-maaf saja ya kalau ada yang pernah ketemu sama saya pas muka saya lagi kaya gitu. Udah dari sononya. Harap maklum :p

Jan 18, 2011

Tanjung Lesung Part III: Pulaaang!

Saya lupa detailnya. Pokoknya kita pulang sekitar jam 1an. Di perjalanan kita mampir di Rumah Makan Ibu Entin. Katanya disini kita bisa makan sepuasnya soalnya sisa uangnya masih banyak. Tapi ternyata pas dikasih bonnya.. Haha. Yang tadinya budgetnya 300-400ribu ternyata mesti bayar sampai 900ribu.

enak, besar, kenyang. sayang mahaaal
Perjalanan dilanjutkan. Oh iya, kali ini yang jadi sopir di mobil yang saya naikin Bowo. Lain Bowo lain Raka. Perjalanan pulang ini jadi serasa naik wahana di Dufan. Walaupun masih kalah edan sama Eki, ya bisa diibaratkan kita sedang naik Halilintar, sementara sama Eki mungkin kaya naik Tornado. Cuma bisa bilang 1 hal aja sama Bowo, "Bow, saya titip nyawa ya sama kamu".

Akhirnya kita sampai di jalan tol. Kebetulan sudah malam. Dalam keadaan ngebut, di lajur kanan. Sebuah kejadian tak terduga pun terjadi. Tiba-tiba terdengar suara 'psssss' dari arah belakang. Ditambah Ivan dan anak-anak yang duduk di belakang teriak-teriak nyuruh Bowo minggir ke bahu jalan. Saya yang dari tadi merem karena takut langsung panik ga tau ada apa, cuma ikut-ikutan teriak aja saking paniknya.

Pas kita sampai di bahu jalan, bagasi mobil kita udah kebuka dan ternyata ada barang yang jatuh. Pas diperiksa, barang yang jatuh itu tas snorkelingnya Afi, ransel Lia, dan ransel saya. Orang-orang panik. Saya sebenarnya santai saja soalnya yang ada di tas itu cuma baju kotor. Ga ada barang berharga. Tapi Afi yang tas snorkelingnya jatuh jelas panik banget. Dan tiba-tiba Fahma dan yang lainnya mutusin buat ngambil lagi tas-tas itu. Atulah, jalan tol, malem-malem, mau ke tengah pula. Tapi gimana lagi. Tas-tas itu bisa bikin celaka mobil lain juga kalau ga diambil. Akhirnya tas-tas itu ketemu dan kondisi yang paling mengkhawatirkan tas saya. Isinya udah terburai keluar. Ya sudahlah. (Pas di rumah dicek ternyata saya kehilangan celana training TPB dan kaos). Alhamdulillah tas lain isinya masih utuh.

Perjalanan dilanjutkan. Di tengah jalan saya dapet kabar yang ga enak. Ibu saya mendadak masuk rumah sakit dan saya disuruh cepat pulang. Udah campur aduk perasaan. Cuma bisa pasrah, menahan emosi, dan berdoa. Ga mau ganggu suasana juga sih. Yang tadinya paling rewel akan kengebutan Bowo, jadi yang paling nyemangatin buat ngebut dan sampai di Bandung secepatnya. Secepatnya.

Ya kalau memang buru-buru, suka ada aja yang menghalangi. Tiba-tiba kita nyasar di jalan tol dan akhirnya mesti balik lagi. Akhirnya pas sampai di Bandung saya langsung diantar ke Rumah Sakit Al-Islam. Udah ga bisa bilang apa-apa lagi. Pokoknya makasih banget buat semuanya yang rela keliling jauh dulu ke Soekarno Hatta sebelum dianter ke rumahnya. Alhamdulillah. Alhamdulillah kami sampai di Bandung dengan selamat dan saya bisa ketemu ibu...

Tanjung Lesung Part II: Tanjung Lesung

Kita sengaja ga langsung ke penginapan karena ternyata penginapannya ada di deket mesjid tempat kita shalat ashar sebelumnya. Dan itu jauh. Pake mobil aja ada kali 15 menit. Jadilah kita langsung menuju pantai. Sampai disana, first thing first, apa lagi kalau bukan foto-foto. Ada juga yang langsung nyebur. Entah haus entah kebelet pipis. Ah, disini saya merasa iri sangat sama yang namanya lelaki. Tinggal buka kaos, nyebur dah. Lah kita, yang kebanyakan kerudungan agak ribet juga karena mesti pake baju lengkap buat nyebur. Belum ditambah peniti sana sini supaya kerudungnya ga ngambang-ngambang. Ya pokoknya sebisa mungkin kita ngejaga hijab. Oh iya, jangan lupa siapin handuk/kain di deket kita supaya bisa langsung dipake pas naik lagi.

Dan saya dengan kampungnya girang banget nemu air lagi. Udah bertahun-tahun kayanya ga berenang. FYI, air disini tuh bening. Bening, kalau dibandingin sungai cikapundung atau citarum. Haha perbandingannya ga apple to apple. Pokoknya cukup buat kita liat terumbu karang dan ikan-ikan disana. Dan disini juga saya baru tahu yang namanya snorkeling kaya gimana. haha kampung. Dan kebetulan ada afi, beye, sama kemod yang bawa alat-alat snorkeling. Minus pelampung sih. Oia buat yang belum tau juga, snorkeling itu kurang lebih kita liat pemandangan di bawah laut sambil ngambang-ngambang di air. Peralatannya: masker (kacamata renang yang nutupin hidung plus selang buat napas), fin (sepatu katak), dan pelampung. Pas saya cobain pake alat snorkeling itu, malah megap-megap keabisan napas. Ga biasa juga sih napas pake mulut. Tapi begitu liat ke bawah. Wow. Subhanallah. Keren! Walaupun ga kaya yang biasa diliat di si Bolang atau Discovey Channel, tapi karena liat sendiri jadi kerasa wah banget. Apalagi begitu ada ikan-ikan yang berenang bergerombol. Walaupun ga terlalu warna warni. Terumbu karangnya itu loh. Pantesan afi terus-terusan ngingetin jangan injek terumbu karangnya. Maklumlah anak biologi. Tapi mau gimana lagi, pas lagi panik mau tenggelam ya otomatis cari terumbu karang buat pijakan. Hua jadi merasa bersalah. Kita disana cuma 1,5 jam karena udah keburu maghrib.

Pas liat sunsetnya.. waaah.. langsung jadi kampung lagi deh kaya baru liat yang gituan. Tapi keren banget! Nih gambarnya:

Kita baru selesai dari sana jam setengah 8an. Padahal itu udah buru-buru karena ga enak sama pak satpam yang nungguin kita. Doang.

Dari sana kita cari makanan yang ternyata jauuuh banget. Di sana kawasan resortnya udah ok banget, tapi begitu keluar, lingkungan rumah penduduknya masih belum semodern itu. Ditambah hutan kanan kiri.

Setelah makan, kita langsung ke homestay. Bentuknya rumah penduduk gitu, tapi memang tampak udah lama dijadiin homestay soalnya di rumah itu banyak dokumentasi Tanjung Lesung plus poster-poster tentang terumbu karang dan ekosistem air laut. Rumah ini juga kayanya pernah dikunjungi acara si Bolang. Dilihat dari foto-foto dan stiker Trans 7 plus jamnya.

Walaupun ngantuk, acara tetap dilanjutkan. Bakar-bakaran. Jagung dan sosis. Yang bikin seru, anak-anak pada ngomongin cangehgar. Rekaman bodoran-bodoran sunda gitu. Ngakak abis lah. Setelah itu kita tidur. Ada 2 kamar dan dua-dunya dipakai perempuan. Ya iyalah. Yang laki ngalah aja, tidur di lantai ruang tengah. Eh tapi disana tetep ada yang bapak-ibu yang punya rumah juga, jadi ga cuma kita doang.

Besoknya kita balik lagi ke pantai. Sampai sana sekitar jam 10. Karena kemaren belum puas, hari ini kita nyewa sendiri alat snorkelingnya. 50.000/orang/jam. Akhirnya kita ber18 snorkeling ria di tengah laut sementara yang lain sibuk main bola atau foto-foto. Ternyata di tengah laut sini pemandangannya lebih ok. Lebih banyak ikan warna-warni. Gerombolan ikannya juga lebih banyak. Tapi lagi-lagi ada feeling ga enak. pas lihat ke atas ternyata udah mendung banget. Ombak di pantai sebelah udah gede banget. Anginnya juga berhasil bikin kita tambah takut. Tapi kita ga dijemput-jemput sama penjaga pantainya jadi mungkin cuaca kaya gitu masih aman-aman aja.

Draft saya cuma sampai sini ternyata. Lanjutannya saya lupa. Yang pasti dari sini kita langsung pulang.

Tanjung Lesung Part 1: Berangkaaat!

Ga sengaja baca draft tentang tulisan ini. Belum sempat dipublish karena satu dan lain hal. Walaupun basi ya udah lah ya..

Rabu, 15 September 2010. saya dan 25 LSS 2007 jalan ke Tanjung Lesung, Banten. what a trip!
Dimulai dengan ngumpul di gerbang depan jam setengah 6, dan pergi, akhirnya, jam 8, kita sampai disana jam 4. Iya, 8 jam. Saya juga shock. Perasaan Banten ga jauh-jauh amat dari Bandung tapi bahkan lebih lama dari perjalanan mudik saya ke Pekalongan.
Seperti biasa, kita foto-foto sebelum berangkat di deket kubus sambil nunggu orang-orang dan mobil. Oh iya, kita pakai 3 Avanza rentalan yang harganya 550.000, 600.000, dan 650.000. Harganya beda-beda soalnya beda tempat rental. Setelah itu kita bagi-bagi penumpang dan berdoa bersama. Saya kebagian semobil sama Lia, Afi, Bowo, Fahmi, Ivan, Mato, Fazri, dan Reka sebagai supir. 

Belum juga mulai jalan mobil kita udah maju mundur ga jelas dan sampai nabrak trotoar. Pas kita lihat ke sebelah, ternyata mobil yang disupirin Beye juga sama nabrak trotoar. Katanya mobilnya ga bisa dimundurin. Haah mana ada?! Huah. Feeling ga enak. Terus tau-tau di sekeliling kita banyak kuda. Dan akhirnya setelah Beye berhasil mundurin mobilnya, dia nabrak kuda dong. Kaki kudanya nyangkut di bemper belakang mobil Beye. Kita yang ada di belakangnya cuma bisa teriak-teriak panik. Kalo kaki kudanya patah gimana coba? Berabe kan. Tapi akhirnya itu kuda berhasil meloloskan diri dan mobil Beye melaju dengan damai. Perjalanan dimulai. Bismillahirrahmanirrahim..

Rute perjalanan kita: kampus-pasteur-jakarta-tangerang-tanjung lesung. Berangkat pukul 08.00 dan kita ketemu di rest area km 97. Mobil Reka dan Beye maksudnya karena Eki udah entah sampai mana. Cuaca di sepanjang jalan udah ga karuan. Sebentar hujan gede banget, eh maju dikit ga hujan sama sekali. Padahal mendung. Ya, hujan parsial kaya gitu memang lagi musim kali ya. Dari situ kita ngomongin hujan darah yang terjadi di India dan Hujan katak yang terjadi di Jepang. Wow. Saya baru tahu ada yang begituan. Dan katanya, dulu, jaman nabi Luth, pernah ada juga hujan darah dan hujan katak sebagai azab buat kaum Sodom, kaum homoseksual. Wew. Ngeri banget. Wahai orang-orang yang merasa dirinya gay, segeralah bertobat. Diskusi dilanjutkan dari yang ilmiah-ilmiah, dengan narasumber utama Fahmi yang baru pulang dari London habis Seminar energi gitu, sampai sinetron KCB. Dan entah kenapa ujung pembicaraan kita selalu berakhir di pernikahan. Hadah. Udah pada kebelet apa ya.

Perjalanan masih terasa wajar hingga kita sampai di Anyer. Dari situ ada baligo besar yang tulisannya Tanjung Lesung 30 menit dari Carita. Ok, setidaknya kita ga nyasar. Setelah beberapa menit kita bertanya-tanya Caritanya mana ko dari tadi ga nyampe-nyampe. Setelah akhirnya nyampe Carita, lagi-lagi kita liat baligo dengan tulisan yang sama. Ok, mungkin 30 menit dari sini. Ternyata Carita itu panjang dan kita lihat baligo ketiga dengan tulisan yang sama. Ebuset. Kapan nyampenya ini. Di tengah jalan kita shalat Ashar di mesjid. Pas masuk tempat wudhu, kita langsung ngakak-ngakak karena ada tulisan ginian:
maksudnya: 'warning, jangan ambil cai (air)'


maksudnya: 'jangan ambil air kecuali untuk wudhu'

Buset. Hahaha. Akhirnya kita beneran sampai di Tanjung Lesung 1 jam kemudian. Wow. Baligonya sangat informatif. Pas sampai disana, feeling mulai ga enak lagi liat beberapa bis berjejer. Oh, ternyata itu di spot yang gratisan makanya rame. Di spot satunya, namanya Beach Club (tolong sambil dieja kalau disebutkan), kita dipungut bayaran 50.000/mobil. Pas sampai sana, wow. Serasa pantai milik pribadi. cuma ada beberapa orang doang. Hahay. And the story goes..

Jan 14, 2011

Kuliah

Akhirnya refleksi dari perjalanan akademis saya selama 1 semester ini terlihat. Ada yang sesuai harapan, ada yang di atas, tapi ada juga yang di bawah harapan saya. Bagaimanapun hasilnya sudah tidak berguna lagi saya mempertanyakan 'kenapa dulu ngambil kuliah ini, bukan kuliah itu', 'kenapa dulu pas mau ujian malah belajar bab ini bukan bab itu', 'kenapa dulu pas kuliah sering telat jadi ketinggalan pelajaran'. Untuk apa, toh hasilnya sudah keluar dan mau tidak mau saya harus puas dengan hasil itu. Karena saya menyadari usaha saya cuma segitu-segitunya, jadi saya merasa tidak berhak untuk meminta lebih. Sebenarnya mudah saja jika saya tidak puas. Ambil lagi saja semester selanjutnya. Mungkin nilainya akan membaik dan ilmu kita bertambah.
Tapi semester ini masih banyak kuliah yang belum lulus. Kuliah sabar, kuliah ikhlas, kuliah istiqamah, kuliah manajemen pilihan, kuliah manajemen hati, kuliah orientasi hidup, kuliah manajemen nafsu. Sayangnya semua mata kuliah itu sudah menjadi default paket yang harus diambil ketika saya mendaftarkan diri sebagai seorang muslim di universitas kehidupan ini. Ga ada yang bisa didrop. Kalau dalam dunia akademis kita berharap setelah lulus diterima di tempat kerja bonafit karena IPK yang bagus, nilai-nilai dari mata kuliah itu bisa mengantarkan kita ke tempat kediaman kita nanti. Saya akui saya belum bisa melewati ujian kuliah tersebut dengan baik. Makanya, mungkin Allah ngasih beberapa remedial buat memperbaiki nilai saya. Atau mungkin juga saya ternyata sudah naik tingkat terus diuji lagi dengan soal yang lebih sulit. Walaupun impact dari kuliah tersebut akan jauh lebih besar daripada DTB, manprotel, atau baseband, tapi sering sekali terlalaikan.

Masalahnya, kalau DO dari kampus bisa cari kampus lain, kalau DO dari hidup?

Ahk. benar juga. Walaupun dari lubuk hati yang terdalam saya ga mau di-DO dari kampus ini, tapi DO dari kehidupan bakal lebih serem. Ya, itulah. Mau tidak mau saya harus memasukkan kehidupan akademis saya sebagai salah satu kuliah tambahan yang harus terintegrasi dengan kuliah-kuliah lainnya dalam rangka menjalankan tujuan saya. Ibadah.

Saya pengen luluuuus!

Jan 12, 2011

telatnya diniatin

teman: melaa mau ambil TA ga?
saya: udah.. kenapa?
teman: bimbang euy, pengen 2012
saya: pengen? ko?
teman: hehe. ga mau cepet-cepet
saya: ya ambil mah ambil aja, tar juga molor sendiri

Jan 9, 2011

The Harvest vs Cizz

Bukan maksud mau promosi, apalagi jadi agen marketingnya mereka, cuma pengen berbagi info aja buat yang suka sama cheese cake. Tadi saya sempet nyoba 3 biji French Pastriesnya Harvest. Dan ternyata rasanya ENAK parah. haha maaf kalau berlebihan. Memang suka overexcited sama yang namanya cheese cake.  Yang saya coba:
Chocolate Cheese




Cardinal
Blueberry Cheese Cake
Dari 3 itu yang paling saya suka Blueberry Cheese Cakenya. Ga bisa dideskripsikan rasanya, cuma 1 kata aja. Enak. Selain Harvest, tempat lainnya yang ga kalah ok adalah Cizz. Pasti udah pernah lah ya.
Lupa sih udah pernah yang mana aja di Cizz tapi yang pasti disana juga enak-enak. Cuma 1 sih yang ga recommended, Avocado Cheese Cake. Seseneng-senengnya saya sama alpukat, tapi kalo digabung sama keju mah hmm.. Pokoknya bukan kombinasi yang pas deh, kecuali memang berniat menimbun lemak dan tahan dengan rasanya yang.. ya tapi selera orang beda-beda sih.
Oh iya, jangan lupa juga buat selalu nanya, mana yang pake rum mana yang ga. Dipastiin lagi aja kehalalannya. Tadi juga saya nanya ke Harvest. Memang beberapa pake rum, makanya ga dicantumin logo halal, tapi dikasih tahu ko mana aja yang halal, dan mbaknya sih ngeyakinin gitu kalau itu halal.
Bedanya  kalau di Harvest sama Cizz:
Di Harvest harga se-slicenya 17.000, di Cizz 16.000.
Kuenya di Cizz lebih besar daripada Harvest.
Buat makan di tempat, yang lebih memungkinkan Harvest, kalau Cizz tempatnya cukup mini.
Dari segi packaging memang Harvest wah banget.
Di Harvest ga semuanya cheese cake, pilihan cheese cakenya lebih banyak di Cizz.
Strategi marketingya di Harvest ok juga, mereka selalu nanya pesanan atas nama siapa dan untuk selanjutnya nama kita selalu disebut pas pembayaran atau pas ngasiin barangnya. Supaya lebih deket dan membangun loyalitas konsumen nampaknya.

Ya, sekian sekilas info tentang tempat cheese cake di Bandung. Ada yang tahu tempat lain yang cheese cakenya enak-enak juga ga? Share dong :p


Jan 8, 2011

semua pasti dibalas

Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan.

Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah diusahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan. (11:15-16)

Na'udzubillah.. mudah-mudahan kita ga termasuk di dalamnya :(

Jan 5, 2011

Curug Tilu Leuwi Opat

Beberapa hari yang lalu saya dan teman-teman ngebolang ke tempat hiking dan outbound di Bandung. Setelah survey ke beberapa tempat didapetlah Curug Tilu Leuwi Opat. Jangan disingkat, plis. Tempatnya tuh di Lembang, deket Villa Istana Bunga. Pada tahu kan? Deket Ciwangun Indah Camp (CIC) juga. Cuma kalau CIC tempatnya udah bener-bener dikelola buat wisata keluarga jadi rame banget. Kalau di sini masih kosong gitu terus banyak curugnya (curug=air terjun) walaupun sebenernya masih nyambung tapi CIC masuknya lebih mahal. Nah ini brosur harganya.
Tempat ini memang biasa dipake buat acara-acara outbound rombongan gitu, ada harga paketannya juga
flaying fox. oke. lupakan.
Oia, harga di atas belum termasuk tiket masuk Rp3.000,- dan uang toilet! Penting loh ini. Kadang uang toilet lebih mahal dari tiket masuk. Uang toiletnya Rp1.000,-.
Nah, kalau kita mau hiking doang cuma bayar tiket masuknya aja. Murah meriah sekali kan? Waktu saya kesana, saya cuma nyoba main High Rope sama Rakit. Mestinya seorang Rp.43.000,- tapi dengan sedikit kemampuan melobi didapetlah harga Rp.27.000,-/orang. Mestinya bisa kurang lagi sih kayanya. Biasa, ga pernah puas kalau nawar.
Track hikingnya lumayan seru. Tujuan akhirnya curug tilu itu sendiri. Tapi bisa terus juga sampai kebun teh.
Ini dia dokumentasinya :p

Sepanjang jalan kita beberapa kali ngelewatin jembatan kayu. Walaupun di tengah hutan gini jembatannya artistik banget. haha. Keren deh.

Sebelum sampai di Curug Tilunya juga kita ngelewatin banyak curug. Ada 1 yang paling gede dan kita bisa berdiri di depannya banget.


Dan sumpahnya, dingiiiin banget! Iyalah wong airnya nyiprat-nyiprat kena kita. Basah sebelum waktunya lah disini.

Akhinya kita sampai di Curug Tilu dan main air sampe puas.

Perjalanan dilanjutkan ke kebun teh. 

Dan track yang paling saya suka:

Soalnya mesti nanjak-nanjak lewatin batu-batu dan air yang mengalir cukup deras.
Sempet 'sedikit' nyasar sih buat sampai di gerbang masuk. Kita malah keluar di CIC, bukan Curug Tilu Leuwi Opatnya. Dan ya, disana memang bukan tempat hiking, jadi dandanan orang-orang juga beneran dandanan mall, sementara kita udah bobolokot lumpur, pake training, bawa ransel, dan ada yang sempet jatuh pula jadi kotor banget. Hmm ya sudahlah.
Total perjalanan kita ternyata kurang lebih 3,5 jam bolak-balik. Tapi anehnya ini kaki ga gempor-gempor amat. Akhirnya kebiasaan lari pagi ada hasilnya juga. Habis ini kita langsung makan, ganti baju, dan shalat karena ga ada yang minat main permainan outboundnya.
Tapi pas pertama kali saya kesini ya sempet nyoba juga si High Rope sama rakitnya. Seru loh.





Pulang dari sana kita mampir dulu buat makan. Mie kocok panas dingin-dingin. :p

Alhamdulillah, dikasih kesempatan buat mentafakuri nikmat-Nya kali ini. Banyak, banyak yang bisa didapet dari perjalanan ini. Dimulai dari menetapkan tujuan dan menjalani proses untuk mencapainya. Jalan yang mendaki lagi sukar kalau di Qur'an mah. Dan emang iya, di kehidupan yang sebenarnya, track yang kita lewati jauh, jauh lebih sulit dari ini. Justru kalau tracknya datar-datar aja perlu dipertanyakan apakah kita sedang berjalan menuju puncak atau muter-muter ga jelas sampai akhirnya tersesat dan ga sampai di tujuan kita. Di perjalanan ini juga ga semua orang kondisinya sama. Di tengah jalan kemaren ada yang sempet sakit, mual-mual. Yang diuji adalah empati dari teman-temannya. Gimana caranya kita bisa lanjutin perjalanan bareng-bareng. Seperti kutipan As-Shaff dimana kita mesti baris teratur seperti suatu bangunan yang kokoh. Bisa aja kita sampai ke puncak sendirian, tapi itu pastinya lebih sulit. Apalagi kalau ga ada guide yang membimbing kita. Dengan bareng-bareng perjalanan terasa lebih menyenangkan dan mudah. Satu lagi yang saya dapet, untuk bisa sampai ke daerah Parongpong ini kemaren saya bawa motor sambil bonceng temen. Ternyata prasangka saya kalau saya ga mau dan ga mungkin bisa bawa motor ke daerah Lembang salah. Saya bisa ternyata. Ya ga akan tahu sih kalau ga dicoba.

Haha. Sekian. Cuma ingin berbagi informasi. Kali aja ada yang berminat hiking atau outbound juga. Ya saya rekomendasiin tempat ini. :D

Jan 4, 2011

Gulliver's Travels


Gulliver's Travels. Ceritanya tentang Lemuel Gulliver, seorang pegawai kantor surat di sebuah perusahaan yang karena membuat tulisan tentang perjalanan, akhirnya ditugaskan ke daerah Segitiga Bermuda. Tiba-tiba di tengah laut ada pusaran air yang membuat dia akhirnya terdampar di negeri liliput. Di sana dia diperlakukan sebagai  tahanan tapi kemudian dijadikan pahlawan karena telah membantu putri dan raja negeri tersebut dari serangan musuh. 
Itulah sekilas cerita Gulliver's Travels ini. Filmnya cukup lucu walaupun ada yang 'apa sih'-nya. Tapi setidaknya ada yang bisa diambil dari film ini. Di awal cerita, Gulliver mendapat seorang anak buah buat kerja di kantor surat perusahaan itu. Gulliver ini orangnya bacot abis. Di hari itu juga, anak buahnya barusan dapet surat kalau dia akan menggantikan posisi Gulliver sebagai kepala kantor surat. Padahal Gulliver sudah bekerja disitu selama 10 tahun. Dan orang itu cuma 1 hari. Orang itu menekankan kalau Gulliver ga akan berkembang kalau dia ga mau bergerak. Ya, itulah pesannya. Pendobrakan diri. Orang ga akan berubah kalau dia ga mau ngubah dirinya sendiri. mungkin udah pada hafal juga sama Ar-Ra'du:11
Sesungguhnya Allah tiada mengubah keadaan suatu kaum, kecuali jika mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri
Akhirnya setelah terdampar di negeri liliput, Gulliver bisa dianggap sebagai seseorang karena berhasil menyelamatkan negeri itu. Iyalah, wong dia jadi raksasa di tengah liliput. Yang saya tangkep disini sesorang itu adalah sesuatu ketika orang itu menyadarinya. Ya, sadar. Kalau dia ternyata bisa berbuat sesuatu. Kalau dia ternyata bisa bermanfaat buat orang lain. Cukup kesentil juga sih. Bahkan untuk sadar pun sulit. Apalagi mau bergerak. Tapi ya mau sampai kapan.